
Begitu Lisia kembali lagi kedunia novel, ia berada tepat didepan Hutan Forrest sambil melihat kebelakang dan juga disekelilingnya.
"Ini.....Hutan Forrest ! "berbalik badan. "Aku kembali yes! " ucapnya yang begitu gembira.
Lalu diarah belakang Lisia, didalam hutan muncul seseorang yang membawa begitu banyak kayu dipunggungnya.
"Dewi!"
".... (Nevan!) "ucap Lisia dalam hati yang terkejut.
Nevan yang baru saja keluar dari dalam Hutan Forrest terkejut melihat Lisia yang tiba-tiba ada didepan hutan. Dengan paniknya ia pun menanyakan kepada Lisia
"Anda pergi kemana tadi? Semua orang Didesa Agelios sangat panik saat dewi yang tiba-tiba menghilang tepat didepan mata mereka"
"Tunggu...! Apa..?! Tadi.. ? "terkejut." Lalu bagaimana keadaan desa? " tanya Lisia.
"Saat ini desa baik baik saja, karna prajurit agelios berhasil membunuh semua monster armon sebelum mereka sampai kedesa. Lalu monster yang sempat anda lawan ikut menghilang bersama dengan anda dewi"ucap Nevan.
Mendegar hal tersebut Lisia merasa lega dan mencoba bertanya lagi. ".... Lalu berapa lama saya sudah menghilang, Nevan? " ucap Lisia yang gak sadar.
Nevan yang merasa bingung karna Lisia memanggil namanya, padahal mereka belum memeperkenalkan diri apa lagi bertemu sekalipun."Anda sudah menghilang selama 1jam dewi! Dan sekarang sudah tepat tengah hari. "
Mendengar perkataan Nevan, Lisia berfikir bahwa dirinya sudah ada didunia nyata seharian penuh tapi didunia novel hanya berlangsung selama 1 jam saja. Padahal saat dirinya berada didunia novel selama seminggu begitu kembali berlangsung selama 5 jam didunia miliknya.
Lisia terus memikirkan kan hal tersebut dan tidak menyadari jika Nevan memanggilnya.
"Dewi... ! "
Lisia kembali memikirkan hal yang terasa aneh saat didunia nyata, saat jam miliknya yang tiba-tiba berbunyi keras saat hampir menujukan tengah malam. Dari situlah Lisia mempunyai dugaan bahwa dirinya akan kembali kedunia nyata pukul 5 pagi dan akan kembali lagi kedunia novel pukul 12 malam.
Lisia yang terus berfikir masih tidak mendengarkan panggilan dari Nevan.
"Dewi...! "
Lalu dugaan Lisia makin bertambah. Jika seandainya didunia novel hanya berjalan 1 jam dan didunia nyata berjalan 5 jam, mungkinkah dirinya akan kembali kedunia nyata setelah seminggu didunia novel? Atau mungkin bisa lebih dari itu?.
Hal itu yang masih menjadi pertanyaan bagi Lisia. Namun Lisia yang terus mencoba mencari jawaban akan pertanyaan tersebut masih tidak mendengarkan panggilan dari Nevan lagi.
"Dewi! "
".. (Jika seandainya bisa lebih dari seminggu, jadi apa penyebabnya aku kembali kedunia nyata tadi? Aku harus mencari tau tentang itu)"ucap Lisia dalam hati.
"Dewi! "Memegang pundak Lisia.
"Iya!? "tersentak.
"Apa yang ada pikirkan? Saya memanggil anda berulang kali tapi anda tidak menjawab, apa ada sesuatu dewi?"tanya Nevan.
"Bukan apa apa"
Saat Lisia yang mulai panik karna tidak bisa mengatakan apa yang ia pikirkan pada Nevan, Lisia mencoba mengalihkan pembicaraan. "Oh ya Nevan! Bagaimana keadaan anak kecil yang sempat diserang oleh monster armon? "
Nevan kembali kaget mendengar namanya dipanggil lagi. "Anak kecil itu baik baik saja, dewi! "
Lisia yang mendengar hal tersebut merasa lega karna berkat dirinya satu nyawa terselamatkan.
"Dewi! Saya ingin menanyakan sesuatu, anda mengetahui nama saya dari mana? Setau saya, saya atau pun anda belum pernah bertemu sekalipun "ucap Nevan dengan suara yang kecil sambil tersipu malu dihadapan Lisia.
Lisia yang mendengar hal tersebut langsung panik dan dan terdiam beberapa saat.".. (Sial! Aku keceplosan lagi memanggil namanya. Lisia, Lisia kau memang baka baka baka)"ucap Lisia dalam hati.
Nevan yang mencoba melirik kearah Lisia karna tidak ada jawaban darinya. Lalu Lisia pun teringat akan sesuatu dan mencoba beralasan kepada Nevan.
"Saya gak sengaja mendengar nama Nevan dipanggil oleh pendeta kuil saat Nevan mengantarkan hasil buruan yang anda dapatkan dan memberikannya pada pihak kuil dewi."ucap Lisia.
