Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 39 Aku Sangat Membencimu Nevan


__ADS_3

Chapter sebelumnya


"Apa kalian masih marah pada saya? "


Oliver, Ezra, Adelio dan Kyler terkejut mendengar akan perkataan Lisia.


"Apa?! Tidak mungkin kami marah padamu Lisia, lagian ini bukan kesalahan yang anda perbuat"ucap Adelio.


"Itu benar, karna disini kamilah yang salah. Jadi untuk apa kami marah pada Lisia"ucap Kyler.


"Benarkah? Kalau begitu kalian diam terus bukan karna saya bilang tidak enak pada ikannya kan?"ucap Lisia dengan sedih dan mata yang mulai berkaca kaca.


"Tentu.. Tentu saja tidak. Kami hanya merenungi akan kesalahan yang kami perbuat saja, kami tidak marah sama sekali akan perkataan Lisia "ucap Oliver.


"Benar Lisia, yang salah adalah mereka yang gak benar dalam masaknya, jadi kenapa Lisia yang harus disalahkan"ucap Ezra.


"Itu be..."berhenti. " Tunggu! apa? Kenapa kau malah menyalahkan orang yang memasaknya, Ini semua salahmu yang gak becus membersikannya. Kalau bukan karnamu, saat dibakar tidak akan menimbulakan rasa pahit"ucap Oliver yang marah.


"Tetap saja yang membakarnya siapa? " ucap Ezra yang tidak terima dan membuang muka dengan cuek.


"Bocah ini! " Oliver yang kesal hanya menatap tajam kearah Ezra. Sedangkan Adelio dan Kyler hanya menghela nafas panjang.


🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah beberapa saat , Nevan datang bersama dengan kedua adiknya.


"Kak Lisia! " ucap Elis yang berlari dan langsung memeluk Lisia.


"Ah Elis! sudah lama ya gak bertemu, Elis udah makin besar ya sekarang "ucap Lisia.


Nevan berjalan menuju ketempat pemanggangan dan mulai memanggang ikan. Adelio dan Oliver yang juga ikut membantu Nevan meminta Nevan menjelaskannya agar tidak melakukan kesalahan lagi. Setelah Nevan selesai menjelaskannya pada Oliver dan Adelio , Nevan kembali ketempat Lisia.


"Hehehe benarkah? "Malu malu. "Benar! " ucap Lisia yang tersenyum.


"Itu karna Elis makan dengan sangat banyak"ucap Elis dengan gembira.


"Tentu saja kau makin gemuk karna sudah seperti hewan yang suka lumpur itu"ucap Nox yang langsung duduk disampaing Lisia.


Lisia dan Nevan yang mendengar akan perkataan Nox terkejut.


"Apa! Elis gak seperti itu."marah. " Kak Lisia! Elis gak mirip hewan itu kan? " ucap Elis yang wajahnya hampir menangis.


"Tentu saja. Elis kan mirip kelinci imut bagi kak Lisia "ucap Lisia yang tersenyum.


"Kak Nox dengarkan? Elis gak seperti hewan yang suka lumpur itu"ucap Elis


"Ya bagiku kau mirip hewan itu"ucap Nox yang meledek adiknya.


Elis yang mendengar akan perkataan kakak laki lakinya itu pun langsung menangis dipelukan Lisia. Lisia yang melihat Elis nangis mencoba untuk menenangkannya.


"Elis jangan menangis ya,yang dikatakan Nox tadi cuma bercanda kok. Karna itu jangan dimasukan dalam hati "ucap Lisia.


"Nox katakan pada Elis kalau kamu cuma bercanda"ucap Lisia yang berbisik pada Nox.

__ADS_1


Nox yang tidak menghiraukan akan perkataan Lisia tetap diam sambil melipat kedua tangannya dengan perasaan jengkel. Lisia yang tidak tau lagi harus melakukan apa hanya bisa menenangkan Elis.


"Nevan sebentar apa yang terjadi? " ucap Lisia yang bicara pelan pada Nevan.


"Itu... "Menjelaskan kepada Lisia...


Flashback


"Eh kak Nevan udah pulang? " ucap Elis.


"Apa kakak udah selesai mancing bersama kak Lisia?"ucap Nox.


"Belum, kakak pulang mau mengambil beberapa ikan yang kita punya, karna ikan yang didapat sudah tidak bisa dimakan lagi"ucap Nevan.


"Ehn kenapa tidak bisa dimakan? Apa rasanya tidak enak? Kalau begitu beri saja pada Elis biar Elis yang habiskan"ucap Elis.


"Kau ini selalu saja makan yang dipikirkan, apa tidak ada pikiran lain apa? Lama lama kau bisa mirip hewan yang suka mandi dengan lumpur itu lagi🐷 "ucap Nox.


"Apa?! kak Nevan! Apa kakak dengar barusan? Kak Nox bilang Elis mirip hewan itu "ucap Elis yang merajuk.


"Nox kenapa kau mengatakan seperti itu pada adikmu? "ucap Nevan yang mencoba menenangkan Elis.


"Habis Elis merebut makanan ku tadi dan sekarang dia masih saja memikirkan makanan lagi"ucap Nox yang kesal.


"Apa?!"kaget. " Elis apa yang dikatakan Nox benar? Apa Elis mengambil makanannya Nox? "Tanya Nevan.


"Elis hanya mengambil sedikit kok"ucap Elis.


