
Chapter sebelumnya
Disebuah ruang. Salah satu pelayannya Flora sedang berdiri disamping Lisia yang sedang terbaring dikasur tersebut.
Ia melihat sekitar dimana hanya dijada oleh prajurit agelios didepan pintu masuk disetiap sudut ruangan dan seorang pendeta yang ada didekatnya. Lalu pelayan itu mulai mendoakan akan kesembuhan Lisia yang dipimpin oleh sang pendeta langsung. Begitu gilirannya dibolehkan menyentuh tangan sang dewi, ia mulai mengeluarkan sebuah botol yang ia dapatkan dari majikannya.
Pelayan tersebut membuka tutupnya lalu melihat sekeliling kamar tersebut , begitu tidak ada yang melihatnya ia mulai menuang kan botol berisi cairan tersebut kemulut Lisia. Saat cairan didalam botol tersebut ingin keluar, si pelayan Itu dihentikan oleh...
πΊπΊπΊπΊπΊ
Diruang doa
Flora yang sedang bersama salah satu pelayannya, sedang menunggu kedatangan pelayannya yang satu lagi. Namun tiba-tiba saja pelayannya yang ia tugaskan untuk membunuh Lisia, datang keruang doa dengan diseret oleh Ezra dan juga prajurit agelios lainnya.
"Aaaa"teriak si pelayan Flora yang dilemparkan oleh Ezra dibawa kaki Flora.
"Nona selamatkan saya, saya tidak ingin mati"ucap si pelayan dengan menangis memohon mohon.
Flora yang kager mengira jika rencananya telah ketahuan dan ia mencoba bersikap layakanya tidak mengetahui apapun dan membela pelayannya sebagai majikan yang baik hati.
"Apa yang kalian lakukan kepada pelayan ku? " tanya Flora sambil membantu pelayan itu berdiri.
Ezra memandangi mereka dengan tatapan menjijikan lalu ia pun menghela nafas panjang, sambil berkata"tanyakan sendiri pada pelayan mu itu apa yang telah ia perbuat"ucap Ezra dengan nada bengisnya.
Lalu Flora mencoba menanyakan kepada pelayannya itu. Ia lalu menjelaskan"saya... Saya tidak melakukan apapun nona , saya hanya menyentuh tangan dewi saja. Percayalah nona Flora! saya tidak melakukan apapun "ucap si pelayan itu sambil pura pura menangis.
".. (Sepertinya mereka belum menemukan botol itu ) "ucap Flora dalam hati.
"Bukan kah kalian sudah dengar, jika pelayan saya tidak melakukan apapun. Kalian pasti salah paham akan ini"ucap Flora yang pura-pura membela bawahanya.
Ezra yang mendengar ucapan si pelayan itu merasa muak dan tidak tahan lagi, namun sebelum Ezra yang ingin marah ia dihentikan oleh Adelio.
Begitu Adelio muncul semua orang memberi salam kepadanya" Salam kepada Baginda Raja Adelio Tsarevich Magixion ll, pemilik matahari Kerajaan Magixion Kekasiaran Dracania"ucap semua orang yang ada diruang doa tersebut kecuali Ezra.
__ADS_1
"Lady Flora! "mendekat "iya yang mulia "ucap Flora yang masih menunduk.
"Apa kau tidak tau apa yang telah dilakukan oleh pelayanmu ini? " tanya Adelio dengan nada penuh tekanan.
"Maaf yang mulia! saya tidak paham apa yang anda bicarakan "ucap Flora yang sedikit gugup.
"Pelayanmu berniat membunuh Dewi Hutan dengan mengunakan racun yang ia bawa"ucap Adelio.
"Apa? " pura pura kaget. " yang mulia! pasti ada kesalahan disini, pelayan saya tidak mungkin melakukan hal itu. Ia adalah pelayan yang sangat jujur dan baik, tidak mungkin ia berani mencoba melukai Dewi Hutan "ucap Flora yang membela pelayannya.
Saat Flora yang pura pura bersikap baik dan perhatian pada bawahanya, terdengar suara bisikan dari orang orang yang ada dibelakang.
"Ku dengar Lady Flora dikenal dengan baik hatinya dalam memerlakukan bawahanya " ucap orang satu.
"Iya aku juga dengar dari salah satu temanku yang berkerja disana, katanya Lady Flora orangnya sangat ramah pada semua orang dan suka menyapa siapapun yang ia lihat termasuk pelayan juga" ucap orang dua.
