
Chapter selanjutnya
Dikuil Dewi hutan
"Apa yang anda lakukan disini kepala desa? "Ucap Lisia dengan nada ketusnya.
Oliver cukup kaget, akan sikap Lisia kepada dirinya. ".. (Ternyata Lisia masih marah padaku)"ucap Oliver dalam hati.
"Lis,, dewi Lisia, ada hal yang ingin saya jelaskan pada anda. Saya mohon tolong beri saya satu kesempatan untuk menjelaskannya"ucap Adelio yang memohon pada Lisia.
Lisia menata mata Oliver begitu lekat, ia merasa tidak enak akan ekspresi Oliver yang sedih yang terlihat diwajahnya itu.
"Baiklah, 5 menit tidak lebih dari itu"ucap Lisia yang akhirnya memberikan kesempatan pada Oliver.
Oliver kembali ceria, ia pun tersenyum lebar akan kesempatan yang Lisia berikan padanya. "Terimakasih dewi . Kalau begitu bagaimana jika kita pindah tempat, disini cukup dingin nanti anda akan terkena flu nanti"ucap Oliver.
Lisia menghela nafas panjang, "Baiklah "melihat kearah Nevan. "Nevan, terimakasih sudah mengantar saya, Nevan boleh pulang sekarang "ucap Lisia.
"Baik dewi, selamat malam "ucap Nevan.
"Iya"
Oliver merasa tidak senang melihat Lisia memperlihatkan senyumnya pada orang lain bukan pada dirinya. Ia menatap tajam kearah Nevan dengan ekspresi kesalnya itu. Setelah Nevan pergi, Oliver dan Lisia pun masuk kedalam kuil dewi.
Disebuah lorong kuil dewi.
"Seperti disini sudah cukup, jadi hal apa yang ingin anda jelaskan pada saya kepala desa? "Tanya Lisia masih dengan nada ketusmya.
"Lis,, tidak maksud saya dewi Lisia. Saya,,.. Ingin mengatakan jika apa yang anda dengar dari orang orang desa itu tidaklah benar. Tolong percaya sama saya"ucap Oliver sambil memegang tangan Lisia.
Melepaskan pengangan tangan Oliver, "Benarkah?, tapi dari cerita orang orang desa bahwa pendeta Fergus menghina saya walau saya tau itu tidak benar. Kenapa semua orang bisa berfikir bergitu? " ucap Lisia.
"Itu karna pendeta Jhones"ucap Oliver yang memalingkan wajahnya sambil berekspresi bersalah.
"Apa? Pendeta Jhones? "
"Benar,, "
Oliver menatap mata Lisia begitu lekat,begitu juga Lisia yang juga ikut menatap mata Oliver kembali. Lalu tiba-tiba saja warna mata Oliver betubah perlahan demi perlahan dari coklat menjadi merah.
".. (Lisia, mulai sekarang kau akan berada digenggaman ku) "ucap Oliver dalam hati.
__ADS_1
"Jadi, ada apa dengan pendeta jhones? "Tanya Lisia.
"Apa?! "Kaget.
"Ha?! "Bingung
"Tidak, maksud saya adalah pendeta Jhones lah yang menyebarkan informasi itu. Ketika saya mengetahuinya, berita akan pendeta Fergus yang menghina anda telah menyebar dengan cepat, jadi saya tidak bisa berbuat apapun saat itu"ucap Oliver yang menjelaskan.
".. (Sebenarnya apa yang terjadi?,) "bingung.
"Benarkah itu? "
"Benar, saya tidak tau apapun akan berita ini sebelumnya. Padahal saat saya sudah menyiapkan beberapa dokumen untuk mengembalikan hak si,,.. Maksud saya Nevan, semuanya sudah kacau akan perkataan yang pendeta Jhones lakukan"ucap Oliver yang merasa bersalah.
"Karna itu, saya benar benar minta maaf karna tidak bisa memenuhi keinginan dewi Lisia, saya minta maaf sekali"ucap Oliver yang memperlihatkan ekspresi sedih.
".. (Apa aku telah salah menilai Oliver, mungkin saja berita itu memang bukan Oliver yang buat. Tapi kenapa pendeta Jhones melakukan hal itu? Apa alasannya) "ucap Lisia dalam hati yang penasaran.
"Jika memang bukan Oliver yang membuat berita bohong itu, kenapa pendeta Jhones melakukan hal itu, apa alasannya? "Tanya Lisia
Kaget, ".. (Akhirnya Lisia kembali memanggil namaku)"ucap Oliver dalam hati yang merasa senang.
