
Setelah kejadian percobaan pembunuhan terhadap sang Dewi Lisia yang terjadi dikuil dewi hutan .Upacara doa yang dilakukan untuk kesembuhan dewi di hentikan dan di lanjutkan keesokan harinya.Semua orang pun pulang kerumah mereka masing masing sambil menyebarkan gosib, bahwa ada orang yang mencoba membunuh dewi mereka dan yang mulia Adelio sedang mencari pelakunya saat ini.
Flora yang gagal dan hampir ketahuan bahwa dirinya yang mencoba membunuh Dewi Hutan, mencoba untuk tidak melakukan apapun lagi sampai suarana reda.
Lalu didalam kereta kuda, Flora yang kembali kekediaman Duke Floweries saat ini sedang gelisah dan juga khawatir.
".. (Sial! Kalau pelayan itu membuka mulutnya maka aku akan ketahuan.Aku harus mengirim seseorang untuk membungkam mulutnya atau sekalian ku bunuh saja pelayan itu secepatnya)"ucap Flora yang mengerutu.
Disisi lain dikuil Dewi, Adelio dan Ezra yang berada dipenjara Desa Agelios sedang mengintrogasi Pelayannya Flora.
"Siapa namamu? " tanya Adelio pada pelayan didepannya itu yang sedang diikat disebuah kursi.
"Nama saya Lilis yang mulia"jawab pelayan itu.
"Lilis! Kenapa kau ingin membunuh Dewi Lisia? Apa alasanmu sampai melakukan ini semua?"tanya Adelio kembali.
"Untuk apa bertanya pada dia"menatap tajam. "Bukankah kita bisa langsung melihat ingatannya itu, dari pada buang buang waktu seperti ini"ucap Ezra yang begis memandangi Lilis.
"Memang akan mudah jika kita melakukan hal itu,tapi Ivan memerlukan waktu sampai 2 hari lagi untuk bisa mengunakan kekuatannya. Kyler bilang pada ku bahwa Ivan sudah menggunakan terlalu banyak kekuatannya saat kalian melihat ingatan pembunuh bayaran waktu itu" ucap Adelio.
Ezra yang kesal hanya bisa diam sambil bersecit"Cih. Menyebalkan "
Lilis yang mendengar percakapan mereka mulai panik dan takut,karna jika mereka melihat ingatanya dan tahu akan kebenarnya maka keluaganya akan dibunuh. Lilis tidak bisa membiarkan hal itu, dan mencoba tetap diam untuk sementara waktu karna ia yakin jika majikannya akan datang menolongnya.
Lalu saat Adelio kembali menanyakan pada pelayan itu, Lilis tidak menjawab apapun dan hanya tetap diam. Ezra yang kesal memukul dinding penjara dan membuat Lilis ketakutan.
Brukk
"Katakan yang sebenarnya jika kau tidak ingin mati disini"ucap Ezra yang meneriaki Lilis.
Lilis yang gemeteran ketakutan langsung menjawab pertanyaannya Ezra. "Saya Membenci Dewi Hutan" ucapnya yang berteriak.
__ADS_1
Adelio dan Ezra yang mendengarkan perkataan Lilis kaget dan mulai kesal.
"Bukankah kalian belum pernah bertemu sebelumnya.Kenapa kau bisa membenci Dewi Lisia? " tanya Adelio.
Lilis lalu menjelaskan bahwa ia tidak membenci Lisia melainkan Dewi Hutan sebelumnya yaitu Diana. Karna saat Lilis meminta bantuan Diana untuk memulihan ladangnya yang rusak akibat hama, Diana menolak dan mengatakan jika ia tidak bisa melakukan hal itu.
Sejak itu keluaganya Lilis mengalami kerugian besar dan tidak ada yang mau melakukan transaksi lagi dengan keluarga mereka. Lalu mereka pun jatuh miskin, menderita dan juga kelaparan, karna tidak ada yang membantu mereka.
Hal itulah yang membuat Lilis membenci Dewi Hutan yang katanya memiliki sifat baik dan akan menolong orang orang yang meminta bantuan darinya, karna ia merupakan Dewi Pelindung alam.
Lilis ingin membunuh Dewi Lisia yang merupakan utusan Dewi sebelumnya, karna ia ingin membalaskan dendamnya kepada Dewi Diana yang telah membuat keluaganya menderita. Jika ia berhasil membunuh Dewi baru itu maka Dewi sebelumnya akan kembali dengan perasaan bersalah dan itulah yang diharapkan oleh Lilis.