Mendengar kakaknya yang membentak dirinya, Elis langsung menangis dipelukan Nevan. Nevan yang panik hanya mencoba menenangkan Elis dan mencoba membuat Nox mengerti


"Nox! Elis masih kecil, sebagai seorang kakak seharusnya kamu harus mengalah padanya"berlutut didepan Elis. " Lalu Elis! yang kamu lakukan pada Nox juga salah tidak seharusnya kamu mengambil yang bukan milikmu"ucap Nevan yang menasehati kedua adiknya.


"Jika Elis ingin sesuatu maka Elis harus minta izin dulu pada orangnya, karna itu bentuk sopan santun kita pada pemilik yang memilikinya. Apa Elis mengerti? "Ucap Nevan.


"Iya kak,, Elis mengerti "mengangukan kepala. "Kak Nox! Elis minta maaf sudah mengambil makanan punya kakak"ucap Elis yang mendekati kakanya itu.


Nox yang tetap diam dan tidak bicara sama sekali membuat Elis pun kembali menangis. "Kak Nox gak mau memaafkan Elis, huaaaa. " ucap Elis.


"Nox! "Nevan yang tidak tau harus berbuat apa lagi mencoba mencari solusi untuk membuat kedua adiknya berbaikan.


"Oh ya, Dewi Lisia meminta pada kakak untuk mengajak Nox dan juga Elis ikut pesta. Apa kalian mau ikut? " ucap Nevan.


".. (Mungkin Dewi Lisia bisa membantu Nox dan Elis baikkan lagi) "ucap Nevan dalam hati.


"Wah! Benarkah? Kalau begitu Elis mau ikut"ucap Elis yang kembali semangat.


"Aku juga ikut"ucap Nox yang cuek.


"Baiklah kalau begitu, ayo pergi! " ucap Nevan.


Flashback selesai.


"Begitulah yang terjadi dewi! " ucap Nevan.

__ADS_1


Lisia yang telah mendengar akan perkataan Nevan mencoba mencari cara untuk membuat kedua adiknya Nevan berbaikan kembali, lalu sebelum Lisia menemukan caranya Ezra berdiri dan berjalan kearah Nox.


"Apa! "Diangkat" Lepaskan aku si*lan "ucap Nox yang mencoba menendang Ezra.


Ezra yang mengankat Nox keatas membuat Lisia dan juga yang lainnya kaget.


"Ezra! Apa yang ingin anda lakukan pada Nox? " tanya Lisia yang gelisah.


"Tenanglah Lisia! saya tidak akan menyakitinya"ucap Ezra.


Lisia hanya bisa mempercayai akan perkataan Ezra dan membiarkan apa yang terjadi pada Nox.


"Hei bocah tengik! Apa kau ini laki laki ha? " tanya Ezra.


"Apa maksudmu ha? tentu saja aku laki laki"ucap Nox yang menatap tajam kearah Ezra.


"Kalau begitu tunjukan sikapmu sebagai laki laki, karna laki laki tanguh tidak akan pernah menyakiti perempuan tetapi mereka akan selalu melindunginya"


"Jika kau tidak bisa mengalah pada adikmu sendiri dan membiarkannya menangis seperti itu, maka kau bukan seorang laki laki taguh tapi seorang pengecut. Apa kau paham? " ucap Ezra yang tegas.


Nox yang mendengar akan perkataan Ezra langsung terdiam untuk beberapa saat, begitu juga dengan Lisia yang sedikit terharu akan perkataan Ezra. Suasana yang sedikit hening karn Ezra memarahi Nox membuat Lisia merasa tidak nyaman, lalu Lisia mencoba mencairkan suasana.


"Ezra tolong turunkan Nox sekarang "ucap Lisia dengan suara pelan.


Lalu Ezra menurukan Nox disampaing Lisia. Begitu Nox sudah turun, Lisia mencoba berbisik kepada Elis untuk meminta maaf pada kakaknya karna telah mengambil makanan miliknya. Lalu Elis pun minta maaf pada kakaknya lagi, Nox yang mendengar permintaan maaf dari adiknya merasa bersalah.


"Elis! maaf akan perkataanku barusan, aku janji tidak akan melakukannya lagi"ucap Nox.


"Elis juga salah telah mengambil makanan milik kakak. Elis juga tidak akan melakukannya lagi, jika Elis mau Elis akan minta izin dulu pada kak Nox "ucap Elis.


"Baiklah "ucap Nox yang mengelus kepalanya Elis.


Lisia merasa senang melihat Nox dan Elis sudah berbaikan lagi. Begitu semua masalah telah selesai, ikan yang baru selesai dibakar pun telah siap, Lisia dan juga yang lainnya melajutkan pesta mereka yang sempat tertunda dan kembali bersenang senang bersama.


🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah menikmati pesta sampai hampir tengah malam, Nox dan Elis tertidur dipangkuan Lisia. Lalu Ezra yang ada ditepi danau untuk mencuci tangan dihampiri oleh Nevan.


"Ezra! "Mendekat. "Terimakasih telah membuat kedua adik saya berbaikan kembali, saya tidak menyangka anda akan membantu saya, padanya anda kan sangat membenci saya"ucap Nevan yang ragu ragu.


"Jangan salah paham"berdiri. "Aku tidak sedang membantumu, aku hanya tidak suka melihat anak kecil bertengkar dihadapanku"menatap tajam.


"Aku memang tidak membenci kedua adikmu, tetapi aku sangat membencimu Nevan!"ucap Ezra yang disampaing Nevan.


Begitu Ezra pergi meninggalkan Nevan, Nevan hanya terdiam sambil melihat kebawah.


Bersambung


...Terus dukung Redblack...


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritny, agar redblack terus semangat...


...Salam cinta dari redblack. ...

__ADS_1


__ADS_2