
Chapter sebelumnya,,...
"Ada satu cara, tapi apa kau akan melakukannya? " tanya Oliver.
"Saya akan melakukan apapun itu, agar bisa membuat dewi Lisia kembali kedesa agelios "ucap pendeta Fergus.
"Baiklah kalau begitu, kita pindah tempat terlebih dahulu. Karna takutnya ada yang mendengar hal ini"ucap Oliver.
"Baik"
Pendeta Fergus pun berdiri, lalu Oliver dan para pendeta lainnya pergi menuju keruangan kusus didalam kuil.
*
*
"Pendeta Fergus!"panggil Oliver.
"Iya kepala desa"jawabnya gemeteran.
"Atas kelalaian mu dalam hal ini, dewi Lisia jadi meninggalkan desa kita"ucap Oliver.
"Saya benar benar tidak tau jika beliau akan seperti dewi sebelumnya yang begitu memperhatikan pembawa sialan itu"ucap pendeta Fergus.
"Kalau saja kau lebih berhati hati lagi ini semua tidak akan terjadi, gara gara kau aku melakukan kesalahan"ucap Oliver marah.
"Saya minta maaf, "ucap Pendeta Fergus.
"Kepala desa, apa kita akan memberikan hak siluman itu kembali? " tanya pendeta lain.
"Itu tidak mungkin, karna penduduk desa agelios tidak akan penyetujui akan hal itu. Karna mereka begitu membenci pembawa sialan itu "ucap Oliver.
"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan kepala desa, tolong saya! "ucap pendeta Fergus.
"Pendeta Fergus kau bilang akan melakukan apapun asal bisa membawa dewi Lisia kembali, bukan? " tanya Oliver.
"Iya. Saya akan melakukan apapun asalkan dewi kembali, karna jika dewi hutan tidak kembali maka desa agelios akan hancur akan kemurkaan dewi hutan sebelumnya. Saya tidak ingin terjadi apapun kepada keluarga saya, karna itu tolong saya kepala desa"ucap pendeta Fergus.
"Karna warga desa tidak akan setuju untuk mengembalikan haknya siluman kelinci itu, dan dewi juga tidak akan kembali jika ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, maka kau harus meninggalkan desa agelios segera. Lalu kau akan dicap sebagai burunan karna telah menghina dewi hutan"
"Apa kau bersedia melakukan itu pendeta Fergus? "Tanya Oliver yang menatap mata pendeta Fergus.
"Saya,,.. Saya bersedia kepala desa. Asalkan dewi hutan kembali kedesa agelios "ucap pendeta Fergus.
"Untuk pendeta lainnya, kalian juga jangan sampai hal ini diketahui oleh siapapun kalau tidak, kalian akan tau akibatnya"ucap Oliver dengan tegas.
__ADS_1
"Pendeta Fergus kemasi barang barang mu segera dan pergi saat hari sudah gelap, jangan sampai ada yang tau akan hal ini. Lalu bawa juga keluarga mu,mereka akan sangat berbahaya jika kalian terus berada disini"ucap Oliver.
"Baik, sesui perintah kepala desa. Saya akan pegi dari desa agelios dan tidak akan kembali lagi"ucap pendeta Fergus.
"Oh ya, pergilah kewilayah duke Floweries. Karna disana kalian tidak akan ditemukan"ucap Oliver.
"Baik kepala desa "ucap patuh pendeta Fergus.
...*****...
Setelah hari gelap, pendeta Fergus beserta keluarganya pun meninggalkan desa agelios. Oliver yang sudah memastikan hal tersebut tersenyum puas dan lalu kembali kekantor desa.
Sesampainya diruang kerja.
"Bunuh pendeta Fergus beserta keluarga, lakukan dengan bersih jangan sampai ada yang tertinggal"perintah Oliver pada sekelompok pembunuh bayaran yang telah disewa olehnya.
"Baik"
Semua pembunuh bayaran pun menghilang seketika, dan melaksanakan tugas mereka dengan baik.
Flashback selesai
"Bagaimana cara Oliver bisa meyakinkan pendeta Fergus beserta keluarga untuk pergi? " tanya Clara yang tidak mengerti.
"Aku tidak melakukan apapun, pendeta Fergus yang ingin bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat. Jadi ia tidak pun menerima ususlan yang kukatakan, itu saja"ucap Oliver yang tersenyum.
