Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 125 Kesedihan Nevan


__ADS_3


Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......


...Happy reading...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


Chapter selanjutnya,


Disaat suasana yang semakin menegang satu sama lainnya, Duke Riecaldo mencoba memulai percakapan.


“Maaf yang mulia, saya menganggu kesibukan anda” ucap Duke Riecaldo.


“Langsung keintinya Duke Floweries, apa yang kamu bicarakan? ” tanya Adelio dengan ekspresi serius dengan mata tajam kearah duke Floweries yang terlihat dari bola kaca.


Duke Floweries tertegun akan apa yang Adelio katakam, “Maaf atas kelancangn saya yang mulia, tapi saya mohon bisakah yang mulia melepaskan putri hamba? ” ucap Duke Riecaldo.


Adelio hanya menatap tajam kearah Duke Floweries tanpa berekspresi apapun.


“Saya sudah tau kebenaran yang terjadi selama saya tidak ada disini, apa yang telah putri hamba lakukan sangat tidak bisa dimaafkan. Akan tetapi saya hanya memiliki satu putri, tolong yang mulia mengampuninya satu kali ini demi saya yang mulia baginda” ucap Duke Floweries dengan nada yang memohon akan keselamatan Flora.


“Duke Floweries, aku selalu mengingat akan jasa jasa yang telah kau lakukan selama ini bersama ku saat melakukan berbagai perang. Tapi perbuatan putri mu sangat tidak bisa ditoleransi, karna dia telah dua kali mencoba membunuh dewi hutan” ucap Adelio dengan nada ketusnya.


“Saya mengerti yang mulia, tapi saya mohon beri satu kesempatan untuk putri saya. Saya mohon” ucap Duke Floweries dengan memohon pada Adelio.


Adelio terdiam cukup lama sambil memikirkan baik baik hal yang harus ia lakukan. Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Adelio membuat keputusan.


“Besok dewi hutan akan datang kemari dan akan mengadakan pesta teh diistana dua hari lagi, ku harap putrimu gak melakukan hal aneh apapun. Jika dia melakukan untuk yang ketiga kalinya, gak akan ada ampun bagi dia” ucap Adelio dengan nada dingin.


“Terimakasih yang mulia baginda, saya akan ingat pesan anda” ucap Duke Floweries.


Setelah pembicaraan mengenai kesempatan yang diterima untuk Flora, Duke kembali menyampaikan hal penting yang ingin dikatakan.


“Maaf yang mulia, saat melakukam penyelidikan banyak laporan orang menghilang baik dari kaangan rakyat atau pun bangsawan” ucap Duke Floweries.


“Benar, mengenai hal itu aku sudah tau dan aku sudah mendapatkan laporan jika hilangnya orang orang berkaitan dengan dia.” ucap Adelio dengan ekspresi serius.


“Mungkin kah yang dimaksud yang mulia adalah lelaki tidak waras itu? ” tanya duke Floweries.


“Memang apa yang dia lakukan sangat tidak waras dan diluar logika manusia. Namun dia sangat hebat sampai dijuluki sang ahli racun kerajaan Magixion” ucap Adelio.


“Benar, namun kejeniusannya malah dipakai untuk melakukan kejahatan dan hal itu merugikan kerajaan Magixion ” ucap Duke Floweries.

__ADS_1


“Kalau begitu sebagai panglima tertinggi kerajaan Magixion ku perintahkan untuk menangkap si ahli racun bagaimana pun caranya” ucap Adelio.


“Baiklah yang mulia bagianda, akan saya lakukan sesui perintah anda” ucap Duke Floweries.


Setelah pembicaraan mengenai sang ahli racun, Adelio dan Duke Riecaldo pun selesai dan mematikan alat komunikasi mereka.


“Erlad, jika aku menemukanmu maka aku akan menghukum mu karna telah berani menghianati kerajaan dan mencoba melukai orang yang ku cintai” ucap Adelio.


🍁🍁🍁🍁🍁


Bearalih kedesa agelios,matahari yang sudah mau terbenam menunjukan sore hari. Lisia, Nevan, Nox dan Elis yang baru saja dari balai desa akhirnya sudah sampai dirumah.


“Baiklah, kakak pulang dulu” ucap Lisia.


“Apa?! ” Nox dan Elis yang kaget.


“Kak Lisia gak mau makan malam disini dulu? ”tawar Elis dengan ekspresi mata yang berkaca kaca.


“Aah~” Lisia yang ragu ragu untuk menerima karna masih merasa berat hati akan kejadian waktu itu, namun gak bisa menolak akan permintaan dari Elis dengan ekspresi yang memohon.


