Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 61 Cerita Masa Lalu Galen, Maria, Evans dan Charlotte


__ADS_3

Chapter sebelumnya


"Clara! Ayah ingin menanyakan sesuatu padamu "ucap Evans dengan nadanya yang mulai serius.


Clara yang sedikit terkejut, hanya bisa mengikuti ayahnya yang berjalan menuju ruang tamu. Setelah Evans duduk disofa, Clara yang sedikit tegang didepan ayahnya yang memasang wajah serius itu.


"Clara! "Panggil Evans pada putrinya.


"Iya ayah "Ucap Clara.


"Sejak kapan kamu menyukai Oliver? "Ucap Evans yang kembali ceria.


Kaget, "Itu,.. "Malu malu. "10 tahun yang lalu"ucap Clara.


Berfikir, "Kalau begitu saat kamu berusia 9 tahun ya? "Tanya Evans.


Clara menganggukan kepala dengan pelan sambil menyembunyikan rasa malunya.


"Bukan kah saat itu desa diserang oleh monster kan, sayang? "Tanya Charlotte yang duduk disamping suaminya.


"Benar, kalau tidak salah Clara dan Oliver hampir diserang monster saat itu di dekat hutan Forrest "ucap Evans.


"Jadi Clara! apa mungkin kamu jatuh cinta dengan Oliver sama seperti ibumu yang jatuh cinta pada ayah mu ini? "Tanya Evans.


Clara kembali menganggukan kepala, dan Evans yang melihat reaksi dari putrinya yang seperti bunga putri malu tertawa cukup keras.


"Hahaha, memang luar biasa. Buah yang jatuh memang tidak akan penah jauh dari pohonnya"ucap Evans yang gembira.


"Sayang! Sebenarnya apa maksud dari pri bahasamu barusan? "Tanya Charlotte.


"Istri ku tercinta! Apa kau ingat pertemuan pertama kita dan diriku yang langsung jatuh hati padamu?, aku yang selalu mengejar ngerjarmu dan juga sering ditolak. Lalu saat kau yang hampir diserang monster saat itu dan aku pun menyelamatkan dirimu dan kau pun jatuh hati padaku. Apa kau ingat? "Tanya Evans yang mengoda istri nya.


"Tentu saja aku ingat, bagaimana bisa kau melupakan peristiwa istimewah itu"ucap Charlotte yang tersipu malu.

__ADS_1


"Nah, aku menceritakan kisah itu pada putri kita. Tapi siapa sangka jika putri kesayangan kita akan jatuh cinta dengan Oliver sama yang kita alami"ucap Evans yang merangkul pinggang istrinya.


"Apa! Benarkah itu Clara? " ucap Charlotte yang mencoba menyingkirkan tangan suaminya yang genit itu.


Clara tidak mengatakan apapun dan hanya menganggukan kepalanya sambil menunduk kebawah.


Sedang memikirkan sesuatu." Tapi seperti kamu gak bisa mengikuti cara ibu lakukan pada ayahmu, soalnya Oliver kan anaknya sedikit pendiam dan juga sulit mengekspresikan perasaannya. Walau dia sering tersenyum saat bicara, tapi kalanya Oliver sedikit cuek dan dingin sama seperti Galen, benarkan sayang? " ucap Charlotte.


Menganggukan kepalanya sambil melipat kedua tangannya didada. "Benar sekali. Maria saja sulit mendapatkan hati Galen sampai harus berusaha keras, sampai akhirnya perjuanganya berhasil "ucap Evans.


Mendengar perkataan dari kedua orang tuanya, Clara merasa terkejut jika ia bisa mendengar kisah dari perjuangan dari sahabat dari orang tuanya itu.


"Kalau begitu bagaimana caranya bibi bisa mendapatkan hati paman yang memiliki sifat cuek itu? Apa yang membuat paman berubah dan bisa menerima bibi? Ayo ceritakan pada Clara!"ucap Clara yang begitu penasaran.


"Lalu ceritakan juga dong bagaimana ayah bisa mengenal ibu? , sebelum terjadi insiden dimana ayah menyelamatkan ibu saat itu! Clara ingin mendengarnya lagi" ucap Clara.


mendengar pertanyaan Clara yang begitu banyak membut Evans dan Charlotte sedikit malu, karna mengingat kenangan lama yang mereka alami.


"Kalau itu ceritanya akan cukup panjang, apa kamu tetap mau mendengarnya? "Tanya Evans ayahnya Clara.


"Baiklah akan ayah ceritakan"ucap Evans.


