
Keesokan paginya, Lisia dan Oliver berangkat dengan kereta kuda yang telah disiapkan oleh Adelio. Ditengah perjalanan menuju Desa Agelios, kereta kuda yang Lisia naiki dihentikan oleh para anggota bulan sabit.
Dimana Ezra dan anggota bulan sabit lainnya ingin ikut Lisia Kedesa Agelios. Lisia yang merasa senang karna ia juga menyukainya, mengizinkan mereka untuk ikut walau Oliver sedikit kesal melihat Ezra, tapi Oliver tetap tersenyum.
Kekesalan Oliver bertambah karna Ezra naik kedalam kereta kuda dan duduk disamping Lisia.Setelah Oliver memindahkan Lisia dan duduk dengan Ezra, keheningan didalam kereta kuda berlangsung selama perjalanan.
...*****...
".. (Waa apa apaan ini? Saking heningnya jagkrik saja sampai kedengaran)"ucap Lisia dalam hati yang melihat kearah Oliver dan Ezra yang duduk didepannya.
".. (Hei! kalian berdua, katakan sesuatu dong)"ucap Lisia dalam hati yang kesal walau tersenyum memandangi mereka berdua.
Oliver yang yang melihat kearah kiri dan Ezra yang melihat kekanan menyadari jika Lisia melihat mereka. Lalu mereka membalas Lisia dengan senyuman, lalu tak sengaja Oliver dan Ezra bertatapan muka satu sama lain dan membuang muka kembali.
".. (Lihat mereka ini!)" ucap Lisia yang tambah kesal.
Lisia hanya bisa menghela nafas melihat Oliver dan Ezra,dan menerima keheningan selama perjalanan menuju Kedesa Agelios.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Tidak terasa 5 jam perjalanan pun berlalu. Lisia Oliver dan Ezra beserta para anggota bulan sabit sampai kedesa yang telah disambut hangat oleh warga Desa Agelios.
Begitu Oliver turun terlebih dahulu dari kereta kuda , terdengar suara perempuan yang memanggil namanya.
"Oliver.. ! "Teriak seorang wanita berlari kerah Oliver dan memeluknya.
Lalu Ezra yang turun berikutnya mengulukan tangannya untuk membantu Lisia turun dari kereta kuda.
".. (Ternyata Clara! ) "ucap Lisia dalam hati yang melihat Clara dan Oliver berbicara berdua.
Clara merupakan teman pertama Lisia sejak masuk keduania novel.Saat dirinya mengetahui jika Clara adalah tunangan Oliver, Lisia mencoba menjaga jarak terhadap Oliver agar gak ada ke salahpahaman yang akan terjadi.
Kebaikan yang Oliver berikan pada dirinya, ia anggap sebagai tanggung jawab sebagai seorang pemimpin Desa Agelios kepada Dewi Hutan. Lisia sempat menyukai Oliver karna ia merupakan pria yang lembut, sesui dengan kriteria yang Lisia sukai.
"Lisia! "Ucap Clara yang belari mendekati Lisia.
"Bagaimana di ibukota? Apa menyenangkan? Lalu kenapa yang mulia Adelio memanggil mu?".
"Apa mungkin yang mulia melamar mu? "pertanyaan Clara yang bertubi tubi dengan antusianya.
Oliver dan Ezra sempat kaget mendengar Clara menyebutkan kata lamaran, membuat mereka merasa tidak senang.
"Tenang lah Clara! Satu satu, ok? "ucap Lisia yang mencoba menenangkan Clara.
"DiIbukota sangatlah indah, seperti Didesa Agelios. Disana cukup damai, tapi Desa Agelios lebih menyenangkan"ucap Lisia.
Warga yang awalnya gelisah karna Lisia menyukai ibukota, kembali lega karna Lisia menganggap Desa Agelios lebih menyenangkan dari pada ibukota.
" Lalu yang mulia Adelio memanggil bukan ingin melamarku , beliau hanya meminta bantuan untuk memperbaiki segel pelindung Hutan Harvest saja. setelah itu tidak terjadi apapun"ucap Lisia.
".. (Aku juga tidak akan menerima lamaran dari sikuning menyebalkan itu)"ucap Lisia dalam hati yang masih kesal teringat Adelio mengatakannya jelek.
"Mmm begitu ya"ucap Clara yang kecewa.
"...Eh! Siapa ini? " tanya Clara yang melihat arah Ezra.
"Anda Ezra! benar Ezra kan? Ketua bandit bulan sabit yang banyak dibicarakan itu? Tapi kenapa anda ada disini?"tanya Clara.
".. (Gak kusangka jika Ezra sangat terkenal Didesa Agelios) "ucap Lisia dalam hati yang melihat kearah Ezra.
"Lisia! apa mungkin Ezra kekasihmu?"