"Kalau begitu . Apa kau yang telah mengirimkan pembunuh bayaran untuk membunuh ku dan menuduh Dewi Lisia sebagai pelakunya saat pesta dansa waktu itu? " tanya Adelio.
"Benar yang mulia. Sayalah yang telah mengirimnya "jawab Lilis.
Adelio dan Ezra yang mendengar perkataan Lilis kaget dan mulai marah karna alasan yang tidak masuk akal bagi mereka.
Ketika Ezra ingin menyerang pelayan itu Adelio menghentikannya. "Hentikan Ezra, jika kau membunuhnya maka kita tidak tau apa yang dikatakanya benar atau tidak"
"Lalu apa yang harus dilakukan sekarang? " tanya Ezra yang marah sambil memasukan pedangnya kedalam sarung.
"Kita hanya bisa menunggu Sampai Ivan bisa menggunakan kekuatannya kembali, setelah itu kita lihat ingatannya" ucap Adelio.
Setelah itu Adelio dan Ezra meninggalkan Lilis didalam penjara dan pergi ketempat Lisia berada. Lalu Lilis yang hanya diam mencoba mencari cara untuk bisa memberi tahukan kepada Majikannya Flora tentang informasi yang ia dapat.
".. (Aku harus memberi tahukan Lady Flora tentang kemampuan melihat ingatannya itu)"ucap Lilis dalam hatinya.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Disisi lain Adelio dan Ezra menemui Lisia dikamarnya dimana ada Nevan, Oliver dan Kyler.
__ADS_1
"Bagaiman hasilnya. Apa pelayan itu mau mengaku siapa yang telah menyuruhnya? " tanya Lisia begitu Adelio dan Ezra sampai.
"Masih belum, ia masih tetap menutup mulutnya"ucap Adelio yang mengelengakan kepalanya.
"Mungkin ia telah diancam untuk tidak membocorkan siapa yang telah memyuruhnya"ucap Kyler.
"Sebenarnya aku sudah memiliki sebuah dugaan siapa yang menyuruh pelayan itu untuk meracuni Lisia. "ucap Adelio.
"Apa? Kau mengetahuinya tapi membiarkan si pelaku yang asli melarikan diri! "Marah. "Kalau begitu siapa orang yang telah menyuruh pelayan itu untuk meracuni Lisia? " tanya Oliver.
"Lady Flora! Ia merupakan majikannya pelayan itu, tapi aku tidak memiliki bukti kuat untuk menangkapnya. Karna keluarga Duke Floweries merupakan keluarga bangsawan yang banyak berjasa dalam membangun Kekaisaran Dacania"ucap Adelio.
".. (Benar. Dinovel yang ku baca kalau keluarga Duke Floweries merupakan keluarga pahlawan yang sering membantu Adelio dalam peperangan melawan Kerajaan Glorantha, dan juga tercatat dalam sejarah kerajaan. Karna itu Adelio tidak bisa menangkap Putri dari Keluarga Duke Floweries tanpa sebuah bukti yang kuat)"ucap Lisia dalam hati yang mengingat jalan ceritanya.
"Kalau gitu kita gunakan kemampuan Ivan untuk melihat ingatan Lady siapalah itu"ucap Kyler yang jengkel.
"Memang benar, tapi kita tidak bisa terang terangan datang kekediaman Duke Floweries dan meminta pada Lady Flora untuk melihat ingatannya. Kalau kita melakukannya maka apa yang akan dipikirkan oleh duke nanti jika kita secara terang terangan menuduh putrinya sebagai pelaku pembunuhan tanpa bukti apapun"ucap Lisia.
"Yang dikatakan Lisia benar. Jika kita pegi tanpa bukti maka akan ada kegaduhan yang akan terjadi Dikerajaan Magixion. Karna itu untuk sekarang kita harus mendapatkan bukti terlebih dahulu dari pelayan itu"ucap Adelio.
Setelah semuanya sepakat akan pendapatnya Adelio, mereka pun hanya bisa menunggu dua hari lagi untuk bisa mendapatkan bukti dari pelayan itu.
Bersambung.
...Terus dukung Redblack...
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
...Agar redblack terus semangat...
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1