
Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......
...Happy reading...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
Chapter sebelumnya
Keesokan paginya,,...
“Kak Diana jahat Elis benci kakak”ucap Elis.
Diana hanya bisa terdiam akan perkataan yang Elis ucapkan, karna Diana merasa pantas menerima kebencian tersebut.
Flashblack
Dipagi hari yang begitu cerah, matahari terbit dengan sinar yang begitu indah. Namun tidak dirumah Nevan yang suram dan penuh kesedihan, karna Nevan harus melepaskan kepergian kedua orang tuanya dengan berat hati.
Elis dan Nox begitu sedih dan hanya bisa terdiam tanpa bicara apapun. Yang makin tambah sedihnya, tidaka da satu orang pun yang datang kerumah Nevan untuk membantu mengkramasikan kedua orang tuanya.
Jadi hanya Nevan sendirian saja yang mengkramasikan kedua orang tuanya sendiri dan Diana yang memimpin doa mengantikan pendeta kuil yang juga gak mau datang.
Setelah semua ritual kematian bagi manusia siluman selesai, Nevan menguburkan kedua orang tuanya yang tidak jauh dari rumahnya. “Selamat tinggal ayah ibu” ucap Nevan selesai berdoa.
“Nevan, maaf saya tidak bisa membantu mu apapun” ucap Diana.
“Tidak apa apa, saya lah yang salah disini. Maaf saat itu saya meminta sesuatu yang seharusnya tidak saya katakan, maafkan saya Diana ” ucap Nevan.
“Iya, aku sudah tidak mempermasalahkan hal itu lagi kok, tenang saja” ucap Diana. Setelah itu mereka pun, Nevan dan Diana langsung diam satu sama lainnya.
“Bagaimana jika kita kembali sekarang, tidak baik meninggalkan Nox dan Elis terlalu lama” ucap Diana.
“Baik, mari! ” ajak Nevan. Lalu mereka pun kembali kerumah Nevan tanpa saling berbicara satu sama lainnya selama perjalanan.
🍂🍂🍂🍂🍂
Sesampainya dirumah, ketika Nevan dan Diana kembali seluruh warga desa berkumpul dan mengerumuni rumah Nevan.
“Ada apa ini, kenapa kalian semua ada disini?” tanya Diana.
“Kami kemari ingin Nevan dan keluarganya pergi dari desa ini” ucap salah satu warga desa.
“Apa apan kalian, mengusir Nevan dari sini. Dia sudah jauh dari desa utama kenapa kalian malah mengusirnya lagi. Apa salah dia? ” tanya Diana dengan sangat marah.
__ADS_1
“Gelard dan Amalthea mati karna memiliki anak pembawa sial itu, keberadaannya bisa membawa sial bagi desa Agelios juga nantinya dan hal itu telah terjadi” ucap salah satu warga desa.
“Benar, saat ini anak anak desa Agelios sedang mengalami sakit parah secara tiba-tiba dan suku manusia serigala saat ini juga ada yang mengalami penyakit hibernasi. Mungkin saja semua itu terjadi karna pembawa sial itu” ucap salah satu warga desa lainnya.
“Karna itu, pembawa sial itu harus segara pergi dari sini agar kesialan bagi desa Agelios hilang”ucap salah satu warga desa.
“Benar, pergi dari sini” teriak seluruh warga desa yang berkumpul.
Nevan hanya bisa terdiam dan menundukan kepalanya karna cacian dan makian yang bertubi tubi dari warga desa agelios.
“Sudah cukup, Nevan bukan pembawa sial. Sekali lagi kalian berkata seperti itu didepan saya, saya gak akan segan segan melakukan sesuatu pada kalian” ucap Diana dengan marahnya.
Semua warga desa Agelios langsung terdiam dan tidak lagi berkutik sama sekali, mereka hanya memandangi satu sama lainnya dengan ekspresi canggung, “Sekarang kalian semua kembali, saya akan tunggu dikuil untuk memeriksa keadaan anak anak kalian” ucap Diana.
