
Setelah Lisia merasa enakan, Oiver, Adelio, Ezra dan Kyler masih tetap perang dingin dan tidak berbicara satu sama lainnya. Lisia yang merasa tidak enak hanya bisa menatap mereka dengan perasaan bersalah, Nevan yang tidak tega melihat Lisia yang terus murung mencoba mencari solusi setelah memperhatikan kedua ikan yang dimakan oleh Lisia tadi.
Begitu Nevan sadar. "Kemungkinan kedua ikan ini sedikit kurang matang dan juga kurang bersih"ucap Nevan.
Oliver, Adelio, Ezra dan Kyler yang Mendengar akan perkataan dari Nevan membuat mereka kaget.
"Apa maksudmu jika ikannya kurang matang? , apa kau sedang menyalahkan jika aku tidak becus dalam memanggang ha? " ucap Oliver.
"Bukan bukan seperti itu! "Nevan yang mulai panik.
"Sepertinya bocah ini perlu dihajar dulu agar tidak lagi berbicara sembarangan"ucap Ezra yang sudah mengepalkan tangannya.
Nevan yang panik dan resah langsung menciut dengan ketakutan, lalu Lisia yang bisa diam saja langsung menghentikan mereka.
"Hentikan! Apa yang ingin kalian lakukan pada Nevan?"ucap Lisia.
"Bocah itu! "Menunjuk kearah Nevan. " Harus diberi pelajaran karna mengatakan hal yang tidak masuk akal"ucap Oliver yang kesal.
"Benar. Seperti diikat dipohon semalam rasanya sudah cukup"ucap Ezra.
"Hahh"menghela nafas. "Oliver! Ezra!"sikap dingin. "Berdiri dengan satu kaki sambil memegang telinga kalian sekarang juga! "ucap Lisia dengan nada ketusnya.
Mendengar perkataan Lisia membuat Oliver dan Ezra kaget.
"Apa?! Lisia kenapa tiba-tiba anda menghukum saya?"ucap Oliver.
"Lisia harusnya anda memberikan hukaman pada bocah itu, bukan saya"ucap Ezra.
"Kalian ini masih saja menyalahkan orang lain ya! Memang apa yang salah dari perkataan Nevan? Bukankah ia hanya berkata kemungkinan ikan yang dibakar kurang matang dan kurang bersih saja, Nevankan tidak mengatakan jika kalian tidak becus dalam mengelolahnya. Jadi, apa yang salah dari itu?"ucap Lisia yang marah.
Oliver, Adelio,Ezra dan Kyler dibuat tersentak oleh Lisia akan perkataan yang ia lontarkan, lalu membuat mereka terdiam untuk beberapa menit.
...*****...
"Nevan! Menurutmu kenapa ikannya bisa terasa pahit dan masih berbau amis, apa kau bisa menjelaskannya? " ucap Adelio.
"Ituu.... "Ragu ragu.
"Katakan saja, tidak akan anda yang memarahi mu Nevan soal apa yang akan kau katakan nanti, kalau ada yang protes saya yang akan memarahi mereka"ucap Lisia yang melirik kearah Oliver dan Ezra dengan sikap dinginnya.
__ADS_1
Oliver dan Ezra yang mendengar akan perkataan Lisia membuat mereka tertegun dan terdiam.
"Setelah saya diperhatikan lagi kedua ikan ini, ikan milik yang mulia Kyler tangkap tadi memang matang saat yang mulia Adelio membakarnya, tapi... "Nevan yang mulai ragu kembali.
"Katakan saja Nevan!"ucap Lisia yang tersenyum.
Adelio dan Kyler menganggukan kepala mereka menyetujui akan perkataan Lisia, sedakan Oliver dan Ezra masih diam dengan perasaan kesal mereka.
"Tapi saat saya melihat bagian dalam ikannya masih tersisa beberapa isi perutnya yang sedikit berantakan dan saat dibakar, itu membuat rasa amis dari ikan keluar"ucap Nevan dengan hati hati.
Adelio dan Kyler yang mendengar akan perkataan Nevan, langsung memeriksa bagian dalam ikan yang mereka bakar dan benar saja isi perut ikan masih tersisa didalam sana.
"Sepertinya saya kurang hati hati dalam membersikannya dan tidak memperhatikan lagi jika isi perut ikannya masih tersisa"ucap Kyler.
"Nevan! Pasti bukan itu saja kan yang menyebabkan ikannya masih amis? " ucap Adelio.
Menganggukan kepala. "Apa saat yang mulia membakar ikan tadi menggunkan lemon dan memeraskannya keatas ikan ini? "ucap Nevan.
