Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 41 Lisia! Apa Anda Juga Akan Memaafkan Saya?


__ADS_3

Chapter sebelumnya


"Cukup,, hentikan,, Ezra! Bukan Nevan yang membantai semua orang didesa bulan sabit, melainkan orang yang mirip dengan Nevan dan menghianati klan siluman kelinci yaitu Vincent"ucap Diana.


Mendengar perkataan Diana Ezra terdiam untuk beberapa saat..


"Diana! Apa yang anda katakan barusan? , saya jelas jelas melihat jika si b*jingan ini yang telah membunuh semua orang didesa saya. Tidak mungkin saya bisa salah mengenali orang yang sangat saya benci"ucap Ezra.


"Ezra! Tolong lihatlah dengan benar, Nevan dan juga orang yang Ezra kenal adalah dua orang yang sangat berbeda.Mungkin Ezra mengira Nevan adalah orang yang telah membunuh semua warga desa bulan sabit karna memiliki mata yang sama, tapi mereka memiliki warna rambut yang sangat berbeda. Apa anda bisa lihatnya sekarang? " ucap Diana.


Ketika Ezra kembali memerhatikan Nevan yang sedang ketakutan dibelakangnya Diana, ia mulai percaya akan perkataan Diana jika Nevan dan orang yang Ezra incar merupakan dua orang yang berbeda setelah dilihat baik baik.


Namun Ezra sangat heran dan sangat sulit mempercayai jika Nevan sangat mirip dengan orang yang telah membantai warga desa bulan sabit , dan hanya berbeda pada warna rambut mereka. Orang yang telah menyerang Desa bulan sabit pada saat itu memiliki warna rambut silver dan bermata merah jambu namun sedikit pekat, sedangkan Nevan yang ada dihadapan Ezra memiliki rambut keabuan dan mata merah jambu muda.


Hal tersebutlah membuat Ezra sedikit bingung. "Kalau begitu kenapa dia sangat mirip dengan si b*jingan itu."ucap Ezra yang menunjuk kearah Nevan.


"Itu..."melihat kearah Nevan. " Mungkin Nevan masih dalam garis keturunan Vincent, atau bisa dibilang leluhurnya. "ucap Diana.


"Jika memang si s*ialan itu masih keturunanya maka ia harus ku bunuh untuk menggantikan dosa yang telah dilakukan leluhurnya itu"ucap Ezra yang marah dan mengangkat pedangnya.


"Ezra! Hanya karna Nevan memiliki warna mata yang sama dengan orang yang telah membunuh warga desa bulan sabit , bukan berarti anda bisa melimpahkan kesalahan orang itu kepada orang yang tidak memiliki kesalahan apapun "


"Terlebih Vincent sudah meninggal dua tahun yang lalu karna penyakit yang ia derita, karna itu lupakan dendam anda kepada orang yang sudah tidak ada lagi didunia ini, jangan menyalahkan Nevan yang tidak memiliki dendam apapun pada anda dan juga warga desa bulan sabit. " ucap Diana yang tegas.


"Jika anda mencoba untuk menyerang Nevan lagi, maka saya tidak akan segan segan melukai anda dan menghancurkan kekuatan yang anda miliki itu"ucap Diana yang menatap tajam kearah Ezra.


Ezra yang sedikit merinding karna yang sedang dihadapannya bukanlah manusia biasa melainkan seorang dewi yang menguasai alam dan memiliki kekuatan yang melebihi kekuatan yang Ezra bayangkan. Namun Ezra mengetahui satu hal jika Diana tidak pernah mengunakan kekuatan tersebut untuk melukai siapapun melainkan melindungi orang yang pantas mendapatkan perlindungan dari Dewi Hutan.


"Baiklah Diana saya tidak akan membunuh bocah itu, tapi sampai kapan pun saya akan tetap membenci mata merah jambunya itu. " ucap Ezra yang menatap tajam kearah Nevan.

__ADS_1


Diana tidak bisa melakukan apapun lagi atas kebencian yang Ezra rasakan kepada Nevan ,karna yang Diana bisa lakukan hanya sebatas membuat Nevan selamat dan tidak dibunuh oleh Ezra. Walau Diana tau Nevan hanya korban yang harus menerima kesalahan dari orang lain karna memiliki mata yang sama dengan penghianat klan siluman kelinci, sampai Nevan yang harus menerima kebencian dari orang yang pertama ia jumpai itu.


Akan tetapi yang dilakukan Diana hanya untuk menghindari kemungkinan jika Nevan akan mati di tangan Ezra suatu hari nantinya, karna itulah Diana mempertemukan Ezra pada Nevan lebih cepat agar bisa mencegah dan melindungi Nevan secara langsung.