Semua warga desa saling menatap satu sama lainnya, lalu mereka pun menyetujui akan apa yang Diana katakan untuk kembali Kedesa dan membawa anak mereka kekuil dewi.
“Nevan, maaf saya harus kembali kedesa agelios untuk memeriksa keadaan anak anak yang sakit” ucap Diana.
“Iya” jawab Nevan. Lalu Diana pun pergi menyusul para warga desa yang tadi pergi dari belakang dan meninggalkan Nevan sendirian.
Setelah itu Nevan pun masuk kedalam rumah dengan perasaan yang begitu sedihnya, saat Nevan pergi melihat kedua adiknya yang ada dikamar, mereka hanya tidur dan tidak memperdulikan kedatangan kakak tertuanya.
“Nox, Elis kalian belum makan apapun dari tadi pagi. Kalau kalian gak makan nanti sakit” ucap Nevan.
“Gak nafsu” ucap Nox. “Elis udah kenyang” ucap Elis.Nevan hanya bisa menghena nafas panjang akan sikap yang dilakukan oleh Nox dan Elis, karna Nevan tau mereka baru saja kehilangan kedua orang tuanya dan saat ini sedang bersedih.
“Ya udah, kalian berdua tetap dirumah ya!, kakak ingin kehutan Forrest untuk mencari kayu bakar” ucap Nevan.
Nox dan Elis tidak menyahut akan apa yang Nevan katakan, mereka hanya memilih untuk diam saja. “Baiklah kakak pergi dulu” ucap Nevan yang pergi meninggalkan kamar Nox dan Elis.
Setelah semua hal hal yang penting sudah disiapkan, Nevan pun berangkat menuju kehutan Forrest sendirian. Saat ayahnya masih hidup, Nevan selalu pergi bersama, Gelard untuk berburu bersama sama.
Sedih rasanya kehilangan orang yang begitu Nevan sayangi, apa lagi Nevan sangat sangat dekat dengan ayahnya yang begitu hebat dimata Nevan.
Begitu Nevan sudah pergi, Nox dan Elis yang tinggal dirumah hanya tetap tidur diatas kasur mereka. “Kak Nox! ”panggil Elis.
“Ada apa Lis? ” tanya Nox.
“Kita temui kak Diana yuk, Elis ingin bersama kak Diana! ” ucap Elis. Nox berfikir keras, didalam pikirannya ia sangat tidak ingin bertemu siapapun atau keluar dari rumahnya. Tapi ia juga tidak bisa menolak permintaan dari adik kecinya itu, karna sebagai kakak nya setidaknya ia harus menghibur atau memenuhi semua keinginan Elis setelah Nevan.
“Baiklah, ayo. Kita temui kak Diana ” ucap Nox yang lalu beranjak dari tempat tidurnya, lalu diikuti oleh Elis dengan semangat.
🍁🍁🍁🍁🍁
Nox dan Elis pun pergi kekuil dewi berdua untuk bertemu dengan Diana. Sesampainya mereka disana, terlihat warga desa yang bergitu ramainya telah berkumpul diluar kuil.
“Ada apa ramai ramai seperti ini dikuil dewi, kak Nox? ” tanya Elis penasaran.
“Kakak juga gak tau” ucap Nox yang juga penasaran.
Saat Nox dan Elis ingin masuk kedalam kuil, mereka dihalangi oleh para pendeta dan malah didorong sampai terjatuh.
“Ukh” Elis yang didorong sampai terjatuh.
__ADS_1
“Hei, apa yang kau lakukan pada adikku” marah. “Gak papa Lis? ” tanya Nox yang membantu Elis untuk berdiri.
Pendeta yang mendorong Elis hanya menatap jijik kepada Nox dan Elis, “Apa kalian sudah gak waras, pembawa sial seperti kalian tidak pantas berada disini, lebih baik kelian pergi sekarang! ” ucap pendeta kuil.
