
Berkah selalu buat pembaca, mohon dukungannya. Terimakasih......
...Happy reading...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
...🍁...
Chapter sebelumnya
Matahari terbit dan bersinar dengan begitu indahnya, Nox yang terbangun lebih awal sangat terkejut melihat Lisia yang sudah tidak ada diatas tempat tidur.
“Kak Lisia!! ”ucap Nox.
“Apa kak Lisia sudah bangun duluan?, ” ucap Nox yang lalu beranjak dari tempat tidur dan segera mencari Lisia. Setiap sudut rumah Nox telusuri, didepan ruang tamu, dikamar mandi tidak Nox temui keberadaan Lisia.
Saat Nox pergi kearah dapur, terlihat Nevan yang duduk termenung dimeja makan seperti memikirkan sesuatu. Lalu Nox mencoba menghampiri kakak tertuanya itu, “Kak Nevan! ” panggil Nox.
Nevan sontak kaget saat namanya diapanggil, “Ah, Nox!. Bagaimana tidurmu, apakah nyenyak? ” tamya Nevan.
“Iya sangat nyenyak kak, tapi kak Lisia kemana?. Kenapa Nox cari udah gak ada? ” tanya Nox.
Nevan hanya bisa terdiam tanpa berkata kata apapun, sambil menundukan kepalanya. “Dewi,,.... Sudah pergi ” ucap Nevan.
“Apa?! ”kaget. “Kok pagi sekali, apa kak Lisia tidak sarapan dulu sama kita? ” tanya Nox.
“Dewi ada kesibukan dikuil dan harus kembali secepatnya makannya gak sempat sarapan sama kita” ucap Nevan.
__ADS_1
“Gak, sesibuk apapun kak Lisia, kak Lisia tidak akan pergi tanpa pamit dengan Nox dan Elis, ini pasti ada apa apanya. Apa kak Nevan dan kak Lisia keluar tadi malam?, lalu apa yang terjadi sampai kak Lisia sampai nangis? ” tanya Nox dengan ekspresi ketusnya.
“Iya, kakak dan dewi pergi keluar malam tadi untuk mencari lelah, karna kakak gak bisa tidur. Tapi kakak gak tau kalau dewi menangis ” ucap Nevan yang kaget akan apa yang Nox katakan.
“Saat kak Lisia datang, Nox gak sengaja terbangun dan melihat kak Lisia menangis. Sebenarnya ada apa sampai kak Lisia sedih saat kakak dan kak Lisia keluar? ” tanya Nox.
Nevan terdiam tanpa berkata apapun sambil mengingat kejadian tadi pagi saat Lisia bangun dan langsung pulang kekuil.
Flashblack
Pagi hari disaat matahari belum terbit, Lisia sudah bangun dan beranjak dari tempat tidur dengan perlahan agar Nox dan Elis tidak terbangun. Setelah itu Lisia keluar kamar menuju depan, namun berpapasaran dengan Nevan yang baru saja dari luar.
“Dewi, selamat pagi. Apa anda mau sarapan dulu? ” tanya Nevan.
Dengan tatapan dalam Lisia hanya diam dalam pikirannya, “Tidak, saya akan segera kembali kekuil dewi sekarang ” ucap Lisia yang tersenyum namun sangat dingin sedingin es.
“Tapi, setidaknya anda sarapan dulu. Jika Nox dan Elis menanyakan anda yang tidak ada saat ini, saya harus jawab apa? ” tanya Nevan.
“Nevan bisa bilang saya ada urusan mendesak atau kesibukan yang harus dilakukan dikuli dewi pada Nox dan Elis, mungkin mereka bisa memakluminya”ucap Lisia yang begitu saja melewati Nevan.
Nevan seketika kaget akan apa yang Lisia katakan dengan ekspresi dingin seolah olah Lisia sedang marah atas kejadian malam itu dimana Nevan juga sempat mengatakan kata kata yang sama seperti Lisia. Dichapter 115: Sakit hati.
Tangan Nevan ingin sekali menggapai Lisia, namun terhenti akan sesuatu alasan yang tidak pasti, “Dewi! ” panggil Nevan yang melihat Lisia sudah pergi keluar rumah miliknya.
