Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 77 Menara Sihir


__ADS_3


Dilorong istana



"Sebenarnya apa yang terjadi, sampai yang mulia kelihatan kesal? " tanya Count Martin.


"Apa kau tidak mendengar, katanya dewi hutan yang baru kembali kehutan Forrest "ucap Marquess Raenger.


"Oh, dewi yang pernah muncul saat pesta dansa yang diadakan saat deklarasi perjanjian damai antar dua kerajaan bukan? "Ucap Count Martin.


"Iya,"


"Tapi apa hubungananya dewi kembali kehutan dengan kekesalan yang mulia? "Tanya Count Martin lagi.


"Sejak waktu kejadian pesta dansa yang terjadi penyerangan tiba-tiba dari sekelompok pembunuh bayaran, dewi terluka parah karna melindungi yang mulia. Lalu dengar dengar jika yang mulia memiliki perasaan pada dewi tersebut, makanya yang mulia kelihatan panik mendengar jika dewi hutan kembali kehutan secara tiba-tiba "jawab Marquess Raenger.


"Apa ini akan sama saat kejadian dewi hutan terdahulu? "tanya Count Martin.


"Entahlah, mungkin saja akan terjadi hal sama lagi, tau mungkin tidak, siapa yang tau"jawab Marquess Raenger.


"Kalau begitu, bukankah tidak ada kesempatan bagi kita untuk menempatkan putri kita disampaing yang mulia? " ucap Count Martin.


"Sepertinya begitu"ucap Marquess Raenger.


Count Martin dan Marquess Raenger menghela nafas secara bersamaan.


🍂


🍂


Disini lain Adelio yang tergesa gesa keluar dari ruang rapat tadi, langsung menuju ketempat para penyihir istana.



"Salam kepada matahari kekaisaran Dacania, ada perlu apa yang mulia datang kemari? " tanya ketua pemimpin para penyihir istana,Aileen.


"Hubungkan aku dengan kepala desa agelios!"ucap Adelio.


"Baik yang mulia"ucap Aileen.


Ketua pimpinan para penyihir pun membawa Adelio keruang komunikasi.


🍂


🍂

__ADS_1


Didesa agelios.



Dikantor kepala desa, diruang kerjanya Oliver yang sedang mengerjakan beberapa dokumen penting yang tertumpuk diatas mejanya. Lalu tiba-tiba datanglah Bastian dengan tergesa gesa.


"Kepala desa! "Ucap Bastian.


"Mm"sadar. "Ada apa Bastian? "tanya Oliver.


"Itu,,.. "Terbata bata. "Ada panggilan dari Kerajaan Magixion. " ucap Bastian.


Oliver yang mendengar perkataan dari Bastian tersebut langsung mengenyitkan matanya dengan ekspresi tidak senang. "Baiklah, aku akan kesana"ucap Oliver


Oliver pun beranjak dari tempatnya dan langsung pergi keruangan kominikasi yang tidak jauh dari ruang kerjanya.


🍂


🍂


Setelah sampai diruang komunikasi, alat kominikasi pun tersambung dan Oliver pun dapat melihat wajah Adelio begitu juga sebaliknya, Adelio pun juga melihat wajah Oliver.


"Ada perlu apa kau menghubungiku? " tanya Oliver dengan ketusnya.


"Apa yang terjadi sampai Lisia bisa kembali kehutan Forrest? " tanya Adelio dengan ekspresi kesal


Adelio pun kesal dengan sikap tenang yang ditunjukan oleh Oliver, ia pun mulai berekspresi dingin dan juga tidak suka yang terlihat dari wajahnya. "Apa kau sedang menguji Kesabaran ku Oliver?"ucap Adelio.


Oliver pun tertegun akan nada intimidari dari Adelio, ia mulai bersikap lunak dan juga tenang."Pendeta dari kuil dewi hutan telah berani menghina Lisia didepannya"ucap Oliver.


"Ha! Apa kau pikir aku tidak tau akan hal itu?, aku memintamu untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya padaku. Jangan kau pikir bisa membohongiku dengan trik murahanmu itu pada penduduk desamu"ucap Adelio.


".. (Apa! Bagaimana dia bisa tau jika berita itu bohong?, apa ada seseorang yang memberi tahukannya?. Tidak,,.. Tidak, jika Adelio tau, ia tidak akan bertanya. Aku harus tenang dan jangan panik) "ucap Oliver dalan hati.


