Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 102 Pembanggkitan Sihir


__ADS_3


Chapter selanjutnya


Begitu sampai didesa, Nevan dan Nox pergi mengantarkan hasil buruan kepada pihak kuil untuk dipersembahkan kepada sang dewi. Sedangkan Lisia dan Elis sedang menunggu, dimana juga ad Oliver disana.


“Kenapa anda ada disini Oliver, bukankah anda harus kembali kekantor desa? ”tanya Lisia dengan dinginnya.


“Saya ingin mengatakan sesuatu pada anda Lisia, jika boleh bisakah kita bicara berdua? ”ucap Oliver yang sedikit melirik tajam kearah Elis.


Menyadari akan perkataan Oliver membuat Elis kaget, “Kak Lisia, jika kakak ingin berbicara berdua dengan kepala desa, Elis akan pergi menyusul kak Nox dan kak Nevan”ucap Elis.


“Tidak perlu, Elis tetap disini bersama kakak menunggu Nevan dan Nox ”ucap Lisia yang tetap mengenggam tangan Elis erat erat.


“Oliver, jika ada sesuatu yang ingin anda bicarakan maka katakan saja, tidak perlu harus dibicarakan berdua”ucap Lisia.


Oliver dibuat membisu dan terdiam untuk sesaat, “Tadi siang saya mendapatkan pesan dari istana, kalau Adelio akan mengirimkan seseorang untuk menjemput and keistana ”ucap Oliver.


“Benarkah?, ada hal apa saya sampai dijemput untuk kesan? ”tanya Lisia.


“Itu,,.. ”ragu ragu. “Masalah hari itu, Adelio bilang dia ingin mengadakan acara minum teh diistananya. Hanya itu yang ia beri tahukan pada saya”ucap Oliver.


Lisia awalnya kurang mengerti akan apa yang dikatakan oleh Oliver, namun setelah Lisia mulai berfikir akan masalah yang menimpa dirnya, Lisia pun mulai mengerti. “Begitu ya, baiklah. Kapan Adelio mengirimkan seseorang untuk menjemput saya? ”tanya Lisia kembali.


“Mungkin seminggu lagi ”ucap Oliver.


“Baiklah, terimakasih banyak untuk infonya Oliver”ucap Lisia.


“Sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memberi tahukan hal ini ”ucap Oliver.


Lisia yang mendengar panggilan dari Nox yang sudah selesai menyerahkan perburuan yang didapat, langsung pergi menghampiri mereka. “Baiklah, kalau begitu saya pergi dulu ”ucap Lisia.


“Lisia, ”memegang tangan Lisia, “Apa anda mau kembali kekuil, jika memang begitu bolehkah saya mengantar anda? ”ucap Oliver.


Melepaskan tangan Oliver, “Tidak perlu Oliver, saya mau kerumah Nevan dulu. Nanti saya kembali kekuil sendirian, anda tidak perlu repot akan saya, saya bisa menjaga diri saya sendiri. Kalau begitu saya pamit dulu Oliver, ”ucap Lisia yang lalu pergi bersama Elis.


Begitu Lisia pergi, Oliver hanya bisa terdiam membantu. Ia kelihatan kesal karna Lisia pergi bersama orang yang sangat ia benci yang itu Nevan. Satu satunya orang membuat Oliver muak dan benci karna dekat dengan Lisia ataupun Diana, saat Diana masih ada.


“Kalau terus dibiarkan seperti ini, lama kelamaan aku akan semakin jauh dengan Lisia. Tidak, aku harus secepatnya menyelesaikan masalah itu dulu, jika tidak aku tidak akan mendapatkan kristal pelangi dari Lisia, ”ucap Oliver.


Oliver pun pergi menuju kekantor desa dengan perasaan kesal dan marah.


🍂🍂🍂🍂🍂


Dirumahnya Nevan,didapur.


“Kak Lisia, malam ini apa kakak mau makan dirumah kami? ”tanya Elis.


“Eh, bolehkah?. Jika kalian tidak keberatan sama sekali kakak mau kalau tidak mengerepotin kalian”ucap Lisia.


“Tidak mengerepotin sama sekali dewi, saya juga ingin mengundang anda makan sebagai tanda terimakasih saya karna sudah menemani Nox dan Elis pergi kehutan Forrest ”ucap Nevan.

__ADS_1


“Baiklah, kalau saya terima undangan makan dari Nevan ”ucap Lisia yanh tersenyum manis.


“.. (Tentu saja aku gak akan melewatkan kesempatan emas begini, diajak makan oleh Nevan. Mungkin dengan ini kami bisa lebih dekat lagi) ”ucap Lisia dalam hatinya yang begitu bahagia dan berharap.


