
Chapter sebelumnya.
"Itu.. "Ragu ragu. "Apa anda bisa tinggal lebih lama lagi disini?"
"Apa?! "Lisia yang kaget mendengar perkataan Nevan membuanya merasa tidak percaya, karna doa yang ia minta terkabul begitu cepat.
"Saya tidak keberatan sama sekali , tapi apakah ada alasan khusus kenapa Nevan meminta saya untuk tetap tinggal lebih lama lagi disini? " tanya Lisia.
"Ituu..."ragu ragu. "Elis bilang dia ingin tidur bersama anda malam ini,walau saya sudah mencoba membuatnya mengerti jika dewi saat ini sibuk, tapi saya tidak bisa menolak permintaan dari Elis kalau sudah sedih. Karna itu jika dewi tidak keberatan saya harap anda bisa menemani adik saya untuk malam ini saja, apakah boleh dewi? "Ucap Nevan yang malu.
".. (Akhirnya rencana ku terwujud. Terimakasih dewa atau siapapun, kau telah mengabulkan doa ku) "ucap Lisia yang begitu senang.
".. (Bagus! Jika kak Lisia terus ada dirumah kami maka mungkin saja kakak dan juga kak Lisia bisa lebih dekat. Bagus Elis! Kau melakukannya dengan baik)"ucap Nox.
Flaschblack
Setelah selesai makan siang Nox dan Elis langsung menuju kamar.
"Elis kau sudah siapkan untuk melakukan rencana yang sudah kakak beri tau tadi saat dikebun? " tanya Nox.
"Sudah kak! Elis sudah siap kapan pun"jawab Elis.
"Bagus kau hanya perlu pura pura sakit perut dan merengek. Saat kak Nevan membawa obatnya saat itu bilang kalau sudah membaik, lalu memintalah kepada kak Nevan untuk membuat kak Lisia tetap tinggal dirumah kita dengan alasan kau ingin tidur ditemani oleh kak Lisia. Dengan begitu hubungan kak Nevan dan kak Lisia akan menjadi lebih dekat. "Ucap Nox.
"Baik serahkan saja pada Elis, karna kak Nevan gak akan bisa menolak permintaan dari Elis. " ucap Elis yang tersenyum.
"Bagus! Kau memang adikku yang patuh"ucap Nox yang mengelus kepala Elis.
"Heheh"
"Baiklah sekarang berteriaklah karna kesakitan! " Ucap Nox.
Setelah Elis menganggukan kepalanya, ia pun berteriak keras sambil berpura pura memegang perut dan menangis. Lalu Nox pergi kedapur untuk memanggil Lisia dan juga Nevan.
Flaschblack selesai.
"Kak Lisia! Apa kakak gak bisa lebih lama lagi disini? "Tanya Nox dengan ekspresi wajah yang memelas.
".. (Ukh! imutnya. Karna Nox adik Nevan mereka kelihatan sangat mirip sekali, aku seperti melihat Nevan versi kecilnya) "ucap Lisia dalam hati.
"Baiklah Nevan! Saya akan tetap disini untuk menemani Elis malam ini"ucap yang tersenyum.
"Yee, kak Lisia akan tidur bersama kami"ucap Nox yang senang.
__ADS_1
"Tentu saja"ucap Lisia yang mengelus kepalanya Nox.
"Terimakasih dewi"ucap Nevan. "Sama sama "Lisia yang tersenyum.
"Ayo kak kita kekamar sekarang! "Ajak Nox yang menarik tangannya Lisia.
"Baiklah "
Nox dan Lisia pergi menuju kekamarnya Elis. Lalu Nevan hanya melihat dengan tersenyum senang yang terlihat diwajahnya.
"Dewi Lisia ada dirumahku malam ini "gumam Nevan.
Saat Nevan kembali sadar dengan apa yang ia katakan, ia langsung malu dengan wajahnya yang mulai merah padam.
Lalu Nevan pegi menuju kekamarnya Elis untuk melihat Lisia dan kedua adiknya.
Dikarmarnya Nox dan Elis.
Saat Lisia datang bersama Nox, Elis tersenyum kepada Lisia.
"Kak Lisia! "Ucap Elis.
"Bagaimana apa sakit perutnya udah hilang Elis? " tanya Lisia.
"Sudah kak."tersenyum lebar. "Oh ya kak Lisia! Apa kakak akan menginap disini? Kakak maukan menemani Elis malam ini? " tanya Elis dengan perasaan berharap.
