
Chapter selanjutnya
Setelah Lisia, Nevan, Nox dan Elis selesai makan siang bersama, mereka beristirahat sejenak. Lisia dan Elis sibuk mengumpulkan bunga yang ada disekitar mereka dan membuat mahkota bunga bersama, sedangkan Nox dan Nevan istirahat sambil bersandar dibatang pohon.
“Kak Nevan, kakak dan kak Lisia berbohongkan saat bilang ketemu ditengah jalan tadi? ”tanya Nox.
Nevan cukup terkejut mendengar pertanyaankan dari adik laki lakinya itu, namun Nevan tidak menjawab dan hanya diam membisu.
“Jika kakak gak mau jawab ya sudah, Nox tidak akan bertanya lagi”ucap Nox.
Nevan dibuat kaget lagi akan sikap Nox yang seolah olah sudah mengetahuinya“.. (Sejak kapan adikku satu ini sudah bersikap dewasa begini, biasanya dia pasti akan bertanya terus untuk mendapatkan jawaban dariku. Tapi sekarang Nox sudah bisa untuk tidak bertanya terjauh akan diriku,) ”ucap Nevan dalam hati yang sedang memperhatikan adik laki lakinya yang sedang memeramkan matanya sambil menyandar dibatang pohon.
Author on:“Maaf ya bang Nevan, adik laki lakimu itu sudah berusia 14 thn lo, tentu saja ia sudah mulai bersikap dewasa”. 😎
Lisia dan Elis yang sedang sibuk merangkai karangan bunga menjadi mahkota. Lalu Elis yang sudah selesai duluan pergi menemui Nox dan Nevan, “Kak Nox, kak Nevan, lihat”ucap Elis yang menunjukan mahkota bunga pada kakak laki lakinya.
“Cantik gak, mahkota bunga yang Elis buat? ”tanya Elis.
“Sangat cantik”ucap Nevan.
Heheh
“Mahkota ini Elis berikan pada kak Nox ”ucap Elis yang memasangkan mahkota dari bunga diatas kepala Nox.
“Makasi Elis ”ucap Nox yang kelihatan menyukainya.
Heheh
“Sama sama”
“Buat kak gak ada ni? ”tanya Nevan.
“Ada, tu kak Lisia sedang membuatnya”ucap Elis sambil seringai.
Lisia yang masih sibuk merangkai bunga, terkejut mendengar perkataan Elis, “... (Bagaimana ini?, mahkota bunga yang kubuat sangat jelek, jika Nevan tidak menyukainya bagaimana?) ”ucap Lisia dalam hatinya yang sedang cemas dan resah sambil melihat mahkota yang ia buat.
“Kak Lisia!, apa punya kakak sudah selesai dibuat?, kak Nevan ingin lihat ”ucap Elis.
“Sebentar lagi Lis, ”ucap Lisia yang mencoba memperbaiki mahkota bunga miliknya.
__ADS_1
Nevan terkejut,“Kok malah kakak yang kena Lis? ”ucap Nevan yang berbisik pada Elis.
“Bukankah tadi kakak ingin mahkota bunga? , karna begitu dari kak Lisia saja. Soalnya kak Lisia membuatnya untuk kakak, apa kakak gak suka diberi mahkota bunga dari kak Lisia? ”ucap Elis yang melihat Nevan dengan mata yang berbinar binar.
“Suka, tapi.... ”ucap Nevan yang merasa sedikit canggung.
“Tidak ada tapi tapi, lebih baik kak Nevan pergi ke sana dekat kak Lisia!. Lalu lihat mahkota yang kak Lisia buat”ucap Nox yang menarik kakak laki lakinya itu.
“Benar kak Nevan, ayo kesana dekat kak Lisia sekarang. Minta kak Lisia memperlihatkan mahkota bunga yang dibuat”ucap Elis.
Nevan yang bingung dan gak tau harus berbuat apa, hanya bisa mendengar perkataan dari kedua adinya itu. Lalu Nevan pun berjalan kearah Lisia yang sedang fokus membuat mahkota bunga.
Dibelakang Lisia, “Dewi! ”panggil Nevan.
Terkejut, “Ah, iya. ”ucap Lisia yang langsung berdiri dan menyembunyikan mahkota bunga yang ia buat dibelakang tubuhnya.
“Itu,, ”gugup. “Elis bilang dewi membuat mahkota bunga untuk saya”malu malu. “Kalau boleh, apa saya bisa melihatnya? ”tanya Nevan.
