
Chapter selanjutnya
Setelah hari itu, Lisia selalu mencoba untuk menghindari Oliver. Begitu Lisia melihatnya ia langsung pergi tanpa memalingkan wajahnya sedikit pun. Oliver yang melihat sikap Lisia yang begitu dingin hanya bisa terdiam tanpa bisa melakukan apapun.
Hari kelima dimana Lisia menghindari Oliver dan saat ini berada dirumah Nevan yang sedang memanen sayuran dikebun belakang rumah.
"Kak Lisia! "Memanggil
"Iya?! "
"Ya ampun, Elis dari tadi memanggil kakak lo kenapa kakak gak merespon panggilan Elis "ucap Elis yang cemberut.
"Maaf Lis, kakak sedang memikirkan sesuatu tadi"ucap Lisia.
"Jika kakak lelah, lebih baik istirahat saja. Biar Nox yang memetik buah tomatnya"ucap Nox.
"Tidak apa apa Nox, kakak baik baik saja"ucap Lisia sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu "
Nox pun membawa hasil sayuran yang ada didalam keranjang masuk kedalam rumah, sementara Lisia dan Elis melanjutkan memetik buah tomat bersama.
Diruang dapur.
"Hari ini kita akan memasak apa? "Tanya Lisia.
"Bagaimana jika ikan goreng, dan sup?. Lalu yang memasaknya adalah kak Lisia, mungkin akan kelihatan enak jika kak Lisia yang masak"ucap Nox sambil memberikan sekeranjang sayur pada Lisia.
"Benar, Elis ingin sekali merasakan masakan kak Lisia "ucap Elis yang semangat sambil menjilati bibirnya.
"Hahah, begitukah? "Merasa terbebani.
Disaat Nox dan Elis melihat Lisia dengan ekspresi memelas, akhirnya Lisia terpaksa menyetujui permintaan Nox dan Elis. "Baiklah, kalian duduk dan lihat kakak masak, ok. "
"Ok"jawab serentak Nox dan Elis.
Lisia pun menyiapkan panci, lalu merebus air sampai airnya mendidih. Sambil menunggu air yang direbus mendidih, Lisia membersihkan ikan lalu mengorengnya.
Setelah menunggu beberapa menit ikan pun kelihatan mulai kuning keemasan, ikan lalu diangkat dan ditiriskan dan meletakannya kedalam piring dengan dihiasi berbagai sayuran seperti tomat, worter, seledri agar kelihatan cantik.
Rebusan air yang telah mendidih tadi, Lisia memasukan sayuran , rempah rempah dan juga sisa ikan yang telah ia bersikan. Sambil menunggu, Lisia membuat makanan penutup seperti kue manis yang pernah ia buat bersama neneknya, yang dibantu oleh Nox dan juga Elis menyiapkan peralatan makan yang ditata rapi diatas meja makan.
🍂🍂🍂🍂🍂
Begitu semua telah selesai dimasak, Lisia meletakan semua hidangan keatas meja makan.
"Wah semuanya kelihatan enak sekali, Elis sudah tidak sabar untuk memakannya"ucap Elis yang begitu antusiasnya.
Nox menyentilkan tangannya kedahi adik perempuannya itu"Kau ini gak sabaran sekali, kita harus menunggu kak Nevan pulang dulu "
"Iya iya Elis tau kok"memegang dahi yang kena sentilan kakaknya"Tapi kenapa kak Nevan lama sekali, bukankah sudah waktunya pulang sekarang? " ucap Elis yang melihat arah jam, yang menujukan pukul setengah enam.
"Mungkin sebentar, kalian tunggu saja "ucap Lisia yang sebenarnya juga menunggu akan kepulangan Nevan.
"Baik"jawab Nox dan Elis.
"Oh ya kak Lisia, kue apa yang kakak buat ini?. Bentuknya sangat aneh dan berwarna warni"tanya Nox yang penasaran akan kue yang Lisia buat.