“Kami bukan pembawa sial, kakak ku juga bukan pembawa sial, kalianlah yang seenaknya mengatakan hal yang tidak jelas” ucap Elis yang marah besar.
“Dasar tidak tau diri” saat pendeta hendak mengeluarkan kekuatan sihirnya untuk menyerang Elis, kekuatan pendeta tersebut diblokir oleh Diana.
“Apa yang hendak kau lakukan pendeta?, apa kau baru saja ingin menyerang anak kecil? ” ucap Diana yang datang dengan sikap dinginnya.
“Dewi, ” gugup. “Tidak maksud saya,,.. ” terbata bata.
“Pendeta, saya tidak buta. Saya melihat apa yang ingin anda lakukan, jika saya tidak datang tepat waktu dan sampai Elis ada terluka walau hanya sedikit, maka saya yang akan menyerang anda saat itu juga. Apa anda paham! ” ucap Diana dengan tatapan tajam kearah pendeta itu.
“Paham dewi, maafkan apa yang telah saya lakukan ” ucap pendeta tersebut dengan ketakutan.
“Sudah pergi sekarang, lanjutkan pengobatan pada yang lainnya ” ucap Diana yang sangat tegas.
“Baik dewi” pendeta tersebut langsung pergi dan melanjutkan tugasnya untuk membantu para warga desa yang membutuhkan pertolongan. Sementara Diana membawa pergi Nox dan Elis dari kerumunan orang orang yang menatap mereka dengan tatapan tajam dan jijik.
“Apa yang kalian lakukan disini?, dimana Nevan? ”tanya Diana sambil mencoba lutut Elis yang memar karna terjatuh didorong oelh pendeta tadi.
“Kakak ada dihutan Forrest untuk mencari kayu bakar, sedangkan kami kemari karna Elis ingin bertemu dengan kak Diana ” ucap Nox yang menjelaskan.
“Hah” Diana hanya menghela nafas panjang. “Kalian pulang lah, tidak baik ada disini” ucap Diana.
“Kenapa? Kenapa kak Diana juga bersikap seperti ini pada kami?. Padahal kan kak Nevan tidak salah apapun, tapi kenapa semua orang menyalahkan kak Nevan ” ucap Elis.
“Elis, kakak tau Nevan tidak salah apapun. Tapi kalian harus pulang karna tidak baik jika kalian mendengar perkataan buruk dari warga desa yang gak tau malu seperti mereka ” ucap Diana.
“Elis gak mau, Elis mau kakak tetap bersama Elis saat ini. Jangan obati mereka, mereka pantas mendapatkannya” ucap Elis yang kesal.
Nox dan Diana sontak kaget akan apa yang Elis katakan, “Elis, kenapa kamu ngomong begitu? ” tanya Nox.
“Kenapa tidak, mereka orang orang jahat jadi sudah semestinya mereka mendapatkan karma yang setimpal” ucap Elis yang sangat marah.
“Sudah Elis, kalian pulang sekarang! ” ucap Diana.
“Elis gak mau”ucap Elis.
“Jangan keras kepala Lis, lebih baik kita pulang sekarang. Kak Diana harus kembali untuk mengobati orang orang desa” ucap Nox yang mengajak Elis pulang.
“Elis gak mau, pokonya gak mau” ucap Elis yang berteriak.
“Elis pulang sekarang atau kakak gak akan mau lagi bertemu Elis lagi” ucap Diana.
Elis seketika langsung terkejut dan tidak percaya dengan apa yang ia dengar, “Kak Diana jahat, Elis benci kakak”ucap Elis.
Diana hanya bisa terdiam akan perkataan yang Elis ucapkan, karna Diana merasa pantas menerima kebencian tersebut. Lalu Elis pun pergi dengan menangis cukup keras sedangkan Nox pun langsung menyusul adik perempuannya itu dan meninggalkan Diana sendiri disana.
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Klik juga tombol Favoritnya, agar kalian tidak tertinggal informasi chapter selanjutnya....
__ADS_1
...Salam cinta dari redblack....