Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 11 Mata Merah Jambu


__ADS_3

Malam hari


Brukk!


Didalam kamar kuil dewi hutan, Lisia yang merasa lelah, langsung berbaring diatas kasur sambil memikirkan kejadian tadi siang.


"... (Sekarang kristal pelangi sudah ada pada ku) "ucap Lisia dalam hati yang memegang dadanya.


Lisia lalu bangun berjalan kearah jendela sambil melihat danau pelangi.


"Aku harus berhati hati untuk tidak ketahuan oleh 5 karakter pria dinovel ini. Termasuk karakter pria terakhir yang selalu mengincar kristal pelangi saat ada kesempatan "ucap Lisia.


"Tapi kenapa kristal pelangi bisa ada Dikuil Forrest, padahal diakhir novelkan Diana membawanya. Diana hanya meninggalkan pesan untuk kelima para tokoh pria saja. "


"Terlebih lagi aku masih belum tau pesan yang ditinggalkan Diana untuk mereka. Jika seandainya Ezra gak masuk tiba-tiba, aku pasti sudah tau dari Finn"ucap Lisia yang merasa sedih.


Lisia hanya bisa menghela nafas panjang,dan kecewa karna tidak bisa mengetahui pesan yang ditinggalkan Diana untuk kelima tokoh pria dinovel ini. Saat Lisia ingin melihat kearah danau, Lisia tidak sengaja melihat Nevan ada dibawah pohon ditepi danau , yang sedang memancing ikan malam malam.



Lisia yang sudah lama tidak bertemu Nevan dan juga rindu dengan karakter pria yang satu itu, langsung bergegas keluar diam diam dari kuil dan pergi menuju ketempat Nevan berada.


🌺🌺🌺🌺🌺


"Nevan! Sedang apa anda disini sendirian?"ucap Lisia yang menghampiri Nevan.


Nevan yang kaget melihat Lisia yang tiba-tiba saja datang, mulai gugup dan panik.


"Dewi! Itu.. saya..hanya memancing ikan saja"ucap Nevan yang malu malu.


Setiap Nevan malu kedua telinga kelincinya, akan turun dengan sendirinya. Lisia yang merasa gemas mencoba untuk tetap menahan kedua tangannya yang ingin menyentuh kedua telinga Nevan, Lisia mencoba


bersikap tenang dan tersenyum pada Nevan.


"Begitu ya.Kalau begitu apa saya boleh menemani Nevan disini? "ucap Lisia yang melihat wajah Nevan dengan menundukan badannya sedikit.


Nevan yang ragu ragu untuk menjawab, membuat Lisia semakin gemes terhadap Nevan.


"Apa tidak boleh? " tanya Lisia dengan sedikit sedih.


Nevan yang melihat Lisia dengan wajahnya itu membuat Nevan panik.


"Ti- tidak bukan begitu! Mana mungkin saya melarang anda, karna anda adalah Dewi pelindung desa ini. Karna itu saya yang rendah ini tidak mungkin melarang seorang dewi"ucap Nevan yang suaranya makin pelan.


Lisia yang langsung duduk disampaing Nevan, membuatnya kaget karna Lisia begitu dekat dengannya.


"Memang kenapa jika saya seorang dewi? Saya juga sama seperti Nevan"ucap Lisia dengan tersenyum.


"Status tidak menentukan boleh tidak bolehnya seseorang untuk dilarang. Jika Nevan tidak mengizinkan saya disini, maka saya akan pergi karna itu adalah hak Nevan"ucap Lisia sambil tersenyum.


"Kan Nevan yang duluan datang kemari, jadi saya harus minta izin dulu dong. Tidak peduli jika dia seorang dewi atau raja sekalipun, mereka harus izin pada siapapun. Itulah yang nama sopan santun"


"Jadi jangan berkata seperti tadi lagi,karna Nevan memiliki hak untuk menolaknya, jika Nevan tidak berkenan. Mengerti? "Ucap Lisia.


"Baik dewi! " ucap Nevan.


Sebuah danau yang terdapat 7 warna bunga teratai membuat pemandangan begitu indah. Nevan yang tidak sengaja melihat kearah Lisia yang sedang memandangi danau ,dengan sinar bulan yang terpantul diatas air membuat Nevan terdiam melihat Lisia yang begitu cantik dimata Nevan. Sampai ia tidak sadar apa yang ia katakan.


"... Cantik"gumam Nevan


"Apa? "


"Bukan apa apa"ucap Nevan yang malu dan menudukan kepalanya.


Lisia yang kebingungan hanya bisa diam sambil melihat Nevan mancing, dengan melihat keindahan danau pelangi dimalam hari.


...*****...


Disisi lain Ezra yang ada dikejauhan dibawah pohon, hanya bisa melihat Lisia dan Nevan berduaan sambil memeperhatikan saja. Lalu Oliver datang dari belakang dan menghampiri Ezra.


