Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 68 Makan malam


__ADS_3


Begitu Clara menghabiskan waktunya diruang kerja Oliver, tak terasa hari sudah mulai sore.


Didepan pintu


"Baiklah Oliver! Aku pulang dulu"ucap Clara.


"Perlukah aku mengantarmu Clara? " tanya Oliver.


Clara yang terkejut akan perkataan Oliver membuatnya merasa sedikit mengharapkan akan hal itu, namun ia menyadari bahwa ia tidak boleh egois ataupun serakah terhdap Oliver. Karna melihat begitu banyak dokumen yang ada diatas meja kerja yang tidak tersentuh sama sekali karna melayaninya sampai sore hari.


"Tidak perlu Oliver, aku akan pulang sendiri. Bukankah kau masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan? Jadi aku tidak ingin merepotkan mu lagi "ucap Clara yang tersenyum.


Oliver hanya menatap Clara,"Tidak masalah. Lagian aku bisa melanjutkannya esok, hari ini aku ingin mehabiskan waktu bersama tunangan ku. Tidak masalah kan? Atau kau tidak menyukainya? " tanya Oliver.


"Apa! "Kaget. "Tentu saja aku suka, kalau kau sendiri tidak masalah mengantarku baiklah aku mau diantar sampai kerumah"ucap Clara.


"Kalau begitu ayo! "Mengulurkan tangan. Clara lalu mengengam tangannya Oliver dan mereka pun pergi dengan bergandengan tangan selama perjalanan.


🌺🌺🌺🌺🌺


Begitu mereka sampai dirumah Clara, Dari arah belakang, Charlotte dan Evans yang baru pulang dari pasar, melihat Oliver yang bersama dengan putri mereka.


"Oliver! "Panggil Charlotte.


"Mm"menoleh kebelakang. "Oh! Paman! Bibi! Habis dari mana? " tanya Oliver.


"Ini habis dari pasar membeli beberapa sayuran segar, roti dan buah buahan. " ucap Charlotte.


"Kamu sendiri habis dari mana? " tanya Evans.


"Saya habis dari kantor paman, karna Clara menghabiskan waktu bersama saya disana, jadi saya mengantar Clara sampai kerumah, "ucap Oliver.


Clara hanya diam sambil menyembunyikan wajahnya yang malu dan memerah seperti buah tomat itu. Evans dan Charlotte hanya tersenyum melihat putrinya yang begitu kelihatan senang yamg terukir diwajahnya.


"Baiklah, karna kamu sudah ada disini, bagaimana jika mampir dan makan malam dulu sebelum pulang, "tawar Charlotte pada Oliver.


"Tidak perlu bi! Oliver tidak ingin merepotkam bibi dan juga paman, "ucap Oliver.


"Ya ampun kamu ini, tentu saja tidak merepotkan bibi. Lagiankan kamu juga akan menjadi menantu kami jadi gak perlu sungkan,"ucap Charlotte.

__ADS_1


"Benar sekali, karna itu ayo makan malam dulu setelah itu baru paman izinkan kamu pulang"ucap Evans yang merangkul Oliver.


"Baiklah, jika paman dan bibi memaksa, Oliver akan makan malam disini"ucap Oliver yang menerima tawaran dari kedua orang tuanya Clara.


"Kan bagus kalau begitu, bibi senang mendengarnya"tersenyum. "Ayo masuk Clara! Bantu ibu masak ya! " ucap Charlotte mengajak.


"Baik bu"ucap Clara yang membawa belanjaan masuk kedalam rumah.


"Ayo kita masuk "ajak Evans.


"Baik paman! "


Oliver dan Evans masuk kedalam rumah. Saat Clara dan Charlotte sedang menyiapkan makan malam, Oliver dan Evans duduk dan mengobrol diruang tamu.


"Sudah tidak terasa jika kamu sudah berumur 25 sekarang. Waktu memang cepat berlalu"ucap Evans yang memulai pembicaraan.


"Paman benar, saya juga merasakan jika waktu sangat cepat berlalu"ucap Oliver yang mencoba berbasa basi dengan Evans.


"Kalau begitu waktu untuk kalian untuk menikah sudah tidak lama lagi, kapan kamu akan melamar Clara? " tanya Evans dengan ekspresi serius.


Oliver yang sedikit terkejut akan pertanyaan dari ayahnya Clara membuatnya sedikit ragu, namun Oliver mencoba untuk tidak tegang dan tetap tenang.


"Ulang tahun Clara pada musim semi berikutnya, di hari peringatan dewi hutan yang digelar pada musim gugur, saya akan melamar Clara saat itu paman. Jadi paman tidak perlu khawatir "ucap Oliver.