🌺🌺🌺🌺🌺


Cerita masa lalu


Evans lalu mulai menceritakannya dari dimana Desa agelios yang belum maju dan masih belum memisahkan diri dari kekaisaran Dracania. Lalu yang memimpin kerajaan Magixion adalah baginda raja Adelard Tsarevich Magixion l ayah dari Adelio.


Bermula dari Galen yang ditunjuk sebagai Kepala Desa Agelios yang baru, ia memerintah desa dengan begitu bijak dan membuat desa perlahan menjadi maju. Galen yang selalu melakukan koneksi terhadap desa desa lainnya yang ada dikaisaran Dracania, dan melakukan kerja sama terhadap desa bulan sabit yang dikenal dengan sifat yang tidak mu bersosialisasi dengan orang luar.


Karna tinggal ditempat cukup terbilang sulit dan berada didalam hutan, Galen berusaha keras agar bisa merangkul mereka dan menjalin persahabatan yang cukup erat. Sampai salah satu penduduk desa bulan sabit yang dikenal sebagai ketua yang cukup terbilang menakutkan, bisa Galen ajak berteman dan saling membantu.


Dia adalah Evans, ketua bandit pembunuhan bayaran yang dikenal si raja kegelapan, karna selalu menerima permintaan dari orang yang menyewa mereka untuk membunuh orang lain. Biasanya kebanyakan berasal dari keluarga bangsawan yang memiliki banyak musuh atau dendam pribadi pada seseorang.

__ADS_1


Walau pun begitu, banyak juga dari kalangan rakyat biasa yang meminta jasa mereka, asalkan bisa membayar mereka sesuai dengan harga yang mereka tetapkan yaitu 100 koin emas untuk bangsawan, dan 100 atau 50 koin perak untuk rakyat biasa.


Perteman Evans dan Galen sangat dekat dan tidak pernah terpisahkan, sampai Evans rela membantu melatih penduduk desa agar bisa bertarung, dan membentuk pasukan prajurit khusus untuk menjaga keamanan desa agelios.


Selama 2 tahun, desa agelios menjadi desa yang sangat maju dan mulai melepaskan diri dari kerajaan Magixion. Dengan ada prajurit agelios, desa tersebut tidak memerlukan bantuan dari kerajaan Magixion dan bisa menghadapi monster dikala mereka datang.


Pagi hari


Diruang kantor kepala desa.


"Oi Galen! Apa kau tidak bosan hanya ada diruang kerja terus"ucap Evans yang terus memperhatikan Galen yang sedang mengerjakan setumpuk kertas.


"Aku harus memeriksa keuangan desa dan mengerjakan hal hal yang perlu ditangani, seperti masalah perbaikan jalan, dan membangun sekolah sihir untuk anak anak belajar sihir nantinya. Lalu aku harus merenofasikan kuil dewi hutan agar lebih layak lagi dan bisa membuat penduduk desa bisa berdoa lebih nyaman lagi"ucap Galen yang serius menulis.


"Oh ayolah, apa aku tidak bisa liburan dulu, dan temani aku berkeliling gitu"ucap Evans yang memandagi Galen yang ada didepannya dengan tatapan memelas.


"Kenapa kau gak pergi sendiri saja, bukan kah kau sudah lama ada disini. Jadi tidak mungkin kan kau tidak hapal akan seluk beluk desa agelios "ucap Galen yang tetap cuek pada temannya itu.


"Dasar berhati dingin, masa kau membiarkan teman mu ini jalan jalan sendiri sih. Setidaknya kau menemaniku sebentar berkeliling sekalian kau istirahat, bukankah kau terlalu lama berkerja akhir akhir ini. Karna itu aku mengkhawatirkan dirimu "ucap Evans.


Galen menghentikan tangannya yang sedang menulis sambil melihat kearah temannya dengan tatapan begitu lekat dan tajam.


"Kau tidak sedang melakukan permintaan dari seseorang kan? "Tanya Evans yang penuh curiga.


Evans terkejut mendengar perkataan dari temannya itu, "Apa! Tentu saja tidak, mana mungkin "ucap Evans yang mulai panik.


Galen kembali melihat kearah Evans dan menghela nafas panjang "Hahh, baiklah ayo kita pergi sekarang "ucap Galen yang menyerah dan berjalan kearah pintu.


"Oh benarkah? Kalau begitu ayo"ucap Evans yang begitu senang.


Galen dan Evans pun keluar dari ruang kantor menuju kedesa.


...Terus dukung Redblack....

__ADS_1


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack. ...


__ADS_2