"Jadi tidak mungkin pelayan yang berkerja dibawah orang yang baik hati seperti malaikat itu memiliki rencana untuk melukai Dewi Lisia" ucap orang dua.
"Pasti ada kesalahan disini" ucap orang dua.
".. (Bagus. Gak kusangka sikap ku selama ini menjadi daya tarik orang orang untukku lepas dari situasi buruk ini) "ucap Flora dalam hati dengan ekspresi liciknya.
"Yang mulia! saya mohon apuni saya. Saya tidak melakukan apapun" ucap pelayan itu.
"Yang mulia! jika pelayan saya telah berencana ingin membunuh Dewi Lisia. Apa anda memiliki buktinya? " ucap Flora yang masih berpura pura.
".. (Aku yakin jika botol racun itu sudah ia dibuang sebelum ketahuan) "ucap Flora dalam hati sambil melirik kearah pelayannya.
Saat Adelio mengatakan "ada". Flora dan semua orang kaget dan si pelayan tadi meraba kantong bajunya dan mulai cemas.
".. (Tidak mungkin mereka bisa menemukan botol racun yang besarnya bisa digengam dengan tangan. Bagaimana mungkin?) "ucap Flora dalam hati yang mulai cemas.
Saat Adelio meminta Ezra untuk menemukan bukti yang ia dapatkan, Flora dan semua orang kaget dan pelayan yang tadi mulai pucat pasih.
"Akan kutanyakan lagi. Apa botol racun itu milik mu?" penuh tekanan. "Jika kau mengaku sekarang mungkin hukumanmu bisa diringankan"ucap Adelio yang sedang mengancam pelayan itu.
"Itu... " ucapnya yang sambil melirik kearah Flora.
__ADS_1
".. (Sial jika ia memberi tahukan kepada yang mulia Adelio , maka aku akan dalam masalah. Aku harus melakukan sesuatu) " ucap Flora yang sedang panik.
"Saya tidak tau apa yang sudah kamu lakukan, tapi jika memang benar botol racun itu milikmu, sebagai majikanmu saya yang akan menjaga keluargamu selama kamu tidak ada. Kamu bisa tenang dan katakanlah yang sebenarnya pada yang mulia " ucap Flora yang mendekat dan berbisik mengancam pelayannya.
Saat mendengar perkataan Flora, pelayan itu mulai panik dan takut, ia pun berlutut sambil meminta maaf. Lalu ia mengakui jika botol racun itu memang miliknya, semua orang yang ada didalam ruang doa terkejut tidak percaya dan Flora juga ikutan kaget.
"Saya tidak percaya jika kamu bisa melakukan ini "ucap Flora yang pura pura kaget dan kecewa.
Adelio yang merasa ada yang sedikit menjanggal, jika Flora juga terlibat dalam hal ini namun ia tidak menemukan buktinya. Lalu Adelio mencoba bertanya lagi pada si pelayan itu.
"Siapa yang telah memerintahkan mu untuk melakukan hal ini? "ucap Adelio.
Flora yang mendengar hal itu kembali panik dan cemas, ia lalu melototi pelayan dengan tatapan mengancam. Saat Adelio yang melihat mata pelayan itu sedang ketakutan, ia melihat kearah Flora, lalu Flora yang sadar Jika Adelio melihatnya ia kembali bersikap tenang tanpa ekspresi apapun. Kemudian pelayan itu menjawab pertanyaan dari adelio..
"Saya melakukannya sendiri. Tidak ada siapapun yang menyuruh saya, yang mulia!)"ucap pelayan itu dengan pasrah.
Mendengar hal tersebut Adelio hanya bisa menerima apa yang pelayan itu katakan, lalu Adelio menjatuhkan sebuah hukuman penjara selama 2 tahun. Pelayan tersebut pasra dibawa pergi oleh para prajurit dari desa agelios.
Flora yang pura pura sedih, atas kejadian yang menimpa pelayannya menagis tersedu-sedu dipelukan pelayannya yang satu lagi. Lalu semua orang bersimpati kepada Flora dan berbisik .
"Kasihan Lady Flora mendapatkan bawahan yang telah mencoreng nama baik Keluarga Duke Floweries" ucap orang satu.
"Benar. " ucap orang dua.
Flora yang mendengar perkataan orang orang yang membelanya merasa senang, sedangkan Adelio hanya bisa berdiam diri untuk saat ini.
Bersambung
...Terus dukung Redblack...
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
...Agar redblack terus semangat...
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1