Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 122 Hadiah, dan Benda misterius


__ADS_3


Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......


...Happy reading...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


Ditempat Lisia, Nevan Nox dan Elis. Mereka masih duduk berkumpul bersama sama sambil menikmati kue yang tadi Lisia beli.


“Enak” ucap Elis.


“Iya sangat enak sekali, rasanya gak akan pernah bisa Nox lupakan” ucap Nox.


“Syukur deh jika enak, jadi gak sia sia kakak membeli banyak tadi” ucap Lisia.


“Oh ya, kak Lisia kenapa ada dibalai desa sendiri. Kalo tau kakak mau kebalai desa juga, kita bisa bersama sama perginya, ya kan kak Nox? ” ucap Elis.


“Benar sekali, kita bisa sama sama perginya ” ucap Nox.


“Kakak juga gak tau kalian juga akan pergi kebalai desa, kalo tau sih kakak juga mau bareng sama kalian perginya”ucap Lisia.


“.. (Tapi kalo aku tau pun, gak mungkin aku pergi sama mereka. Kan aku datang kesini sendirian untuk membeli kado buat Nox dan Elis, nanti mereka bisa tau lagi dan gak jadi kejutan saat ulang tahun nantinya) ” ucap Lisia didalam hati sambil tersenyum.


“Kak Nevan gak ada bilang sama kak Lisia sih jika kita mau kebalai desa” ucap Elis dengan ekspresi cemberut. “Kak Lisia juga udah gak ada saat Elis bangun, ” ucap Elis menambah sabil berekspresi cemberut.


Seketika Nevan dan Lisia kaget mendengar apa yang Elis katakan, karna perkataan Elis tepat sasaran. Lalu semuanya terdiam tanpa bicara apapun satu patah katapun.


“Oh ya kak Lisia, setelah ini kita akan kemana? ” tanya Elis yang mencoba mencairkan suasana.


“Bagaimana kita sama sama keliling balai desa, kalian kesini mau cari apa?. Kita bisa cari sama sama nanti ” ucap Lisia.


“Elis mau cari hadiah untuk kak Nox” ucap Elis.


“Nox juga mau cari hadiah untuk Elis” ucap Nox yang menambahkan.


“Kalo begitu begini saja, Nox nanti bersama kakak, sedangkan Elis bersama Nevan, kita pisah. Gak mungkin kan kalian mau beli hadiah didepan orang yang ingin kalian kasi hadiahnya, nanti gak kejutan lagi dong” ucap Lisia yang menyarankan.


“Boleh juga, Nox setuju” ucap Nox.


“Yah, kan Elis maunya dengan kak Lisia” ucap Elis yang cemberut.

__ADS_1


“Sesekali biarkan kakak dengan kak Lisia, kamu dengan kak Nevan sana” ucap Nox sambil memegang lengan Lisia.


Lisia hanya tersenyum melihat tingkah laku Nox yang gak mau kalah dengan adik perempuanya itu.


“Sudah, Elis dengan kakak saja ya” ucap Nevan sambil mengelus ngelus kepala Elis.


“Ya deh, tapi kak Nox harus ingat. Hanya kali ini Elis ngalah, gak ada yang kedua kalinya” ucap Elis dengan tatapan tajam kearah Nox.


“Iya iya” ucap Nox yang tidak memperdulikan akan tatapan Elis yang menunjukan tidak rela melepaskan Lisia.


Sementara Nevan dan Lisia hanya bisa tersenyum melihat pertengkaran Elis dan Nox.


🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah beristirhat cukup lama dan juga sudah selesai makan siang, akhirnya Nevan dan Elis sementara Nox bersama Lisia sepakat akan berpisah untuk mencari hadiah.


Ditengah tengah balai desa


“Nanti kita berkumpul dimana agar bisa tau keberadaan satu sama lainnya? ” tanya Nevan.


“Kita berkumpul didepan pintu masuk balai desa saja. Sebelum matahari terbenam” ucap Lisia.


“Baiklah kalau begitu” ucap Nevan.


“Kalau begitu sampai ketemu lagi didepan pintu masuk Nevan, Elis! ” ucap Lisia.


“Dewi juga, sampai jumpa lagi didepan pintu masuk balai desa ”ucap Nevan.


“Jadi Nox, hadiah seperti apa yang ingin kamu berikan kepada Elis? ” tanya Lisia.


