
Chapter sebelumnya
Ketika Oliver ingin makan, seseorang datang dengan tergesa gesa.
"Kepala desa! "
"Ada apa? Apa kau tidak lihat aku sedang makan bersama tunanganku, cepat katakan! "
"Maafkan saya kepala desa tapi diluar kantor semua para warga desa berkumpul"
"Apa? "
Oliver dan Clara pun terkejut mendengar akan hal tersebut. Mereka pun bergegas keluar dan langsung menuju kedepan kantor desa, ternyata yang dikatakan oleh asisten Oliver yaitu Bastian benar. Semua warga desa berkumpul didepan kantor desa.
"Ada apa ini, kenapa kalian datang kemari? " tanya Oliver.
"Kepala desa! Anda harus menghukum Pendeta Fergus segera! "ucap salah satu warga desa agelios.
"Apa! Pendeta Fergus? Apa yang telah ia lakukan sehingga ia harus dihukum"tanya Oliver.
"Kepala desa kami mendengar kabar jika dewi Lisia kembali kehutan Forrest "ucap salah satu warga desa agelios.
"Apa dewi Lisia kembali kehutan Forrest? "Pura pura kaget. "Kenapa saya tidak mengetahui hal ini?, lalu apa hubungannya pendeta Fergus dengan kembalinya dewi Lisia kehutan? " tanya Oliver lagi.
"Pendeta Fergus telah menghina dewi Lisia sehingga dewi kembali kehutan Forrest "ucap salah satu warga desa lainnya.
"Apa?! "kembali kaget. ".. (Ternyata Clara sudah melakukan apa yang telah kusuruh, bagus) "ucap Oliver dalam hati sambil melihat kearah Clara.
"Kepala desa! Anda harus meminta pendeta Fergus bertangung jawab akan hal ini, lalu tolong buat dewi Lisia kembali lagi kedesa agelios "ucap salah satu warga desa agelios.
"Benar. Kepala desa! Tolong bawa dewi hutan kembali lagi kesini! Jika tidak, maka desa agelios pasti akan mendapat hal buruk nantinya"ucqp salah satu warga desa agelios yang lainnya.
"Tenanglah, saya akan mencari cara untuk membawa dewi Lisia kembali lagi kedesa agelios."ucap Oliver.
"Kepala desa! Anda juga harus menghukum Pendeta Fergus, karnanya dialah dewi hutan pergi"ucap warga desa agelios yang lainnya.
"Baiklah, sekarang panggil pendeta Fergus kesini! Kita akan bertanya apa alasannya sampai menghina dewi Lisia "ucap Oliver.
"Maafkan kelancangan saya kepala desa! " ucap salah satu birawati dari kuil dewi hutan yang tiba-tiba muncul.
"Ada apa? " tanya Oliver.
__ADS_1
"Hari ini saya tidak melihat pendeta Fergus, kami sudah mencarinya kemana mana tapi tidak menemukannya"ucap birawati tersebut.
"Apa?! Kenapa bisa pendeta Fergus tidak ada dikuil? Apa kalian yakin jika ia tidak ada diamana pun? "Tanya Oliver.
"Kami sangat yakin kepala desa!. Pendeta lainnya juga sudah mencari pendeta Fergus setelah mendegar berita dewi Lisia kembali kehutan Forrest, tapi beliau tidak ditemukan"jawab birawati tersebut.
"Kalian pasti telah menyembunyikan pendeta Fergus bukan?, atau kalian tau keberadaanya tapi tetap menyembunyikannya karna telah mendapatkan sogokan dari pendeta Fergus"ucap salah satu warga desa agelios.
"Benar, bisa jadi seperti itu, "ucap salah satu warga desa agelios lainnya.
"Tidak, kami sama sekali tidak menyembunyikan pendeta Fergus. Kami benar benar tidak tau beliau ada dimana"ucap birawati tersebut.
"Bohong, bagaimana bisa kami percaya akan perkataanmu itu, "ucap warga desa agelios.
"Itu benar, benar"ucap para warga desa Agelios.
"Cukup, kalian jangan main hakim sendiri. Bisa jadi yang dikatakan oleh birawati ini benar, kalau dia tidak tau akan keberadaan pendeta Fergus "ucap Clara yang tiba-tiba maju.
Semua warga desa pun terdiam dan tidak ada satu pun yang angkat bicara akan perkataan Clara, karna warga desa tau jika ayahnya Clara merupakan ketua pasukan prajurit agelios yang begitu menyayangi putrinya itu. Karna itulah tidak ada satupun warga desa yang berani mengusik anak dari sang raja kegelapan itu.