"Benar, tidak akan ada yang mengetahui akan kebenaran yang terjadi"ucap Oliver yang tersenyum seringai.
".. (Tentu saja aku tidak bisa bilang, jika aku telah memasanga sihir kutukan pada para pendeta tidak berguna itu. Kalau tidak, mana mungkin mereka mau mendengar apa yang ku katakan) "ucap Oliver dalam hati.
Penjelasan
Sihir kutukan disini, jika seseorang memasanga sihir kutukan pada orang lain, maka orang tersebut akan bisa dikendalikan oleh sipemberi kutukan tersebut. Walau mereka masih dalam keadaan sadar, tapi mereka tidak akan bisa melawan atau pun membantah perkataan dipemberi kutukan.
Selesai.
".. (Sekarang yang tersisa adalah mengusus si pembawa sialan itu) "ucap Oliver.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Dirumah Nevan
"Kakak! Kakak! " teriak Elis yang habis dari desa membeli roti bersama kakaknya Nox.
"Kak apa akak tau, jika pendeta Fergus telah dicap sebagai burunan oleh warga desa karna telah menghina dewi hutan "ucap Elis.
"Apa!? "Nevan yang kaget.
__ADS_1
"Bukan hanya itu saja, pendeta Fergus juga melariakn diri meninggalkan desa agelios "ucap Nox yang menyambungkannya.
"Dasar, padahalkan pendeta Fergus tidak menghina dewi tetapi kepala desalah yang menghina kakak didepan dewi sehingga dewi pun memutuskan untuk pergi dari desa kita"ucap Nox yang kesal.
Nevan hanya diam dan tidak mengatakan apapun sama sekali akan hal tersebut, karna ia menyadari bahwa orang orang tidak akan menyetujui permintaan dari dewi Lisia untuk mengembalikan semua hak miliknya. Karna itulah Oliver melempar kesalahan atas hinaan yang ia dapat dengan berbohong jika pendeta Fergus telah menghina dewi sebagai alasan agar orang orang tidak mengetahui akan permintaan Lisia tersebut.
"Kak, kakak harus pergi bertemu kak Lisia dan katakan bahwa kepala desa tidak mengembalikan hak kita"ucap Nox.
"Benar kak, mungkin kak Lisia bisa membuat orang orang mengerti "ucap Elis.
"Itu tidak perlu"ucap Nevan.
"Apa? Kenapa kakak tidak mau kak Lisia mengetahui masalah kita, padahal kak Lisia sudah melakukan hal ini demi hak kakak agar dikembalikan. Tapi kenapa kakak malah tidak mau? "ucap Nox.
Nevan hanya diam dan tidak menjawab pertayaan dari adik laki lakinya itu.
Nox yang merasa kesal melihat Nevan terdiam,mulai marah "Kakak selalu saja seperti ini, selalu diam setiap Nox tanya"berteriak, "Nox benci kakak! "Ucap Nox yang laku pergi kekamar.
"Nox! "Teriak Nevan.
"Elis juga membenci kakak"ucap Elis yang menyusul kakak laki lakinya itu.
"Elis! "
Nevan pun terdiam sambil duduk dikursi, "Bukannya kakak tidak ingin memberi tahukan masalah kita pada dewi, karna kakak mu ini tidak pantas mendapatkan bantuan darinya"ucap Nevan yang putus asa.
Ketika Nevan hanya sedih sendirian diruang tamu, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu rumahnya.
Tok tok tok
Nevan yang terkejut, langsung menuju depan dan melihat siapa yang datang tersebut. Ketika Nevan membuka pintu ternyata, yang datang adalah asisten Oliver.
"Maaf saya menggangu, kedatangan saya kesini atas perintah kepala desa. Beliau meminta saya memberikan surat ini kepada anda"ucap asisten Oliver yang berikan sepucuk surat.
Nevan lalu mengambil surat tersebut dari asisten Oliver itu. "Terimakasih "ucap Nevan.
"Kalau begitu saya permisi"
Asisten Oliver pun pergi, lalu Nevan membuka surat yang ia dapatkan dari Oliver itu dan isi surat tersebut adalah,,....
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
__ADS_1
...Ya anggaplah ini Nevan, walah dieps awal ciri ciri Nevan itu berambut abu abu dan berwarna mata merah jambu. Sekian,.. π...