
Chapter sebelumnya.
Saat Lisia yang sibuk berfikir penyebab ia kembali kedunia nyata, tidak menyadari jika Kyler sudah ada didepannya.
"Kau sedang memikirkan apa? "
"Kyler! "Ucap Lisia yang kaget.
"Apa kau berencana melarikan diri dari ku, Lisia? " ucap Kyler dengan wajah memelasnya.
Lisia menatap tajam kearah Kyler dengan ekspresi dingin, karna Lisia sudah tau jika dihadapnnya bukanlah Kyler, melainkan David yang sedang menyamar.
"Berhenti melakukan ini! Saya tidak akan tertipu lagi oleh anda DAVID! "ucap Lisia yang sedang minum teh dengan nada ketusnya.
Menatap".. Sayang sekali, padahal saya ingin melihat wajah anda yang malu saat bertemu yang mulia"ucap David yang langsung berubah kembali.
Prufff
Huk huk huk
Lisia yang kaget akan perkataan David,menyembutkan teh yang ia minum.
"Saya tidak malu sama sekali"ucap Lisia yang wajahnya memerah.
"Oh benarkah? "ucap David tidak percaya.
"Berhenti mengoda saya"ucap Lisia yang marah sambil memukul David.
"Baik baik saya minta maaf dewi!"ucap David yang kesakitan
Lisia yang kesal mencoba mengatur kembali ekspresinya. ".. (Dasar! Jika bukan karna mu yang selalu menyamar jadi Kyler dengan tersenyum lembut pada ku dan sangat berlawanan dengan Kyler yang kukenal dengan sifat begis dan pemarah, maka aku gak akan tersipu malu seperti ini. Karna aku juga mengharapkan Kyler bisa bersikap lembut padaku tau, dan semua ini adalah kesalahan mu David! Salah mu) " ucap Lisia dalam hati yang menatap tajam kearah David.
David yang merasa bingung karna Lisia menatapnya begitu lekat.
"Ehm.. Jadi apa keperluanmu datang kesini David?"tanya Lisia.
"Saya ingin mengajak anda berkeliling istana Kerajaan Wishangle. Dewi! " ucap David.
"Apa? "Kaget.
".. (Akhirnya aku bisa melihat keindahan Kerajaan Wishangle yang hanya bisa kubayangkan dari tulisan dinovel saja) "ucap Lisia yang senang hanya membayangkan hal tersebut.
"Jadi bagaimana dewi! Apa anda mau ikut?"ucap David mengulurkan tangannya.
"Iya saya mau"
Lalu mereka pun pergi mengelilingi istana Kerajaan Wishangle. David membawa Lisia melihat bermacam macam bunga dirumah kaca,
Melihat danau yang jernih dan indah. Lalu pergi melihat monster yang sudah jinak dan memberi makan secara langsung.
Lalu tibalah Lisia dan David disebuah kebun buah apel dan memetik buah langsung dari pohonnya.
"Dewi! "
Saat Lisia yang ingin memetik buah apel dari pohonya, David bertanya kepada Lisia.
"Kenapa anda masih belum memilih siapapun diantara mereka? , kenapa anda masih harus mempertimbangkan siapa yang berhak menerima kristal pelanginya? Dewi! "
Mendengar perkataan David, Lisia yang ingin menggigit buah apel berhenti dan terdiam beberapa saat.
"Bukankah jika anda sudah memilih salah satu dari mereka, mungkin saja yang mulia tidak akan menculik anda. Begitu juga yang lainnya tidak akan pura pura memperhatikan anda demi mendapatkan hati anda."
Lisia hanya terdiam dengan muka datar tanpa ekspresi apapun sambil melihat David.
__ADS_1
"Hanya karna kristal pelangi, anda harus terlibat masalah orang lain yang meninggalkan tanggung jawabnya dan pergi begitu saja. Bukankah yang anda lakukan selama ini hanya sia sia saja. Apa anda tidak muak akan semua ini? "ucap David yang marah.
Untuk beberapa saat Lisia sempat diam, lalu langsung berbicara yang membuat David kaget."Saya tidak muak sama sekali"ucap Lisia yang senyum lembut.
David yang mendengar perkataan Lisia sambil tersenyum membuat David kaget dan makin kesal.
Diruang kerja.
"Sial ini tidak ada habis habisnya"ucap Kyler yang kesal.
"Ivan! Dimana David? "tanya Kyler.
"Anda mengizinkan David mengajak dewi Lisia untuk berkeliling istana yang mulia"ucap Ivan yang terlindung oleh dokumen yang menumpuk.