Saat Lisia dilanda kebingungan, Nevan mulai angkat bicara.“Jika dewi tidak keberatan bisakah makan malam dulu malam ini” ucap Nevan sambil menatap tajam kearah Lisia.


Terdiam cukup lama, “Baiklah, saya makan malan disini” ucap Lisia yang menerima ajakan Nevan.


Akhir Lisia pun makan dirumah Nevan walau masih dalam hati yang tidak tenang.


“Ayo kak, kita masuk! ” ajak Elis.


🍁🍁🍁🍁🍁


Disisi lain, dikuil dewi hutan.


Oliver yang baru kembali langsung menuju kuil dewi hutan untuk mencari Lisia.


“Sore kepala desa” ucap pendeta yang berpapasaran dengan Oliver.


“Sore juga, apa dewi Lisia sudah pulang? ” tanya Oliver.


“Dewi Lisia?, Kami belum melihat beliau pagi ini” ucap salah satu pendeta.


Mendengar hal tersebut membuat Oliver mengeluarkan ekspresi tidak senang, “Baiklah terimakasih ” ucap Oliver yang kembali berekspresi ramah.


Setelah para pendeta itu pergi, Oliver kembali menunjuk ekspresi kesal dan marah “Sial, pasti Lisia ada dirumah si sialan itu sekarang”ucap Oliver yang marah.


“Acara besok harus sempurna, dan besok akan menjadi hari pembalasanku” ucap Oliver.


Akhirnya Oliver pun pergi dengan perasaan marah dan kesal.


🍁🍁🍁🍁🍁


Dirumahnya Nevan

__ADS_1


“Bagaimana Kak Lisia, apa pass? ” tanya Elis pada Lisia yang sedang menggunakan pakaian milik ibunya.


“Sangat pass kok Lis, makasih ya” ucap Lisia yang telah selesai bersih bersih.


“Sama sama kak” ucap Elis.


“Ayo kita ke ruang makan, Nox dan Nevan pasti sudah menunggu ” ucap Lisia.


“Ok ayo, Elis juga sudah lapar” ucap Elis sambil memegang perut nya.


Diruang makan


“Pokoknya kakak dan kak Lisia harus baikan apapun yang terjadi, Nox gak mau lihat kak Lisia merasa gak enak setiap dstamg kemari” ucap Nox yang memberikan nasehat sambil meletakan perlengkapan makan diatas meja.


“Baik” ucap Nevan dengan patuhnya.


Setelah beberapa menit kemudian, Lisia dan Elis pun datang. Lalu mereka pun menyantap makan malam bersama dalam keadaan hening dan sunyi, karna semuanya pada diam tanpa bicara sepatah katapun.


“Ehmm” kode yang Nox berikan.


“Dewi! ” sontak Nevan langsung memanggil Lisia.


“Ya? ” jawab Lisia.


“Jika anda tidak keberadaan bagaimana malam ini menginap disini, langain hari juga sudah malam” ucap Nevan.


“Boleh ya kak, kakak nginap disini. Setelah upacara pembangkitan sihir kakak sudah akan pergi keiistana, jadi kita gak akan bertemu dalam waktu yang cukup lama” ucap Nox.


“Iya kak, nginap disini ya malam ini” ucap Elis ekspresi memelas.


Lisia terdim sambil memikirkan akan permintaan Nevan, Elis dan Nox. Lalu, Lisia pun menyetujuinya. “Baiklah kakak akan menginap disini malam ini” ucap Lisia.


“Horeee” ucap Elis yang kesenangan bukan main. Lalu mereka pun melanjutkan makan malam mereka.


🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah selesai makan malam bersama, Nox dan Elis pun pergi meninggalkan Nevan dan Lisia berdua diruang makan yang sedang beres beres.


“Berapa lama dewi akan tinggal keiistana? ” tanya Nevan yang sedang mencuci piring.


Lisia kaget karna Nevan yang memulai percakapan diantara mereka, “Entahlah saya juga gak tau berapa lama saya akan berada disana.” ucap Lisia sambil mengelap piring yang telah bersih.


“Begitu ya, baiklah” ucap Nevan dengan suara rendah seolah olah sedih. Sementara Lisia hanya menatap Nevan dengan perasaan bingung, dan pikiran yang penuh dengan tanda tanya dan pertanyaan.


Bersambung


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Klik juga tombol Favoritnya, agar kalian tidak tertinggal informasi chapter selanjutnya....


...Salam cinta dari redblack....

__ADS_1



__ADS_2