"Hah,, "Menghela nafas. "Mungkin ini tidak akan masuk akal tapi alasannya sama dengan kejadian saat Diana penah kembali kehutan"ucap Oliver menjelaskan.


"Apa?!, kalau begitu Lisia,,.. " ucap Adelio.


"Benar, pendeta Fergus menghina Nevan tepat didepan Lisia. Lalu Lisia memberikan peringatan pertama, namun pendeta Fergus melakukan kesalahan hal sama dan akhirnya jadinya seperti ini"ucap Oliver.


"Kalau begitu pasti ada syarat yang diminta oleh Lisia, bukan? " tanya Adelio yang sudah memahami akan situasinya.


"Lisia meminta ku untuk menembalikan semua hak Nevan sebagai penduduk desa agelios, jika tidak, ia tidak akan keluar dari hutan Forrest "ucap Oliver yang menjelaskan.


".. (Sial, siluman kelinci itu lagi. Kenapa Lisia maupun Diana begitu memperdulikan siluman itu, padahal dia juga tidak menghagai bantuan mereka) "ucap Adelio yang marah dalam hati.


"Lalu apa yang sedang kau lakukan saat ini?, apa kau akan mengembalikan hak Nevan? "tanya Adelio.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, bagaimana bisa aku melakukan itu sedangkan semua orang desa tidak akan menerimanya. " ucap Oliver.


"Kalau memang kau tidak akan mengembalikan hak Nevan, bagaimana caramu akan membawa Lisia kembali? " tanya Adelio dengan ekspresi dingin.


"Itu sudah kupikirkan, hari ini Lisia akan keluar dari hutan Forrest "ucap Oliver yang penuh dengan percaya diri.


"Bagus kalau begitu."tenang" Tapi Oliver! Apa alasanmu membuat trik dan membuat orang percaya jika Pendeta Fergus telah menghina dewi, kenapa kau tidak mengatakan bahwa dia menghina Nevan bukan Lisia? " tanya Adelio yang merasa ada yang ganjil.


".. (Kenapa dia begitu penasaran hal yang selalu ku lakukan, dasar menyebalkan) "ucap Oliver dalam hati.


"Jika aku mengatakan hal yang sebenarnya, reaksi apa yang akan orang orang katakan? " tanya Oliver.


Pertanyaan dari Oliver membuat Adelio menyadari akan sesuatu.


"Jika aku mengatakan jika pendeta Fergus bukan menghina Lisia tetapi Nevan, maka semua orang desa akan memaklumi akan hal tersebut. Lalu bagaimana syarat yang diminta oleh Lisia? " tanya Oliver.


"Orang orang tidak akan setuju akan permintaan yang diajukan oleh Lisia dan Lisia pun tidak akan mau keluar dari hutan Forrest lagi"ucap Adelio yang selesai memahami.


"Karna itulah aku tidak punya pilihan lain, selain melimpahkan kesalahan pada pendeta Fergus demi bisa membuat orang orang tidak tau akan syarat yang diminta oleh Lisia "ucap Oliver.


"Bagaimana dengan anak itu? Apa dia tidak akan memberikan tahukan pada Lisia jika kau tidak mengembalikan haknya? " tanya Adelio.


"Nevan setuju untuk tetap tutup mulut bahwa dirinya tidak mendapatkan semua hak miliknya"ucap Oliver.


"Apa?! Dia setuju begitu saja? "tidak mempercayainya. "Sebenarnya cara apa yang kau lakukan sehingga anak itu tidak protes sama sekali akan hal itu? " tanya Adelio dengan ekspresi penuh curiga.


"Untuk apa kau tahu akan hal ini, lebih baik urus saja urusanmu mencari dalang dari pencobaan pembunuhan pada Lisia " ucap Oliver yang mulai kesal.


"Sedang ku lakukan untuk apa kau marah marah seperti ibu ibu saja"ucap Adelio.


"Itu karna kau yang terus bertanya dari tadi, padahal biasanya kan kau selalu mendapatkan informasi lengkap dan tidak seperti ini"ucap Oliver.


"Itu karna Ian tidak ada disini, jadi aku tidak mendapatkan informasi yang detail tentang berita yang tersebar "ucap Adelio.


"Memang bocah itu pergi kemana? " tanya Oliver.


"Dia minta cuti karna telah mengantikanku berkerja saat aku berada didesa agelios saat itu, jadi aku pun memberikannya liburan atas kerja kerasnya itu selama 2 minggu "ucap Adelio.


"Mm! "


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....


__ADS_1


__ADS_2