“Nox ingin cari kalung atau gelang yang mengandung sihir yang bisa melindungi Elis jika ia menghadapi bahaya nantinya” ucap Nox.


“.. (Aku sudah membeli kalung buat Elis dan pedang untuk Nox, jika Nox membeli kaling juga mungkin akan sulit Elis memakai dua kalung sekaligus) ” ucap Lisia dalam hati yang sedang berfikir.


“Bagaimana jika Nox beli gelang saja, kalau kalung mungkin akan sedikit mahal nantinya” ucap Lisia yang sedang menyarankan.


“Boleh, tapi kita akan cari gelang dimana, apa kakak tau tempat yang tepat untuk masalah ini? ” tanya Nox.


“Tenang saja, kakak tau tempat tepat untuk hal itu. Tadi kakak gak sengaja melihat toko perhiasan, mungkin saja disana ada benda yang Nox perlukan” ucap Lisia.


“Baiklah kalau gitu ayo kesana sekarang ” ucap Nox yang bersemangat sambil menarik tangannya Lisia.


“Pelan pelan Nox ” ucap Lisia.


Nox dan Lisia pun pergi ketempat toko perhiasan yang Lisia katakan.


🍁🍁🍁🍁🍁


Disisi lain,Elis dan Nevan berkeliling dan melihat lihat tempat yang sesuai dengan apa yang Elis inginkan.

__ADS_1


“Elis mau mencari hadiah seperti apa buat Nox? ” tanya Nevan.


“Sesuatu yang keren saat kak Nox gunakan nanti. Menurut kak Nevan gimana?, apa yang sesuai buat kak Nox” tanya Elis.


“Mmmm” Nevan mulai memikirkan hal hal yang Nox sukai sejak kecil.


“!! ”


“Bagaimana dengan peralatan lukis yang baru saja” ucap Nevan yang menyarankan.


“Ah! Benar juga, kak Nox kan sangat suka melukis. Ayo kak! Kita segera mencari semua peralatan lukis kak Nox, pasti dia akan terkejut saat diberikan hadia itu ” ucap Lisia dengan sangat gembira.


“Baiklah ayo! ” ucap Nevan yang mengajak Elis pergi ketempat toko yang menjual peralatan melukis.


Sesampainya Elis dan Nevan ditoko yang menjual peralatan melukis, mereka dengan segara membeli semua yang diperlukan.


“Apa ini sudah semuanya tuan? ” tanya sipenjaga toko.


“Elis, apa tidak ada lagi yang ingin kamu beli selain yang kita pilih tadi? ” tanya Nevan pada Elis yang masih melihat lihat yang ada ditoko.


Menoleh kearah Nevan, “Seperti hanya itu saja” ucap Elis yang kembali melihat sekeliling.


“Baiklah. Tolong bungkus semuanya! ” ucap Nevan.


“Baik tuan” ucap sipenjaga toko.


Disaat Nevan sibuk membayar barang yang dibeli, Elis masih sibuk memperhatikan sekitarnya. Lalu Elis pun terpandang pada satu benda yang membuat hatinya terpikat, benda tersebut adalah.....


Elis dengan segera menghampiri kakak tertuanya sambil membawa benda yang menarik hatinya itu. “Kak Nevan! ” ucap Elis.


“Ya! Ada apa Elis? ” tanya Nevan.


“Elis mau ini! ” ucap Elis sambil menunjukan barang yang ia sukai pada Nevan.


Nevan cukup kaget akan benda yang Elis bawa. Lalu Nevan pun memenuhi akan permintaan adik kecilnya itu, karna Nevan juga menyukai akan benda yang Elis bawa.


“Maaf saya beli ini juga” ucap Nevan yang juga bersemangat akan benda itu.


“Baiklah”ucap penjaga toko sambil membukus benda yang Elis bawa.


Setelah selesai membayar, Elis dan Nevan pun keluar dari toko tersebut dengan perasaan senang dan penuh dengan cahaya yang begitu bahagianya.


Sebenarnya benda apa yang Elis dapatkan?, Sehingga membuat Nevan dan Elis begitu bahagianya?.


Kita lanjut dichapter selanjutnya ya,, bye.....


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Klik juga tombol Favoritnya, agar kalian tidak tertinggal informasi chapter selanjutnya....

__ADS_1


...Salam cinta dari redblack....



__ADS_2