Flashblack selesai
“Kak Nevan, kenapa kakak diam saja sih? Cepat katakan pada Nox apa yang terjadi sama kakak dengan kak Lisia? ”tanya Nox.
“Maaf Nox, sepertinya kakak membuat kesalahan pada dewi” ucap Nevan dengan perasaan sedih.
“Kesalahan apa?, katakan sama Nox! ” ucap Nox.
“Itu,,... ” Nevan mulai menceritakan kejadian tadi malam saat Nevan dan Lisia jalan jalan keluar dan bertemu dengan Oliver ditepi danau pelangi, lalu saat Oliver yang ingin mengatakan sesuatu pada Lisia dan Nevan merasa telah berkata yang menyankitkan hati Lisia.
Nox hanya menghela nafas panjanv akan tindakan yang kakak tertuanya lakukan, “Bagaimana kak Lisia gak marah, kalau kakak malah mengatakan akan pulang sedirian tanpa kak Lisia dan malah meninggalkannya bersama kepala desa. Tentu saja kak Lisia gak senang, karna kan kakak meminta kak Lisia untuk tidur dirumah kita, tapi akak sendiri menyuruhnya pulang kekuil” ucap Nox yang memberikan pencerahan kepada Nevan.
__ADS_1
Nevan pun seketika sadar akan apa yang telah ia perbuat dan merasa menyesal telah berkata seperti itu pada Lisia. “Jadi apa yang harus kakak lakukan sekarang? ” tanya Nevan.
“Tentu saja kakak harus minta maaf dong! ” ucap Elis yang baru saja bangun dan gak sengaja mendengar pembicaraan kedua kakak laki lakinya.
“Kakak harus minta maaf dengan kak Lisia atas apa yang telah kakak katakan padanya. Jika tidak, mungkin saja kak Lisia tidak akan mau lagi kesini, dan Elis akan ngambek kalau kak Lisia gak mau datang lagi kerumah kita” ucap Elis.
“Nox juga sependapat dengan Elis, jika kak Lisia gak mau datang lagi kesini, maka itu semua salah kakak” ucap Nox sambil menunjukan jarinya kearah Nevan.
Nevan langsung terdiam membantu akan apa yang Nox dan Elis katakan, lalu Nevan pun mulai berfikir keras agar Lisia tidak lagi marah padanya. Setelah memakan waktu berfikir, Nevan menemukam sebuah ide yang mungkin membuat Lisia senang, walau Nevan masih merasa ragu akan keputusannya.
“Apa kakak sudah menemukan sebuah ide untuk membuat kak Lisia gak marah lagi? ” tanya Nox.
“Sudah, tapi kakak masih ragu untuk melakukannya” ucap Nevan.
“Elis gak mau tau, kak Nevan harus membuat kak Lisia gak marah lagi, kalau tidak Elis gak akan memaafkan kakak” ucap Elis.
Nevan tidak punya pilihan lain selain memenuhi akan permintaan kedua adik adiknya, dan juga harus menebus kesalahan yang telah ia perbuat kepada Lisia. “Baiklah akan kakak usahakan, kaka janji”ucap Nevan.
“Baiklah sekarang ayo makan, Elis sudah lapar” ucap Elis sambil memegang perutnya.
“Nox juga lapar” ucap Nox.
“Baiklah, kalian duduk yang manis, kakak akan siapkan semuanya. Gak lama kok, tenang aja” ucap Nevan yang memulai masak. Sedangkan Nox dan Elis duduk dimeja makan sambil menunggu Nevan selesai masaknya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Disisi lain, Lisia yang kembali kekuil dewi sedang ada diruang doa untuk melakukam doa pagi. Dengan suasana hati yang masih dalam tidak baik, terkadang Lisia pun tidak fokus berdoa.
Setelah selesai, Lisia begitu terburu buru untuk kembali kekamar miliknya, namun selalu saja yang menghalangi oleh orang orang desa yang begitu berharap bisa mendapakan buka dari Lisia.
Dengan terpaksa, Lisia pun hanya senyum pahit diwajahnya sambil memberikan bunga bunga pada warga desa agelios. Sampai sampai, para pendesa merasa resah dan gelisah.
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Klik juga tombol Favoritnya, agar kalian tidak tertinggal informasi chapter selanjutnya....
__ADS_1
...Salam cinta dari redblack....