"Itu tidak akan terjadi paman, karna hanya ada Clara didalam hati saya. Walau pun masih banyak wanita yang ada didesa agelios, namun hanya Clara yang benar benar saya cintai"ucap Oliver yang membangakan dirinya.


"Paman mempercayai akan ketulusanmu, tapi apa benar kau tidak memiliki perasaan apapun terhadap dewi hutan yang baru? " tanya Evans yang masih ragu.


"Saya tidak tau kenapa paman sampai berfikir seperti, tapi saya akan mengatakan bahwa saya tidak memiliki perasaan apapun terhadap dewi hutan. Saya hanya melakukan tugas saya sebagai kepala desa saja, dan hanya menjaga sopan satun terhadap dewi demi desa. Selain itu saya tidak memikirkan hal lain selain desa agelios, "ucap Oliver.


"Begitu ya, baiklah. Maaf paman sempat ragu pada mu Oliver, tapi paman hanya ingin memastikan jika kamu tidak sedang mempermaikan perasaan Clara. Karna itu paman mencoba mengujimu akan pertanyaan barusan, paman harap kamu tidak tersinggung "ucap Evans.


"Tidak paman, paman tidak perlu minta maaf. Karna saya tau jika paman begitu menyayangi Clara dan ingin Clara bahagia, jadi saya mengerti akan kecemasan orang tua kepada anaknya. Jadi perkataan paman barusan saya tidak menganggapnya serius dan hanya sebagai pertanyaan untuk menguji kesabaran saya dalam mengambil hati paman "ucap Oliver yang tersenyum.


"Baiklah baliklah. Paman akui kamu memang hebat dalam mengambil hati seseorang, jadi kali ini paman senang sekali"ucap Evans.


🌺🌺🌺🌺🌺


Disini lain, Clara yang ada didapur sedang membantu ibunya memasak makan malam.


"Clara! Ibu ingin tanya sesuatu? " tanya Charlotte yang sedikit ragu.

__ADS_1


"Silahkan. Clara akan menjawab apapun pertanyaan dari ibu"ucap Clara.


"Sayang, apa kamu pernah merasa tidak senang, atau tidak suka setiap melihat Oliver begitu dekat dengan dewi hutan? " tanya Charlotte.


Clara sedikit terkejut akan pertanyaan yang diajukan oleh ibunya itu, walau pertanyaan sekedar mengetahui akan kondisi putrinya, tapi Clara tidak bisa mengatakan sejujurnya pada ibunya itu jika memang ia pernah merasa tidak tenang jika Oliver bergitu dekat dengan perempuan setelah dirinya.


"Setiap perempuan yang melihat kekasihnya lebih dekat dengan orang lain pasti mereka akan cemburu. Tapi Clara tidak,karna Clara tau jika Oliver hanya melakukan kewajibannya sebagai kepala desa."menjelaskan.


"Karna itulah Clara tidak terlalu memikirkannya, sebab sepasang kekasih harus saling mempercayai satu sama lainnya agar sebuah hubungan tidak retak. Jika Clara tidak percaya pada pasangan Clara sendiri, kedepannya pasti Clara akan terus curiga dan gelisah setiap Oliver dekat dengan orang lain. "Menjelaskan.


"Jadi ibu gak perlu khawatir, Clara akan terus mempercayai Oliver seperti ibu yang mempercayai ayah"ucap Clara yang tersenyum.


"Baiklah, ibu mengerti sekarang." Charlotte mengelus kepala Clara.


".. (Sepertinya aku terlalu mengkhawatirkan Clara, dia sudah besar sekarang dan tau apa yang benar dan apa yang salah. Aku yakin dia sudah bisa memutuskan dan memikirkan hal yang bijak kedepannya, jadi sekarang aku tidak perlu lagi merasa cemas lagi. Karna aku yakin Clara tidak akan berbuat hal yang merugikannya hanya karna hal seperti rasa cemburu yang tidak penting itu) "ucap Charlotte dalam hati.


Setelah beberapa saat kemudian, makan malam pun selesai dimasak.


"Clara panggil ayahmu dan Oliver kemari! "Ucap Charlotte yang sambil meletakkan makanan diatas meja.


"Baik bu! " ucap Clara yang langsung pergi keruang tamu untuk menjemput ayahnya dan Oliver.


*


*


*


Sesampainya diruang tamu.


"Ayah, Oliver, ayo! Makanannya sudah selesai dimasak"ucap Clara.


"Ayo Oliver kita pergi makan sekarang! " ajak Evans.


"Baik paman! "


Clara, Evans dan Oliver pun pergi keruang makan.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack....



__ADS_2