Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 48 Rencana Nox dan Elis


__ADS_3

Dirumah Nevan


Nevan bersama kedua adiknya sedang memanen sayur dikebun.


"Kak hari ini kita akan makan apa? "Tanya Elis yang sedang memetik mentimun yang ada disamping tanaman buah tomat .


"Bagaimana jika ikan goreng aja kak? Dengan sup sayur wortel masakan kakak. Pasti enak"ucap Nox.


"Elis setuju"ucap Elis yang semangat sambil mengangkat mentimun keatas.


"Baiklah kalau begitu"ucap Nevan.


Saat Nevan, Elis dan Nox sibuk mengambil sayuran, tiba-tiba saja seseorang sudah berdiri dibelakang mereka.


"Kalian sedang membahas apa? "Tanyanya.


Nevan, Elis dan Nox dibuat kaget sampai sampai mereka salah tingkah Nox yang langsung teduduk ketanah sambil memegang kepala dan menundukkan kepala kebawah, Elis yang berteriak ketakutan dan sedangkan Nevan menjatuhkan sayuran yang ia letak kedalam keranjang.


"Waa hantu! "Ucap Elis.


"Tolong jangan sakiti aku,aku janji akan selalu mendengarkan perkataan kak Nevan"ucap Nox yang ketakutan.


Nevan hanya terdiam membatu tidak bergerak sedikit pun.


"Wah kalian jahat sekali mengatakan seorang dewi yang begitu cantik dengan sebutan hantu, rasanya hatiku terluka mendengarnya".


Setelah Nevan, Elis dan Nox menyadari akan suara tersebut mereka mencoba melihat kebelakang, lalu mereka terkejut ternyata dibelakang mereka adalah Lisia.


"Dewi!"ucap Nevan. "Kak Lisia! "Ucap serentak Nox dan Elis.


"Kapan kakak datang? " ucap Elis yang memeluk Lisia.


"Barusan kok, tadi kakak mencoba mengetuk pintu depan tapi gak ada jawaban siapapun, jadi kakak langsung kesini? " ucap Lisia.


"Kakak mengagetkan kami saja"ucap Nox.


"Maaf maaf, tapi apa yang sedang Kalian lakukan disini? "Tanya Lisia.


"Kami sedang memetik sayuran untuk makan siang nanti, apa kax Lisia mau ikut makan bareng? "Ucap Nox.


"Eh! benarkah? Kakak mau. Tapi.. "Melirik kearah Nevan. "Apa kalian tidak keberatan sama sekali jika kakak makan dirumah kalian"ucap Lisia.


"Tentu saja tidak, kami malah senang jika kak Lisia mau makan bersama kami. "Ucap Elis.


"Benar"ucap Nox yang menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Kak Nevan! Juga gak keberatan kan jika kak Lisia makan bersama kita? "Tanya Elis.


"Tentu, kakak tidak keberatan sama sekali"ucap Nevan.


Saat Nevan melihat Lisia dan saling melihat satu sama lain, Nevan memalingkan wajahnya mencoba menghindar dari pandangan Lisia.


".. (Apa!) "Kaget karna Nevan. "... (Barusan Nevan menghindar mataku? Apa ia masih canggung karna kejadian malam tadi? Padahal aku sudah susuh payah datang kesini untuk bisa menghindar hal seperti ini tapi tetap saja sama) "ucap Lisia dalam hati.


".. (Tidak masalah aku hanya perlu bersabar, karna rencana awalku baru saja mulai) "ucap Lisia melihat tajam kearah belakangnya Nevan.


Nox yang dari tadi memperhatikan Lisia yang terus melihat kakak laki lakinya merasa curiga, sambil tersenyum licik seolah memikirkan sesuatu.


"Oh ya kak Lisia! Bagaimana jika kakak bantu kak Nevan memetik buah tomata? Saya dan Elis akan mencabut wortel yang ada disana"ucap Nox


"Apa! Elis ingin... " ucap Elis yang terhenti karna Nox menutup mulut Elis.


"Baiklah! "


"Kalau begitu kami kesana dulu ya kak! Ayo Elis "ucap Nox yang menarik Elis pergi.


"Emmm.. Emmm"Elis yang tidak bisa mengeluarkan kata katanya.