Pertanya Clara yang begitu tiba-tiba membuat Lisia dan Ezra terkejut dan bukan hanya itu, Oliver lebih dibuat terkejut saat melihat wajah Lisia yang mulai memerah. Namun perasaan senang Lisia yang dianggap sebagai kekasih Ezra hancur seketika saat Clara mengatakan,,...
"Tapi.. Bukannya Ezra menyukai Dewi Diana ya? sampai pernah diam diam melihat beliau pada malam hari"ucap Clara yang melirik kearah Lisia.
Hal tersebut membuat Lisia kembali sadar, akan cerita dinovel. Dimana Ezra yang selalu melihat Diana setiap malam. Tapi Lisia merasa aneh walau sudah mengetahui hal tersebut, Lisia sedikit kesal akan perkataan Clara tadi.
__ADS_1
"Tidak masalah. Bukanya perasaan bisa cepat berubah, apapun itu aku akan mendukung Ezra bersama Lisia. Bukan kah begitu Lisia? "Ucap Clara sambil memeluk Lisia.
Saat Oliver yang ingin menyangkal hal tersebut, tiba-tiba saja Lisia dengan ekspresi dinginnya membuat yang lainnya terkejut.
"Lisia? "Clara yang merasa sedikit ketakutan melepaskan pelukannya pada Lisia
"Apa sih Clara "ucap Lisia yang sembari tersenyum.
"Saya dan Ezra tidak ada hubungan apapun, kami hanya teman kok, hanya teman. Lagian kami baru kenal satu hari bagaimana bisa Ezra menjadi kekasih saya, bukan kah begitu Ezra?"Tanya Lisia dengan tersenyum.
Ezra hanya menganggukan kepalanya tanpa berkata apapun, walau Ezra sedikit kecewa apa yang dikatakan oleh Lisia.
"Mmm begitu ya"ucap Clara.
...******...
"Oh ya, sepertinya saya baru ingat ada urusan Dihutan Forrest yang harus dilakukan. Saya akan segera kembali"Ucap Lisia yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
Ezra yang ingin ikuti, berhenti melangkah saat Lisia mengatakan ingin pergi sendiri Kehutan Forrest. Dengan terburu buru Lisia langsung meninggalkan semuanya lalu pergi menuju Hutan Forrest sedirian.
Ezra hanya bisa diam sambil melihat kepergian Lisia, dengan perasaan kecewa didalam hatinya.
"Lisia sangat aneh ya? Benarkan Oliver!"
Saat Clara melihat kearah Oliver ia terkejut, melihat ekspresi Oliver yang kecewa melihat kearah perginya Lisia. Clara yang merasa tidak suka melihat Lisia dengan tatapan bencinya.
Didepan Hutan Forrest
Lisia yang sampai didepan Hutan Forrest, merasa lelah dan mencoba mengambil nafas panjang dan megeluarkannya.
"Ada apa dengan ku hari ini?"ucap Lisia.
Saat Clara mengatakan Ezra kekasihnya, Lisia merasa senang. Namun merasa terhianati ketika Clara mengatakan jika dihati Ezra hanya ada Diana begitu juga karakter pria lainnya. Seolah olah Lisia merasa jika tidak akan ada tempat untuknya dihati mereka.
".. (Padahal aku sudah mengetahuinya, tapi aku masih tetap mengarapkan sesuatu yang tidak bisa kumiliki) "ucap Lisia dalam hati.
"Apa aku tidak memiliki kesempatan?"ucap Lisia yang begitu sedih.
Lisia memukul pipinya sampai merah, mencoba sadar dan fokus akan tujuannya datang Kehutan Forrest. Begitu Lisia masuk kedalam hutan, dan terus berjalan kedepan. Lisia merasa kalau keberadaan Kuil Forrest sama dengan Kuil Harvest.
Dan benar saja, Lisia sampai Dikuil Forrest dimana penjaga Kuil Forrest sudah menunggu Lisia didepan kuil.
"Selamat datang dewi Lisia, saya sudah menunggu kedatangan anda"ucap penjaga Kuil Forrest.
Lisia pun masuk kedalam kuil bersama sang penjaga.
Didalam kuil
".. (Dikuil Harvest penjaganya mirip seekor kucing dan Dikuil Forrest penjaganya mirip tupai, lucu dan mengemaskan) "ucap Lisia dalam hati yang mengitu sipenjaga dari belakang.
Saat Lisia yang mengatakan lucu dan ingin memegaginya, sipenjaga berhenti lalu berbalik dan tersenyum pada Lisia.
"Terimakasih jika anda menganggap saya lucu dewi! "ucap sipenjaga memberi hormat pada Lisia.
Lisia yang kaget saat sipenjaga mendengar apa yang ia katakan dalam hati, mulai panik dan juga malu."Aa...nda bisa mendengar suara hati saya?"ucap Lisia.
