Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 66 Kristal! Bawa aku kehutan Harvest!


__ADS_3


Chapter sebelumnya.


Dihutan Forrest


"Hacih! "Lisia bersin.


"Anda tidak apa apa dewi? " tanya Muffin yang khawatir.


"Iya, saya tidak apa apa"ucap Lisia.


LIsia, Muffin dan Snowy sedang berjalan jalan disekeliling kuil Forrest.


*


*


*


Setelah selesai berkeliling hutan forrest, Lisia, Muffin dan Snowy singgah disebuah kolam yang ada didekat kuil forrest.


"Maaf dewi! Saya ingin menanyakan sesuatu. Sampai kapan anda akan menetap dihutan Forrest,dewi? " tanya Snowy.


"Mmm"berfikir. "Sampai Nevan menjeputku"ucap Lisia yang tersenyum.


"Kalau begitu mungkin saja akan memakan waktu yang sangat lama! " ucap Muffin.


"Mungkin saja"ucap Lisia.


"Kalau begitu bagaimana jika dewi kehutan Harvest? Anda tidak akan disini selamanya, bukan? " tanya Snowy.


"Benar sih"berfikir. "Baiklah bagaimana jika kita langsung kehutan Harvest saja?, takutnya nanti Oliver malah mengirim setengah siluman lain selain Nevan untuk membawaku kembali kedesa, kan bisa repot jadinya"ucap Lisia.


"Baik dewi, ayo kita pergi sekarang "ucap Snowy yang begitu senang.


Snowy lalu langsung berjalan menuju kearah kuil Forrest kembali.


"Muffin apa anda tidak masalah sama sekali , jika saya menghabiskan waktu kehutan Harvest dulu? " tanya Lisia yang sedikit gugup.


"Tidak apa dewi, lagian anak itu sudah lama tidak menghabiskan waktunya bersama dewi hutan.Jadi untuk saat ini saya akan mengalah, karna itu anda tidak perlu mengkhawatirkan saya, anda bisa melakukan apa yang anda inginkan mulai sekarang, "ucap Muffin.


"Terimakasih Muffin "ucap Lisia yang tersenyum.


"Sama sama dewi"


Lisia dan Muffin lalu menyusul Snowy yang terus memanggil mereka berdua.

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺


Sesampainya dikuil dewi Forrest,Lisia, Muffin dan Snowy pergi ketempat ruangan yang sama saat Lisia memperbaiki segel pelindung di Hutan Harvest.



Lisia yang terkejut, "Eh! Bukankah ini,,.. " ucap Lisia yang terhenti sambil melihat kearah Muffin.


"Sesuai tebakan anda! Ini adalah tempat untuk memperbaiki segel pelindung Hutan Forrest, sama yang ada dikuil harvest. Disini bukan hanya untuk memperbaiki segel pelindung saja, tetapi bisa digunakan sebagai jalan penghubung antara kuil Forrest dan kuil Harvest "ucap Muffin yang menjelaskan.


"Benar dewi! Saya bisa sampai kemari karna kristal ini"ucap Snowy yang menyentuh kristal yang sangat besar.


"Begitu ya. Jadi bagaimana cara kerjanya? " tanya Lisia yang begitu penasaran.


"Mari dewi, kita lakukan bersama"ucap Muffin.


"Eh! Muffin juga ikut? " tanya Lisia.


"Tentu, karna tidak mungkin saya disini saja. Lalu tidak mungkin kan dewi bersama penjaga kuil Harvest bersenang senang tanpa saya? " ucap Muffin yang sedikit cemburu.


Lisia merasa terbebani. "Haha, tentu saja tidak. Bagaimana bisa saya setega itu, "ucap Lisia.


Muffin tersenyum melihat Lisia yang sedikit gelisah."Tenang saja dewi, saya hanya bercanda. Tolong jangan dimasukan didalam hati, "ucap Lisia.


"Tentu saja, saya tidak memasukannya kedalam hati kok"ucap Lisia yang tersenyum.


Lisia dan Muffin saling menyentuh kristal besar tersebut."Dewi! Mintalah pada kristal ini untuk pergi kehutan Harvest, dengan begitu ia akan membawa anda langsung Kekuil Harvest"ucap Muffin.


"Baiklah"ucap singkat Lisia.


"Kristal, bahwa aku kehutan Harvest "ucap Lisia.


Kristal tersebut pun bersinar dan menyelimuti Lisia. Begitu Lisia menutup matanya dan membukanya kembali, ia sudah ada diruangan yang sama dengan yang ada dikuil Forrest.


