Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 57 Bertunangan Clara dan Oliver.


__ADS_3

"Clara! Coba jelaskan, apa yang sudah Oliver minta padamu? "tanya Maria.


"Ibu! Dengarkan dulu penjelasan ku, aku tidak melakukan apapun, tolong jangan percaya kata kata Clara begitu juga dengan kejadian ini, "ucap Oliver.


"Diam! Jangan katakan apapun lagi"bentak Maria.


"Ayah percayalah pada ku ayah! Aku tidak melakukan apapun"ucap Oliver.


Saat kedua orang tuanya tidak ada yang mau mendengarkan akan penjelasan yang ingin ia katakan, Oliver mulai kesal dan marah pada Clara.


"Clara! "Berteriak. "Katakan yang sejujurnya kepada orang tuaku jika kau sedang berpura pura sekarang, cepat! " ucap Oliver yang marah.


Clara yang ketakutan memeluk ibunya Oliver begitu erat. "Bibi! " ucapnya memelas.


"Oliver! Hentikan sekarang juga, berhenti memarahi Clara, "teriak Maria yang begitu marah.


"Ibu! Sebenarnya siapa anakmu sesungguhnya? Aku atau dia? "menunjuk kearah Clara. "Padahal aku adalah putra kandungmu tapi kenapa ibu lebih memilih memercayainya dibandingkan aku? "ucap Oliver yang emosi.


"Oliver! Apa begitu caramu berbicara pada ibumu? Dia yang telah melahirkan mu dan merawatmu hingga menjadi sekarang. Tapi kau malah membentaknya"ucap Galen yang marah.


"Kalian yang tidak mempercayaiku dan lebih memilih wanita pembohong itu, jelas jelas aku adalah anak kalian tapi kalian malah tidak mempercayaiku"ucap Oliver yang berteriak.


"Kau,,.... "


Ketika ayahnya Oliver ingin memukul putranya, Clara menghentikan sebelum layangan tangan mengenai Oliver.


"Paman hentikan! Tolong jangan bertengkar lagi paman"ucap Clara yang menghentikan ayah Oliver.


"Maafkan Clara! Seharusnya Clara jujur saja saat datang kemari"ucap Clara yang murung.


"Apa maksudnya Clara! Coba kamu ceritakan kepada paman dan bibimu ini, karna kami gak paham sama sekali? "tanya Maria.


"Itu,,... "Ragu ragu.


"Awalanya Oliver meminta tolong pada Clara untuk bersama sama mencari Dewi Diana dan membujuknya untuk kembali, dan Clara pun setuju. Tapi tiba-tiba saja Oliver berubah pikiran dan mengatakan,,...


Bayangan Clara


"Clara! Kau harus mencari cara agar siluman pembawa sial itu diusir dari desa kita, mungkin saja dengan begitu dewi Diana akan kembali karna merasa kasihan,"ucap Oliver.

__ADS_1


Penjelasan.


Siluman pembawa sial yang dimasud adalah Nevan.


Bayangan selesai


".. (Wanita s*alan ini, berani berani dia berbohong dan mengatakan omong kosong) "ucap Oliver yang geram.


"Tapi Clara menolaknya, karna yang Oliver lakukan sudah salah"ucap Clara yang memelas.


"Bohong. Ayah! Yang dikatakan Clara tidak benar. Bagaimana mungkin saya melakukan hal itu? " ucap Oliver.


"Oliver! Kenapa anda menyangkalnya? Padahal anda sendiri yang mengatakan hal itu dan mengancam saya jika saya tidak menuruti apa yang anda katakan. Walau cinta anda telah ditolak oleh dewi, seharusnya anda tidak berfikir untuk melakukan itu, karna itu salah Oliver. Lebih baik anda relakan saja dewi! "ucap Clara.


".. (Apa!) "kaget. "... (Bagaimana Clara bisa tau jika aku mengungkapin perasaan ku pada Diana?) "ucap Oliver dalam hati yang kebingung.