"Iya, stekturnya juga lembut sekali"ucap Elis yang menusuk nusukan kuenya.
".. (Karna Ini adalah makanan jepang , jadi mereka belum pernah melihat makanan ini.) "ucap Lisia dalam hati
"Ini namanya kue Kushi-dango, makanan yang sering kakak makan ditempat kakak berasal"ucap Lisia.
"Ku,, shi apa? "Tanya Elis yang sulit menyebutkan nama kuenya.
"Kushi-dango Elis"ucap Lisia yang mengulang kembali nama kuenya.
"Namanya susah sekali"ucap Nox sambil mengaruk bagian belakang kepalanya.
"Iya"ucap Elis.
__ADS_1
"Bagaimana jika kue bola tusuk saja, lebih mudah bukan? "Ucap Lisia.
"Mmm"berfikir keras. "Apa dihutan tempat kakak berasal ada kue ini? "Tanya Nox yang penasaran.
".. (Benar juga, orang orang desa menganggap ku berasal dari hutan Forrest, jadi Nox dan Elis beranggapan makanan ini juga berasal dari sana) "ucap Lisia dalam hati.
"Iya ada"jwb Lisia.
"Kak Lisia, apa Elis boleh memakannya satu? " tanya Elis.
"Nox juga mau"ucap Nox.
"Baiklah, kalian boleh mengambil satu tusuk karna kakak juga membuat banyak tadi"ucap Lisia sambil tersenyum.
"Horee"
Nox dan Elis pun mengambil kue yang Lisia buat dan memakannya dengan begitu lahap.
"Enak sekali"ucap Elis.
"Iya, lembut dan kencal kencal"ucap Nox.
Tak lama kemudian, terdengarlah suara dari arah depan.
"Kakak pulang"ucap Nevan.
"Seperti kak Nevan sudah pulang"ucap Elis.
"Biar kakak yang menyambutnya, kalian disini saja"ucap Lisia.
"Baik"
Lisia beranjak dari tempat duduknya dan pegi kedepan. Begitu Lisia meninggalkan ruang makan, Elis mencoba untuk mengambil Kushi-dango lagi namun dihentikan oleh Nox.
Plakk
"Aduh, kak Nox! Sakit tau"kesakitan.
"Siap suruh mau mencuri kue bola tusuk, tunggu kak Nevan dan kak Lisia dulu "marah
"Baiklah "cemberut.
🍁
🍁
"Selamat datang Nevan "ucap Lisia sambil tersenyum.
Nevan cukup terkejut, ketika ia masuk yang menyambut dirinya bukanlah kedua adinya melainkan Lisia.
"Dewi, kenapa anda ada dirumah saya? " ucap Nevan yang bingung.
"Apa, apa saya tidak boleh datang kesini? " tanya Lisia dengan ekspresi sedih.
"Tidak, tidak sama sekali. Saya tidak melarang anda untuk datang kemari, tapi saya hanya cukup terkejut saja"ucap Nevan yang panik.
"Sudahlah, tidak perlu dipikirkan. Lebih baik Nevan bersih bersih dulu, lalu kita makan malam bersama"tersenyum. "Nox dan Elis sudah menunggu dari tadi"ucap Lisia.
Nevan sedikit bingung akan situasi yang ia hadapi itu, ia hanya terdiam sambil memperlihatkan ekspresi yang tidak bisa diekspresikan.
"Kenapa diam saja Nevan?, Nox dan Elis sudah menunggu , saya juga sudah lapar sekarang"ucap Lisia.
"Ah, maafkan saya dewi, Saya akan bersih bersih sekarang "ucap Nevan.
"Baiklah, saya akan tunggu diruang makan"ucap Lisia sambil tersenyum.
Nevan lalu bergegas pergi untuk membersihkan dirinya. Setelah Nevan pergi, Lisia yang memasang ekspresi senyum mulai datar kembali sedikit sedih.
