
Chapter selanjutnya
Setelah selesai makan malam dan memakan makanan penutup, Lisia pun pamit untuk kembali kekuil dewi hutan.
"Apa kak Lisia tidak bisa menginap disini malam ini? " tanya Elis dengan ekspresi sedih sambil memegang tangan Lisia.
"Maafkan kakak, esok ada doa pagi yang harus kakak pimpin dan kakak harus bangun pagi sekali, jadi tidak bisa menginap rumah Elis malam ini"ucap Lisia yang mengelus kepala Elis.
Elis mengeluarkan ekspresi cemberut dan sedih karna Lisia ingin pulang.
"Sudah Lis, kan kak Lisia bisa kapan pun datang kerumah kita. Lagian masih ada lain waktu untuk kak Lisia bisa menginap dirumah kita, benarkan kak? " ucap Nox.
"Benar yang dikatakan oleh Nox, kakak janji jika kakak akan menginap dirumah Elis saat ada waktu luang"ucap Lisia sambil tersenyum.
"Baiklah, kak Lisia harus janji ya"ucap Elis.
"Iya"
Lisia dan Elis pun melakukan perjanjian kelingking bersama sambil tersenyum dan tertawa riang.
"Baiklah kakak pergi dulu"
"Hati hati kak"
"Iya "
Lisia pun berpamitan dan mulai meninggalkan rumah Nevan.
"Kak Nevan, kenapa kakak diam saja sih, ayo temani kak Lisia, masa kakak akan membiarkan kak Lisia pulang sendiri malam malam begini"ucap Nox.
"Iya ni, kakak benar benar gak peka"ucap Nox.
Nevan sedikit bingung dan hanya bisa terdiam, lalu setelah Nox dan Elis melihat nya dengan ekspresi masam, Nevan mulai menyusul Lisia yang masih belum pergi terlalu jauh.
"Dasar kak Nevan, sepertinya kita harus berusaha membantu kakak satu kita ini untuk bisa dekat dengan kak Lisia "ucap Nox.
"Kak Nox, memang benar. Kak Nevan kurang aktif, padahal saingan kakak kan gak sedikit "ucap Lisia.
Menganggukan kepala"Benar sekali"
Disini lain
"Dewi! "Memanggil.
"Nevan, ada apa? " ucap Lisia yang sedikit bingung karna Nevan menyusulnya.
"Itu,, "terbata bata. "Apa saya boleh menemani anda sampai kekuil dewi? " ucap Nevan yang melihat kearah bawa sambil memegang kedua tangannya.
Lisia terkejut dengan ekspresi tidak percaya akan apa yang ia dengar, ".. (Apa Nox dan Elis kah yang berinisiatip untuk mendorong Nevan untuk mengantar ku pulang, kalau begitu aku tidak boleh menyia nyiakan usaha mereka) "ucap Lisia dalam hatinya.
"Boleh, dengan senang hati"ucap Lisia sambil tersenyum.
"Kalau begitu mari dewi"
__ADS_1
"Iya"
Nevan dan Lisia mulai berjalan menuju kekuil dewi hutan, dibawah sinar bulan yang begitu terang dengan bintang bintang yang berkelap kelip begitu indah diatas langit yang begitu hitam pekat.
Angin sejuk dimalam hari mulai terasa,walau masih dalam musim panas saat malam hari tiba rasa sejuk tetap terasa sampai kepori pori kulit terdalam. Namun disitulah suasana yang romantis pasti akan terjadi, disaat suasana senjuk melanda.
Berhenti berjalan, "Nevan! "Memanggil.
Berhenti berjalan, "Iya, dewi"menjawab.
"Apa anda membenci saya? "ucap Lisia yang berekspresi sedih sambil melihat kebawah.
"Apa! saya sama sekali tidak membenci anda"ucap Nevan yang sedikit panik mendengar pertanyaan dari Lisia yang begitu tiba-tiba itu.
"Benarkan? Syukurlah kalau begitu "ucap Lisia yqng merasa lega.
Hening seketika. "Kenapa anda berfikir seperti tentang saya? "Tanya Nevan yang merasa bingung dan penasaran.
"Habisnya Nevan kelihatan tidak nyaman saat bersama saya, jadi mungkin saja Nevan terganggu akan keberadaan saya. Lalu Nevan juga tidak menerima hal yang saya lakukan untuk bisa mendapatkan hak Nevan kembali, jadi saya merasa jika Nevan tidak suka pada saya karna telah ikut campur akan urusan Nevan "ucap Lisia yang menjelaskan.
"Saya sama sekali tidak terganggu, malahan saya sangat berterimakasih akan apa yang telah dewi lakukan. Tapi, saya tidak bisa menerima kebaikan anda saat itu"ucap Nevan yang merasa bersala sekaligus tidak bisa memberikan alasan pada Lisia sampai berekspresi sedih.
