Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 55 Saya Tidak Bisa Menjadi Manusia


__ADS_3

Setelah Diana dan Elis melepaskan pelukan mereka, Diana mencoba bertanya. "Kenapa Elis ada disini?"tanya Diana.


"Elis mau menemani kak Nevan memancing ikan didanau pelangi"ucap Elis yang tersenyum.


"Oo jadi kalian mau mancing ya? " melihat kearah Nevan. "Apa saya juga boleh ikut? "Tanya Diana.


Oliver yang mendengar hal tersebut langsung terkejut, sedangkan Nevan hanya terdiam.


"Tentu saja boleh"ucap Elis yang semangat.


"Benarkah? Wah! Senangnya"ucap Diana yang tersenyum.


Nevan yang sedikit malu hanya bisa melihat kebawah,. "Kalau begitu kami akan kesana dulu dewi! " ucap Nevan.


"Baiklah. Saya akan menyusul kalian nanti"ucap Diana.


Saat Nevan mengajak kedua adiknya menuju dekat pohon didepan, Diana dan Oliver tinggal berdua mencoba melanjutkan pembicaraan yang sempat terhenti.


"Maaf Oliver! Saya tidak bisa menjawab permintaan dari anda yang barusan, jika anda tidak masalah, bisakah anda memberikan saya waktu untuk memikirkannya? " tanya Diana.


"Baiklah Diana! Saya harap anda bisa memikirkannya baik baik, jangan terburu buru , karna saya bisa menunggu anda kapan pun, "ucap Oliver yang tersenyum.


"Terimakasih Oliver "


"Iya, sama sama "


Setelah itu Diana pergi menyusul ketempat Nevan dan juga adik adiknya yang sedang memancing yang tidak jauh dari tempatnya berada, sedangkan Oliver hanya bisa diam melihat Diana pegi.


"Sial! "


".. (Diana jadi ragu saat ingin menjawabnya. Jika bukan karna pembawa sial itu, kristal pelangi sudah pasti ada digenggamanku sekarang) " ucap Oliver dalam hati yang sedang kesal.


Oliver lalu pergi meninggalkan danau pelangi setelah Diana pegi ketempat Nevan berada, ia tidak ikut bergabung bersama Diana dan yang lainnya karna Oliver engan dekat dengan Nevan.


"Cih! Akan ku biarkan kau dekat dengan Diana kali ini, tapi tidak untuk selanjutnya, Nevan! "ucap Oliver yang sedang berjalan menuju desa.


Flashback selesai


"Nevan! Kau selalu saja merusak rencana yang telah kususunun dengan susah payah selama ini, dan sekarang aku terpaksa harus menyusun semuanya dari awal lagi"ucap Oliver yang mengerutu.

__ADS_1


"Kali ini akan ku buat dirimu merasakan yang namanya penderita karna telah mencoba mencari gara gara dengan ku. Lihat saja, kau akan merasakan bagaimana rasanya neraka Nevan si siluman kelinci s*alan"ucap Oliver yang mengenggam pecahan vas bunga hingga berdarah.


Lalu diarah pintu, Clara yang baru saja sampai dengan menbawa serantang makanan, terkejut melihat tangan Oliver terluka dan berdarah, lalu Clara langsung menghampirinya.


"Oliver! "Berlari dan memegang tangan Oliver. "Kenapa tanganmu bisa terluka begini? " tanya Clara yang panik


"Clara! "Kaget. "Apa yang sedang kau lakukan disini?"tanya Oliver yang dingin.


"Ya ampun kamu ini, aku sedang bertanya, kenapa kau malah tanya kembali sih, "mengambil kotak obat yang ada diatas meja sudut dinding samping pintu. Lalu Clara dan Oliver duduk disofa sambil menobati luka Oliver.


"Tentu saja aku kesini karna aku membawa makanan untuk mu dan aku juga merindukanmu. Sudah lama kita tidak bertemu kan? "ucap Clara yang membersihkan luka Oliver.


...*****...


Setelah Clara selesai mengobati luka yang ada ditangan Oliver, Oliver hanya memperhatikan Clara dengan begitu lekat sekali.


"Oh ya, aku membawakan makanan kesukaanmu"mengambil serantang makan dan mengeluarkannya. "Pasti kau akan menyukainya"ucap Clara.


"!?"


Saat Clara menyadari Oliver yang terus melihatnya, Clara mencoba bertanya, "Ada apa Oliver? Kenapa kau menatapku seperti itu? " tanya Clara yang heran.