".. (Aku sempat melihatnya waktu itu tapi tidak kedengeran karna terlalu jauh. Kalau soal namanya aku tau dinovel yang ku baca) "ucap Lisia dalam hati.
Nevan pun mempercayai akan perkataan Lisia dengan tersipu malu, Lisia yang melihat Nevan seperti kelinci dengan kedua telinganya kebawah membuatnya gemas dan ingin menyentuhnya.
"Begitu ya. Saya senang anda mengingat nama saya" ucap Nevan yang malu malu.
__ADS_1
"(Ukh! ) "Lisia hanya tersenyum walau sebenarnya saat ini jantungnya tertusuk panah dan berdarah.
".. (Tampan sekali! Bagaimana bisa sama persis dengan dinovel sih) "ucap Lisia dalam hati.
Nevan memiliki rambut keabu abuan,dengan senyum manis yang menghiasi kulitnya yang sawo matang dan mata berwarna merah jambunya, membuat Lisia tidak tahan dan menjerit dalam hatinya.
"(Kyaaa! ) "
Lalu kedua telinga Nevan akan turun menutupi wajahnya setiap ia malu-malu, membuat Lisia tetap menahan kedua tangannya yang sedang ingin menggapai kedua telinganya Nevan.
"Kalau begitu dewi! Bagaimana jika kita kembali kedesa sekarang? Mungkin yang lainnya sudah menunggu anda saat ini "ucap Nevan.
"Ah!?" tersadar kembali "Baiklah, ayo! "
...******...
"Tapi dewi! Anda belum menjawab pertanyaan saya! Anda pergi kemana tadi? "berjalan menuju desa.
"Oh! benar kah?! hahah, saya hanya kembali kekuil yang ada dihutan"hanya alasan.
"Begitu ya"
πΊπΊπΊπΊπΊ
Setelah sampai Didesa Agelios. Penduduk desa merasa senang dan juga bertanya pada Lisia yang tiba-tiba menghilang dihadapan mereka. Lalu Lisia mengatakan bahwa dirinya hanya kembali kekuil Hutan Forrest untuk memperbaiki segel pelindung.
Lisia tidak mengatakan bahwa dirinya kembali kedunia nyata dan bukan berasal dari dunia ini, karna Lisia takut jika mereka mengetahuinya mungkin saja akan ada hal buruk yang terjadi, hal itulah yang membuat Lisia tetap merasiakannya.
Semua penduduk agelios juga khawatir jika Lisia akan meninggalkan desa seperti Dewi Diana. Mendengar hal tersebut membuat Lisia merasa jika penduduk Desa Agelios tidak ingin sesosok dewi mereka menghilang lagi. Lalu Lisia pun mencoba menyakinkan warga Desa Agelios dan berjanji akan tetap tinggal seperti pesan yang telah Diana tinggalkan untuknya.
Walau pesan yang dimaksud oleh Lisia adalah tulisan yang ada dibelakang buku novel pilihlah aku Diana volume 2 saat didunia nyata.
Lalu saat semua orang sibuk menyambut kedatangan Lisia kembali, diarah Hutan Harvest dan Hutan Hollis sebuah kereta kuda emas mendekati desa dan berhenti didepan Lisia. Didalam kereta kuda turunlah seseorang pria yang mengenakan pakaian begitu rapi dan menyakan sesuatu pada Lisia.
"Apa benar anda sang dewi baru yang diutus oleh dewi Diana? "ucap pria tersebut.
"... (Dia! ) "
"Hormat untuk dewi hutan yang baru, saya Ian ajudan dari Bangida Raja Adelio Tsarevich Magixion ll yang diutus langsung untuk membawa anda keistana"ucap Ian.
"Apa..!?"ucap Lisia yang terkejut.
Lisia yang merasa tidak percaya bahwa dirinya akan bertemu dengan sang karakter pria yang ketiga secepat ini, walau sebenarnya ia juga senang mengetahui hal tersebut. Namun tidak bagi warga desa agelios yang terkejut dan Oliver yang memasang ekspresi tidak sukanya setelah mendengarkan perkataan dari Ian.
"Apa alasan raja dari Kerajaan Magixion memanggil saya keistana"ucap Lisia dengan tegas bagaikan seorang dewi.
".. (Wah aku melakukan nya)" merasa malu ".. (Ehm! Aku harus tenang, jika tidak maka aku akan diremehkan disini. Walau yang memanggil ku adalah seorang raja, tapi dewi hutan sangat dihormati dan disegani semua orang )"ucap Lisia dalam hati.
"Maafkan saya dewi! "membukuk. "Saya tidak bisa menjawabnya, karna- anda akan mengetahuinya jika telah sampai keistana nanti "ucap Ian.
........... ...
"Baiklah kalau begitu. Saya akan.... " ucap Lisia yang terpotong.
"Lisia! "mendekati Lisia. "Anda tidak boleh pergi sendirian kesana! " ucap Oliver yang cemas.
"Apa?! Kenapa? "Lisia yang kebingungan.
"Itu... "Ragu ragu.
