
Chapter sebelumnya
"nak! Kalau boleh tau siapa namamu? " tanya Riecaldo.
"Daisy namaku Daisy"ucapnya yang malu.
"Daisy ya? Kalau begitu Daisy maukah kau tinggal disini dan menjadi teman putri ku?"ucap Riecaldo.
"Apa? "Terkejut.
Daisy merasa bingung karna dirinya mendapatkan sebuah tawaran yang begitu tiba tiba dari seseorang yang baru ia kenal. Terlebih ia diminta untuk tinggal disebuah keluarga bangsawan yang dikenal sebagai keluarga pahlawan yang tak mungkin orang tidak mengetahuinya, apa lagi Daisy yang merupakan rakyat dari ibukota Kerajaan Magixion.
"Apa kau tidak mau jadi temanku. Kak? " tanya Flora dengan ekspresi sedih.
"Nak! Jika kau ingin kembali kerumahmu maka kami akan memulangkanmu kesana, karna kami juga tidak bisa memaksa jika kau tidak ingin tinggal disini"ucap Riecaldo yang melihat ekspresi sedikit bingung.
"Apa kak Daisy akan pulang Ayah? Kalau begitu Flora akan sendirian lagi dong"ucap Flora yang cemberut.
"Flora! "berlutut " Sayang! Daisy juga mempunyai keluarga yang mungkin masih ada dirumahmya, tidak mungkin kita memaksanya tinggal disini dan meninggalkan orang tuanya sendirian disana"
"Tapi bukan kah ayahnya telah menerima uang yang telah ayah berikan padanya dan tidak memperdulikan kak Daisy saat kita membawanya. Jadi kak Daisy bisa disini dan menjadi teman ku"
"Apa!? Apa maksudnya ayah ku menerima uang dari kalian? " ucap Daisy yang terkejut.
Riecaldo yang sedikit panik karna Daisy mungkin tidak mengetahui bahwa ayahnya telah menjual dirinya dengan menerima uang dari Riecaldo. Karna ekspresi Daisy yang begitu ingin mengetahui hal yang ingin dia dengar, akhirnya Riecaldo mengatakan apa yang terjadi sebelumnya mereka membawa Daisy kekediaman Floweries.
Setelah Daisy mendengar akan penjelasan Riecaldo, Daisy pun menangis dan merasa kecewa.
"Saya tidak menyangka ayah telah membuang saya "ucap Daisy yang menangis.
"Nak! "Riecaldo merasa bersalah. "kakak jangan menagis kalau kakak menangis Flora juga akan ikut menangis"ucap Flora yang matanya sudah berkaca kaca.
Daisy yang melihat Flora menangis untuk orang yang baru pertama kali ia kenal membuat Daisy ingin melindungi gadis yang usianya masih dibawah dirinya. Lalu ia pun bertekat ingin melindungi senyum manis yang Flora tunjukan pada dirinya dan juga ingin menghargai permintaan Flora yang mau menjadi temannya.
"Ano.. Apa penawaran yang anda berikan pada saya untuk tinggal disini masih berlaku? " tanya Daisy yang ragu ragu.
"Jika kau memang ingin tinggal disini, maka tentu saja penawarannya masih berlaku. Kau bisa mejadi teman putriku, atau sekalian saja aku akan mengangkatmu sebagai putri keluarga Duke dan menjadi kakak dari putri"ucap Riecaldo.
"Tidak! saya menolaknya. Saya berterimakasih atas penawaran untuk menjadi putri anda tapi saya tidak menginginkan hal itu. Saya lebih ingin menjadi pelayan nona Flora saja yang selalu ada disampingnya, saya ingin menjaga nona kapan pun dan dimanapun. Itu sudah cukup untuk saya sendiri "ucap Daisy yang memandangi arah Flora.
__ADS_1
Riecaldo yang mendengar perkataan Daisy cukup terkejut , karna anak yang masih berusia 10 tahun itu tidak memiliki keserakahan dan sangat mengenal dirinya sendiri. Akhirnya Riecaldo menghargai akan keputusan yang diambil oleh Daisy dan meminta Daisy agar selalu melindungi Flora yang tak bisa ia awasi setiap saat.
"Kak Daisy tidak mau jadi teman ku?" ucap Flora yang cemberut.
"Tentu saja saya mau. Tapi saya lebih ingin melayani anda sebagai majikan saya, karna itu tolong gunakan saya sesuka hati anda. Saya akan selalu bersama anda kapan pun"ucap Daisy yang tersenyum.
