
Chapter selanjutnya
Setelah hari menunjukan pukul 2 siang, Nevan lalu bersiap siap untuk pergi kehutan Forrest.
"Kak! "Memang ujung baju kakaknya.
"Jika kak Lisia menanyakan kakak udah dapat hak kakak, kakak akan menjawab apa?. Apa kakak akan berbohong pada kak Lisia? " tanya Elis.
Nevan melihat adik perempuannya itu dengan ekspresi senyum sambil mengelus kepalanya Elis, "Kakak akan mengatakan sejujurnya pada dewi. Karna kakak gak ingin menyembunyikan apapun pada dewi "ucap Nevan.
"Begitu ya, baik "ucap Elis.
"Kalau begitu kakak pergi dulu, Nox tolong jaga rumah dan Elis ya! " ucap Nevan.
"Iya, kakak gak perlu khawatir "ucap Nox yang masih tetap cuek kepada kakak tertuanya itu.
"Baiklah,"
Nevan lalu pergi meninggalkan rumah menuju kearah desa agelios untuk menjemput Lisia yang ada dihutan Forrest.
"Kak Nox, apa semuanya akan baik-baik saja?, jika kak Nevan mengatakan pada kak Lisia yang sebenarnya apa kak Lisia bisa memahaminya?"tanya Elis.
"Entahlh, kakak juga tidak tau nanti gimana reaksi kak Lisia setelah mendengar penjelasan kak Nevan. Kita hanya bisa lihat setelah kak Lisia kembali"ucap Nox.
"Iya kakak benar, "ucap Elis.
"Sudah, ayo masuk! "
"Baik"
Nox dan Elis pun masuk kedalam rumah.
🍂🍂🍂🍂🍂
Di Forrest, Nevan yang telah sampai didalam hutan kebingungan untuk mencari Lisia yang keberadaannya entah ada dimana. Karna letaknya kuil dewi hutan tidak ada satu pun orang yang tau keberadaannya, oleh karna itu Nevan memutuskan untuk menunggu disebuah pohon besar sampai matahari terbenam
Jika sampai saat itu Lisia tidak datang, Nevan akan langsung pulang kerumah dan akan datang lagi keesokan harinya.
Disisi lain, didalam hutan Forrest tepatnya dikuil Forrest. Lisia yang sedang bersantai ditepi kolam ditemani berbagai jenis hewan hutan Forrest.
__ADS_1
"Hah"menghela nafas. "Sudah seminggu aku berada didalam hutan Forrest, tapi tidak ada kabar atau pun tanda tanda Nevan akan menjemput ku kembali kedesa. Apa masih membutuhkan waktu lama sampai Nevan mendapatkan semua haknya dan pengakuan orang orang desa?. Jika memang begitu aku akan terus berada dalan hutan Forrest "ucap Lisia yang bergumang mengeluh.
"Apa anda tidak suka berada didalam hutan Forrest dewi? "tanya Muffin.
"Bukannya saya tidak suka, hanya saja saya rindu akan bertemu Elis dan Nox "ucap Lisia yang mengalihkan pandangan.
"Benarkan?, saya kira anda sangat ingin bertemu para pria pria tampan itu "ucap Muffin.
"Apa?! "Kaget, "Tidak kok, siapa juga yang ingin bertemu mereka "ucap Lisia yang menyangkal sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah dengan memalingkan wajahnya kearah yang berlawanan.
"Anda tidak perlu menyembunyikannya, saya bisa mendengar suara hati anda yang bertolak belakang dengan perkataan anda barusan"ucap Muffin.
Tertegun "Baiklah, saya memang tidak bisa menyembuhkan apapun dari mu Muffin"ucap Lisia yang merasa sedikit malu dengan fakta bahwa penjaga kuil bisa mendengar suara hati nya.
Tak lama kemudian Snowy datang dengan tergesa gesa. "Dewi! "Panggil Snowy.
"Ada apa? " tanya Lisia.
"Ada apa penjaga kuil Harvest? Kau kelihatan risih. Apa terjadi sesuatu dikuil Harvest? " tanya Muffin.
"Tidak, tidak terjadi apapun pada kuil Harvest. Hanya saja saya baru saja melihat sesuatu saat datang kemari yang mungkin saja dewi akan senang mendengarnya"ucap Snowy.
"Dewi! Anda menunggu kedatangan siluman kelinci itu bukan?, ia susah datang dan sedang berada didalam hutan untuk mencari keberatan dewi sekarang, "ucap Snowy.
"Apa?! "Langsung berdiri. "Benarkan itu, Snowy?"tanya Lisia.
"Benar, saya tidak berbohong kok, jika anda tidak percaya anda bisa pergi dan melihatnya"ucap Snowy.
".. (Syukurlah Nevan sudah mendapatkan semua haknya sekarang,dengan begini tidak akan ada lagi yang menghinanya) "ucap Lisia dalam hati yang begitu senangnya.
