Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 123 Cincin, Kedatangan Oliver Yang Tak Terduga


__ADS_3


Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......


...Happy reading...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


Disebuah toko perhiasan Ambrella yang dituju oleh Lisia dan Nox, dimana Oliver bersama Amorina juga baru pulang dari taman yang ada dibalai desa.


Saat Amorina dan Oliver menuju ketoko, Amorina gak sengaja melihat Lisia orang yang dibicarakan oleh Oliver didepan tokonya.


Berhenti, “Oliver! ” panggil Amorina.


“Ada apa Amorina? ” tanya Oliver.


“Coba lihat siapa yang ada didepan toko saya? ” tanya Amorina.


“Memang siapa?! ” ucap Oliver yang langsung menoleh kearah depan tokonya Amorina. Seketika Oliver pun kaget karna ternyata Lisia yang ada didepan toko milik Amorina.


“Lisia! ” ucap pelan Oliver.


“Oliver, bagaimana jika kita hampiri dewi, dilihat tidak ada teman yang kita bicarakan tadi ” ucap Amorina.


“.. (Jika Lisia melihatku dengan wanita lain, yang ada dia nanti salah paham lagi. Tidak, aku tidak bisa membiarkan hal tersebut) ” ucap Oliver dalam hatinya.


“Amorina, bisakah kau membuat dewi dan anak kecil itu berpisah. Karna jika mereka bersama dan saat aku ingin menemui dewi yang ada nanti dia malah melaporkan pada kakaknya” ucap Oliver.


“Baiklah, akan saya coba” ucap Amorina yang tanpa berfikir apapun dan langsung mengiyakan akan permintaan Oliver. Karna Oliver sudah mengunaknan sihir hitamnya pada Amorina, sehingga apa yang diperintah oleh Oliver akan dilakukan oleh Amorina.


Dengan segera Amorina pun pergi menemui Lisia dan Nox yang ada ditoko miliknya.


🍁🍁🍁🍁🍁


“Kak!, sepertinya toko ini tutup” ucap Nox.


“Sepertinya begitu, padahal tadi masih buka. Apa mungkin pemiliknya keluar untuk makan siang? ” pikir Lisia.


“Mungkin saja, karnakan sekarang masih jam makan siang” ucap Nox.


“Kalau begitu bagaimana jika kita ketempat lain saja, mungkin saja ada toko perhiasan selain toko ini” ucap Lisia yang menyarankan.


“Baiklah kak”ucap Nox.


Saat Lisia dan Nox ingin beranjak dari tempat mereka, Amorina pun datang menghampiri mereka.


“Maaf” ucap Amorina hang memanggil Lisia dan Nox.

__ADS_1


“Ya” jawab Lisia.


“Apa kalian ingin mencari sesuatu?, saya pemilik toko Ambrella ini” ucap Amorina.


“Benarkah , kami datang ingin mencari perhiasan untuk adik saya” ucap Lisia.


“Begitu ya, baiklah. Silahkan masuk nona, semoga ada benda yang menarik hati anda” ucap Amorina yang menawarkan Lisia dan Nox masuk.


Setelah Lisia dan Nox masuk kedalam toko Ambrella, mereka mulai melihat lihat sekitar yang ada.


“Jika ada sesuatu yang nona suka atau ingin tanyakan, silahkan beri tahu saya” ucap Amorina.


“Baiklah”


Setelah beberapa saat kemudian, Lisia dan Nox tidak mendapatkan sesuatu yang memikat hati mereka.


“Bagaimana Nox, apa tidak ada perhiasan yang menarik hatimu? ” tanya Lisia.


“Tidak ada benda yang sesui dengan Elis ” ucap Nox.


Saat Lisia kembali melihat lihat lagi, tidak ada benda yang juga menarik perhatian Lisia. Lalu Amorina mulai menanyakan pada Lisia “Apakah tidak ada perhiasan yang nona suka disini? ” tanya Amorina.


“Iya, tidak ada perhiasan yang tertarik oleh adik saya ” ucap Lisia sambil menunjuk kearah Nox.


“Kalo boleh tau perhiasan seperti apa yang anda inginkan? ” tanya Amorina.


“Perhiasan yang sederhana yang mengandung sihir sederhana untuk adik perempuan saya akan berulang tahun besok” ucap Nox.


“Jika perhiasan mengandung sihir tidak terjual ditoko saya, tapi kalo perhiasan sederhana namun cantik ada” ucap Amorina.


“Baiklah, silahkan nona akan saya tunjukan” ucap Amorina yang mengajak Lisia dan Nox.


Setelah sampai diruang yang dikhususkan untuk benda benda spesial bagi Amorina, Lisia dan Nox mulai merasakan ketertarikan pada perhiasan yang ada disana.