"Seperti Nevan merasa canggung akan kebaradaan diriku setelah kejadian dihutan hari itu"gumam Lisia
🍁
🍁
Diruang makan, Lisia, Nox dan Elis sudah menunggu dimeja makan. Tak lama kemudian Nevan pun datang setelah selesai membersihkan tubuhnya sehabis berburu dihutan.
__ADS_1
"Kak Nevan kenapa lama sekali sih, Elis kan sudah lapar "ucap Elis yang marah sambil memperlihatkan ekspresi cemberutnya.
"Maafkan kakak"mengelus kepala Elis. "Ayo sekarang kita makan"ucap Nevan.
"Baik"jwb Elis yang begitu semangat.
Nevan, Nox, Elis begitu juga Lisia mulai makan malam bersama seperti sebuah keluarga.
"Bagaimana rasanya kak, apa supnya enak? "Tanya Nox yang melihat kakak tertuanya makan begitu lahap.
"Iya sangat enak "jawab Nevan.
"Heheh tentu saja enak, kan kak Lisia yang memasak semua makanan ini"ucap Elis.
Terkejut. "Begitu ya, saya tidak menyangka jika dewi bisa masak. Supnya sangat enak, saya suka"ucap Nevan.
"Saya senang mendengarnya"tersenyum.
Nevan, Nox, Elis dan Lisia pun melanjutkan makan malamnya.
*
*
*
Setelah selesai makan, Nox dan Lisia merapikan semua piring kotor dan mencuci bersih semua peralatan makan.
"Kak, coba deh rasakan kue bola tusuk yang kak Lisia buat! Sangat enak"ucap Elis yang memberi Kushi-dango pada Nevan.
"Bola tusuk? "Bingung.
"Namanya kue Kushi-dango,karna penyebutannya cukup sulit saya merubanya namanya menjadi kue bola tusuk. Itu adalah makanan yang selalu saya buat dikuil dewi yang ada dihutan Forrest "ucap Lisia yang menjelaskan.
"Kushi-dango ya"
Nevan mencoba memakan kue Kushi-dango, ia cukup terkejut dengan rasa dan juga stekturnya yang kencal dan lembut saat dimakan.
"Enak"
"Benarkan, Elis saja tidak bisa menghilangkan rasa enak kue yang kak Lisia buat. Benar benar sangat enak sekali"ucap Elis yang memegang kedua pipinya.
"Dewi, apa saya boleh tau cara membuat kue Kushi-dango. Ah,,"sadar kembali. "Tapi jika anda mengizinkannya"ucap Nevan dengan malu malu.
"Tentu saya akan memberi tahukan cara membuatnya"tersenyum.
"Terimakasih "semangat.
"Sama sama "
".. (Mungkin dengan aku memberi cara membuat Kue Kushi-dango ini, Nevan tidak akan canggung lagi dengan ku) "ucap Lisia dalam hati.
"Wah, kakak bisa menyebutkan nama kuenya dengan lancar sekali"ucap Elis.
"Iya, padahal Nox sedikit salah dalam penyebutannya. Bagaimana cara kakak melakukannya "ucap Nox.
"Kakak tidak menggunakan cara apapun, hanya saja namanya memang sngat mudah sekali "ucap Nevan.
"Pasti kak Nevan sudah pernah dikasi tau oleh kak Lisia ya? Lalu kakak melatihnya"ucap Nox yang penuh curiga.
"Kakak tidak pernah mengatakannya pada kakak kalian, lagian kan ini pertama kalinya kakak masak dirumaha Nox , jadi bagaimana Nevan bisa tau nama kuenya"ucap Lisia.
"Benar juga sih. Baiklah Nox akan terus berlatih mengucapkan nama kuenya dengan lancar, harus! " ucap Nox yang sudah bertekat.
"Elis juga"
Nox dan Elis pun saling bertekat untuk bisa mengucapkan nama kue Kushi-dango dengan benar
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
Bonus gambar visual Elis dan Nox ya
__ADS_1