Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 53 Lisia Yang Marah


__ADS_3

Chapter sebelumnya, Dibelakang kuil dewi dimana Lisia, Nox bertemu dengan Oliver dilorong kuil.


"Lisia! " ucap Oliver yang memanggil Lisia.


"Oliver! " ucap Lisia.


Semuanya berkumpul disatu tempat dengan suasana yang hening.


"Anda kemana saja malam tadi? Para pendeta kuil gelisah karna tidak menemukan anda dikamar, sampai mereka melaporkan pada saya untuk mencari anda"ucap Oliver.


"Saya baru saja pulang dari rumah Nevan, karna Elis sakit. Jadi saya menemaninya dan menginap disana, Karna itulah saya baru pulang sekarang, "ucap Lisia.


"Apa!? Anda menginap dirumah Nevan? " ucap Oliver yang kaget.


Para pendeta yang ada dibelakang Oliver berbisik satu sama lainnya.


"Benar. Apakah ada yang salah dengan hal itu? " tanya Lisia.


"Tentu saja. Lisia! Nevan adalah siluman pembawa s*al bagi desa agelios, karna itu sebagai dewi, anda tidak boleh terlalu dekat dengannya"ucap Oliver.


Semua pendeta dibelakang Oliver menganggukan kepala mereka menandakan setuju akan perkataan Oliver, sedangkan Nox yang mendengar kakaknya dihina merasa kesal. Saat Nox ingin marah, Lisia mengenggam tangan Nox dengan kuat.


"Kak Lisia! "Ucap Nox yang melihat kearah Lisia yang ada sampingnya.


"Oliver! Saya tidak menyangka anda bisa berkata seperti itu"ucap Lisia dengan ekspresi dingin.


Oliver yang terkejut melihat Lisia yang marah membuatnya panik dan kaget, begitu juga dengan para pendeta yang ada dibalakang.


"Wakil pendeta agung tuan Fergus, apa anda ingat perkataan saya dulu? " tanya Lisia yang ketus.


Pendeta Fergus langsung tertegun mendengar perkataan Lisia sambil mengingat perkataannya.


Bayangan pendeta Fergus dichapter 27


"Jika saya sampai mendengar perkataan mengenai Nevan lagi, maka saya akan kembali kehutan Forrest dan tidak akan kembali lagi Kedesa Agelios" ucap Lisia yang marah.


"Sa.. Saya mengingatnya dewi! " ucap pendeta Fergus yang ketakutan.

__ADS_1


"Karna anda sudah mengingatnya, maka saya gak perlu lagi mengatakan untuk kedua kalinya, "ucap Lisia yang dingin.


Oliver yang tidak mengerti apapun hanya bisa terdiam sambil melihat pendeta Fergus.


"Oliver! Sepertinya pendeta Fergus tidak memberi tahukan apapun pada anda, tapi saya tidak peduli akan hal itu. Karna saya akan kembali kehutan Forrest sekarang, " ucap Lisia yang dingin.


Nox yang terkejut akan perkataan yang Lisia ucapkan membuatnya kaget tidak percaya, begitu juga semua yang ada disana.


"Apa?! "Kaget. "Lisia! Apa maksudnya ini?,tolong jelaskan pada saya?"ucap Oliver yang panik.


"Tidak ada yang perlu saya jelaskan lagi Oliver!, Saya benar benar kecewa dengan anda" ucap Lisia dengan ekspresi dingin.


Oliver kambali kaget mendengar perkataan Lisia dan membuatnya gelisah.


"Kalian semua dengarkan perkataanku ini"ucap Lisia yang melihat para pendeta dengan sinis.


"Lalu untuk mu Nox,tolong sampai ini kepada Nevan"ucap Lisia yang tersenyum.


"Saya akan kembali kehutan Forrest dan tidak akan keluar selama Nevan mendapatkan kehormatannya kembali, lalu saya ingin Nevan mendapatkan semua haknya kembali sebagai warga desa agelios."


"Selama permintaan saya tidak dipenuhi maka saya tidak akan kembali lagi kedesa agelios, jika kalian sudah melaksanakan apa yang saya katakan barusan, maka minta pada Nevan untuk menjemput saya."


Semua orang yang mendengar perkataan Lisia barusan membuat mereka sontak kaget, begitu juga Nox yang kaget melihat Lisia yang begitu marah demi kakaknya.


"... (Gak kusangka kak Lisia bisa marah seperti ini, padahal kak Lisia selalu senyum pada kami) "ucap Nox dalam hati.