Lisia terkejut, dengan perasaan berat hati Lisia menunjukan mahkota bunganya pada Nevan. “ Sebenarnya, mahkota yang saya buat sangat jelek, mungkin Nevan tidak akan menyukainya”ucap Lisia yang memperlihatkan mahkota bunga dengan ekspresi sedih yang terpasang diwajah Lisia.
Lalu Nevan menerima mahkota bunga yang Lisia buat untuknya, setelah itu Nevan mencoba memperbaiki mahkota bunga milik Lisia sehingga terlihat sempurna. Tanpa pikir panjang Nevan pun memasangkan mahkota bunga tersebut diatas kepala Lisia, Lisia yang diberi mahkota bunga pun terkejut.
Author on:“Cie cie”😀
“Kenapa Nevan memberikan mahkota bunga pada saya? ”tanya Lisia yang masih bingung sambil memegang mahkota bunga yang ada dikepalanya.
“Tadi dewi sudah memberikannya pada saya, lalu saya berikan pada dewi kembali ”tersenyum. “Lagian mahkota bunga itu lebih cantik dipakai oleh anda dari pada saya”ucap Nevan yang malu malu.
Lisia yang mendegar ucapan Nevan, langsung terdiam dan tidak berkata apapun. Namun, wajahnya tidak bisa menyembunyikan dari perasaan malu dan senang karna mendapatkan mahkota bunga dari karakter laki laki yang Lisia sukai.
Nevan yang melihat Lisia yang hanya diam merasa jika Lisia tidak menyukainya“Dewi, apa anda tidak menyukainya? ”tanya Nevan.
“Apa?! ” Lisia kaget, “ Tidak, malahan saya menyukainya. Terimakasih Nevan, padahal saya ingin membuat untuk anda, tapi malah saya yang mendapatkannya dari anda, sekali lagi terimakasih ”ucap Lisia yang tersenyum.
“Sama sama dewi”ucap Nevan, yang lalu mereka pun tersenyum satu sama lainnya.
Author on :“Yang jomblo hanya bisa cemburu melihat keuhuan kalian”😭
Sedangkan ditempat Nox dan Elis.
“Akhirnya kak Nevan bisa bergerak cepat juga, yakan kak Nox? ”ucap Elis.
__ADS_1
“Benar, tapi kak Nevan selalu dorongan dari kita dulu baru bergerak, kalau tidak pasti diam mulu”ucap Nox.
Menganggukan kepala, “Kalau terus begini, nanti kak Nevan gak ada kesempatan lagi. Terlebih saingan kak Nevan berat semua”ucap Elis.
“Kau benar Elis, tanpaknya kita harus berusaha lebih keras lagi buat kakak kita satu ini”ucap Nox.
“Mmm, betul betul betul”ucap Elis.
Author on:“Saya sangat mendukung kalian, semangat”😀
🍂🍂🍂🍂🍂
Setelah waktu yang sudah mulai sore, Lisia, Nevan, Nox dan Elis pun memutuskan untuk pulang kedesa. Dimana Nevan membawa kayu bakar, Nox yang membawa asil buruan Nevan, sedang Elis bergandengan tangan dengan Lisia dimana Lisia membawa keranjang makanan tadi yang dibawa.
Saat diperjalan pulang, mereka malah bertemu dengan Oliver yang sudah menunggu dibawah pohon.
Author on:“Aduh, si pengganggu udah nongol aja”🙄
Menyadari kehadatangan Lisia, “Lisia! ”
Lisia yng melihat kedatangan Oliver kelihatan tidak senang, namun Lisia mencoba untuk tidak menunjukannya, “.. ( Padahal aku sudah bilang pada penjaga menara akan pulang, tapi kenapa Oliver malah menunggu disini?. Apa mungkin si penjaga menara mengatakan aku kehutan untuk menemui Nevan, dasar si mulut ember itu) ”ucap Lisia dalam hati dengan perasaan kesal.
“Nevan,Nox, Elis ayo kita pulang sekarang ”ucap Lisia.
“Baik ”ucap Nox dan Elis.
Lalu Lisia,Nevan, Nox, dan Elis kembali berjalan dan menghiraukan akan kehadiran Oliver.
“Lisia, anda mau kemana? ”tanya Oliver.
“Tentu saja kembali kedesa, memangnya mau kemana lagi”ucap Lisia dengan nada ketusnya tanpa melihat kearah Oliver sama sekali.
Lisia, Nevan, Nox dan Elis pun pergi meninggalkan Oliver yang saat ini sedang shock akan sikap yang Lisia tunjukan padanya.
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1