"Kebiasaanmu memperhatikan seseorang dari kejauhan tidak pernah berubah ya? "Ucap Oliver yang menyindir Ezra

__ADS_1


"Bukan urusan mu"ucap Ezra yang dingin.


"Seterah! Lagian kau tidak akan mendapatkan kristal pelangi jika terus seperti ini"ucap Oliver menatap Ezra dengan sinis.


"Kau Sangat yakin jika Lisia akan memilihmu, tanpa melakukan apapun"ucap Ezra yang menatap tajam kearah Oliver.


Oliver tersenyum dengan percaya diri dan melirik Ezra dengan tatapan puas, membuat Ezra kesal.


"Apa yang kau rencanakan? "Ucap Ezra yang menatap tajam kearah Oliver.


"Rencanakan! Apa maksud mu Ezra? Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan"ucap Oliver dengan tertawa.


Ezra menatap Oliver dengan sinis dan tidak mempercayai apa yang Oliver katakan.


"Aku hanya ingin mengatakan, lebih berusahalah jika tidak ingin kehilangan"ucap Oliver yang mendekati Ezra dan berbisik ditelinganya.


Setelah itu Oliver pun pergi meninggalkan Ezra. Ezra kembali melihat kearah Lisia dan Juga Nevan sambil bergumam."Berusahalah jika tidak ingin kehilangan"ucap Ezra.


Akhirnya Ezra pergi menghilang menggunkan sihir perpindahan.


🌺🌺🌺🌺🌺


Ditepi danau


"Apa Nevan selalu mancing dimalam hari begini? Kenapa gak diwaktu siang atau sore saja? "tanya Lisia.


"Saya tidak bisa. Karna... Saya tidak berhak berada disekitar kuil dewi diwaktu pagi hingga sore. Saya hanya diizinkan diwaktu malam seperti ini" ucap Nevan dengan nada yang sedih.


Ras kelinci memiliki warna mata yang dominan berwarna keabu abuan, karna itu ras kelinci yang memiliki mata berwarna merah jambu akan dikucilkan.Orang orang menganggap warna mata merah jambu sebagai bangsa iblis, yang persis dengan leluhur mereka sang iblis kelinci yang menghianati rasnya.



Itulah sebabnya Nevan yang memiliki mata yang berwarna merah jambu seperti leluhur mereka, dibenci dan dianggap pembawa sial Didesa Agelios.


".. (Sial! Padahal kan yang salah itu leluhur mereka, kenapa malah Nevan yang disalahkan. Karna hal itulah Nevan harus tunggal berjauhan dengan pemukiman warga desa agelios.)" ucap Lisia yang begitu kesalnya.


"Karna warna mata ini, semua orang membenci saya"ucap Nevan yang menyalahkan matanya sendiri.


Nevan yang mendengar perkataan Lisia kaget dan terdiam.


"Mereka bilang seperti itu hanya karna iri saja pada Nevan, karna itu jangan dipeduliakan. Kalau mereka mengatakan Nevan iblis lagi saya yang akan menghajar mereka"ucap Lisia dengan nada kesal dan marah.


Nevan yang melihat Lisia yang marah marah hanya bisa tertawa kecil . Sedangkan Lisia yang melihat Nevan tertawa merasa senang, karna yang ia lakukan tidak sia sia.


"Saya sudah tidak memperdulikannya lagi, karna selama ada Dewi Lisia yang selalu menyukai warna mata saya itu sudah cukup. Terimakasih dewi"ucap Nevan dengan tersenyum.


"Sama sama"


Setelah pembicaraan yang menyemangati satu sama lain, tidak berlansung lama Nevan dan Lisia mendapatkan ikan pertama yang cukup besar. mereka pun senang melihat hasil tangkapan hari ini.


2 jam kemudian


"Wahhh! Lumayan juga " ucap Lisia yang melihat didalam ember ada 5 ekor ikan


"Dewi!"


"Mmm?! "


"Kalau dewi tidak keberatan, maukah anda makan dirumah saya? Saya ingin menghidangkan ikan hasil tangakapan hari ini pada anda esok pagi"ucap Nevan yang malu malu.


Ukh!


Lisia yang melihat Nevan yang mengajaknya makan dengan malu malu, terasa ada serangan anak panah yang menyerang Lisia tepat di jantungnya.Karna ini pertama kalinya Nevan dengan berani meminta sesuatu, maka Lisia senang hati menerima ajakan dari Nevan tersebut.


"Baiklah. Saya akan datang"ucap Lisia dengan tersenyum.


"Terimakasih dewi"ucap Nevan yang senang dan juga malu.


"iya"ucap Lisia dengan tersenyum.


Setelah itu Nevan kembali pulang dengan senyum yang terlihat diwajahnya. Lisia yang juga ikut senang kembali kekuil Dewi Hutan, lalu langsung tidur cepat agar bisa bangun lebih awal.

__ADS_1


Dengan hati yang senang dan gembira Lisia tidur dengan perasaan tidak sabar menunggu datangnya pagi esok.