"Apa kita sudah sampai? " tanya Lisia.


"Sudah dewi "jawab Muffin.


"Dewi! Mari! Saya ingin menujukan sesuatu pada anda"ucap Snowy yang bersemangat.


"Mmm"Lisia yang bingung, hanya bisa mengekuti Snowy yang mengajaknya pergi keluar.


*


*


*

__ADS_1


Setelah keluar dari kuil Harvest, terlihat semua hewan berkumpul didepan kuil. Lisia yang sedikit tekejut melihat begitu banyak hewan yang belum pernah ia temui sebelumnya.


"Waa, apa Snowy yang mengumpulkan mereka semua? " tanya Lisia yang begitu semangat.


"Tidak dewi! Saya hanya menggatakan jika anda akan datang kemari kepada mereka, tapi seperti yang anda lihat mereka datang hanya untuk bisa melihat anda dewi Lisia"ucap Snowy.


"Begitu ya"


Lisia lalu berjalan kearah sekumpulan hewan tersebut, lalu mereka mulai mendekati Lisia dan mengelilinginya. Lisia yang merasa senang akan hal itu mencoba untuk mengelus dan memegang satu persatu hewan hewan yang mendekatinya, merasa sikit menyenangkan Lisia sampai dibuat berbaring kerumput karna para hewan terus menjilatinya dan menegrumuninya.


Muffin dan Snowy hanya bisa tersenyum melihat para hewan begitu menyukai sang dewi baru tersebut, lalu mereka pun pergi ikut kekerumunan para hewan hewan tersebut.


🌺🌺🌺🌺🌺


Keesokan harinya, didesa Agelios. Clara yang hendak telah selesai melakukan doa pagi yang dilakukannya setiap hari, bergegas pulang untuk berganti pakaian. Setelah selesai bersiap siap dengan begitu rapinya, ia bergegas menuju kekantor desa untuk bertemu Oliver.


Kedua orang tuanya Clara hanya tersenyum melihat tingkah putrinya yang begitu bersemangat ingin bertemu tunangannya yaitu Oliver.


"Hari ini Clara terlihat sangat senang sekali"ucap Charlotte.


"Bukankah dia selau ceria, jadi apa bedanya dengan hari ini? " tanya Evans.


"Mungkin kamu tidak menyadarinya karna kamu kurang memperhatikan perubahan sikap putrimu, tapi tidak bagiku yang merupakan ibunya yang selalu memperhatikan sikapnya kapan dia sedih, senang atau pun marah."


"Kali ini Clara kelihatan senang mungkin saja ada sesuatu hal yang terjadi antaranya dengan Oliver , karna hari hari sebelumnya ia kelihatan gelisah seperti memikirkan sesuatu "ucap Charlotte.


"Jangan terlalu memikirkan hal itu, aku yakin bahwa Clara anaknya sangat ceria dan gak akan melakukan hal aneh aneh"ucap Galen yang mencoba menenangkan istrinya itu.


"Aku tau, tapi tetap saja aku merasa cemas pada Clara. Semenjak kedatangan dewi baru kedesa kita, Clara selalu saja murung dan sedih seperti kejadian dewi hutan yang sebelumnya. Itu karna Oliver begitu memperhatikan sang dewi begitu berlebihan ketimbang Clara yang merupakan tunangannya sendiri. "


"Sekarang Oliver memang memperhatikan sang dewi karna dia adalah kepala desa agelios, sama seperti Galen dulu terhadap dewi hutan sebelumnya. Tapi aku takut Clara merasa cemburu akan sikap Oliver pada dewi dan membuatnya melakukan hal nekat."


"Aku sangat takut ia tidak bisa memaklumi sikap Oliver yang seperti itu. Walau aku tau sikap Oliver terlalu berlebihan, tapi jika dewi baru sampai meninggalkan desa kita seperti dewi sebelumnya, mungkin hal yang buruk akan menimpa desa agelios."


"Karna itu aku khawatir dan juga gelisah pada Clara "Ucap Charlotte yang melihat Evans dengan tatapan sedih.


"Aku mengerti akan kekhawatiran mu Charlotte, tapi aku yakin Oliver bisa melakukan hal yang terbaik untuknya dan juga desa, ia adalah anak yang bijaksana jadi tidak mungkin ia akan melakukan kesalahan yang buat Clara cemburu. Jadi percaya saja sama Oliver. "ucap Evans.


Charlotte tersenyum dan menganggukan kepalanya pada Evans, lalu mereka pun berpelukan satu sama lainnya.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....


__ADS_1


__ADS_2