"Begitu ya, baiklah. Saya sudah cukup jika anda tidak terganggu akan saya"ucap Lisia yang menyerah karna melihat ekspresi sedih Nevan.
"Kalau boleh, apa Nevan bisa berjanji pada satu hal? "Tanya Lisia.
"Janji apa yang ingin saya lakukan, dewi? "Tanya Nevan kembali.
"Berjanjilah, jika suatu hari nanti disaat Nevan sudah merasa siap dan yakin. Bisakah Nevan menceritakan alasan kenapa Nevan tidak ingin menerima semua hak Nevan kembali pada saya? " tanya Lisia.
"Baik, saya janji suatu hari nanti yang entah kapan itu saya akan menjelaskan semua alasannya kepada anda dewi"ucap Nevan yang meneyetujui akan permintaan Lisia.
"Bagus, karna sudah janji Nevan harus tepati"ucap Lisia dengan tersenyum sambil mengulurkam jari kelingkingnya.
Membalas janji jari kelingking Lisia, "Baik saya janji"ucap Nevan yang kembali tersenyum pada Lisia.
Nevan dan Lisia pun membuat janji mereka dibawa rembulan yang begitu indah dimana bintang yang menjadi saksinya akan janji mereka. Setalah itu, Nevan dan Lisia melanjutkan perjalanan mereka menuju kuil yang sempat terhenti.
πππππ
Sesampainya dikuil, terlihat lah seseorang yang sedang duduk ditangga kuil. Dan ternyata orang tersebut adalah Oliver yang sedang menunggu.
Sadar akan kehadiran Lisia, "Lisia! "Berdiri dari tempat duduk.
".. (Apa yang dilakukan Oliver malam malam dikuil dewi) "ucap Lisia yang merasa tidak senang akan kehadiran Oliver.
Oliver yang juga menyadari akan keberadan Nevan mulai merasa tidak senang, karna ia bersama Lisia tepat disampingnya. Dengan ekspresi tidak suka yang ditunjukan oleh Oliver, ia menatap tajam kearah Nevan, namun Nevan hanya melihat kebawah dan tidak melihat Oliver sama sekali.
π
π
Disisi lain Diibukota Kerajaan Magixion, dimarkas bulan sabit. Ezra yang baru saja pulang dari perkerjaan kotornya langsung beristirahat karna lelah diatas sofa.
__ADS_1
"Hahh"menghela nafas.
"Saat ini Lisia sedang apa ya? " ucap Ezra yang melihat langit langit.
"Apa aku temui Lisia saja ya? "Bangun. "Untuk mengecek keadaannya sekarang "ucap Ezra.
Ketika Ezra baru beranjak dari tempatnya, tiba-tiba ia mendapatkan panggilan dari seseorang melalui telepati.
"Ezra! Kau ada dimana sekarang "ucap seseorang yang ternyata Adelio.
"Ada perlu apa kau menghubungi ku"jawab Ezra dengan nada ketusnya.
Adelio yang mendegar ucapan Ezra membuatnya kesal. "Jika kau tidak sibuk datang keistana sekarang juga"ucap Adelio.
"Tidak bisa! Aku sibuk"ucap Ezra dengan dingin.
Adelio merasa kesal namun masih tetap bersabar. "Memangnya kau sibuk melakukan apa ha? Bukankah kau baru saja menyelesaikan pekerjaan mu"ucap Adelio.
"Dari mana kau tau jika aku baru selesai membereskan sampah"ucap Ezra.
Penjelas
Sampah yang dimasud oleh Ezra adalah orang orang yang melakukan pekerjaan kotor seperti, mengelapkan uang, menjual setengah manusia(Siluman) melakukan hal hal yang ilegal yang dilarang oleh kerajaan Magixion.
"Tentu saja aku tau. Karna akhir akhir ini banyak banyak keributan diistana ku"ucap Adelio.
"Tunggu, jadi kau yang mengirim surat permintaan itu? "Tanya Ezra.
"Begitulah"
"Sial, kau mengunakan nama samaran agar aku tidak tau"ucap Ezra dengan nada kesalnya.
"Jika aku menggunakan nama asliku, kau tidak akan mengerjakannya"ucap Adelio.
"Apa yang kau inginkan? " tanya Ezra dengan dinginnya.
"Dari nada bicara mu, sepertinya kau masih belum mendengar kabarnya"ucap Adelio.
"Kabar apa yang kau maksud? , katakan! "Ucap Ezra dengan nada marahnya.
"Tidak perlu terburu buru, datanglah keistana ku sekarang!. Ada hal yang ingin kau lakukan, dan juga aku akan mengatakan hal yang menarik padamu"ucap Adelio.
"Baiklah, jika bukan hal menarik awas saja kau"ucap Ezra yang marah dan memutuskan telepatinya.
Diruang kerja Adelio, "Dasar. "
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
Visual Ezra yang kelelahan berkerjaπ
__ADS_1