"... (Sial! Jika si pendeta Fergus mengatakan pada ku bahwa Lisia pernah memberi peringatan sebelumnya, maka hal ini tidak akan terjadi. Dasar pendeta kuil tidak berguna) "ucap Oliver yang geram.


".. (Ini juga karna si siluman kelinci s*alan itu, Kalau bukan karnanya Lisia tidak akan sampai melakukan hal ini hanya demi orang rendah sepertinya. Tunggu saja Nevan! Aku akan membuat kau membayar akan apa yang telah terjadi hari ini) "


"Lisia tolong pikirkan kembali akan keputusan anda, jika semua orang desa mengetahui hal ini mungkin saja mereka akan tambah benci pada si s*a,,.."terhenti. "Tidak maksud saya Nevan! " ucap Oliver yang mencoba membujuk Lisia.


"Maka dari itu, anda yang merupakan kepala desa agelios yang harus membuat mereka mengerti atas apa yang sudah saya kata sebelumnya. Jadi itu adalah urusan anda karna saya sudah memberi keringanan untuk anda Oliver, karna itu pikirkan baik baik mulai sekarang"ucap Lisia yang dingin.


Setelah Lisia meminta Nox untuk pulang, Lisia pun memegang dadanya dimana kristal pelangi berada sambil mengatakan "Kembali."Lalu Lisia pun menghilang dihadapan Oliver dan juga para pendeta lainnya.


"Kepala desa! Apa yang harus kita lakukan sekarang? " ucap pendeta Fergus.

__ADS_1


Oliver yang merasa kesal memukul wajah pendeta Fergus dengan cukup keras sampai ia terduduk dilantai dan terdiam karna kaget.


Blam


"Ini semua salah mu"menunjuk kearah pendeta Fergus. "Kalau saja kau mengatakan pada ku jika dewi Lisia pernah memberi peringatan sebelumnya, maka hal ini tidak akan terjadi"ucap Oliver yang memarahi pendeta Fergus.


"Karna mu aku melakukan kesalahan yang membuat dewi Lisia murka"ucap Oliver yang memegang kepalanya.


"Saya minta maaf tuan Oliver, tolong beri saya kesempatan untuk memperbaiki hal ini. Saya mohon tuan Oliver! "Ucap pendeta Fergus dengan ketakutan yang memohon sambil memegang kaki Oliver.


Pendeta kuil yang lainnya hanya terdiam membisu melihat apa yang terjadi kepada pendera Fergus,sedangkan Oliver melihat pendeta Fergus dengan ekspresi dingin sambil memikirkan sesuatu.


🌺🌺🌺🌺🌺


Disisi lain Nox yang pulang kerumah dengan tergesa gesa langsung mencari kakaknya. Sesampainya Nox didapur, terlihat Nevan yang baru saja selesai memanggang kue pie.


"Hah,, Hah,, Hah. Kak Nevan! " ucap Nox yang masih terengah engah.


"Nox!"meletakan kue pie diatas meja. "Kau kenapa? " tanya Nevan menghampiri Nox.


"Kak Nox! Ayo minum dulu"ucap Elis yang memberikan segelas air putih.


Setelah Nox menghabiskan air dan mulai tenang,Nox, Nevan dan Elis duduk dimeja makan.


"Jadi Nox ada apa? Kenapa kau kelihatan cemas begitu? Apa terjadi sesuatu saat kamu mengantar dewi kekuil? "Tanya Nevan.


Ketika Nox melihat kearah Nevan, ia mulai menceritakan semuanya dimulai tidak sengaja bertemu Oliver dan para pendeta kuil, sampai Lisia yang memutuskan kembali kehutan Forrest . Sampai orang orang desa mengembalikan hak hak Nevan sebagai warga desa agelios, jika tidak Lisia tidak akan kembali kedesa agelios.


Nevan yang mendenger hal tersebut langsung kaget merasa tidak percaya akan apa yang dikatakan oleh adik laki lakinya itu, begitu juga dengan Elis.


"Kalau begitu, apa kak Lisia tidak akan bisa datang lagi kerumah kita? "Tanya Elis.


Nox dan Nevan hanya terdiam sambil melihat kebawah ,sedangkan Elis yang melihat kedua kakaknya murung ,mulai berkaca kaca lalu menangis. Nevan yang terkejut melihat Elis menangis mencoba untuk membujuknya.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack. ...



__ADS_2