
Chapter sebelumnya
"Lalu Nevan! Sampai kapan anda akan terus memanggil saya dengan sebutan dewi? "
"Ya?! "Kaget.
Lisia terus memperhatikan Nevan sambil menunggu akan jawaban darinya.
"Maaf dewi saya.. tidak bisa memanggil nama anda, karna anda adalah dewi hutan yang sangat dihormati"ucap Nevan yang melihat kebawah.
Lisia yang melihat Nevan seperti memiliki akan sesuatu yang tak bisa ia katakan hanya bisa menyerah akan jawaban yang sangat ia inginkan.
"Baiklah tidak masalah"terseyum. "Saya masih bisa menunggunya, walau saya tidak yakin kapan hari itu akan datang saya akan terap menunggu Nevan untuk bisa memanggil nama saya. Karna itu tolong lupakan perkataan saya barusan"ucap Lisia.
Nevan hanya bisa diam tanpa mengatkan apapun terhadap Lisia, sambil melihat kearah Lisia yang ada disampingnya. Lalu tiba-tiba saja Lisia berdiri, "Ah! Hari sudah semakin malam, jika terlalu lama diluar takutnya pendeta kuil mencari saya. Maaf ya Nevan saya pergi dulu, kapan kapan saya akan berkunjung kerumah anda"pergi menjauh.
"Sampai jumpa lagi Nevan "ucap Lisia yang sudah pergi.
Nevan hanya bisa terdiam melihat akan kepergian Lisia yang begitu tiba-tiba itu, walau Nevan merasa jika Lisia hanya mencoba menghindar karna Nevan tidak memenuhi permintaan dari Lisia.
"Lisia! " gumam Nevan. Lalu Nevan kembali sadar dan menundukan kepalanya dengan perasaan sedih.
...*****...
Disisi lain Lisia yang sudah ada didalam kamarnya sedang bersandar didekat pintu dengan air mata yang sedang berlinang.
"Ah! Ada apa dengan ku? "Menyeka air matanya. "Kenapa aku menangis hanya karna hal sepele gini sih, ini bukan seperti dirimu Lisia sadarlah"Menepuk kedua pipinya.
"Seharunya kau gak nagis seperti ini hanya gara gara Nevan gak mau memanggil namamu"berjalan menuju kekasur.
Brukk
"Tapi tetap saja rasanya aneh saat mendegar ia menolak ku"ucap Lisia yang menutup wajahnya dengan bantal.
"Padahal yang lainnya udah memanggil namaku tapi kenapa karakter satu ini sulit banget sih untuk didekatin"ucap Lisia yang mulai kesal.
"Aaa gak tau ah! "
Lisia yang tadinya sedih, mulai berubah kesal krna masih belum mendapatkan hati Nevan.
"Tidak! Jangan menyerah Lisia! Kau pasti bisa"bangun dari tempat tidur. "Bukankah selama ini kau sudah bisa membuat keempat karakter mulai menyukimu "
".. (Tapi Oliver gak termasuk deh, karna saat pertama jumpa ia udah mulai mendekati ku karna kristal pelangi. Jadi buang saja dulu) "ucap Lisia yng membayangkan targetnya.
__ADS_1
"Sekarang kau hanya perlu membuat Nevan jadi lebih nyaman sampai akhirnya ia akan memanggil nama ku dengan sendirinya.Hahaha"ucap Lisia yang tertawa.
"Baiklah! Mari kita mulai rencana pertama untuk membuat Nevan memanggil namaku"ucap Lisia dengan tersenyum Lisia.
Ditepi danau
"Hacih! "Nevan yang bersin.
"Sepertinya sudah cukup untuk hari ini"ucap Nevan yang melihat kearah ember dimana ia mendapatkan 3 ekor ikan.
"Udara juga makin dingin."melihat kerah kuil" Ku harap aku bisa mengajak dewi untuk makan lagi seperti hari itu"ucap Nevan.
Nevan lalu membereskan peralatan mancingnya lalu segera pulang kerumah.sementara Lisia yang ada didalam kamarnya sedang menuis beberapa rencana untuk membuat Nevan memanggil namanya.
"Sudah selesai"mengangkat kertas keatas. "Dengan ini Nevan pasti akan memanggil namaku "ucap Lisia .