“Silahkan nona, dilihat lihat mungkin saja ada yang anda sukai”ucap Amorina.


Lisia dan Nox pun mulai melihat lihat sekitar mereka. Setelah semuanya terpandang oleh Lisia dan Nox, ada satu perhiasan yang membuat mereka tertarik.



Sebuah cincin dengan sebuah bunga yang melekat diatasnya membuat Nox menyukai hal itu, begitu juga dengan Lisia yang juga tertarik akan cincin tersebut.


“Kak, Nox mau cincin ini saja” ucap Nox sambil menunju pada perhiasan tersebut.


“Tolong bungkus cincin ini ya” ucap Lisia.


“Baik, tunggu sebentar ya nona” ucap Amorina yang membawa cincin itu pergi untuk dibungkus.


“Bagaimana Nox, apa tidak ada hal lain yang ingin kamu beli lagi? ” tanya Lisia.


“Sudah tidak ada lagi kak” ucap Nox.


“Baiklah, setelah ini kita pergi ketempat yang bisa memasangkan sihir pelindung ada cincin tersebut ” ucap Lisia.


“Ok kak”ucap Nox.

__ADS_1


Setelah Amorina selesai membungkus cincin yang dibeli oleh Lisia dan Nox, mereka pun langsung membayarnya.


“Terimakasih nona sudah mapir ditoko ku, silahkan kembali lagi” ucap Amorina yang melepaskan kepergian Lisia dan Nox.


Setelah Lisia dan Nox sudah pergi, seketika Amorina seperti tersadarkan kembali.Dia pun kaget, “Eh!! Apa yang kulakukan disini? Bukankah tadi aku masih jalan jalan bersama Oliver?. Aneh, aku tidak mengingat apapun saat kembali ketoko” ucap Amorina yang kebingung.


Saat Lisia pergi, sihir hitam yang ada pada Amorina pun dimurnikan oleh sihir Lisia sehingga Amorina sadar kembali walau ia tidak ingat kapan dia kembali ketoko.


“Ah sudahlah, lebih baik aku beres beres dulu” ucap Amorina.


“!! ”Teringat akan sesuatu.


“Tadi ada yang datang membeli perhiasan bukan, tapi siapa ya? Kok aku seperti pernah melihatnya. Tapi dimana? ” ucap Lisia yang kembali bertanya tanya lada dirinya.


“Mungkin hanya perasaan ku saja” ucap Amorina.


Amorina tidak memperdulikan akan keanehan pada dirinya dan melanjutkan pekerjaan yang ada ditoko.


🍁🍁🍁🍁🍁


Disisi lain, Lisia dan Nox yang sudah membeli hadiah untuk Elis sekarang menuju ketempat yang bisa memasangkan sihir pada semua benda.


“Apa disini tempat yang bisa memasang sihir? ” tanya Nox.


“Iya, setau kakak sih disini setelah bertanya tanya pada orang orang sekitar” ucap Lisia.


Toko yang Lisia tuju adalah tempat yang sama saat Lisia membeli hadiah untuk Elis dan Nox.


“Ayo kita masuk, lebih cepat lebih baik. Nevan dan Elis pasti sudah selesai memilih hadiah dan sedang menunggu kita didepan pintu masuk balai desa” ucap Lisia.


“Baik kak” ucap Nox.


Saat Lisia dan Nox ingin masuk kedalam toko, tiba-tiba saja dari arah belakang ada yang memanggil nama Lisia.


“Lisia! ”


Lisia pun menoleh kearah belakang dan ternyata yang memanggil namanya adalah Oliver.


“Kebetulan sekali bisa bertemu dengan mu Lisia, apa yang kamu lakukan disini? ” tanya Oliver.


“Saya menemani Nox memilih hadiah untuk Elis,” ucap Lisia dengan ekspresi datar.


“.. (Apa yang Oliver lakukan disini?, bagaimana dia tau aku pergi kebalai desa?. Apa Oliver mengikuti dari tadi?) ” ucap Lisia dalam hati yang sedang bertanya tanya.


“Apa yang sedang Oliver lakukan dibalai desa? ” tanya Lisia.


“Oh, saya hanya mau lihat lihat saja. Sudah lama gak kemari, mungkin saja ada sesuatu yang menarik hati ” ucap Oliver sambil tersenyum manis khas miliknya.


Lisia hanya menatap tajam kearah Oliver dengan ekspresi tidak percaya akan apa yang ia katakan, sementara Oliver hanya tersenyum saja.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Klik juga tombol Favoritnya, agar kalian tidak tertinggal informasi chapter selanjutnya....


...Salam cinta dari redblack....

__ADS_1



__ADS_2