Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 31 Mudah Sekali Dimanfaatkan


__ADS_3

Chapter sebelumnya


Setelah semuanya sepakat akan pendapatnya Adelio, mereka pun hanya bisa menunggu dua hari lagi untuk bisa mendapatkan bukti dari pelayan itu.


🌺🌺🌺🌺🌺


Dua hari kemudian


Disaat hari dimana pelayan itu akan diperiksa ingatanya, pelayan itu ditemukan tergeletak ditanah saat Oliver yang bersama Kyler dan ivan mendatanginya dipenjara. Mereka cukup terkejut saat memeriksa pelayan itu sudah tidak bernyawa lagi, lalu saat diperisa kondisi tubuhnya ia terkena racun, namun tidak ditemukan siapapun disana kecuali mereka dan si pelayan itu. Ketika Ivan yang tidak sengaja melihat sebuah botol kaca ditangan pelayan itu, ia mengira jika pelayan itu meminun racun karna tidak mau ingatanya dilihat. Akhirnya mereka mengira jika pelayan itu membunuh dirinya sendiri.


Saat mereka memberitahukan hal ini kepada Adelio, Lisia, Ezra dan juga Nevan, begitu mereka melihat secara langsung mereka tidak percaya jika pelayan itu telah mati. Bukti yang mereka cari juga lenyap bersama si pelayan itu karna Ivan tidak bisa melihat ingatan seseorang yang sudah mati.


Oliver dan juga Ezra kelihatan kesal, karna tidak bisa menangkap si pelaku sebenarnya. Lalu Nevan yang tidak tahan melihat langsung keluar dari penjara dan Lisia ikut menyusul Nevan. Sedangkan Adelio dan Kyler tetap tenang dan mencoba mencari asal usul dari racun yang sama untuk membunuh Lisia saat itu.


🌺🌺🌺🌺🌺


Kabar pelayan itu yang bunuh diri pun menyebar cepat sampai kekediaman Duke Floweries, Flora yang mendapatkan berita itu dari salah satu pengawal pribadinya bergegas kepemakaman dimana pelayannya telah dikembalikan kekeluarganya. Begitu Flora sampai ditempat pemakaman, ia pun langsung menangis didepan peti mayat pelayannya itu dihadapan semua orang yang hadir.


"Lilis! Kenapa.. Kenapa ini bisa terjadi. Kanapa kau meninggalkan ku, maaf.. maaf saat itu aku memarahimu. Maafkan aku Lilis! " ucap Flora yang menangis tersedu sedu.


"Sebagai permintaan maaf ku, aku akan menjaga keluargamu seperti yang sudah ku janjikan padamu Lilis! " ucapnya yang kembali menangis didepan peti mati pelayannya itu.


Semua orang termasuk Adelio yang sedang menyamar turut hadir menyaksikan betapa Flora begitu menyayangi pelayan yang selalu melayaninya itu, sampai keluarga yang ditinggalkan sangat tersentuh akan sikap Flora yang dikenal baik hati itu. Lalu terdengarlah beberapa orang yang berbicara mengenai kemurahan hatinya Flora.


"Padahal Lady Flora berasal dari keluaga bangsawan tapi mau datang ketempat seperti ini rasanya sangat sulit dipercaya"ucap orang pertama.


"Benar. Biasanya kan keluarga bangsawan sangat sombong dan sangat jijik pada kita yang merupakan rakyat biasa. Tapi Lady Flora tidak peduli dan malah menangis didepan peti mati pelayannya sampai tidak menghiraukan gaunnya yang terkena lumpur"ucap orang dua.

__ADS_1


"Beliau seperti sesosok malaikat yang datang dan membantu orang yang lemah ya? "ucap orang ketiga.


"Benar"ucap orang pertama dan kedua.


Adelio yang mendengar percakapan mereka hanya bisa diam sambil memeperhatikan Flora yang sedang bersama keluarga pelayannya itu, ia merasa jika tidak akan mendapatkan bukti terkait Flora dalam rencana peracunan Dewi Lisia. Namun Adelio belum menyerah dan akan membuktikan jika Flora adalah pelaku sebenarnya.


"Flora Floweries!. Mungkin kali ini kau bisa lepas dari pengawasan ku, tapi tidak untuk kedua kalinya. Jika aku melihatmu mencoba menyakiti Lisia maka aku yang akan menghukummu saat itu juga"ucap Adelio dengan bergumam.


