
Chapter sebelumnya
Lilis mengengam erat racun itu sambil menangis dan tidak bisa melakukan apapun.
"Maafkan aku ibu! maafkan aku ayah! Lilis kali ini tidak bisa pulang kerumah lagi"ucapnya yang putus asa.
Lalu Lilis membuka tutup botol kacanya dan meminum racun yang ada dibotol itu sampai habis. Tak lama kemudian Lilis pun merasa kesakitan dan akhirnya mati.
Laki laki berjubah hitam kembali kekediaman Duke Floweries setelah memastikan pelayan itu telah mati meminum racun yang ia berikan. Begitu sampai ia langsung melaporkan kepada majikannya yang ada dibalkon kamar miliknya dan sedang menikmati secangkir teh.
"Nona! " ucap lelaki berjubah hitam itu.
"Bagaimana? Apa pelayan itu sudah mati?"tanya Flora.
"Sudah nona! Saya sudah memastikannya"ucap lelaki berjubah itu.
Flora yang mendengar hal itu tersenyum puas karna bisa menyingkirkan benda yang sudah tidak berguna lagi baginya. Saat Flora yang begitu gembiranya laki laki berjubah itu memotong kesenangan Flora.
"Maaf nona! " ucap lelaki berjubah hitam itu.
"Apa lagi? " ucap Flora yang jengkel.
"Saya mendapatkan informasi dari pelayan itu"ucap lelaki berjubah hitam itu.
"Informasi? Informasi apa yang kau dapatkan. Katakan! " ucap Flora.
Laki laki berjubah hitam itu menyampaikan apa yang ia dengar dari pelayannya Flora, mengenai seseorang yang mempunyai kemampuan untuk melihat ingatan orang lain dengan cara menyentuhnya, ia merupakan tangan kanan raja iblis Kyler yang bernama Ivan.Flora yang mendengar hal itu langsung terkejut dan mulai panik, sambil mengigit jari kukunya karna merasa khawatir jika ia bakal ketahuan.
"Maaf jika saya lancang nona. Saya kenal akan seseorang yang mempunyai kemampuan untuk membuat barang barang bagus atau artepak sihir , mungkin diantara barang tersebut terdapat sihir penangkal untuk tidak bisa melihat ingatan bagi pemakainya, jika anda tidak keberatan saya akan memperkenalkannya kepada anda " ucap lelaki berjubah itu.
"Oh benarkah? Apa dia bisa dipercaya dan tidak akan merugikanku nantinya"ucap Flora
"Tentu nona! Saya yang akan menjaminkan bahwa orang itu sangat bisa diandalkan selama anda memberikan apa yang ia inginkan"ucap laki laki berjubah hitam itu.
"Baiklah. Kalau begitu pertemukan aku dengannya, aku akan menunggu dibawah menara jam nanti siang saat pukul 2. Sekarang kau boleh pergi"ucap Flora.
"Saya permisi nona"ucap laki laki berjubah hitam itu yang langsung menghilang.
__ADS_1
"Setelah ini tidak akan ada yang bisa menangkap ku"ucap Flora yang tertawa.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Saat hari mulai siang Flora bersiap untuk keluar bersama pelayannya, namun saat Flora ingin turun dari tangga dan bermaksud untuk keluar ia bertemu dengan ayahnya Duke Floweries atau dikenal dengan Riecaldo Floweries.
"Ah! Ayah! " ucap Flora yang langsung berlari kearah ayahnya dan memeluknya.
"Bagaimana kabar mu sayang?"bertanya."sangat baik ayah seperti yang ayah lihat"ucap Flora sambil tersenyum kepada ayahnya itu.
"Baguslah kalau begitu, tapi Kau mau pergi kemana dengan berpakaian begitu rapi? " tanya ayahnya Flora.
"Ah!
"Flora ingin membeli beberapa permata dan pakaian baru, ayah!"ucap Flora yang bersikap manja kepada ayahnya itu.
"Baiklah. Kau boleh pergi jika membawa seorang pengawal bersamamu, jika tidak ayah gak akan ngizinin"ucap ayah Flora.