🌺🌺🌺🌺🌺


Pagi yang begitu ditunggu tunggu pun datang. Lisia yang terbangun lalu buru buru untuk mandi dan bersiap untuk pergi kerumah Nevan. Tapi saat ditengah perjalanan Lisia dihentikan oleh pendeta yang meminta Lisia untuk melakukan doa pagi.


Lisia yang tidak bisa menolak pun melakukan doa pagi bersama para pendeta terlebih dahulu, setelah selesai Lisia lalu mintak izin untuk pergi kesuatu tempat. Namun hal itu tidak diizinkan karna Lisia harus melakukan ritual pemberkatan yang berlangsung sampai tengah hari.


PENJELASAN


Ritual Pemberkatan adalah Lisia akan memimpin dan memberi berkah bagi para ras setengah manusia melakukan buruan Dihutan Hollis.


Dengan perasaan kesal ,Lisia hanya bisa mengikuti ritual tersebut. Walau Lisia sangat ingin cepat cepat pergi karna sudah janji akan makan dirumah Nevan, mengingat waktu janjinya telah lewat membuat Lisia makin cemas jika Nevan sesang menunggu dirinya datang.


".. (Sial! Kenapa harus hari ini sih) "ucap Lisia dalam hati yang sekarang sudah ada Dihutan Hollis.


".. (Pasti Nevan sudah menunggu ku)"ucap Lisia yang sedang memberikan restu pada para ras siluman serigala.


Saat Lisia yang marah dan kesal didalam hatinya. Lisia mengatai sang pendeta, sambil menatap tajam kearahnya, dan Lisia berfikir akan menbalasnya suatu hari nanti.


Pendeta yang merasa ada seseorang yang menatapnya merasa merinding dibagian tengkuknya.


Setelah Lisia menyelesaikan semua ritual , Lisia langsung bergegas pergi tanpa menghiraukan apapun dari pendeta.


🌺🌺🌺🌺🌺


Dengan berlari sekuat tenaga Lisia akhirnya sampai didepan rumahnya Nevan.



"Hah hah hah"


Lisia mencoba menarik nafas panjang sembari mengatur ekspresinya. Namun ia tetap cemas, karna terpikirkan wajah Nevan yang kecewa karna Lisia tidak menepati janji yang ia buat. Dengan berbolak balik didepan pintu rumah Nevan, Lisia merasa gelisah sekali dan mencoba mengetuk namun tidak jadi.


".. (Aku harus apa ya? )"ucap Lisia yang kembali bolak balik sambil berfikir keras.


"Dewi!! "


".. Nevan! Kenapa ada diluar? " ucap Lisia yang melihat Nevan menbawa kayu begitu banyak.


"Saya habis cari kayu dulu Dihutan Forrest.Apa ritual pemberkatan sudah selesai?"tanya Nevan yang meletakan kayu tersebut disamping rumah.


"Sebenarnya masih ada lagi tapi saya langsung pergi.Tapi kenapa Nevan bisa tau jika sana akan melakukan ritual pemberkatan hari ini? "ucap Lisia yang bingung.


"Itu... salah satu adik saya yang mengatakan jika dewi kan melakukan ritual pemberkatan hari ini "ucap Nevan yang malu malu.


"Karna waktu janjiannya sudah lewat dan hari juga sudah siang bagaimana kita ganti saja jadi makan siang. Apa tidak masalah dewi? "Tanya Nevan.


"Ah!.. Tentu! saya tidak masalah "ucap Lisia sambil tersenyum.


Lisia pun masuk kedalam rumah Nevan. Rumah yang Begitu sederhana namun rapi dan juga nyaman, Lisia merasa seperti berada dirumahnya sendiri. Lalu Lisia melihat sebuah foto Nevan dan juga kedua adiknya, dan mencoba meminta pada Nevan untuk memeperkenalkan dirinya pada adik adiknya itu.


Nevan pun memanggil kedua adiknya yang ada dikamar. Mendengar kakaknya memanggil ,mereka bergegas menghampiri Nevan. Lalu Nevan memperkenalkan Lisia pada mereka , Nox dan juga Elis itulah nama kedua adiknya Nevan.


Tak memerlukan waktu lama Lisia, Nox dan Elis mulai akrab satu sama lain. Lalu mereka makan siang bersama bagaikan sebuah keluarga bahagia.


Namun kebagiaan itu tidak berlangsung lama , karna disisi lain sebuah pasukan monster bergerak menuju Kerajaan Magixion dari arah utara.


PENJELASAN


Hutan Forrest mengarah ketimur, ibukota mengarah kebarat, danau pelangi dan kuil dewi hutan mengarah utara, sedangkan gua tambang berada diselatan.


Agar lebih paham lagi baca dichapter 3 lokasi ya.


...Terus dukung Redblack...


...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat...


...Salam cinta dari redblack....


__ADS_1


Baju ritual pemberkatan yang Lisia gunakan.


__ADS_2