
Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......
...Happy reading...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
Chapter selanjutnya.
“Dewi, apa anda ada masalah?” tanya salah satu orang yang melakukan doa pagi.
“Tidak, saya baik baik saja. Hanya sedikit kelelahan” ucap Lisia yang cuma alasan.
“Dewi harus menjaga kesehatan, karna tidak lama lagi akan diadakan hari pembangkitan dimana dewi yang akan memimpin acara tersebut” ucap seorang wanita yang mengikuti acara doa pagi.
“Baiklah, saya akan istirahat sekarang, untuk memulihankan tenaga” ucap Lisia dengan ekspresi tersenyum.
“Silahkan dewi, semoga anda sehat selalu” ucap semua orang yang menyemangati Lisia.
“Kalau begitu saya permisi” ucap Lisia yang lalu pergi meninggalkan sekelompok orang yang membuat Lisia yang dari tadi merasa tidak nyaman.
Sesampainya dikamar miliknya, Lisia lalu masuk dan mengunci pintu agar tidak ada yang mengganggunya untuk melampiaskan kekesalan yang sudah Lisia tahan.
“Menyebalkan, kenapa aku bodoh sekali sih. Tidak seharusnya aku langsung pergi begitu saja hanya karna kesal akan kejadian malam tadi. Kalau bukan karna Oliver, sku tidak akan marah dengan Nevan dan pergi tanpa sarapan” ucap Lisia yang merasa ingin memutarkan kembali waktu yang sudah berlalu.
“Dasar menyebalkan, Oliver sialan” ucap Lisia sambil memukul bantal yang ada ditempat tidur.
“Sudahlah, lebih baik aku harus fokus untuk acara pembagkitan sihir nantinya. Sekalian mencari hadiah ulang tahun untuk Nox dan Elis” ucap Lisia yang kembali semangat.
Setelah mengganti pakaian lain, Lisia lalu mulai bersemangat untuk keluar mencari hadiah Nox dan Elis. Namun, begitu Lisia yang wajahnya begitu berseri seri saking semangatnya, langsung berubah ekspresi menjadi masam saat membuka pintu dimana Oliver telah menunggu didepan kamar Lisia.
“Pagi Lisia! ” ucap Oliver sambil memberikan sebuket mawar merah kepada Lisia.
“Oh, selamat pagi Oliver! ” ucap Lisia dengan ekspresi datar. ”Apa yang membuatmu begitu pagi datang kekamar saya, Oliver? ” tanya Lisia dengan nada ketus dan dinginnya.
__ADS_1
“Bukankah tadi malam anda bilang jika kita akan membicarakan tentang hari pembangkitan sihir besok pagi?. Karna itu saya datang pagi pagi sekali untuk membahas itu sekarang” ucap Oliver yang masih dengan senyum manisnya.
“.. (Apa kau masih belum cukup membuat ku kesal tadi malam, ha? Dan sekarang kau mau merusak rencana ku yang sudah kususun dengan baik, memang ingin sekali ku tendang ni orang) ” ucap Lisia dalam hati yang sangat sangat emosi namun ditahan dengan senyuman diluar wajahnya.
“Maaf Oliver, sepertinya tidak bisa, karna saya harus pergi kebalai desa untuk mencari sesuatu” ucap Lisia sambil tersenyum walau dihatinya tidak sama.
“Mau saya temani, setidakny saya bisa membantu anda! ” ucap Oliver yang menawarkan.
“Tidak terimakasih, karna saya bisa melakukannya sendiri. Kita bisa bahas lain kali, karna saya tidak ada waktu sekarang. Sampai jumpa Oliver ” ucap Lisia yang pergi meninggalkan Oliver sendiri.
“Sampai jumpa” ucap Oliver sambil tersenyum, lalu perlahan lahan ekspresi wajah berubah menjadi kesal dan merasa tidak suka.
“Sial, kenapa begitu sulit membuat Lisia simpati pada ku. Sebenarnya apa yang harus ku lakukan untuk bisa mendapatkannya” gumam Oliver yang kemudian berfikir.
Setelah berfikir lama Oliver mendapatkan ide, “Aku harus membuat siluman sialan itu membenci Lisia, atau sebaliknya. Jika berhasil, aku bisa mendapatkan hati Lisia dan Lisia pun bisamenjahui bocah sialan itu”gumam Oliver dengan tertawa licik.