"Maaf dewi, bocah itu masih belum... "Ketika Snowy ingin melanjukan perkataannya, Muffin langsung menutup mulut Snowy dengan sihirnya.
"Apa yang ingin kau katakan Snowy?! "tanya Lisia.
"Dewi! Jangan buang buang waktu, anda harus segera menemui anak itu. Mungkin ia sudah menuggu anda saat ini "ucap Muffin.
"Ah,benar. Baiklah saya akan pergi menemui Nevan sekarang. Terimakasih banyak sudah menemani saya selama didalam hutan, Muffin! Snowy! " ucap Lisia.
"Sama sama dewi "
Setelah salam perpisahan dengan Muffin dan Snowy, Lisia langsung pergi begitu cepat seperti badai lewat karna begitu bersemangat untuk bertemu dengan karakter pria novelnya yang tidak ia temui selama seminggu.
__ADS_1
Setelah Lisia sudah jauh, Muffin melepaskan sihir yang ia pasang untuk menutup mulut Snowy. "Hei! Apa yang kau lakukan ha?! "Sihir yang terlepas Snowy langsung mengegas.
"Apa kau ini bodoh, yang tidak melihat situasi dimana dewi begitu senangnya?. Jika kau mengatakan kebenaran kepada dewi yang akan dikatakan oleh anak itu nanti, maka dewi hanya merasa kecewa dan juga sedih. "Menjelaskan.
"Jika dewi mendengar jika anak itu tidak mendapatkan haknya dari kita, maka dia akan bertanya kenapa anak itu belum mendapatkannya. Lalu kita terpakasa menjelaskan semua yang nanti akan dijelaskan oleh anak itu nanti"menjelaskan.
"Lalu apa bedanya? , bukankah dewi akan tetap tau akan hal itu dan juga sama sama akan kecewa? " tanya Snowy.
"Memang dewi akan tau, tapi jika beliau tau dari kita maka dewi tidak akan tau alasan sebelumnya kenapa anak itu tidak menginginkan haknya kembali. Alasan yang akan kita berikan mungkin akan sama karna kita juga tau akan masalahnya, namun dewi tidak akan mengerti jika bukan dari sumbernya langsung dan akan berbeda pemahaman yang akan didapatnya dari kita. Karna itu biarkan anak itu yang menyelesaikan masalahnya, kita tidak boleh ikut campur terlalu banyak. Tugas kita hanya mrngawasi jadi jangan bertindak lebih jauh lagi, kau mengerti! " ucap Muffin yang cukup tegas.
"Baiklah aku mengerti, lagian aku juga gak ingin dihukum oleh dewi Diana disaat beliau kembali nantinya"ucap Snowy.
"Kita hanya perlu mengawasi saja mulai sekarang "ucap Muffin.
"Baiklah"ucap Snowy.
Muffin dan Snowy melihat kearah perginya Lisia.
🍂🍂🍂🍂🍂
Disisi lain, Lisia yang tadi begitu terburu buru ingin bertemu sang pujaan hatinya eh maksudnya sang karakter tercintanya, langsung menuju penghujung hutan. Lalu Lisia pun melihat Nevan yang sedang menunggu sambil duduk di sebuah batang pohon.
".. (Sudah seminggu tidak bertemu Nevan rasanya seperti sudah setahun saja. Aku ingin memeluk dan memegang telinganya itu) "ucap Lisia yang gemas dan bersemangat sendiri.
".. (Ok ,tenanglah Lisia, kau harus bersikap kalem dan menjaga imega mu. Jangan sampai kau kelihatan seperti orang yang begitu merindukan kekasih yang sudah lama gak bertemu) "menyadarkan diri sendiri.
".. (Tapi ngomong ngomong aku dan Nevan kan bukan sepasang kekasih dan hanya teman doang, begitu juga dengan yang lainnya. Kecuali Oliver, sebab dia sudah tunangan jadi gak akan ada harapan kalau aku bersamanya)"perlahan lahan kecewa.
".. (Tapi jika aku bisa membuat mereka suka dengan ku bukan karna ktistal pelangi, mungkin saja kami bisa menjadi sepasang kekasih. Karna itu aku harus berusaha membuat mereka melupakan ktistal pelangi, semangat.) "ucap Lisia.
Penjelasan
Mereka yang dimaksud oleh Lisia adalah, Adelio, Ezra , Kyler dan Nevan. Namun Oliver tidak termasuk dalam target Lisia, karna telah memiliki tunangan.
Setelah menata kembali perasaan dan ketenangan, Lisia pun menghampiri Nevan. Lalu Nevan pun menyadari akan kedatangan Lisia dan langsung mendekatinya. Mereka berdua pun saling berhadapan satu sama lainnya, dengan pandangan yang bertemu.
Apa yang akan terjadi setelah itu, ya silahkan tunggu dichapter selanjutnya. Bye.....
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1