"Apa! Ka..? "Mengingat kembali.
Flashback
Sebelum David pergi bertemu Lisia, David yang merasa lelah karna mengerjakan begitu banyaknya dokumen, mencoba mencari cara untuk lepas dari perkerjaan tersebut.
"Haah... (Jika terus seperti ini aku bisa mati mengerjakan dokumen yang tidak ada habisnya)"ucap David yang mengeluh dengan wajanya menempel dimeja.
Saat menghela nafas panjang David pun mendapatkan sebuah ide, dimana Lisia yang menjadi alasannya.
"Yang mulia! " David yang ragu ragu."Ada apa! "Ucap Kyler yang fokus menulis dokumen.
"Itu.... Bukan kah dewi Lisia harus menghirup udara segar. Jika dewi hanya didalam kamar terus , bukankah tidak baik untuk kesehatan beliau. Jika dewi Diana kembali dan melihat dewi Lisia sakit bukankah anda tidak akan mendapatkan kristal pelangi" oceh oceh.
"Langsung keintinya"ucap Kyler yang kesal mendengar ocehan David.
"Jika yang mulia mengizinkan dewi melihat lihat sekitar istana dan beliau merasa senang. Mungkin saja dewi akan langsung memilih anda, tapi tentu saja saya yang akan mengawal dewi agar beliau tidak ada niat untuk melarikan diri. Bagaimana yang mulia apa kah boleh saya mengajak Dewi Lisia berkeliling? "ucap David.
Kyler yang sedang berfikir akan usulan dari David membuat David panik yang melihat Kyler hanya diam saja. Karna David takut jika Kyler menyadari bahwa ia sedang ingin melarikan diri dari pekerjaan yang begitu banyak.
Setelah beberapa saat kemudian, "Baiklah pergilah! "Kyler mengizinkan David untuk mengajak Lisia melihat kerajaan wishangle. David yang mendengar hal tersebut senang dan langsung pergi menemui Lisia.
Flashback selesai
Begitu Kyler keluar untuk mencari David, Ivan yang ditinggalkan sendirian merasa lega karna sempat memikirkan hal yang sama dilakukan oleh David.
"Hahhh... Aku tidak akan menggunakan dewi Lisia sebagai alasan"ucap Ivan yang merasa lega.
...*****...
Kyler pun mencoba mengelilingi keberbagai tempat untuk mencari kemana David mengajak Lisia, dan akhirnya mereka berhasil ditemukan yang berada dikebun buah apel. Kyler yang ingin menghampiri dan memarahi David habis habisan,berhenti melangkah saat mendengar pembicaraan David dengan Lisia.Kyler pun mencoba bersembunyi dibalik pohon yang tidak jauh dari David dan Lisia berada.
"Saya tidak muak sama sekali"ucap Lisia yang senyum lembut.
Mendengar hal tersebut membuat David kesal dan marah. Sedangkan Kyler yang ada dibalik pohon hanya kaget mendengar perkataan Lisia.
"Saya juga pernah berfikir seperti apa yang David katakan barusan, tapi saya hanya melakukan apa yang saya bisa saat ini"
"Mungkin yang dikatakan David benar, jika seandainya saya sudah memilih salah satu diantara mereka, maka hal seperti ini pasti tidak akan terjadi. Tapi kalau begitu saya pasti akan dibuang bukan? "
David dan Kyler kembali kaget mendengar perkataan Lisia. Lalu David mencoba bertanya "Apa maksudnya jika anda akan dibuang, dewi?. "
Lalu Lisia pun tersenyum dan menjawab pertanyaan dari David. "Sebagai utusan dari dewi sebelumnya, saya harus memilih diantara mereka berlima siapa yang pantas memiliki kristal pelangi. Bukan? "
David yang juga mengetahui hal tersebut menganggukan kepalanya.
"Menurut David apa yang akan terjadi jika saya sudah memilih? "tanya Lisia.
"Dewi Diana akan kembali dan memberikan kristal pelangi pada orang yang telah anda pilih"ucap David.
"Lalu jika Diana telah kembali maka orang orang tidak membutukan saya lagi karna tidak mungkin adanya 2 dewi hutan. Bukan kah begitu David? "Ucap Lisia yang tersenyum pada David.
__ADS_1
David dan Kyler yang kaget mendengar kata kata Lisia, membuat mereka hanya bisa terdiam dari sudut pandangan mereka sendiri.
