
Keesokan paginya
Didepan pintu rumah Nevan, Elis yang menangis sedang menahan Lisia untuk tidak pergi.
"Apa kak Lisia akan pergi? "ucap Elis dengan ekspresi sedih.
Lisia merasa tidak enak hati melihat Elis menangis.
"Elis! Dewi sedang banyak kegiatan dikuil, karna itu dewi harus kembali sekarang! "ucap Nevan yang mencoba membujuk adik perempuan itu.
"Tidak mau! Elis ingin kak Lisia tetap disini.Kak Lisia gak boleh pergi, Huaaa"ucap Elis yang menangis sambil memeluk Lisia.
Nevan yang tidak bisa berbuat apapun hanya bisa diam melihat adiknya itu, karna kasih sayang yang sangatlah besar sampai Nevan tidak bisa memarahi adik perempuannya itu. Lalu Lisia yang melihat Elis yang menangis tersedu sedu tersebut mencoba membuat Elis mengerti.
Berlutut. "Elis sayang! Coba lihat kak Lisia sebentar? " ucap Lisia yang memegang wajah Elis.
"Masa anak cantik nangis seperti ini sih? Nanti cantiknya hilang lo"ucap Lisia.
"Elis gak peduli, yang penting kak Lisia gak boleh pergi. Huaaa"ucap Elis yang menangis kembali.
"... (Apa yang harus kukatakan pada Elis agar dia tenang ya? ) "ucap Lisia dalam hati yang bingung.
Nox yang tidak bisa tinggal diam melihat adik perempuanya itu mencoba berjalan kearah Elis.
"Elis!" memegang pundak. "Biarkan kak Lisia pergi, Lis! Kak Lisia harus segera kembali kekuil sekarang, "ucap Nox.
"Tidak mau, "ucap Elis yang membentak Nox.
Elis kembali menangis dan membuat Nevan dan Lisia kebingungan karna tidak tau harus berbuat apa.
"Jika kau terus seperti ini dan membuat kak Lisia merasa bersalah, mungkin saja kak Lisia tidak akan mau datang lagi kesini , "ucap Nox yang berbisik ketelinga Elis dan membuatnya kaget.
"Karna itu berhenti menangis dan jangan membuat kak Lisia semakin gelisah, "ucap Nox yang berbisik.
Setelah mendengar perkataan kakak laki lakinya itu, Elis langsung berhenti menangis dan terdiam sambil menyeka air matanya.
"Kak Lisia! "Panggil Elis. "Iya?! "Lisia yang kaget.
"Kakak boleh pergi sekarang! Elis gak apa apa kok"ucap Elis yang ekspresi masih murung.
Lisia yang sempat bingung akan perubahan sikap Elis yang begitu mendadak membuatnya heran dan bertanya tanya sambil melihat kearah Nox. Nox yang menyadari Lisia melihatnya membalas dengan tersenyum pada Lisia. Begitu juga dengan Nevan yang bingung melihat kearah adik laki lakinya itu.
".. (Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Nox sehingga membuat Elis berubah pikiran begini?) "ucap Lisia dan Nevan dalam hati mereka yang sama persis.
"Tapi kakak harus janji ya akan datang kesini lagi, "ucap Elis dengan ekspresi memelas.
"Tentu. Jika kakak ada waktu luang kakak akan terus datang kemari, kakak janji"ucap Lisia yang tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, Elis sudah merasa lega karna kak Lisia udah janji"ucap Elis yang tersenyum.
__ADS_1
"Kak Nevan! Elis lapar, " ucap Elis yang langsung menghampiri kakaknya yang ada dibelakang.
"Eh! Padahalkan baru selesai sarapan, masa lapar lagi? " ucap Nevan yang kaget.
"Buatin Elis Kue dong kak! Ya? " ucap Elis yang memelas.
"Baiklah, "Menghela nafas panjang. "Dewi! Maaf, saya tidak bisa mengantar anda sampai kekuil, "ucap Nevan.
Mengelengkan kepala, "Tidak apa apa Nevan! Saya bisa pergi sendiri kok, "ucap Lisia yang tersenyum.
"Biar Nox saja yang antar kak Lisia! "Ucap Nox yang semangat.
Nevan dan juga Lisia dibuat kaget akan perkataan yang diucap oleh Nox.
"Baiklah kalau begitu, kakak minta tolong ya"ucap Nevan.
"Baik"ucap Nox.
"Kalau begitu Nevan! Elis! Saya pergi dulu. Kapan kapan saya akan lagi kesini , apakah boleh? "Tanya Lisia.