"Apa maksudnya dari perkataan mu barusan?"berdiri. "Bukankah aku adalah tunanganmu? Tentu saja aku melakukan ini semua karna aku mencintaimu. Oliver!"ucap Clara yang ada didepan meja kerja Oliver.


Saat Oliver yang mendengar perkataan Clara barusan,membuat Oliver menyadari akan sesuatu yang terlintas didalam pikirannya.


"Clara! Apa kau benar benar mencintaiku? "Tanya Oliver.


"Apa! "Kaget. "Tentu saja aku mencintai mu, Oliver! Jika kau ingin aku melakukan sesuatu aku pasti akan melakukan apapun itu. Jika memang itu bisa membuatmu menyukaiku maka aku akan melakukannya"ucap Clara yang begitu antusiasnya.


"Begitu ya, kau akan melakukan apapun yang ku minta? "ucap Oliver yang senyum seringai.


"Tentu, Oliver! Apapun yang kau minta akan ku lakukan"ucap Clara.


"Baiklah"Berdiri dan mendekati Clara. "Jika kau bisa melakukan permintaan ku ini , maka aku akan memberikan hatiku perlahan demi perlahan untuk mu Clara, hanya untukmu"ucap Oliver yang memegang kedua pundak Clara.


"Benarkah? "Tanya Clara. "Tentu saja"jawab Oliver yang tersenyum lembut.


"Terimakasih Oliver! " ucap Clara yang memeluk Oliver.

__ADS_1


"Tidak, akulah yang harus berterimakasih padamu Clara,"membalas pelukan Clara. "Karna aku memiliki tunangan yang begitu bisa kuandalkan seperti dirimu, aku sangat beruntung"ucap Oliver yang melepaskan pelukannya.


"Sebagai tanda terimakasihku maka aku akan memberikan satu hadiah untukmu"ucap Oliver yang tersenyum.


Lalu Oliver mendekatikan wajahnya ke wajah Clara dan mengecup bibirnya. Clara yang terkejut hanya terdiam dengan wajah yang mulai memerah seperti buah tomat.


"Mohon bantuannya, SAYANG! " ucap Oliver yang menekan kata sayang sambil tersenyum kepada Clara.


"Ah! Iya"ucap Clara yang tersipu malu sambil melihat kebawah dan memegang kedua pipinya.


"... (Kyaa, Oliver mencium ku. Walau hanya sebuah kecupan, tapi aku tetap senang karna Oliver sudah mulai membuka hatinya untukku) "ucap Clara dalam hati yang begitu gembira.


".. (Lihatlah Lisia! Oliver sudah tidak lagi tertarik dengan mu, karna kau tidak akan bisa merebutnya dariku. Sampai kapan pun Oliver hanya akan menjadi milikku, hanya untukku) "ucap Clara dalam hatinya.


Oliver yang melihat Clara yang sangat senang membuatnya merasa puas dengan senyum liciknya.


"... (Clara! Clara! Kau memang wanita yang sangat bodoh, sangat mudah dikendalikan dan juga dibohongi. Kalau saja kau lebih cantik dari Diana ataupun Lisia mungkin saja aku akan menyukaimu sepenuh hati) "ucap Oliver dalam hati.


".. (Tapi sayang, karna kau yang selalu saja menempel didekatku membuat aku muak dan jijik terhadapan mu. Terlebih dengan liciknya kau membuat rencana agar kau bisa bertunangan dengan ku,sejak itulah aku mulai membencimu Clara) "ucap Oliver yang geram sambil mengepalkan tanganya.


Flaschblack.


Setelah kejadian Oliver meminta Diana untuk menjadi manusia,seminggu selanjutnya Diana meminta Oliver datang ketepi danau pelangi dan mengatakan jawabannya.


Disaat Oliver datang sesuai dengan permintaan Diana, Oliver terus berfikir jika Diana akan mengabulkan keinginannya, namun malah sebaliknya.


Pagi hari


"Maaf Oliver! Saya tidak bisa menjadi manusia"ucap Diana.


"Tunggu! Apa?! "Kaget. "Kenapa Diana? Kenapa anda tidak mau menjadi manusia dan tinggal bersama saya, apa anda sebegitu bencinya akan hal itu? " tanya Oliver.


Diana hanya diam dan tidak menjawab sedikit pun akan pertanyaan Oliver, lalu Oliver merasa kesal karna rencana yang ia buat untuk mendapatkan hati Diana telah gagal.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....

__ADS_1



__ADS_2