
Begitu Flora meninggalkan rumah pelayannya itu, Flora pun kembali kekediaman Duke Floweries.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Dua hari sebelumnya
Dikediaman Duke Floweries. Flora yng terus gelisah setelah pulang dari kuil Dewi Hutan, karna pelayan yang ia suruh untuk memberikan racun pada Lisia tertangkan dan mungkin sedang diintrograsi untuk mengetahui siapa yang telah menyuruhnya. Flora mencoba mencari cara untuk membuat pelayannya itu tidak mengatakan apapun terkait dirinya yang memberikan racun kepadanya.
Lalu Flora mendapatkan sebuah ide dan berencana untuk datang lagi kekuil Dewi Hutan untuk berdoa akan kesembuhan Dewi Lisia.
Keesokan harinya
Flora berangkat menuju kekuil Dewi Hutan sendirian tanpa membawa pelayan satu pun. Ia lalu langsung ketempat doa bersama orang orang lainnya lalu Flora memberikan sumbangan seperti yang ia lakukan kemaren. Setelah itu Flora pun pergi keruangan tempat dimana Lisia berada dan sedang berbaring diatas kasur. Begitu giliran Flora untuk berdoa ia melakukan seperti yang diarahkan oleh pendeta kuil, setelah itu Flora diizinkan untuk menyentuh tanganya Lisia. Setelah selesai ia kembali kekereta kuda miliknya dan lalu pulang.
Setelah upacara doa untuk kesembuhan Dewi Hutan Lisia selesai pada tengah hari , semua orang yang datang pun pulang kerumah mereka kembali. Begitu tidak ada siapapun diruang khusus untuk mendoakan Lisia, Adelio yang menyamar menjadi pendeta kuil kembali kewujudnya semula dan Lisia yang pura pura tidur kemudian bangun. Sedangkan Ezra yang ada disudut ruangan dengan menghilangkan keberadaannya keluar dan mendekati arah Lisia.
"Wanita itu datang lagi tapi anehnya ia tidak melakukan apapun terhadap Lisia"ucap Ezra.
"Mungkin ia tidak ingin mengambil resiko lagi dan mencoba untuk berhati hati "ucap Oliver yang datang bersama Kyler dan Nevan.
"Atau mungkin ia memiliki rencana lainnya"ucap Kyler.
"Saat ini kita hanya bisa menunggu sisa waktu sampai esok hari untuk mengorek informasi dari pelayan itu"ucap Adelio.
"Hey Kyler! Apa bawanmu tidak bisa untuk melakukannya hari ini? " tanya Ezra yamg nada bengisnya.
"Apa kau ini tuli ya? bukankah Adelio sudah mengatakan pada mu, jika Ivan memerlukan waktu sampai esok untuk menggunakan kekuatannya kembali "ucap Kyler yang marah.
"Apa hanya segitu kemampuan bawahan mu itu? Dasar tidak becus. Disaat sepenting ini malah tidak berguna sama sekali"ucap Ezra yang menyindir Kyler.
"Barusan kau bilang apa? "Marah"Bagaimana dengan mu? yang begitu tidak sabaranya dan ingin membunuh pelayan itu. Jika saja Adelio tidak menghentikan mu yang seperti orang gila pasti kita sudah berada di jalan buntu sekarang" ucap Kyler yang marah pada Ezra.
__ADS_1
"Kau yang gila. Dasar iblis sialan"menatap tajam.
"Ha! kau yang gila. Dasar pembunuh berdarah dingin"menatap tajam.
Saat Ezra yang tidak terima akan perkataan Kyler dan begitu juga dengan Kyler yang juga tidak begitu suka akan Ezra, ingin membunuh satu sama lainnya. Akan tetapi dihentikan oleh Lisia yang tidak tahan melihat mereka lalu memukul kepala Kyler dan juga Ezra.
Blam! Blam!
Kyler dan juga Ezra terkejut saat menerima pukulan dari Lisia yang ada ditengah tengah mereka.
"Apa kalian bisa berhenti sekarang! " ucap Lisia dengan nada marah dan menatap tajam kearah mereka berdua.
Kyler dan juga Ezra syok melihat Lisia begitu marahnya, lalu mereka berlutut didepannya Lisia sambil meminta maaf secara serentak pada Lisia.