".. (Untung saja Clara pintar mengatasi akan masalah ini, dengan statusnya sebagai putri paman Evans yang dikenal berjasa pada desa agelios, warga desa pun tidak berani berkutik didepan Clara) "ucap Oliver dalam hati yang begitu senang.
"Aku menyetujui akan yang dikatakam oleh Clara, mungkin saja birawati ini mengatakan yang sejujurnya "Ucap Oliver.
"Kau benar, lebih baik kita diam saja"ucap salah satu warga desa lainnya yang juga berbisik.
"Kalau pendeta Fergus tidak bersembunyi dikuil dewi, kemana dia pergi? "tanya salah satu warga desa agelios.
"Mungkin saja pendeta Fergus telah melarikan diri, karna takut dihukum atas perbuatannya yang telah menghina dewi "ucap Clara.
"Bisa jadi"riuh para warga desa Agelios.
"Kalau begitu pasang kertas burunan pendeta Fergus, agar bisa menemukannya. Ia harus mendapatkan hukuman atas perbuatannya pada dewi hutan "perintah Oliver.
Warga desa Agelios pun menyetujui akan perkataan Oliver dan mulai memasang wajah pendeta Fergus dimanapun untuk menemukannya. Setelah warga desa pergi, Clara dan Oliver kembali masuk kedalam kantor desa.
Diruang kerja Oliver.
"Oliver, apa kau tau pendeta Fergus ada dimana? " tanya Clara.
"Kenapa kau bertanya akan hal itu padaku? " tanya Oliver kembali.
"Aku tau jika kau mengetahui beliau ada dimana, karna tidak mungkin kau akan bersikap tenang akan masalah ini"ucap Clara.
__ADS_1
"Tanya tunangan ku sangat pintarnya dengan diriku. Benar, aku mengetahui kemana pendeta Fergus pegi"ucap Oliver.
"Dia pergi kewilayah duke Floweries, setelah apa yang ia lakukan aku memberinya kesempatan dan membiarkannya pergi."ucap Oliver.
"Tapi bukankah dia telah menghina dewi Lisia, tapi kenapa kau membiarkannya pergi? " tanya Clara heran.
"Tentu saja, karna kalau dihukum begitu saja maka itu tidak akan cukup. Tapi membiarkannya pergi dan ditetapkan sebagai burunan, itu akan membuatnya jera"ucap Oliver.
"Begitu ya"ucap singkat Clara.
".. (Tentu saja semua itu bohong, bagaimana bisa aku membiarkan pendeta Fergus tetap ada disini yang ada malah semua kebenaran yang terjadi hari itu akan terbongkar. Karna pendeta Fergus tidak menghina Lisia tetapi menghina sisiluman sial*n itu) "ucap Oliver yang kesal.
".. (Kalau saja bukan karna syarat yang Lisia berikan,aku tidak akan mengorbankan pendeta Fergus untuk bisa melindungi kesalahan yang telah ku perbuat) "ucap Oliver.
Flashback.
Kembali pada cerita dichapter 53 Lisia marah.
"Saya minta maaf tuan Oliver, tolong beri saya kesempatan untuk memperbaiki hal ini. Saya mohon tuan Oliver! "Ucap pendeta Fergus dengan ketakutan yang memohon sambil memegang kaki Oliver.
Oliver melihat pendeta Fergus dengan ekspresi dingin sambil memikirkan sesuatu.
"Baiklah aku akan memaafkan mu, tapi hal ini bisa jadi pencemaran nama baik kuil. Lalu jika warga desa mengetahui jika kau telah menghina Nevan didepan dewi Lisia mungkin mereka akan mekaluminya karna Nevan adalah siluman pembawa sial "menjelaskan.
"Tapi jika dewi Lisia mengetahui jika warga desa juga tidak ingin Nevan mendapatkan haknya kembali, maka dewi tidak akan mau lagi kembali kedesa agelios. Apa kau tau artinya itu? "
"Hal yang sama akan terulang kembali saat dewi Diana marah besar karna keinginannya tidak terpenuhi, lalu mungkin saja akan terjadi lagi dan itu semua atas kecerobohan mu yang tidak melihat situasi dalam bertindak"Ucap Oliver yang marah.
"Kalau begitu apa yang harus saya lakukan? , tolong bantu saya kepala desa"ucap pendeta Fergus.
"Ada satu cara, tapi apa kau akan melakukannya? " tanya Oliver.
"Saya akan melakukan apapun itu agar bisa membuat dewi Lisia kembali kedesa agelios "ucap pendeta Fergus.
Cara apakah yang Oliver gunakan? , akan dibahas dichapter selanjutnya,,....
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1