Begitu Nox dan Elis pergi, Nevan yang dari tadi hanya diam saja sedang memetik buah tomatnya. Lalu Lisia mencoba untuk jongkok disamping Nevan sambil membantu memetik buah tomat.


"Apa Nevan masih merasa canggung tentang keajadian malam tadi? "Tanya Lisia yang memetik buah tomat.


"Tidak masalah jika Nevan tidak ingin memanggil nama saya, tapi saya harap Nevan tidak menghindar saya hanya karna itu"ucap Lisia.


"Saya... Saya sama sekali tidak menghindari anda dewi! "ucap Nevan yang panik.


"Syukurlah kalau begitu, saya senang mendengar nya"ucap Lisia sambil tersenyum kepada Nevan.


Nevan kembali menundukan kepala dengan wajahnya yang merah seperti buah tomat.


Disini lain Nox yang sedang berada dibelakang Lisia dan Nevan sedang memperhatikan mereka berdua.


"Kak Nox! Kenapa kakak tadi tiba-tiba menutup mulut Elis sih? " ucap Elis mulutnya sudah lepas dari tangannya Nox.


"Sssstt, diamlah apa kau gak lihat saat ini kak Nevan sedang berbicara dengan kak Lisia sekarang. Jika kau bersuara dengan keras maka kau akan mengganggu mereka nantinya"ucap Nox.


"Memang apa pentingnya itu, yang lebih penting sekarang adalah alasan kakak menutup mulut Elis dan kenapa kakak juga menghalangi Elis ingin berduaan dengan kak Lisia? " tanya Elis yang marah.


"Hah"menghela nafas. "Kenapa aku bisa memiliki kembaran yang gak memiliki kepekaan begini?"gumam Nox.


"Apa kau masih belum mengerti juga ha? Saat ini kak Lisia sedang mendekati kakak kita, apa kau tau apa artinya itu? "Tanya Nox.

__ADS_1


"Mmm memang apa artinya? "Tanya Elis kembali.


"Aduh"Nox yang menepuk dahinya. "Kau ini..., Itu artinya kak Lisia menyukai kak Nevan, lalu apa yang akan terjadi jika kak Lisia bersama kak Nevan?. "Tanya Nox.


"Kak Lisia akan menjadi kakak kita. "Jawab Elis.


"Benar sekali. Tapi seperti itu masih belum bisa terjadi"ucap Nox.


"Eh! kenapa masih belum? " tanya Elis.


"Soalnya kak Nevan banyak saingannya"jawab Nox.


Elis yang kembali bingung akan perkataan kakak laki lakinya.


"Apa kau masih ingat saat kita diajak kak Nevan untuk pergi kepesta malam itu? "Tanya Nox.


Menganggukan kepala, "Masih".


"Saat malam itu aku bisa merasakan jika yang mulia Adelio, kak hitam waktu itu, lalu raja iblis dan kepala desa kita terus memperhatikan kak Lisia begitu lekat. Mungkin kau gak memperhatikan karna sibuk makan, tapi kakak yakin jika mereka memiliki ketertarikan pada kak Lisia"ucap Nox.


Penjelas


Kakak hitam yang dimasud oleh Nox adalah Ezra.


"Kalau begitu kesempatan yang dimiliki oleh kak Nevan sangat tipis dong? "Ucap Elis.


"Tentu saja. Soalnya lawan kak Nevan berat semua."ucap Nox.


"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan untuk membantu kak Nevan? " ucap Elis.


"Tenang saja Elis, kakak sudah memiliki sebuah rencana bagus untuk membuat kak Nevan dan juga kak Lisia agar bisa bersama. "ucap Nox dengan tersenyum licik.


Nox lalu membisikan rencana yang ia milik kepada Elis, setelah Elis selesai mendegarnya Elis tersenyum senang akan ide kakaknya itu.


"Heheh dengan ide yang kakak miliki kak Lisia akan menjadi kakak kita"ucap Elis yang tersenyum.


"Benar.Kau harus bisa melakukan dengan baik Elis! Karna berhasil atau tidaknya rencana ini tergantung pada mu. Apa kau mengerti Elis? " tanya Nox.


"Tenang saja kak Nox! Elis gak akan membiarkan rencana yang akak buat jadi gagal, Elis janji"ucap Elis.


"Baguslah kalau begitu, ayo kita mulai rencananya"ucap Nox.


Bersambung


...Terus dukung Redblack....

__ADS_1


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....


__ADS_2