Adelio kembali sadar. "Tidak! Aku tidak mengunakan lemon saat membakarnya."ucap Adelio.
"Dengan isi perut ikan yang masih tersisa dan tidak memeraskan lemon keatas ikannya, bau amis pada ikan pun muncul, "ucap Nevan.
Adelio dan Kyler yang mendengar akan perkataan Nevan terkejut dan terdiam, karna kesalahan yang mereka perbuat.
"Saya juga minta maaf atas apa yang telah saya lakukan"ucap Kyler.
"Kalian tidak perlu minta maaf karn aaya tau kalian sudah berusaha"ucap Lisia yang tersenyum.
"Jadi bagaimana ikan yang satunya lagi"ucap Oliver.
"Oliver! Apa anda tidak bisa berkata dengan sopan sedikit "ucap Lisia dengan ketusnya.
Oliver yang kaget melihat Lisia yang masih marah mencoba membuang semua kekesalannya kepada orang yang begitu ia benci, agar dirinya tidak dibenci oleh Lisia.
"Baiklah Lisia!"merendah. ".. ( Nevan! suatu hari nanti akan ku buat Lisia membencimu) "ucap Oliver dalam hati yang merasa kesal.
"Jadi kenapa ikan yang Oliver bakar terasa pahit? Nevan! " ucap Ezra bersikap baik pada Nevan karna tidak ingin dimarahi lagi oleh Lisia.
"Itu... Empedu pada ikan yang bersihakan pecah dan saat dibakar rasanya akan menjadi pahit"ucap Nevan dengan suara pelan.
__ADS_1
"Apa kau tidak bisa bicara lebih keras lagi".ucap Ezra yang kesal karna Nevan berbicar dengan suara yang begitu kecilnya.
"Ehmm"Lisia yang melihat kearah Ezra dengan tatapan tajam.
Ezra yang kaget terdiam, lalu mememinta Nevan untuk tidak takut dan mengulangi apa yang ia katakan. Setelah Nevan mengatakannya, Ezra langsung melihat kedalam perut ikannya dan ternyata yang dikatakan Nevan benar. Empedu pada ikan hancur dan masih tersisa saat dibersikan, walau Ezra mengetahui jika itu kesalahannya Ezra tetap tidak menerimanya.
"Hahh"menghela nafas. "Nevan! pasti tidak hanya itukan yang membuat rasanya jadi pahit? "Ucap Lisia.
"Benar dewi! Kalau ikannya terlalu banya diberi mentega untuk membuat ikannya menguning itu malah membuat rasanya pahit karna empedu yang hancur tadi"ucap Nevan.
"Baiklah terimakasih atas penjelasannya Nevan."tersenyum. "Nah kalau begitu apa kalian sudah tau dimana kesalahan yang telah kalian perbuat Oliver! Ezra! " ucap Lisia.
"Sudah Lisia! " ucap serentak Oliver dan Ezra.
"Ini juga termasuk untuk Adelio dan Kyler juga"ucap Lisia.
"Benar kami mengaku salah"ucap Adelio dan Kyler yang ikut menganggukan kepalanya.
"Nah nah karna sudah selesai sekarang , bagaimana kita akan melanjutkan pestanya? Karna kedua ikan ini sudah tidak bisa dimakan lagi"ucap Lisia.
Beberapa menit didalam keheningan semuanya hanya terdiam tanpa mengatakan apapun dan membuat Lisia merasa tidak enak.
"Dewi jika tidak keberatan saya ada beberapa ikan hasil tangkapan kemaren, mungkin itu bisa menjadi penganti makanan untuk pesta hari ini"ucap Nevan.
"Wahh ide yang bagus! Tapi apa tidak masalah untuk Nevan?"ucap Lisia.
"Tidak masalah Dewi! Saya bisa mencarinya lagi"ucap Nevan yang tersenyum.
"Baiklah kalau begitu. Oh ya Nevan! Sekali ajak Nox dan Elis kesini ya, agar mereka ikut dalam pesta ini juga"ucap Lisia.
"Baik". Nevan langsung kembali kerumah untuk mengambil ikan hasil tangkapannya.Lalu Lisia yang tinggal bersama yang lainnya hanya diam dan tidak berbicara satu sama lainnya.
Lisia yang melihat Oliver yang kesal, Ezra yang terdiam, lalu Adelio dan Kyler yang merasa bersalah membuatnya tidak bisa diam saja. Lalu....
"Apa kalian masih marah pada saya? "
Oliver, Ezra, Adelio dan Kyler terkejut mendengar akan perkataan Lisia.
...Terus dukung Redblack...
__ADS_1
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritny, agar redblack terus semangat...
...Salam cinta dari redblack....