Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 54 Aku Mencintai mu Diana!


__ADS_3

Dikuil Dewi Forrest


Lisia yang menghilang didesa agelios, muncul dikamar saat ia kembali kedunia novel untuk terakhir kalinya dichapter 24.


"Ini..! "Melihat sekeliling.


"Ternyata yang dikatakan oleh Muffin benar, aku bisa kembali kekuil Forrest hanya dengan meminta kepada kristal pelangi"ucap Lisia yang memegang dadanya.


Saat Lisia ingin keluar kamar dan membuka pintu, tiba-tiba saja Muffin ada disana.


"Dewi Lisia! " ucap Muffin yang terkejut.


"Hai Muffin! " ucap Lisia yang menyapa.


"Kenapa anda bisa ada disini? Apa terjadi masalah didesa?, " tanya Muffin yang panik.


"Tenanglah Muffin! Saya baik baik saja. Hanya saja,,.. "Terheti.


Dengan ragu ragu Lisia memalingkan wajahnya mencoba menghindar dari pandangan Muffin.


"Itu... Saya harap anda tidak marah! " ucap Lisia yang gelisah.


Lisia lalu menceritakan alasannya sampai harus kembali kekuil Forrest, lalu Muffin mendengarkan semuanya sambil mengajak Lisia keruang sembahyang yang ada dikuil suci tersebut.



"Jadi karna anda meminta mereka untuk mengembalikan hak dari siluman kelinci itu, anda bilang tidak akan kembali sebelum keinginan anda terpenuhi? " ucap Muffin yang telah selesai mendengarkan.


"Benar. Karna itu saya harap anda tidak marah pada saya akan hal itu, "ucap Lisia yang cemas.


"Marah?! "Bingung. "Saya sama sekali tidak marah, malahan saya merasa yang anda lakukan sudah tepat sekali. Karna penduduk desa agelios harus diberikan peringatan agar mereka jera untuk kedua kalinya, "ucap Muffin.


"Eh?! "Terkejut. "Apa maksudnya kalau yang saya lakukan merupakan peringatan kedua bagi warga desa agelios? "Tanya Lisia yang bingung.


"Itu karna Dewi Diana juga pernah melakukan hal yang sama seperti yang anda lakukan"ucapnya.


Suara yang terdengar dari arah belakang yang membuat Lisia kaget karna yang datang ternyata adalah penjaga Kuil Harvest yaitu,,...


"Snowy!? "Kaget. "Kenapa anda bisa kemari? "Tanya Lisia yang menghampiri Snowy.


"Saya baru dapat kabar dari penjaga kuil Forrest bahwa anda ada disini,"berjalan kedepan dan duduk. "Karna anda tidak pernah datang kekuil Harvest, jadi saya menghampiri anda kemari, "ucap Snowy.

__ADS_1


Lisia yang terkejut karna melupakan akan janji yang ia buat dimana ia akan berkunjung kekuil Harvest, merasa bersalah setelah mendengar perkataan dari Snowy.


"Maafkan saya Snowy! Padahal saya sudah berjanji akan datang menemui anda, tapi saya malah melupakannya, "ucap Lisia yang murung.


"Jika anda merasa bersalah, anda harus menebusnya"ucap Snowy yang tersenyum.


"Apa yang harus kulakukan agar Snowy bisa memaafkan saya? "tanya Lisia.


"Mudah saja. Anda hanya perlu datang setiap hari sambil membawakan saya makanan enak"ucap Snowy.


Lisia yang mencoba berfikir akan perkataan Snowy membuatnya terdiam cukup lama, sampai Muffin melayangkan pukulannya pada Snowy.


Plakk


"Berhenti menjahili dewi Lisia seperti itu,"ucap Muffin yang memukul kepala Snowy.


"Aku hanya bercanda saja, jadi berhenti memukul ku"ucap Snowy yang kesakitan.


Lisia yang tidak paham akan situasi yang terjadi antara Muffin dan Snowy, hanya bisa diam memperhatikan.


"Maaf dewi,atas ketidak sopanan penjaga kuil Harvest yang ditunjukan kepada anda, saya harap anda bisa memakluminya"ucap Muffin yang membungkuk kan badanya didepan Lisia.


"Tidak! Tidak perlu minta maaf Muffin, saya sama sekali tidak keberatan. Karna itu anda jangan minta maaf seperti itu, jika tidak rasanya saya benar benar merasa bersalah nantinya"ucap Lisia.


"Aduh,,duh,, duh. Tidak bisakah kau memperlakukan diriku dengan lembut, jika aku terluka bagaimana? " ucap Snowy.


