
Setelah hari sudah semakin sore dan malam pun akan segera datang, Lisia mengajak Adelio untuk pergi ketepi danau pelangi. Begitu sampai Lisia melihat Oliver, Ezra, Kyler dan Nevan sudah ada ditepi danau pelangi.Oliver, Ezra dan Kyler memasang ekspresi kesal karna Lisia datang bersama Adelio. Sedangkan Nevan hanya diam tanpa ekspresi apapun.
"Syukurlah yang kalian semua datang"ucap Lisia yang tersenyum.
"Tentu saja, tidak mungkin saya tidak datang" tersenyum. ".. (Kukira hanya aku sendiri yang akan ada disini bersama Lisia tapi gak kusangka yang lainnya juga pada datang. Sial!) "ucap Oliver dalam hatinya kesal.
"Bagaimana mungkin saya mengabaikan permintaan anda Lisia "tersenyum. ".. (Kenapa mereka ada disini sih, menyebalkan) "ucap Ezra yang jengkel.
"Karna Lisia sudah meminta saya datang kesini, tentu saya harus datang"tersenyum. ".. (Cih! Kenapa bocah ini ada disini sih) "ucap Kyler yang kesal.
".. (Kukira aku dan Lisia akan ketepi danau berdua saja gak nyangka Lisia mengundang yang lainnya) "ucap adelio yang tidak suka.
Oliver,Adelio, Ezra dam Kyler menatap satu sama lain dengan perasaan tidak sukanya, lalu Lisia yang sedikit terbebani pergi meninggalkan keempat karakter prianya dan berjalan mendekati kearah Nevan.
"Apa semua yang saya minta sudah bawa semua?"ucap Lisia.
"Tentu Dewi! Saya membawa semua yang anda minta"ucap Nevan yang menunjukan semuanya.
Oliver, Adelio, Ezra dan Kyler yang tadinya saling berperang saraf satu sama lainnya kembali sadar saat Lisia berduaan dengan Nevan. Mereka langsung mengahampiri Lisia dan memisahkan Lisia dengan Nevan.
"Lisia! " ucap serentak Oliver, Adelio, Ezra dan Kyler yang langsung mengerumuni Lisia.
Kyler dan Ezra menatap tajam kearah Nevan dan membuat Nevan terkejut.
"Lisia kenapa anda meminta kami datang kesini? " tanya Adelio.
"Saya mengumpulkan kalian semua disini untuk macing ikan bersama"Tersenyum. "Saya juga sudah meminta Nevan untuk membawa semua alat pancing kemari"ucap Lisia yang melihat kearah belakang Nevan.
"Mancing ikan? " ucap Adelio yang bingung begitu juga dengan yang lainnya.
"Benar. Karna Adelio, Ezra dan Kyler akan kembali, bukankah kita harus membuat suatu pesta sebelum kalian pergi. Ini bukan salam perpisahan kok cuma untuk bersenang saja,hasi yang didapat bisa kita nikmati bersama.Bagaimana ? " ucap Lisia yang begitu antusianya.
"Bukan ide yang buruk"ucap Ezra.
"Benar. Sesekali kita harus melepaskan beban masalah yang kita pikirkan "ucap Oliver.
__ADS_1
"Saya setuju "ucap Adelio.
"Saya juga setuju akan usulannya Lisia"ucap Kyler.
"Baguslah"tersenyum. "Kalau begitu mari kita memacing bersama"ucap Lisia yang bersemangat.
Ezra, Kyler dan Nevan mengambil Pancing mereka masing masing sambil duduk ditepi danau, Oliver dan Adelio mengambil pemanggang daging dan membawa beberapa makanan tambahan seperti sayuran, daging , buah buahan dan minum segar. Sambil menunggu ikan memakan umpan mereka, Lisia dan Nevan membantu membentangkan sebuah kain untuk mereka duduk dibawah pohon.
Oliver dan Adelio memanaskan pemanggang dan membakar daging dan beberapa sayuran menjadi makanan tusukan.Ezra dan Kyler tetap menunggu pancingan mereka jika ada yang memakan umpannya.
2 jam kemudian
"Kenapa ikan ikannya tidak memakan umpannya? Menyebalkan"ucap Kyler yang jengkel.
"Jika anda terus bicara nanti ikannya pada lari karna mendengar suara anda yang berisik"ucap Lisia yang menata piring dan gelas diatas kain.
