Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 126 hari yang ditunggu tunggu


__ADS_3


Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......


...Happy reading...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


Chapter selanjutnya


Didepan rumah


“Kak Lisia, gak mau menginap malam ini disini?” tanya Elis dengan ekspresi sedih.


“Maaf ya Elis, bukannya kakak gak mau menginap disini, tapi besok adalah hari pembangkitan sihir, jadi banyak persiapan yang harus dilakukan dikuil pagi pagi sekali” ucap Lisia menjelaskan.


“Benar apa yang kak Lisia katakan, kak Lisia pasti sibuk dan harus berada dikuil. Karna itu kak Lisia gak bisa menginap disini, jadi mengertilah” ucap Nox.


“Baiklah, Elis paham” ucap Elis yang pasrah walau sebenarnya didalam hatinya gak rela Lisia pergi.


“Kalau begitu kakak pergi dulu, selamat malam semuanya” ucap Lisia yang berpisah dengan Nevan, Elis dan Nox.


Saat Lisia yang sudah mulai menjauh, Nevan yang tadi ragu mulai memberanikan diri dan langsung menyusul Lisia yang perginya belum jauh.


“Kakak akan pergi mengantar dewi, kalian berdua tetap dirumah” ucap Nevan yang langsung menyusul Lisia.


“Ayo Lis kita masuk! ” ajak Nox.


“Ok” ucap Elis.


Nox dan Elis pun masuk kedalam rumah, dan tidak lupa menutup pintu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Diperjalan pulang menuju kuil dewi, Lisia berjalan sendirian ditepu danau pelangi yang disinari bulan yang bersinar terang benderang.


Lalu diarah belakang Lisia, “Dewi!! ” panggil seseorang dari kejauhan.


“Nevan, ada apa? ” tanya Lisia.


“Itu, ”ragu ragu. “Boleh saya mengantar dewi sampai kekuil? ” tanya Nevan yang mencoba memberanikan diri.


Lisia kaget akan permintaan dari Nevan yang tidak terduga tersebut.“Boleh kok” ucap Lisia.


Lisia dan Nevan pun berjalan dengan perlahan menuju kuil dewi ditemani oleh bulan yang bersinar dengan terang dan indah diatas langit yang cerah tanpa awan yang menutup sehingga terlihat bintang bintang yang berkelap kelip diatasnya.


“Apa Nevan sudah menyiapakan hadiah untuk Nox dan Elis? ” tanya Lisia yang mulai pembicaraan.


“Saya sudah menyiapkannya hadiah untuk kedua adik saya jauh jauh hari ” ucap Nevan.


“Hadiah sepeti apa yang telah Nevan siapkan? ”tanya Lisia yang penasaran.


“Hadiah yang pasti akan disukai oleh Nox dan Elis ” ucap Nevan dengan tersenyum.


Lisia bertanya tanya akan hadiah sepeti apa yang telah Nevan siapkan, “.. (Apa mungkin!!) ” ucap Lisia dalam hati yang menduga duga.


Tak terasa perjalanan menuju kuil dewi pun telah sampai sebelum berpisah dengan Nevan, Lisia menanyakan satu hal kepada Nevan.

__ADS_1


“Nevan! ” panggil Lisia.


“Iya” jawab Lisia.


“Terimakasih sudah mengantar saya” ucap Lisia.


“Sama -sama dewi” ucap Nevan membalas.


Lalu keheningan tiba-tiba terjadi diantara Lisia dan Nevan yang terdiam setelah itu, lalu Lisia kembali memanggil Nevan dan memberikan sebuah satu pertanyaan dengan suara kecil.


“Nevan! ” panggil Lisia kembali.


“Ya dewi! ” jawab Lisia.


“Sampai kapan Nevan akan memanggil saya dewi” ucap Lisia sambil menundukan kepala dengan suara yang kecil.


“Ya? ” ucap Nevan.


Lisia seketika kaget akan perkataannya sendiri lalu langsung mengubah topik pembahasan.


“Ah,, maaf Nevan saya pegi dulu besok harus bangun pagi pagi sekali. Terimakasih sudah mengantar saya, selamat malam Nevan ” ucap Lisia yang langsung berbalik dan pergi dengan wajah yang merah karna mencoba menyembunyikan rasa malu.


Sementara Nevan hanya terdiam memandangi arah perginya Lisia dengan terburu buru tersebut. “Apa aku memiliki hak untuk memanggil nama mu, Lisia! ”gumam Nevan sendirian.


Lalu Nevan pun pergi meninggalkan kuil dewi dan menuju kearah pulang kerumahnya.


Disisi lain Lisia yang tadi pergi dengan terburu buru langsung masuk kedalam kamar miliknya dan langsung berbaring diatas kasur miliknya dengan wajah yang tertutup bantal.


“Argggh, kenapa aku bisa sebodoh ini sih. Masa aku bertanya akan jawaban yang sudah ada. Nevan tidak akan pernah memanggil nama ku seperti dia mamanggil Diana, tidak akan pernah” ucap Lisia dengan ekspresi sedih.


“Aku hanyalah seseorang yang ngak akan bisa menggantikan Diana, terlebih aku juga hanya menjalani tugas yang Diana percayakan pada ku” ucap Lisia dengan nada yang begitu sedih.


Sambil mengingat kenyataan yang ada, air mata Lisia tidak bisa lagi terbendung olehnya dan akhirnya menetes dan membasahi pipi miliknya.


“Eh, kenapa aku malah menangis sih” ucap Lisia sambil menyeka air mata yang ada dipipinya.