Setelah itu Adelio meninggalkan tempat pemakaman dan menuju kedesa Agelios. Pemakaman yang dilakukan Lilis selesai tepat pada tengah hari dan semua orang pun pulang keeumah mereka masing masing. Lalu Flora pergi kerumah keluarga pelayannya karna mereka mengundang Flora untuk datang, Flora tidak bisa menolak karna banyak mata yang memandanginya, akhirnya Flora harus berkunjung sebentar kerumah pelayannya itu.


🌺🌺🌺🌺🌺


Begitu Flora sampai dirumah pelayannya, ia merasa jijik karna tempatnya kotor dan dekil. Namun Flora tetap bersikap tenang agar reputasinya sebagai seorang Lady yang baik hati tetap terjaga.


"Silahkan duduk nona "ucap ibunya Lilis.


".. (Sial! Jika aku duduk dikursi itu, bisa bisa aku terkena penyakit lagi. Tapi aku gak punya pilihan lain) "ucap Flora.


Lalu Flora pun duduk dikursi itu dengan berhati hati untuk tidak menyentuhnya.


"Nona Flora!. Kami sangat berterimakasih karna anda memperlakukan putri kami dengan baik dikediaman anda. Sampai anda rela datang keacara pemakaman putri kami yang hanya seorang pelayan"ucap ibunya Lilis.


"Benar. Kami sangat beryukur putri kami memiliki majikan yang begitu baik hati seperti anda.Anda benar benar seperti malaikat "ucap ayahnya Lilis.


"Kalian tidak perlu berterima kasih, saya sudah menganggap Lilis sebagai teman saya yang selalu menemani saya kemana pun saya pergi. Malahan saya yang harusnya minta maaf karna tidak bisa melindungi putri kalian yang terkena racun oleh seseorang"ucap Flora yang pura pura sedih.


Mendengar perkataan Flora kedua orang tuanya Lilis kaget dan mencoba bertanya akan maksudmu dari perkataan tadi.

__ADS_1


"Apa maksud anda nona?.Bukankah Lilis bunuh diri karna ia tidak ingin menjalankan hukuman yang ia dapatkan"ucap ayah Lilis yang kaget.


"Apa kalian lebih mempercayai kata orang orang dari pada putri kalian sendiri? "ucap Flora yang bersandiwara.


kedua orang tuanya Lilis hanya terdiam.


"Sebenarnya sehari sebelumnya, saya mengirim seseorang untuk menjenguk Lilis dan memberi tahukan bahwa selama ia dipenjara, saya yang akan mengurus keluaganya. Karna saya sudah menjanjikan hal itu padanya"ucap Flora yang mulai bersandiwara.


"Saat itu saya mendapatkan kabar ia masih baik baik saja dan berjanji akan kembali setelah menjalankan hukuman yang ia dapatkan. Tapi hari ini , saya malah mendengar berita bahwa Lilis telah meninggal karna bunuh diri, saya benar benar tidak percaya akan itu"ucap Flora yang berpura pura menangis.


"Bagaiman mungkin Lilis bunuh diri, padahal ia sangat menyayangi kedua orang tuanya. Lilis penah bilang pada saya , jika harus memilih dihukum atau mati ia lebih memiliki dihukum dari pada meninggalkan orang tuanya yang hanya memiliki ia satu satunya"


"Karna itu saya merasa jika Lilis tidak bunuh diri melainkan ada seseorang yang membunuhnya, karna merasa tidak suka terhadap Lilis " ucap Flora.


Kedua orang tuanya Lilis cukup terkejut akan apa yang dikatakan oleh Flora. Lalu mereka merasa jika apa yang dikatakan oleh Flora benar adanya, karna mereka yakin putri mereka tidak akan berani bunuh diri, kecuali memang ada seseorang yang telah membunuh putri mereka.


Lalu mereka pun marah dan akan membalaskan dendam kepada orang yang telah membunuh putri mereka satu satunya itu. Flora yang mendengar hal itu merasa senang karna apa yang ia lakukan untuk menghasut kedua orang tuanya Lilis berhasil.


".. (Keluarga yang sangat bodoh, mudah sekali dimanfaatkan) "ucap Flora.


Bersambung.


...Terus dukung Redblack...


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....


...Agar redblack terus semangat...

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack....


__ADS_2