"Mungkin saya sedikit egois, karna saya baru beberapa hari menjadi dewi hutan yang baru. Tapi saya tidak mau dibuang seperti barang yang sudah rusak dan tidak dibutuhkan lagi."
"Karna itu saya tidak ingin memilih siapapun untuk saat ini, jika saya sudah siap untuk pergi, maka saat itu saya akan memilih salah satu dari mereka "ucap Lisia yang tersenyum.
"Anda tidak egois sama sekali, dewi! "ucap David.
Mendengar perkataan David yang mengatakan jika dirinya tidak egois, membuat Lisia tersenyum. Lalu Kyler yang ada dibalik pohon....
"Tentu saja barang yang sudah rusak pasti akan dibuang "ucap Kyler yang bergumam.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Setelah selesai melihat lihat sekitar istana, David mengantar kembali Lisia kekamarnya.
"Terimakasih untuk hari ini David"ucap Lisia dengan tersenyum.
"Sama sama, dewi!. Lalu saya juga minta maaf untuk perkataan saya saat dikebun apel tadi"ucap David.
"Tidak perlu minta maaf, kalau bukan karna David yang menanyakan hal seperti tadi saya pasti tidak bisa mengatakan apa yang ada didalam hati saya dan akan terus memendamnya. Berkat David saya merasa lega sekarang"ucap Lisia yang tersenyum.
David yang merasa terharu kepada Lisia yang begitu baik hati membuatnya semakin menyukai Lisia.
"Dewi! Siapapun yang ada pilih saya akan menghargai apapun keputusan yang anda buat dan akan menudukungnya" ucap David.
Lisia yang mendengar perkataan David mencoba mengodanya."Kalau begitu jika Kyler tidak terpilih oleh saya apa tidak masalah buat David?"ucap Lisia.
"Apa!?"kaget. " Anda harus tetap memilih yang mulia, anda harus tetap mempertimbangkannya"ucap David yang panik.
Lisia yang melihat David begitu panik hanya bisa mengatakan "Iya baiklah" sambil tertawa keras. Setelah Lisia puas menggoda David dan membuatnya panik, David pun pamit untuk kembali lagi bekerja.
"Sampai jumpa lagi saat makan malam dewi"ucap David
Lisia membalas dengan senyuman kepada David. Lalu setelah David pergi, Lisia kembali masuk kedalam kamar lalu mengunci pintunya.Begitu sudah didalam kamar, Lisia teriak tanpa suara karna berhasil membuat David percaya akan kata katanya.
Walau Lisia sempat panik saat David bertanya dan membuat jantung Lisia rasanya mau copot, tapi Lisia bisa tetap tenang dan mengatasinya.
Flashback
Saat Lisia diam dengan wajah datar memandang arah David, sebenarnya Lisia sangat panik didalam pikirannya itu.
".. (Gak kusangka jika David akan mengatakan hal yang tidak terduga kayak gini) "panik. "... (Harus kujawab apa pertanyaaanya itu? ) "
David yang dikenal dengan karakter yang sedikit kesal pada orang yang suka memanfaatkan orang -orang yang tidak berdaya.
Saat dimana Diana yang memerintahkan Kyler untuk tidak menyerang Kerajaan Magixion, hanya untuk mendapatkan kristal pelangi. Dengan pikiran tersebut Kyler pun menuruti apa yang Diana katakan, dan menarik mundur pasukan iblis yang turut membantu Kyler untuk menguasi kerajaan magixion yang diceritakan didalam novel.
Hal tersebut membuat bangsa iblis lain yang ikut membantu tersebut tidak mempercayai lagi dan meninggalkan Kyler, hal tersebut membuat David kesal akan tindakan yang dipilih oleh Kyler saat itu.
".. (Walau pun David benci tapi ia tetap selalu setia pada Kyler yang merupakan penyelamatnya) "
".. (Maaf David jika aku harus memanfaatkan sifatmu yang seperti itu, tapi yang kulakukan ini juga merupakan pikiranku setelah mendengar ucapanmu barusan) "ucap Lisia dalam hati.
"Saya tidak muak sama sekali"ucap Lisia yang senyum lembut.
Flashback selesai
".. (Kyaa...) "teriakan tanpa suara.
".. ( Sepertinya aku memang punya bakat dalam ekting, jika aku kembali kedunia nyata aku harus melamar jadi artis nantinya ) "ucap Lisia dalam hati sambil memegang kedua pipinya dengan begitu senangnya.
Bersambung
...Terus dukung Redblack....
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
__ADS_1
...Salam cinta dari redblack....