"Aku tidak peduli, yang penting sekarang minta maaflah pada dewi Lisia atas sikap mu barusan"ucap Muffin yang marah.


Snowy yang kaget hanya bisa terdiam melihat temannya yang marah besar.


"Baiklah "menurut."Dewi Lisia! Maafkan saya untuk perkataan saya yang barusan"ucap Snowy dengan ekspresi memelas.


Lisia yang melihat sekor kucing yang sedang manja kepadanya, membuat Lisia terpesona akan kelucuan yang ditunjukan Snowy pada dirinya. Saat Lisia kembali sadar, "Anda tidak perlu minta maaf Snowy! saya sama sekali tidak terlalu menganggap perkataan anda dengan serius, karna itu tenang saja"ucap Lisia yang tersenyum.


Lalu Snowy melihat kearah Muffin dengan ekspresi puas diwajahnya sambil menjulurkan lidah meledek Muffin, Muffin yang merasa tersinggung hanya kesal dan jengkel terhadap Snowy. Lisia yang melihat Muffin dan Snowy kelihatan tidak akur, merasa dirinya berada disituasi yang cukup menenggangkan.


Lalu Lisia mencoba mencari cara untuk mencairkan suasana. "Oh ya, karna saya sudah ada disini, bisakah kalian membawa saya keliling melihat hutan Forrest? Saya sangat penasaran akan seisi hutan ini, "ucap Lisia.


"Baik dewi! Sesuatu keinginan anda"ucap serentak Muffin dan Snowy.


Lalu Muffin dan Snowy membawa Lisia pergi keluar menuju kesuatu tempat.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺


Disini lain Oliver yang ada dikantor kepala desa, sedang merasa kesal dan mengobrak abrikan meja miliknya sehingga semua barang dokumen berserakan dimana mana.


Brakk


"Sial! bagaimana bisa pembawa sial itu mendapatkan perhatian Lisia begitu mudahnya, padahal selama ini aku sudah berusaha melakukan bermacam cara untuk mendapatkan hati Lisia. Tapi hanya karna aku mengatakan si pembawa sial itu, Lisia sampai marah kepadaku untuk membelanya,"


"Baik saat Diana masih ada pun, dia selalu saja mendapat perhatian dengan mudahnya. Bagaimana bisa"ucap Oliver yang kesal.


Flaschblack


Ketika Diana masih berada didesa agelios, Oliver yang menyukai Diana demi mendapatkan kristal pelangi yang dipercaya bisa mengabulkan keinginan seseorang, selalu berusaha membuat Diana menyukainya. Namun usaha nya selalu gagal karna Diana yang menganggapnya sebagai teman saja.


Pada saat Diana yang dekat dengan beberapa orang seperti Adelio yang selalu memanggilnya keistana, Ezra yang selalu mengunjunginya dimalam hari, membuat Oliver kesal karna Diana begitu dekat dengan orang lain ketimbang dirinya.


Obsesinya terhadap Diana membuat Oliver melakukan berbagai cara demi mendapatkan perhatian Diana, mulai dengan berpura pura sakit, selalu menemui Diana dan menemaninya setiap saat. Sampai suatu hari Oliver yang mengatakan cinta terhadap Diana ditepi danau pelangi.


Disiang harinya.


"Diana! Ada hal yang ingin ku sampaikan kepadamu"ucap Oliver.


"Apa yang ingin anda katakan Oliver?"tanya Diana.


"Maukan kau menjadi manusia dan hidup selamanya bersamaku?"ucap Oliver.


Diana yang mendengar perkataan dari Oliver hanya terdiam membisu.


"Karna sebagai seorang dewi, anda dan saya memiliki ketidak setaraan yang gak mungkin bisa saya lalui. Tapi jika anda bisa menjadi manusia maka saya bisa hidup bersama anda sampai maut memisahkan,"


"Aku mencintai mu Diana! Oleh sebab itu bisakah anda menjadi manusia demi saya? " ucap Oliver.


Diana yang hanya terdiam tidak mengatakan apapun membuat Oliver merasa tegang. Ketika Diana ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba saja Nevan dan kedua adiknya muncul. Lalu Elis yang berlari kearah Diana sambil memeluknya membuat Diana tersenyum sambil membalas pelukan dari Elis.


".. (Sial! Kenapa si s*alan ini malah datang disaat seperti ini. Padahal sedikit lagi Diana akan menjawab permintaan ku) "ucap Oliver yang kesal.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....

__ADS_1



__ADS_2