“Baiklah, aku harus susul Lisia. Mungkin saja Lisia butuh bantuan ku” ucap Oliver yang pergi menyusul Lisia.
🍁🍁🍁🍁🍁
Ditempat lain, dirumah Nevan. Nox dan Elis dan juga Nevan besiap siap untuk pergi keluar untuk pergi kebalai desa.
“Kak Nevan ayo cepat! ” ucap Elis.
“Ok selesai, ” ucap Nevan yang selesai bersiap.
“Kak Nevan! ” teriak Elis.
“Iya ini kakak datang”ucap Nevan yang segera pergi ketempat adik adinknya.“Ayo kita berangkat” ucap Nevan.
“Ayo!! ”ucap serentak Nox dan Elis yang bersemangat. Nevan Nox dan Elis pun berangkat menuju kebalai desa,,...
🍁🍁🍁🍁🍁
Dibalai desa, Lisia yang sedang mencari hadiah ulang tahunnya Nox dan Elis sedang berkeliling disetiap toko untuk mencari hadiah yang cocok.
Disebuah toko barang antik,,...
“Selamat datang, ada yang bisa saya bantu nona cantik? ”tanya sipenjaga toko.
“Saya ingin mencari hadiah yang cocok untuk kedua adik saya cewek dan cowok saat mereka sudah bisa melakukan sihir” ucap Lisia.
“Apa hadiahnya utk hari pembangkitan sihir? ” tanya penjaga tokoh.
__ADS_1
“Iya benar, ” ucap Lisia sambil menganggukan kepalanya.
“Saya ingin sebuah benda cantik, indah namun sederhana untuk adik perempuan saya. Hadiah ini bisa membantunya dalam mengontrol sihir nantinya, sedangkan untuk adik saya yang cowok, benda yang sederhana yang juga bisa melindungi diri sendiri ataupun orang lain” ucap Lisia yang menjelaskan.
“Baiklah saya mengerti” ucap sipenjaga toko yang mencoba berfikir keras benda yang sesuai dengan apa yang telah Lisia jelaskan.
Terpikirkan benda yang cocok “Sepertinya saya tau benda yang cocok untuk mereka, sebentar akan saya ambilkan” ucap sipenjaga yang segar mencari benda yang ia maksud.
Setelah menunggu beberapa menit kemudian, sipenjaga toko datang dengan membawa dua benda yang sesuatu dengan apa yang Lisia inginkan.
“Ini dia nona, benda yang cocok dengan apa yang nona minta ” ucap sipenjaga toko yang membawa sebuah kaluang dan sebuah pedang.
“Kalung ini bisa berubah menjadi tongkat sihir sesuai dengan keinginan pemiliknya jika sudah melakukan kontrak darah, nona hanya perlu meneteskan sedikit darah pada kalung tersebut dan kontrak selesai dibuat” ucap sipenjaga toko yang menjelaskan.
“Sedangkan pedang ini sangat ringan, ia juga bisa berubah menjadi pedang pendek jika melakukan kontrak darah dan caranya sama dengan kalung ini” ucap sipenjaga toko yang menjelaskan sambil menunjuk benda benda tersebut pada Lisia.
“Baiklah, saya ambil kedua benda ini. Yolong bungkus dengan rapi” ucap Lisia.
“Pilihan yang bagus nona, saya akan segera membungkusnya” ucap sipenjaga toko yang segera membungkus pesanan milik Lisia.
Begitu selesai,sipenjaga toko langsung memberikan hadiah hadiah tersebut kepada Lisia. Lalu Lisia menyimpan kedua penda tersebut kedalam ruang sihir miliknya.
“Terimaksih, ini bayarannya” ucap Lisia yang mengeluarkan sekantong emas.
“Datang lagi nona” ucap sipenjaga toko pada Lisia yang sudah pergi keluar toko.
Didepan toko“Karna sekarang sudah selesai mencari hadiah untuk Nox dan Elis, sekaranga aku keliling dulu melihat balai desa. Mungkin saja aku bisa menemukan sesuatu yang luara biasanya” ucap Lisia yang lalu pergi melihat lihat.
Disisi lain, Nevan, Nox dan Elis pun sudah sampai dibalai desa.
Bersambung,...
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Klik juga tombol Favoritnya, agar kalian tidak tertinggal informasi chapter selanjutnya....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1