Jika Diana tidak melakukannya, saat Ezra tidak sengaja bertemu dengan Nevan maka saat itu jugalah Ezra akan langsung menghabisi Nevan, hal itulah yang membuat Diana gelisah dan langsung turun tangan mencegah hal tersebut.


"Saya tidak akan menghalangi kebencian anda pada Nevan, hanya saja saya ingatkan jangan pernah menyentuh Nevan sedikit pun apapun yang terjadi. Apa anda bisa menjanjikan hal itu Ezra? " ucap Diana.


"Saya tidak akan menjanjikan apapun untuk tidak melukainya suatu hari nanti, tapi saya berjanji kepada mu Diana jika saya tidak akan membunuhnya"ucap Ezra yang melihat kearah Nevan dengan kebencian.


"Itu sudah cukup"ucap Diana.


Nevan yang hanya bisa diam dalam ketakutan dan tidak berani menatap mata Ezra. Walau Nevan tau jika Diana mencoba menolongnya untuk meluruskan ke salahpahaman yang timbul karna mata miliknya. Nevan hanya bisa menerima kebencian dari Ezra atas apa yang dilakukan oleh leluhurnya yang memiliki warna mata yang sama dengannya.


Walau Nevan tau itu bukan kesalahan yang ia perbuat, namun Nevan sudah terbiasa karna warga desa agelios juga membencinya karna mata miliknya. Semenjak hari pertama pertemuan Nevan dan Ezra, mereka hanya bisa tenang saat bersama Diana , tapi saat Diana tidak ada maka Ezra akan mengeluarkan hawa pembunuhnya dan Nevan hanya bisa menghindari agar tidak bertemu dengan Ezra saat berduaan.


Flashback selesai


🌺🌺🌺🌺🌺


Keesokan paginya, Adelio, Ezra dan Kyler yang ingin kembali ketempat mereka masing masing sedang menunggu akan kedatangan Lisia yang tidak kunjung terlihat didekat patung Dewi Diana. Adelio, Ezra dan Kyler merasa jika Lisia masih marah kepada mereka, dan tidak ingin bertemu lagi.


Saat Adelio, Ezra dan Kyler merasa putus asa,terlihat Lisia yang sedang berlari dan menghampiri Adelio, Ezra dan Kyler.


"Hah.. Hah. Hah.. Syukurlah jika saya masih sempat, apa kalian sudah lama menunggu? " ucap Lisia yang masih terengah engah.


"Tidak sama sekali, Lisia datang tepat pada waktu"ucap Adelio yang tersenyum.


"Syukurlah "ucap Lisia.

__ADS_1


".. (Untung saja aku memutuskan untuk datang, kalau tidak aku sudah pasti menyesal) "ucap Lisia dalam hatinya.


Flashback


Begitu pagi datang Lisia terus gelisah didalam kamarnya karna kejadian malam itu, dimana ia membentak dan berkata kasar kepada Oliver, Adelio, Ezra dan Kyler yang ingin mengantarnya sampai didepan kamar. Namun karna Lisia merasa diremehkan ia pun marah dan memutuskan kembali sendirian tanpa ditemani oleh siapapun.


Oleh karna itulah disaat Adelio, Ezra dan Kyler akan kembali ketempat mereka, Lisia merasa bingung ingin menemui mereka atau tidak. Setelah 1 jam berfikir, akhirnya Lisia memutuskan menemui mereka sebelum mereka pergi.


Flashback selesai.


"Lisia! maaf untuk kejadian malam tadi? Seharusnya saya tidak berkata seperti itu tentang anda " ucap Adelio.


"Iya tidak masalah. Saya juga sudah melupakannya"ucap Lisia yang terseyum.


"Saya juga minta maaf Lisia! " ucap Ezra. "Saya juga"ucap Kyler.


"Baiklah saya maafkan"tersenyum.


Begitu Adelio, Ezra dan Kyler merasa lega karna sudah dimaafkan, mereka pun pergi meninggalkan Desa Agelios dengan kekuatan sihir perpindahan. Setelah Adelio, Ezra dan Kyler pergi, tinggal lah Oliver bersama Lisia berdua didepan patung Dewi Diana.


Oliver yang masih ragu dan juga gelisah, mencoba memberanikan diri untuk berbicara dengan Lisia. "Lisia! Apa anda juga akan memaafkan saya?" ucap Oliver.


...Terus dukung Redblack...


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat...


...Salam cinta dari redblack...


__ADS_1


__ADS_2