Dengan sifat yang dimiliki oleh Duke Riecaldo Floweries, yang begitu mencintai putri satu satunya dari mediang istrinya yang merupakan ibu dari Flora yang telah meninggal dunia saat Flora berusia 3 tahun. Kasih sayang yang Riecaldo berikan kepada putrinya itu begitu besar agar Flora yang tidak memiliki sesosok ibu itu tidak merasakan kekuarangan apapun, sehingga ia memanjakan Flora dan memberikan apapun yang ia inginkan.
Flora yang mendengar perkataan ayahnya untuk membawa seorang pengawal, merasa cemas karna ia tidak ingin ayahnya tau jika ia bukan untuk membeli baju melainkan kesuatu tempat yang tidak boleh diketahui siapapun termasuk ayahnya itu. Namun Flora tidak bisa menolak karna jika ayahnya sudah berkata maka tidak akan ada yang bisa membantahnya termasuk dirinya sendiri.
"Bagus lah kalau begitu, ayah bisa tenang sekarang" mengelus kepala. "Kalau begitu ayah pergi untuk bekerja dulu "ucap ayahnya Flora.
"Ayah jangan terlalu memaksakan diri ya?, Flora tidak ingin melihat ayah sakit"ucap Flora.
"Baiklah"
Begitu Ayahnya pergi, Flora pun pergi menuju kekota Barrow bersama Sir Michael yang menjadi pengawal pribadinya untuk mengawal Flora pergi.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Begitu sampai disebuah toko bukti baju yang cukup terkenal diwilayah Floweries yaitu ESTELLE, Flora dan pelayan masuk kedalam sedangkan Sir Michael menunggu didepan toko butik.
"Selamat datang Nona Flora! Apa ada yang bisa saya bantu? " ucap si penjaga toko yang tersenyum ramah.
"Tolong perlihatkan semua baju yang bagus dan masih terbaru "ucap Flora.
__ADS_1
"Baik nona"
Si penjaga toko lalu memerintahkan semua pegawinya untuk mengeluarkan semua baju yang ada dibutik tersebut. Lalu Flora diarahkan ketempat duduk dan menunggu sambil menikmati secangkir teh.
"Nona apa kita tidak akan pergi kemenara jam?"ucap pelayan yang merupakan kakitangannya Flora.
"Apa kau buta? Sir Michael menunggu didepan butik, bagaimana caranya kita pergi kesana? "ucap Flora yang marah.
"Aa! Benar juga bagaimana jika kau saja yang pegi sendirian dan bilang jika aku tidak bisa datang karna ada yang mengawasi. Lalu bilang saja sama si laki laki itu bahwa dia saja yang memilih benda yang kuinginkan, berapapun yang diminta penjualnya aku gak peduli yang terpenting aku mendapatkan apa yang kuinginkan"ucap Flora.
"Baiklah nona!"
"Dan satu lagi belikan sebuah kue apa saja sebagai alasan"
Pelayan itu memganggukan kepalanya lalu ia pun pergi keluar butik, Sir Michael yang melihat pelayan milik nonanya pergi merasa heran, lalu ia pun masuk kedalam toko mencoba bertanya kepada Flora.
"Nona! Maaf. Pergi kemana pelayan anda meninggalkan anda sendirian disini? "ucap Sir Michael.
"Saya meminta Daisy untuk membelikan kue pie yang terkenal enak dikota ini, karna saya penasaran akan rasanya saya memintanya untuk segera ke toko kue itu. Desi bilang bahwa toko kue itu sangat banyak peminatnya kalau tidak segera pesan mungkin akan kehabisan, makanya saya meminta dia pergi duluan"ucap Flora yang tersenyum pada Sir Michael.
"Baiklah nona"
πΊπΊπΊπΊπΊ
Begitu Flora selesai memilih beberapa pakaian saja ia langsung keluar dari toko dan kebetulan pelayannya juga baru sampai dengan membawa sebuah kota kue, lalu mereka pun kembali pulang kekediaman Duke Floweries.
Didalam kereta kuda
"Ini dia nona! "Memberi.
Flora mengambil benda yang diberikan oleh pelayannya itu dan benda tersebut adalah.....
Bersambung.
...Terus dukung Redblack...
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
__ADS_1
...Agar redblack terus semangat...
...Salam cinta dari redblack....