"Baiklah kalau begitu... "Mengangkat tangan.
Kyler bermaksud menggunakan kekuatan sihirnya untuk menangkap ikan, namun hal itu dihentikan oleh Lisia yang melihat Kyler menggunakan cara curang.
Kyler yang mendengar perkataan Lisia barusan langsung tidak jadi menggunakan kekuatan sihirnya dan diam menunggu sambil fokus melihat alat pancing yang ia pegang. Lisia yang melihat Kyler yang begitu seriusnya hanya tersenyum dan tertawa kecil, Nevan yang hanya menatap Lisia didepannya juga ikut tersenyum.
Tak lama beberapa saat tali pancing Kyler bergerak seperti sesuatu yang mencoba melepaskan diri, lalu Kyler langsung menarik pancingnya dan mendapat seekor ikan yang lumayan besar. Lisia yang melihat hasil yang didapat Kyler langsung menghampirinya.
"Bagaimana rasanya? Lebih menyenangkan bukan mendapatkan ikan dengan menunggu dan bersabar"ucap Kyler.
"Iya sangat menyenangkan"ucap Kyler yang tersenyum.
Ezra yang melihat Lisia yang memuji Kyler merasa tidak ingin kalah juga, lalu ia pun yang sempat ingin mengunakan kekuatan sihir untuk mendapatkan ikan seperti Kyler akhirnya tidak jadi dan malahan tetap fokus sambil menunggu umpannya dimakan. Kesabaran yang Ezra lakukan membuahkan hasil tak berlangsung lama umpannya pun dimakan, saat Ezra menarik pancingannya ikan yang besar pun berhasil diangkat.
Dengan segera Ezra langsung menunjukan hasil yang ia dapatkan kepada Lisia.
"Lisia lihatlah! " ucap Ezra yang memperlihatkan ikan yang ia dapatkan.
"Wah! Besar sekali seperti inu sudah cukup. Bagaimana sekarang kita bersihkan dulu ikannya lalu kita bakar"ucap Lisia yang bersemangat.
__ADS_1
Saat Lisia pergi menuju ketempat Oliver dan Adelio yang sibuk membakar makan lainnya Ezra dan Kyler membersihkan ikat yang mereka dapatkan ditepi danau dengan menghilangkan sisik ikan dan membuang isi dalam perut ikan. Saat mereka berdua sibuk membersihkan Ezra melihat Ikan hasil tangkapan Kyler dan tersenyum puas.
"Ikan milikku lebih besar dari pada punya mu"ucap Ezra dengan nada sombongnya.
Kyler yang mendengar hal tersebut kesal dan membalas perkataan Ezra dengan nada sombong . "Tapi yang berhasil menangkap ikan terlebih dahulu adalah aku"
Akhirnya Ezra dan Kyler menatap tajam satu sama lainnya. Lisia yang merasa jika Ezra dan Kyler sudah telalu lama membersihkan ikannya langsung berteriak memanggil mereka.
"Hey kalian berdua! Apa masih lama? "
Ezra dan Kyler yang mendengar teriakan Lisia bergegas membersihkan ikannya dan langsung pergi menuju ketempat pemanggangan.
"Kenapa lama sekali sih? " ucap Lisia.
"Maaf Lisia, karna ikannya besar jadi agak sedikit sulit"ucap Ezra yang memberikan Ikannya kepada Oliver.
"Kalian membuat Lisia kelaparan "ucap Adelio yang mengambil ikan yang diberikan oleh Kyler.
"Benarkah! Maaf Lisia sudah membuatmu menunggu lama"ucap Kyler.
Lisia yang mendengar perkataan Adelio langsung membuat wajahnya memerah karna merasa malu. "Saya belum lapar sama sekali"ucap Lisia yang menyangkal dan berteriak pada Adelio.
Kruyukkk
Suara perut Lisia berbunyi dan membuat yang lainya terdiam dan tertawa setelahnya. Lisia yang juga mendengar suara perutnya yang berlawanan dengan apa yang ia katakan barusan membuat Lisia merasa malu dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Nevan yang masih dibawah pohon hanya bisa melihat Lisia yang tertawa bersama yang lainnya. Nevan tidak ikut bergabung karna merasa bahwa dirinya tidak pantas berada bersama yang lainnya.
...Terus dukung Redblack...
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
...Agar redblack terus semangat...
...Salam cinta dari redblack. ...
__ADS_1