"Apa sekarang ini waktunya untuk bertengkar ha? " ucap Lisia yang mengomeli Ezra dan Kyler.
"Maaf kan kami Lisia"ucap Ezra, dan "kami tidak akan melakukannya lagi"ucap Kyler yang tidak berani menatap matanya Lisia.
"Sekarang pergi kesudut ruangan dan berdiri dengan satu kaki sambil memegang telinga kalian berdua. Cepat! " ucap Lisia dengan dinginnya.
Ezra dan Kyler berdiri lalu menuju kesudut ruangan sambil memegang telinga dan berdiri dengan satu kaki. Lisia hanya bisa menghela nafas karna tidak bisa melakukan apapun melihat kelakukan Para tokoh novelnya itu, lalu Nevan mengambil air untuk Lisia.
"Terimakasih Nevan"ucap Lisia yang mengambil segelas air dari Nevan.
"Sama sama Dewi"ucap Nevan yang terseyum.
Oliver dan Adelio hanya menertawakan Ezra dan Kyler yang mendapatkan hukuman dari Lisia. Saat mereka yang pada sibuk didalam ruangannya Lisia sambil tertawa , mereka tidak menyadari bahwa seseorang yang mengenakan jubah hitam telah masuk kepenjara Desa Agelios dengan membuat semua penjaga pingsan.
Ia pun masuk dengan begitu mudahnya dan menemui Lilis yang ada dipenjara bawah tanah, Lilis yang menyadari kedatangan orang yang mengenakan jubah hitam tersebut merasa senang karna ia mengira jika majikannya Flora mengirimkannya seseorang untuk menyelamatkannya.
"Akhirnya nona mengirimkan ku bantuan. Aku sangat yakin jika kau datang untuk menolong ku kan? " ucap Lilis yang senang.
__ADS_1
Lelaki berjubah itu hanya terdiam.
"Aku mendapatkan sebuah informasi yang ingin kusampaikan pada nona, karna itu keluarkan aku dari sini! " ucap Lilis.
"Informasi apa yang kau dapatkan? " tanya lelaki berjubah itu.
Lalu Lilis mengatakan " mereka memiliki seseorang yang mempunyai kemampuan untuk melihat ingatan orang lain dan namanya adalah Ivan"
Lelaki itu ternyum dan hanya mengatakan "baiklah. Akan kusampaikan informasi yang kau dapatkan itu pada nona"
"Tunggu! Apa maksudnya perkataan mu barusan? Kau datang bukan untuk menyelamatkan ku? " tanya Lilis yang kebingungan.
"Aku hanya mendapatkan perintah untuk menyampaikan pesan ini padamu bukannya untuk menyelamatkan mu"ucap laki laki itu yang memberikan sebuah kantong kepada Lilis.
"Apa? "Lilis yang terkejut hanya bisa terdiam dengan perasaan bingungnya. Lalu laki laki berjubah hitam itu pun pergi meninggalkan Lilis, saat Lilis memintanya berhenti laki laki itu berhenti dan mengatakan sesuatu pada Lilis.
"Jika kau tidak mati, maka keluargamu yang akan menantikan mu. itu pesan dari beliau"ucap laki laki berjubah hitam itu lalu pegi meninggalkan penjara bawah tanah.
Mendengar perkataan dari laki laki berjubah hitam itu, Lilis membuka segera kantong yang ia dapatkan itu. Ketika Lilis mengetahui isi didalam kantong tersebut ia terkejut sambil terjatuh lemas tidak percaya akan apa yang ia pegang. Sebuah botol kaca yang berisi racun yang sama ia gunakan untuk membunuh Lisia saat itu.
Lilis mengengam erat racun itu sambil menangis dan tidak bisa melakukan apapun.
"Maafkan aku ibu! maafkan aku ayah! Lilis kali ini tidak bisa pulang kerumah lagi"ucapnya yang putus asa.
Lalu Lilis membuka tutup botol kacanya dan meminum racun yang ada dibotol itu sampai habis. Tak lama kemudian Lilis pun merasa kesakitan dan akhirnya mati.
Bersambung.
...Terus dukung Redblack...
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
__ADS_1
...Agar redblack terus semangat...
...Salam cinta dari redblack....