"Saat saya meminta penjelasan dari perbuatan pendeta Jhones hari itu, dia bilang tidak terima akan syarat yang dewi berikan. Karna ia tidak ingin membiarkan Nevan mendapatkan haknya kembali, walau saya susah berkali kali bertanya pendeta Jhones , ia tidak mengatakan alasannya pada saya"ucap Oliver yang menjelaskan.
"Hari itu saya mengurungnya didalam penjara saat kejadian saat dewi kembali kehutan Forrest, namun seminggu kemudian tiba-tiba saja ia menghilang dan entah kemana,saya sedang mencari akan keberadaan beliau sekarang. Saya minta maaf dewi"ucap Oliver.
"...(Aneh, perkataan Oliver sedikit dibuat buat. Apa hanya perasaan ku saja?, tapi dengan ekspresi sedih dan juga merasa bersalah rasanya itu tidak mungkin Oliver menyembunyikan pendeta Jhones bukan?)"ucap Lisia dalam hati.
"Anda tidak perlu minta maaf, saya tau anda sudah melakukan semampunya"ucap Lisia.
"Tidak, karna kecerobohan yang saya lakukan semua ini terjadi. Karna itu saya benar benar merasa kesal karna semuanya tidak ada yang bisa saya lakukan"ucap Oliver.
"Saya juga menyesal akan perkataan yang menyakitkan anda hati itu, saya minta maaf. Lalu saya juga tidak akan melakukannya lagi, saya janji"ucap Oliver yang memelas didepan Lisia.
Melihat penyesalan dan permintaan maaf begitu tulus yang diperlihatkan oleh Oliver pada Lisia, membuat hati Lisia mulai melunak.
"Kalau gitu, anda harus janji tidak akan mengulanginya perbuatan tidak terpuji itu lagi"ucap Lisia.
"Saya janji"jawab Oliver.
"Baiklah, saya akan memaafkan anda kali ini. Tapi tidak ada kesempatan kedua,mengerti! " ucap Lisia.
"Saya mengerti, terimakasih dewi"ucap Oliver yang tersenyum.
"Lisia! "Tersenyum.
__ADS_1
"Ah,, "kaget. "Terimakasih Lisia "ucap Oliver.
"Sama sama "
Akhirnya Oliver dan Lisia pun berbaikan. Walau kesal , tapi mau bagimana lagi siceweknya lemah akan cogan. 🙄
Setelah urusan Oliver pada Lisia yang telah selesai berbaikan dan mengantar Lisia sampai kekamarnya, Oliver izin pamit untk melanjutkan pekerjaannya dikantor desa.
🍁
🍁
Sesampainya diruang kerja, Oliver kelihatan kesal. Lalu ia duduk dikusinya, setelah beberapa menit tiba-tiba saja ia mengobrak abrikan barang yang ada diatas meja.
"Sial"berdiri sambil menghentakkan meja.
Brukk, Prangg.
"Bagaimana bisa?, kenapa mantraku gak bekerja pada Lisia?"ucap Oliver yang berjalan dengan perasaan kesal.
Oliver sedikit bingung, disaat ia mengunakan sihir hipnotis pada Lisia dengan menatap matanya. Sihir itu tidak bekerja, hal itu membuat Oliver sedikit bingung dan heran.
"Apa karna Lisia adalah seorang dewi, jadi sihir miliku tidak berguna terhadapnya?. Jika memang seperti itu, maka akan sulit membuat Lisia berada digenggaman ku"ucap Oliver yang mengenggam tangannya.
"Sial! "
"Aku harus mencari cara, bagaimana agar Lisia bisa menerimaku. Jika Lisia semakin dekat dengan si siluman sialan itu, maka Lisia akan semakin jauh dengan ku. Hal itu tidak boleh terjadi, tidak boleh!"ucap Oliver yang melihat kearah luar jendela dimana terlihat bulan yang begitu terangnya.
Didalam kuil dewi, dikamar Lisia. Setelah menukar pakaian tidurnya, Lisia berbairing diatas kasur empunya.
Brukk
"Hah"menghela nafas. "Aneh, saat menatap mata Oliver aku sedikit pusing, tapi anehnya perasaan ku langsung membaik secara tiba-tiba, sebenarnya apa yang terjadi ya? " ucap Lisia yang tidak menyadari bahwa dirinya hampir dihipnotis oleh Oliver.
"Sudahlah tidak perlu difikirkan, lebih baik aku tidur karna esok aku sudah mulai sibuk"ucap Lisia yang menyelimuti dirinya dengan selimut dan langsung tidur.
Lisia tidak sadar, jika dia hampir terpikat akan sihir hitam yang Oliver gunakan. Namun, berkat kristal pelangi yang ada di tubunya, Lisia pun bisa lepas akan sihir itu karna kristal pelangi membantunya menangkal sihir hitam tersebut.
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1