"Lalu jika kertas ini hilang pun gak akan ada yang mengerti akan tulisannya"ucap Lisia yang tersenyum melihat kertas yang ia pegang dengan tulisan jepang.
Penjelas
Lisia merupakan orang korea namun pindah kejepang karna tinggal bersama neneknya sejak kecil. Karna itu itu ia bisa bahasa jepang dibanding bahasa korea.
"Baiklah sekarang waktunya tidur, karna aku harus bangun pagi pagi untuk melakukan rencana ini besok"ucap Lisia yang menyimpan kertasnya didalam buku.
Keesokan paginya.
Lisia yang baru saja bangun langsung bersiap siap untuk melakukan doa pagi yang selalu dilakukam setiap hariny.Begitu sampai diruang doa Lisia mulai melakukan doa bersama para pendeta kuil dan para penduduk desa yang datang untuk berdoa juga.
Setelah selesai doa, Lisia memberikan restu kepada semua orang dengan memberikan sebuah bunga iris yang memiliki sombol utusan dari dewi hutan.
Dengan memberikan 3 tangkai warna bunga iris kepada setiap orang yaitu iris ungu mewakili kekaguman dan kebijaksanaan, biru melambangkan iman dan harapan, serta putih melambangkan kemurnian. Setelah itu doa pagi pun selesai dilakukan.
Penjelas
Memberikan bunga iris dalam doa hanya dilakukan seminggu sekali, dan hari hari lainnya diganti dengan bunga biasa namun memiliki mana yang baik dan suci.
Lisia yang meihat Clara yang baru keluar dari ruang doa bergegas menghampinya.
Dilorong kuil
"Clara! "Teriak Lisia.
__ADS_1
Clara yang bersama teman temannya menoleh kebelakang. "Lisia! Ada apa? " ucap Clara.
Lisia mencoba mengatur nafasnya kembali.
"Clara kami duluan ya"ucap salah satu teman Clara.
"Ah! Iya, baiklah. Ucap Clara.
"Bagaimana semalam apa Clara sampai dengan selamat sampai rumah? "Tanya Lisia.
"Oh! Iya aku sampai dengan selamat karna Oliver mrngantar ku sampai rumah kok"ucap Clara yang mengajak Lisia duduk ditangga kuil yang tidak jauh didepan mereka.
"Syukurlah kalau begitu "ucap Lisia yang duduk ditangga kuil.
"Kukira kau ingin mengatakan hal yang penting Sampai kelihat terburu buru gitu tadi, tapi ternyata hanya menanyakan hal kemarin saja. "Ucap Clara.
"Hehehe Maaf! Soalnya itu sangat penting bagiku, mengetahui apa kau pulang dengan baik atau tidak"ucp Lisia.
"Iya baiklah. Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku Lisia "ucap Clara yang tersenyum.
"Sam sama"ucap Lisia yang kembali tersenyum ada Clara.
"Oh ya Clara! Maaf ya, aku harus segera kembali sekarang . Karna masih ada beberapa kegitan yang yang harus kulakukan lagi. "ucap Lisia yang berdiri.
Clara yag ikut berdiri. "Oh ya baiklah, kalau begitu aku juga akan kembali ketempat teman teman ku. Kau jangan memaksakan dirimu ok? " ucap Clara.
"Iya aku tidak akan memaksakan diriku. Kalau begitu sampai jumpa lagi Clara! " ucap Lisia.
"Sampai jumpa lagi Lisia "ucap Clara.
Begitu Lisia sudah mulai menjauh, Clara yang memasang senyum saat bersama Lisia kembali memperlihatkan ekspresi tidak sukanya terhadap Lisia.
"Cih! Bilang saja kau ingin mengetahui apakah Oliver melakukan semua perintahmu bukan?. Tapi kau malah bersikap sok khawatir segala, dasar menjijikan "
"Baiklah tidak masalah, untuk sekarang akan ku biarkan dirimu Lisia, tapi tidak untuk selanjutnya. Mungkin kau bisa terlepas dari rencana pembunuhan dari putri duke itu, tapi kau tidak akan bisa lolos lagi dari jebakan yang telah ku siapkan untukmu. Karna itu Lisia tunggu saja aku akan membuatmu tidak akan berani mencoba mendekati Oliver lagi"ucap Clara.
Bersambung
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1