"Anda tidak perlu khawatir tuan Oliver, karna keselamatan dewi hutan akan menjadi tanggung jawab Kerajaan Magixion "ucap Ian dengan ekspresi dingin dan menatap tajam kearah Oliver.
Oliver yang merasa tidak terima melirik sinis sambil tersenyum terdapat Ian, begitu juga Ian membalas dengan senyum namun juga kesal. Lisia yang hanya bisa memperhatikan mereka berdua perasaan bingung, seolah ada sesuatu yang mereka permasalahkan.
"Kalau begitu bisakah Oliver ikut dengan saya? Karna Oliver lebih mengetahui ibukota dibandingkan dengan saya " ucap Lisia.
Mendengar hal tersebut Oliver merasa senang tidak dengan Nevan yang terkejut dan Ian yang kesal karna Oliver tersenyum puas dihadapannya.
"Baiklah dewi! Sesuai keinginan anda. Tuan Oliver boleh ikut menemani anda keistana " ucap Ian yang tidak bisa menolak permintaan Lisia .
__ADS_1
Lisia lalu pergi berpamitan pada penduduk Desa Agelios untuk pergi keistana Kerajaan Magixion dan berjanji akan kembali setelah menyelesaikan urusanya disana. Semua orang juga mengkhawatirkan dan meminta Lisia menjaga dirinya karna penduduk Desa Agelios akan selalu menantikan Lisia kembali.
Saat Lisia melihat kearah Nevan dan ingin menghampinya, ia membatalkan keinginannya itu karna tidak tau ingin mengatakan apa pada Nevan nantinya. Akhirnya Lisia langsung menuju kekereta kuda dan masuk bersama Ian dan Oliver.
Begitu kereta kuda yang dinaiki Lisia pergi, Nevan hanya bisa melihatnya saja dengan ekspresi sedih. Begitu kereta kudanya semakin menjauh, Nevan pun kembali pulang kerumahnya.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Perjalanan ke Kerajaan Magixion memakan waktu 5 jam dari Desa Agelios, selama itu didalam kereta hanya ada keheningan sampai suara jangkrik saja terdengar.
Lisia yang tidak berani menanyakan apa pun hanya bisa diam, dan akhirnya mereka sampai diibukota Kerajaan Magixion.
"Waah!... "Melihat keluar jendela kereta kuda.
".. (Cantik sekali! rasanya sesuatu yang hanya bisa kubaca sekarang aku bisa melihatnya secara langsung) "rasa puas didalam hati Lisia.
"Apa anda menyukainya, Lisia?" tanya Oliver
"Iya, sangat indah " ucap Lisia.
Oliver tersenyum melihat Lisia yang begitu semangat. "Kalau begitu jika Lisia mau bagaimana jika keliling melihat ibukota sebelum pulang kedesa agelios nanti? " ucap Oliver.
"Saya mau"
"Baiklah "tersenyum.
Lalu Lisia kembali melihat ibukota dari jendela kereta kuda. Saking fokusnya Lisia melihat ibukota, ia tidak mendengarkan pembicaraan Oliver dan Ian setelahnya.
"Sepertinya anda masih menginginkannya ya? "ucap Ian yang menyindir.
Oliver yang terkejut mendengar perkataan tersebut langsung melihat sinis pada Ian.
"Anda tidak perlu khawatir. Sekarang dewi Lisia terlalu fokus melihat ibukota dan tidak akan mendengarkan pembicaraan kita" ucap Ian dengan sombongnya.
"Kalau begitu, apa yang diinginkan oleh bocah kuning itu? Dia pasti menginginkan benda itu juga kan?"ucap Oliver dengan dingin.
"Jaga perkataan anda tuan Oliver!Jangan sama kan anda dengan yang mulia, beliau tidak akan mengunakan cara kotor yang anda lakukan sekarang" marah.
"Jika yang mulia menginginkan benda itu maka beliau hanya perlu memerintahkan dewi Lisia untuk memilihnya"ucap Ian dengan sombongnya.
Lisia yang sudah puas melihat ibukota, langsung sadar dan tidak sengaja mendengar kata kata Ian menyebutkan benda itu. Lisia pun pura-pura tetap melihat keluar jendela sambil mendengarkan apa yang Ian dan Oliver bicarakan.
"Memang dia bisa memerintahkan itu dihadapan sang dewi hutan! "ucap Oliver dengan ketus.
"Apa anda meremehkan yang mulia? " ucap Ian yang mulai marah.
".. (Benda itu? Apa mungkin!) "ucap Lisia dalam hati.
Kereta kuda berhenti
Tanpa disadari jika Lisia telah sampai diistana Kerajaan Magixion. Lalu saat kereta kuda berhenti, Oliver dan Ian pun berhenti berbicara.
"Kita sudah sampai tuan Ian"ucap si kusir kuda.
Saat setelah ian turun dari kereta kuda, Oliver pun turun sambil mengulukan tangannya pada Lisia,Lisia turun dari kereta kuda sambil memegang tangannya Oliver.
Lalu terlihat istana yang megah dan indah dihadapan Lisia.
...Terus dukung Redblack...
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack.
__ADS_1
...