"Jadi Kakak akan selalu bermain dengan Flora kan? " tanya Flora dengan ekspresi berharap.
"Tentu"tersenyum.
Flora yang mendengar perkataan Daisy pun senang dan langsung memiliki Daisy begitu erat.
"Kakak harus janji ya gak akan ninggalin Flora"ucapnya yang senang.
"Baiklah.Saya berjanji nona Flora" ucap Daisy.
Flashback 14 tahun selesai
πΊπΊπΊπΊπΊ
Begitu Flora sampai dikekediaman Floweries setelah pulang dari Kuil Dewi Hutan, Saat turun dari kereta kuda, Daisy telah menunggu akan kedatangan Flora didepan kediaman Floweries.
"Selamat datang nona Flora! " ucap Daisy yang tersenyum.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Disisi lain Didesa Agelios, Adelio yang baru pulang dari pemakaman pelayannya Flora kembali Kekuil Dewi Hutan untuk bertemu Lisia.
Diruang doa
"Lisia!"ucap Adelio yang memanggil Lisia yang sedang berdoa.
"Ah!"berbalik. "Adelio! Bagaimana acara pemakamannya? karna saya masih dalam keadaan pura pura sakit jadi saya tidak bisa datang kesana"ucap Flora.
"Suasana cukup suram, keluarga pelayan itu sangat sedih akan kehilangan putri mereka satu satunya"ucap Adelio merasa bersalah.
"Begitu ya "
"Lisia! "Memanggil. "Saya tidak apa apa. Anda tidak perlu khawatir atas apa yang menimpa saya, walau ini sedikit mengkhawatirkan bagi kalian semua, tapi saya masih bisa bertahan. Untuk kejadian yang lalu biarlah berlalu, karna saya sekarang sudah selamat bukan? " ucap Lisia.
__ADS_1
"Benar. Maaf kan saya Lisia"ucap Adelio.
Lisia menggelengkan kepalanya "anda tidak perlu minta maaf"ucap Lisia sambil tersenyum.
"Oh ya Adelio! Bukankah anda sudah harus kembali keistana sekarang? Anda sudah terlalu lama didesa ini"ucap Lisia.
"Apa anda mengusir saya Lisia "ucap Adelio dengan wajahnya memelas.
"Apa!? "Keget. "Tentu saja tidak. Saya tidak mengusir anda kok, hanya saja saya sedikit kasihan karna anjudan anda yang mengerjakan semua urusan kerajaan. Bukankah anda terlalu memaksakannya bekerja"ucap Lisia.
Setelah mendengar perkataan Lisia, Adelio juga merasa bersalah kepada Ian yang mengantikannya selama ia tidak ada diistana. Lalu Adelio menyetujui apa yang dikatakan oleh Lisia dan akan memberikan libur pada Ian yang telah berkerja keras tersebut.
"Baiklah. Mungkin memang benar saya harus kembali, jika tidak mungkin saya akan kehilangan seorang yang berbaka jika saya lebih lama lagi disini. Esok pagi pagi sekali saya akan kembali keistana "ucap Adelio.
"Bagus lah. Saya juga sudah mengatakan hal yang sama kepada Kyler dan juga Ezra, mereka juga akan kembali esok pagi"ucap Lisia yang tersenyum.
".. (Apa! Jadi bukan hanya aku sendiri yang akan kembali. Baguslah, kalau begitu yang lainnya tidak akan ada waktu bersama Lisia)"ucap Adelio yang senang.
"... (Tapi masih ada 2 orang yang akan bersama Lisia, sial! Apa tidak ada cara agar Lisia bisa bersamaku setiap saat)"ucap Adelio yang berfikir.
"Adelio! "Memanggil "Ah! Ya Lisia! "Kaget.
"Anda sedang memikirkan apa sampai serius begitu?"penasaran. "Bukan apa apa. Lisia! Saya hanya memikirkan tentang hal apa yang harus saya berikan kepada Ian sebagai hadia atas kerja kerasnya"ucap Adelio yang beralasan.
"Bagaimana jika Ian diberi Liburan saja, pasti ia akan senang"ucap Lisia.
"Seperti bukan ide yang buruk"ucap Adelio yang tersenyum kembali.
Diistana Kerajaan Magixion
"Hacih! "Bersin. "Rasanya aku memiliki Firasat, tapi tidak tau ini Firasat baik atau buruk. Semoga saja baik"ucap Ian yang masih mengerjakan dokumen kerajaan.
Bersambung.
...Terus dukung Redblack...
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
...Agar redblack terus semangat...
__ADS_1
...Salam cinta dari redblack....