Nevan yang mendengar perkataan Lisia tadi, langsung tersipu malu dimana wajahnya langsung merah seketika. Nox yang menyadari akan suasana antara kakaknya dengan Lisia, langsung mengajak Elis untuk pergi.


Memegang tangan Elis, “Kak Nevan, kak Lisia, kami pergi bersih bersih dulu”ucap Nox.


“Baiklah, ”ucap Nevan.


“Ayo Lis ”ucap Nox yang langsung pergi sambil menarik Elis.


“Eh, kak pelan pelan, aduh”ucap Elis.


Setelah Nox dan Elis pergi, tinggallah Lisia bersama Nevan berduaan didapur.


“Hari ini kita akan masak apa? ”tanya Lisia.


“Sup daging hasil buruan yang saya dapatkan tadi ”ucap Nevan.


“Baiklah, kalau gitu ayo kita masak sekarang! ”ucap Lisia dengan penuh semangat.


“Apa dewi juga ikut masak dengan saya? ”tanya Nevan.


“Tentu saja, masa saya hanya duduk dan melihat Nevan sendirian yang masak?. Akan lebih cepat jika kita masak berdua, ”ucap Lisia.


“Tapi,,,.. ”Terpotong.


Mendengar perkataan Lisia yang ingin pulang membuat Nevan kaget dan langsung panik “Jika anda pulang, nanti bagaimana saya menjelaskannya pada Nox dan Elis?, padahal Elis sudah mengajak anda makan disini”ucap Nevan yang sedang kalang kelabut.


Melihat Nevan yang begitu paniknya membuat Lisia ingin tertawa karna bisa melihat reaksi lucunya Nevan, namun Lisia tetap mencoba untuk tenang dan menahan tawanya.


“Bukankah Nevan bisa bilang, jika Nevan tidak mengizinkan saya untuk membantu Nevan masak. Apa susahnya? ”ucap Lisia.


“Itu,,,.. ”kebingungan.


“Jadi bagaimana?, apa saya boleh membantu Nevan masaka atau tidak ? ”tanya Lisia.


“Baiklah dewi, anda boleh membantu saya masak. Tapi, anda hanya boleh memotong sayuran saja dan bahan bahan lainnya. Urusan masak tolong biar saya saja”ucap Nevan yang akhirnya menyerah dan mengizinkan Lisia untuk membantunya masak.


Walau Lisia sedikit tidak berkenan akan permintaan Nevan, namun Lisia tidak bisa meminta lebih karna takut membuat dirinya akan menjauh dari Nevan.


“Baiklah tidak masalah ”ucap Lisia.


“Kalau begitu saya akan mengambil sayuran dikebun dulu”ucap Nevan.


“Saya juga akan membantu”ucap Lisia.


Akhirnya Lisia dan Nevan pergi kekebun untuk memetik dan mengambil sayuran dikebun dibelakang rumah.


🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Disisi lain Nox yang tadi mengajak pergi Elis, sedang ada dikamar mereka.


“Aduh kak Nox, kenapa kakak main tarik Elis segala sih”ucap Elis yang langsung melepaskan genggaman tangannya Nox.


Plakk


Memukul kening sediri, “Aduh, kenapa aku memiliki seorang adik yang begitu tidak pekanya sih, ”ucap Nox yang mengerutu.


“Apa kau tadi tidak lihat, kak Nevan sedang mencoba mendekati kak Lisia, jadi kita sebagai adiknya kak Nevan tidak boleh menganggu mereka berdua. Makanya tadi aku membawa mu pergi”ucap Nox yang menjelaskan.


“Kan kak Nox bisa bisikin hal itu pada Elis, kenapa harus menarik Elis segala sih, sakit tau”ucap Elis yang mulai cemberut.


“Iya kak Nox salah, maaf ya” ucap Nox yang mencoba membujuk Elis.


“Mm”mendehem.


“Masih marahkah? ”tanya Nox.


“Sikit”


“Ooo ayolah, kakak minta maaf adik manisku” ucap Nox.


“Ada syaratnya”ucap Elis.


“Apa itu? Katakan saja”ucap Nox.


“Tidak lama lagi kita akan melakukan pembanggkitan sihir, jadi Elis ingin hadiah ”ucap Elis.


“.. (Benar juga, sudah gak lama lagi ternyata) ”ucap Nox dalam hati.


“Baiklah, nanti setelah kita selesai melakukan pembanggkitan sihir, kakak akan memberi Elis hadiah. Kakak janji, ”ucap Nox


“Terimaksih kak Nox, Elis sa,, yang kakak”ucap Elis yang memeluk Nox.


“Sama sama adik manisku”ucap Nox.


“Ayo sekarang kita segera bersih bersih”ucap Nox.


“Baik, Elis duluan”


“Ok”


Nox dan Elis pun pergi kekamar mandi dan membersikan diri mereka secara bergiiliran.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....


__ADS_1



__ADS_2