"Tentu dewi! Anda boleh datang kapan pun"ucap Nevan.
"Kak Lisia sampai jumpa lagi"ucap Elis yang melambai kearah Lisia.
"Iya, sampai jumpa lagi"ucap Lisia yang tersenyum.
Setelah Nox dan Lisia pergi, Nevan dan Elis masuk kedalam rumah.
"Pie appel"ucap Elis yang semangat.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Ditepi danau pelangi
"Hah"menghela nafas. "Kenapa bisa aku memiliki adik seperti itu sih"ucap Nox yang mengelengkan kepalanya.
"Nox"panggil Lisia. "Iya kak?! "Jawab Nox.
"Terimakasih ya untuk bantuannya, kalau bukan karna Nox yang membujuk Elis tadi, Kakak gak tau harus apa lagi, " ucap Lisia.
"Bukan apa apa kak, lagian Nox hanya melakukan apa yang bisa Nox dilakukan saja, "Ucap Nox.
"Tapi tetap saja, kalau bukan karna Nox yang mengatakan sesuatu pada Elis mungkin saja Elis gak akan membiarkan kakak pergi. Karna itu terimakasih"ucap Lisia yang tersenyum.
Nox yang melihat Lisia yang tersenyum membuatnya merasa malu. "Kalau kak Lisia merasa berterimakasih, selanjutnya jika kakak datang lagi kerumah , bawakan hadiah untuk Nox saja. Dengan begitu baru Nox akan senang"ucap Nox yang malu malu.
"... (Kyaaa! Manisnya. Bagaimana bisa sih ada anak selucu ini) "ucap Lisai dalam hatinya.
"Baiklah. Selanjutnya jika kakak datang lagi kerumahnya Nox , akan akak bawakan hadiah deh"ucap Lisia yang mengelus kepalanya Nox.
__ADS_1
"Kakak sudah janji lo"ucap Nox.
"Iya"tersenyum.
"Tapi, barusan Nox bisikin apa pada Elis sampai ia berubah pikiran begitu? "Tanya Lisia.
"Kalau itu rahasia"ucap Nox yang tersenyum.
"Baiklah kalau Nox gak mau kasih tau"tersenyum. "Tapi.. "Mendekati. "Kakak gak tau kalau Nox bisa membuat rencana Elis yang pura pura sakit perut"ucap Lisia yang tersenyum.
Mendegar perkataan dari Lisia membuat Nox terkejut."Bagaimana Kak LIsia bisa tau kalau Elis pura pura sakit? "ucap Nox yang shoak.
"Apa Nox ingat setelah Elis minum susu jahe yang kakak buat, Elis bilang apa saat itu? "Tanya Lisia.
"Elis bilang kalau ia udah baikkan"ucap Nox. "Ah! "Sadar kembali.
"Apa mungkin? " ucap Nox yang melihat kearah Lisia dengan kaget.
"Benar"tersenyum. "Karna gak mungkin kan seseorang yang sakit perut setelah minum susu jahe yang kakak buat langsung sembuh begitu aja, biasanya mereka pasti akan merasa masih sakit karna rasa nyerinya akan hilang beberapa jam setelah minum. Apa Nox sudah Paham dimana letak kesalahannya sekarang? " ucap Lisia dengan tersenyum.
"Sudah kak, "ucap Nox yang malu.
Lisia tersenyum, "Kakak gak akan kasi tau kepada kakakmu, jadi tenang saja ya? " ucap Lisia yang mengelus kepala Nox.
"Benarkah? Kak Lisia gak akan kasi tau pada kak Nevan kan? Kakak janji? "Ucap Nox yang semangat.
"Janji" ucap Lisia yang mengeluarkan jari kelingkingnya.
Setelah Nox menbalas jari kelingkingnya Lisia mereka pun tertawa.
...*****...
Nox dan Lisia berjalan kearah kuil dewi.
"Tapi bagaimana kakak bisa tau kalau itu rencananya Nox? "Tanya Nox.
"Mudah saja. Karna gak mungkin kalau Elis yang membuat rencana tersebut"ucap Lisia.
Saat Lisia dan Nox sudah hampir sampai kekuil dewi hutan , diarah depan terlihat Oliver dan juga para pendeta.
"Lisia! " ucap Oliver yang memanggil Lisia.
"Oliver! " ucap Lisia.
Semuanya berkumpul disatu tempat dengan suasana yang hening.
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
__ADS_1
...Salam cinta dari redblack....