"Hehehe "
Nevan masuk kedalam kamar. "Dewi apakah ada yang anda butuhkan?"tanya Nevan.
"Tidak! Saya gak butuh apapun, Nevan gak perlu bersusah payah."ucap Lisia.
"Baiklah dewi! Jika ada apa apa panggilan saja, saya ada dibawah"ucap Nevan.
"Baik"menganggukan kepala.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Malam hari
Lisia yang sedang berbaring diatas tempat tidur bersama Elis dan juga Nox yang ada disampingnya.
"Kak Lisia! "panggil Elis. "Iya". Jawab Lisia.
__ADS_1
"Apa kakak mau jadi kakakku? "Tanya Elis.
"Tentu saja mau jika Elis menginginkannya "ucap Lisia sambil tersenyum.
"Benarkah? Kalau begitu apa kakak mau bersama dengan kak Nevan selamanya? "Tanya Nox.
"Eh! Apa?! Bersama? "Lisia yang kaget.
"Iya. Kakak tadi bilang mau menjadi kakaknya Elis kan? Jadi kakak mau doang tinggal bersama kami selamanya. " ucap Elis dengan wajah yang polos.
".. (Eh! Apa maksud dari perkataan mereka? Apa mereka meminta ku untuk nikah dengan Nevan dan hidup bersama.Tapi aku gak punya perasaan apapun pada Nevan, aku hanya menganggapnya sebagai temanku saja.) "
".. (Tapi bagaimana caraku untuk membuat Elis mengerti ya. Lagian Nevan juga gak memiliki perasaan apapun padaku, mungkin ia juga menganggapku hanya sebatas seorang dewi saja. ) "ucap Lisia dalam hati yang sedang gelisah.
Nox yang melihat Lisia yang hanya diam setelah mendengar perkataan dari adik perempuannya, merasa jika apa yang ia pikirkan tentang Lisia yang menyukai kakak salah.
".. (Apa kak Lisia tidak suka pada kak Nevan ya? Jika memang begitu, kami gak bisa memaksa keinginan kami pada kak Lisia. Karna bisa saja nanti kak Lisia malah gak mau datang lagi kesini) "pikir Nox yang cukup dalam.
".. (Kalau begitu aku harus membuat alasan agar kak Lisia gak merasa terbebani akan pertanyaan dari Elis tadi. Lalu tentang Elis aku bisa menjelaskannya nanti) "ucap Nox.
"Elis! Kak Lisia kan seorang dewi hutan saat ini, jadi gak mungkin kak Lisia tinggal sama kita. "Ucap Nox.
"Eh! Kenapa gak bisa? Bukanya kak Lisia mau jadi kakaknya Elis, lalu kenapa sikap kak Nox aneh sih? " tanya Elis.
"Bukankah kak Lisia sudah mau jadi kakak kita, karna itu kita gak boleh memaksa kak Lisia untuk tinggal disini, karna kak Lisia memiliki tangung jawab yang besar terhadap desa kita. Oleh sebab itu Elis kamu jangan memaksa lagi ya"ucap Nox yang tersenyum pada Elis.
Elis yang menyadari akan perkataan kakaknya itu merasa sedih dan mendengar perkataan kakak laki lakinya itu. "Baiklah Elis ngerti, tapi kak Lisia! Masih mau datang kesini kan ? " tanya Elis.
"Iya. Jika kakak ada waktu luang kakak akan selalu datang kesini untuk bermain bersama kalian "ucap Lisia yang tersenyum.
"Kalau begitu itu sudah cukup"ucap Elis yang memeluk Lisia.
"Kak Lisia! Tolong jangan terlalu memikirkan perkataan Elis tadi ya kak? " ucap Nox dengan suara pelan.
"Baiklah.Lalu terimakasih, Nox Sudah mau membantu kakak untuk membuat Elis paham. Kakak tau sebenarnya kamu juga sependapatkan sama perkataan Elis, tapi melihat kakak ragu menjawabnya kamu berubah pikiran. Apakah tebakan akak benar"ucap Lisia dengan suara pelan.
"Ah! Ternyata kakak sudah menyadarinya ya, kalau begitu Nox dan Elis minta maaf. "Ucap Nox dengan suara pelan.
"Baiklah tidak apa apa"ucap Elis dengan suara pelan sambil memeluk Nox.
Nox membalas pelukan Lisia. Tak lama kemudian mereka bertiga pun tertidur dengan pulas.
...Terus dukung Redblack....
__ADS_1
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack. ...