"Benar. Sebagai penjaga kuil , kami memiliki kemampuan membaca pikiran lawan bicara. Ini juga memudahkan kami berkomunikasi antar sesama penjaga kuil dan juga pada Dewi Hutan.
".. .(Tunggu! Kalau begitu Dikuil Harvest! Aku kan memanggil penjaga Kuil Harvest dengan sebutan snowy!) "
Lisia mulai merasa malu mengingat kejadian Dihutan Harvest ,berteriak dalam hati dan berfikir ingin bersembunyi dilubang tikus.
"Anda tidak perlu khawatir dewi! Penjaga Kuil Harvest sangat menyukai nama yang anda berikan"
"Eh! Benar kah? "Lisia semangat kembali setelah mendengar hal itu.
__ADS_1
"Kami baru saja melakukan komunikasi tadi. Dan ia juga menitipkan pesan pada saya , jika Dewi Lisia bisa datang kapan pun kesana"ucap sipenjaga.
"Benarkah? Baiklah saya akan kesana jika ada waktu"ucap Lisia yang begitu senangnya.
Lisia dan sipenjaga melanjutkan perjalan mereka kesuatu tempat.
......... ...
"Dewi! apa anda tidak menyiapkan nama untuk saya? "Tanya sipenjaga.
"Tentu saja saya sudah menyiapkannya saat berfikir tadi. Bagaimana dengan Muffin?"tanya Lisia.
"Muffin ya! Saya menyukai nya dewi"ucap Muffin dengan tersenyum senang.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Setelah beberapa menit berjalan Lisia dan Muffin sampai disebuah pintu rungan yang begitu besar.
Krekk!
Lisia pun masuk kedalam ruangan tersebut. Ia melihat sebuah kristal yang mengeluarkan cahaya yang begitu cantiknya tepat dihadapan Lisia.
"... (Indah sekal! ini pertama kalinya aku melihat kristal pelangi secara nyata, bukan dari drekripsi tulisan novel saja)"ucap Lisia dalam hati yang merasa kagum.
Muffin pergi mengambil kristal pelangi lalu berjalan kearah Lisia dan memberikan kristal tersebut padanya. Lisia yang kager dan heran, karna tiba-tiba saja Muffin memberikan kristal pelangi padanya.
"Saya telah diberi tahu oleh Dewi Diana, jika Dewi Lisia akan membawa kristal pelangi "ucap Muffin.
"Apa! Ttt..unggu! Muffin! Anda pasti bercandakan? Saya membawa kristal ini Bersama saya? Itu mustahil."ucap Lisia langsung memanggil sipenjaga dengan nama yang ia beri.
"Benar. Bukankah anda sudah mendapat pesan dari Dewi Diana untuk membawa kristal dari Kuil Harvest? " tanya Muffin.
"Tentu! Saya memang mendapat pesan dari Diana, tapi tidak membawa kristal pelangi melainkan hanya melindunginya saja"jawab Lisia.
"Itulah yang dimaksud oleh Dewi Diana. Anda harus melindungi kristal pelangi dengan cara membawanya bersama anda Dewi Lisia, "ucap Muffin.
"Apa alasannya sampai Diana meminta saya untuk membawa kristal pelangi? Karna saya tidak diberi tahukan hal ini"tanya Lisia yang penasaran.
"Itu karna kristal pelangi sudah tidak aman berada Dikuil Forrest. Karna pelindung yang dipasang oleh dewi terhadap kuil ini semakin melemah. "
"Hal itu bisa membuat bangsa setengah manusia masuk kedalam Kuil Forrest dan mencuri kristal pelangi, dan sekarang mungkin dia sedang merencanakan untuk mendapatkan kristal pelangi"
"Tunggu! Dia?... Mungkin kah? "ucap Lisia yang kaget.
"Benar! Anda yang berasal dari dunia yang berbeda mengetahui siapa yang saya maksud"ucap Muffin yang serius.
Lisia kaget mendengar ucapan Muffin yang mengetahui dirinya bukan dari dunia ini. Lisia juga merasa kedatangan kedunia novel ada kaitannya dengan Dewi Diana, tapi Lisia tidak tau apa itu.
"Selama anda tidak memberi tahu jika kristal pelangi bersama anda, maka ia akan aman disini "ucap Muffin.
Setelah Muffin memasukan kristal pelangi kedalam tubuh Lisia. Lisia pun bergegas pergi meninggalkan Kuil Forrest dan kembali Kedesa Agelios.
Disisi lain
"Yang mulia! Saya sudah menemukan siapa sang dewi baru itu"
"Bagus. Lakukan segara"
"Baik"menghilang.
"Kristal pelangi harus menjadi milikku"ucap seseorang yang sedang duduk dikursi singgasananya.
...Terus dukung Redblack...
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
__ADS_1
...Salam cinta dari redblack....