“Baiklah, sekarang aku harus tidur. Besok adalah hari kebangkitan sihir bagi anak anak desa Agelios dan aku harus bangun awal” ucap Lisia kembali.


Lisia lalu mulai merapikan tempat tidurnya dan mulai berbaring sambil memejamkan mata sampai akhirnya tertidur lelap.


🍁🍁🍁🍁🍁


Disisi lain, Nevan yang pergi mengantar Lisia pulang akhirnya sampai kerumah.


“kakak pulang!” ucap Nevan.


“Apa Nox dan Elis sudah tidur?” tanya Nevan Karna tidak ada jawaban dari kedua adiknya.


Lalu Nevan pun pergi menuju kekamar kedua adiknya.


“.. (Ternyata mereka sudah tidur, mungkin Karna besok adalah hari yang sangat penting mereka mencoba untuk tidur lebih awal) ” ucap Nevan dalam hatinya.


Nevan pun berjalan kearah Nox dan Elis. Sesampainya disamping mereka, Nevan mengelus kepala Nox dan juga Elis dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang.


“Kakak harap kalian bisa membangkitkan sihir dengan lancar, dan tidak terjadi apapun nantinya” ucap Nevan dengan suara pelan.


Lalu Nevan pun keluar dan menutup pintu kamar dengan perlahan agar Nox dan Elis tidak terbangun. Sementara Nox dan juga Elis tidur dengan pulas sambil menunggu hari esok akan datang.


🍁🍁🍁🍁🍁


Tak menunggu lama, matahari pun mulai terlihat menandakan pagi akan datang. Disisi lain Nox dan Elis pun terbangun dari tidur nyenyak mereka.


“Oowaaah, nyenyak sekali tidur ku” ucap Elis yang bangun paling dulu.


Sambil meregangkan badan, Elis melihat kearah sampaing dan melihat kakak laki-lakinya yang masih tertidur.

__ADS_1


“Ya ampun, kak Nox ayo bangun!, Ini sudah pagi“ucap Elis sambil menggoyangkan tubuh kakaknya.


“Mmm“rengekan Nox yang masih mengelantur dengan kesadaran yang belum penuh.


“Sudah pagikah?” tanya Nox.


“Sudah pagi, ayo bangun dan siap siap.” ucap Elis.


“Baiklah, kamu mandilah duluan” ucap Nox yang masih dengan mata tertutup dan setengah sadar.


“Okey, Elis mandi dulu. Jika Elis lihat kakak belum bangun saat Elis sudah selesai mandi awas saja!!” ucap Elis.


“Iya iya” ucap Nox yang mengambil selimut dan menutupi tubuhnya dengan selimut tersebut.


Lalu Elis dengan segera kekamar mandi dan mulai bersiap siap.


Setelah 15 menit kemudian, Elis pun selesai mandi dan melihat kakak laki laki ya yang sedang merapikan tempat tidur.


“Kirain kakak masih tidur“ucap Elis.


“Hari ini adalah hari yang begitu kita nanti nantikan, gak mungkin kakak telat. Sudah sekarang giliran kakak mandi” ucap Nox.


“Okey,” ucap Elis.


Setelah berpakaian dengan pakaian yang telah ditentukan Elis menuju kedapur dan melihat kakak tertuanya yang sedang membuat sarapan pagi.


“Selamat pagi kak Nevan” ucap Elis.


“Selamat pagi, dimana Nox?” tanya Nevan sambil meletakkan makanan keatas meja makan.


“Sedang mandi, sebentar lagi nyusul” ucap Elis sambil duduk dikursi.


Elis lalu menyantap sarapan pagi miliknya dengan lahap.


Terhenti sejenak“Kak!” panggil Elis.


“Apa kebangkitan sihir nanti Elis akan berhasil?” tanya Elis dengan ekspresi cemas.


Melihat adik perempuannya kelihatan tegang, Nevan dengan segera mengelus ngelus kepala Elis.


“Tenang saja, Elis pasti bisa melakukan kebangkitan sihir dengan lancar. Karna itu jangan cemas ya”ucap Nevan.


“Baiklah, Elis gak akan cemas lagi dan akan yakin jika Elis akan berhasil melakukan kebangkitan sihirnya” ucap Elis dengan semngat.


“Bagus” ucap Nevan.


Elis lalu melanjutkan sarapan pagi miliknya. Lalu tak lama kemudian Nox pun datang dan mulai menyantap sarapan yang telah dibuat oleh Nevan.


Setelah selesai sarapan pagi, Nox,Elis dan Nevan pergi ke akan kedua orang tua mereka untuk berdoa dan meminta berkat dari keduanya.


Didepan makam


“Ayah, ibu,hari ini adalah hari ulang tahun sekaligus hari dimana kami akan melakukan kebangkitan sihir” ucap Nox.


“Karna itu, lindungi kami agar nanti saat melakukan kebangkitan sihir bisa berjalan dengan lancar tanpa masalah apapun” ucap Elis.


“Jadi ayah dan ibu harus lihat saat kami saat melakukan kebangkitan sihir nantinya” ucap Elis menambahkan.


“Nox dan Elis tidak akan akan mengecewakan ayah dan ibu” ucap Nox melanjutkan.


Sambil menundukkan kepala Nox dan Elis mulai meundukan kepala dengan suasana terdiam


Setelah 10 menit kemudian, Elis & Nox pun telah selesai memberikan doa dan restu kepada kedua orangtuanya.


...Terus dukung Redblack....

__ADS_1


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Klik juga tombol Favoritnya, agar kalian tidak tertinggal informasi chapter selanjutnya....


...Salam cinta dari redblack....


__ADS_2