"Tunggu Clara! Apa maksudnya cinta Oliver ditolak? Apa Oliver telah mengungkapin perasaannya pada dewi Diana? "Tanya Maria yang terkejut.


"Benar bibi! Oliver pernah menyatakan perasaannya pada dewi Diana ditepi danau pelangi seminggu yang lalu. Karna dewi menolaknya,Oliver mencoba memaksa dewi "melirik kearah Oliver.


Mendengar akan perkataan Clara, Oliver makin terkejut.


"Setelah Clara berhasil, Clara mencoba bertanya pada dewi apa yang terjadi, lalu saat dewi megatakan jika ia menolak perasaan Oliver, Oliver mulai memaksa dewi karna tidak menerima akan penolaknnya, "


"Karna itulah dewi memutuskan untuk meninggalkan Desa Agelios,dan sekarang Oliver memaksa hal itu pada Clara. Maafkan Clara paman! Jika Clara mengatakannya lebih awal, hal ini pasti tidak akan terjadi, ini semua adalah kesalahan Clara"ucap Clara yang menangis.


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Clara, kedua orang tuanya Oliver terkejut dan tidak percaya. Lalu melihat Clara yang menangis mereka mencoba membujuknya.


"Tidak Clara, ini bukan kesalahanmu, yang salah adalah putra paman yang telah melakukan hal ini padamu. Jadi kamu gak perlu minta maaf, karna Oliver akan bertanggung jawab"ucap Galen.


"Apa?! "Kaget. "Ayah! Saya tidak akan mau bersama wanita itu meski saya mati sekali pun, karna saya sama sekali tidak bersalah, "ucap Oliver yang menolak dengan keras.


"Diam! Ayah tidak akan mendengarkan apapun darimu. Karna keputusan ayah sudah bulat"ucap Galen.


".. (Berhasil, dengan ini Oliver akan menjadi milikku dan gak akan ada yang bisa mengambil. Karna aku akan hidup selamanya dengannya) "ucap Clara yang begitu bahagia.


Oliver hanya bisa diam tanpa melakukan apapun atas perkataan dari ayahnya dengan perasaan kesal, sambil melihat kearah Clara dengan tatapan benci. Clara yang menyadari akan tatapan Oliver, membalas dengan senyuman dan membuat Oliver makin geram.


"Tapi sebelum itu, paman ingin meminta satu hal kepadamu, Clara! Apakah boleh? " tanya Gelen.

__ADS_1


"Silahkan paman! Paman tidak perlu sungkan, apapun yang paman minta akan Clara usahakan untuk memenuhinya "ucap Clara.


"Kalau begitu, bisakah hal ini dirahasiakan dan menjadi rahasia diantara kita saja?. Paman tidak ingin warga desa terutama ayahmu mengetahui hal ini, jika tidak Oliver pasti akan dipenjara atas perbuatannya"


"Paman harap Clara bisa mengerti akan hal ini, karna bagi paman dan bibi Oliver adalah satu satunya bagi kami"ucap Galen yang memohon.


"Benar sayang! Bibi juga mengharapkan hal itu, karna bibi tidak bisa kehilangan Oliver anak bibi satu satu. Jadi bisakah Clara merahasiakan hal ini, demi bibi"ucap Maria yang menangis.


"Baiklah Paman! Bibi!, Clara akan melakukannya"ucap Clara yang tersenyum.


"Terimakasih sayang"ucap Maria yang memeluk Clara.


"Bibi tidak perlu berterimakasih, karna bibi bagaikan ibu kedua bagi Clara "ucap Clara yang membalas pelukan Maria.


"Terimakasih Clara, paman tidak tau harus berbuat apalagi. Tapi tenang saja kamu dan Oliver akan melakukan pertunangan secepatnya, walau paman ingin kalian cepat cepat nikah karna Oliver harus bertanggung jawab."


"Tapi karna umur kailan masih belum waktunya menikah, makanya paman ingin kalian melakukan pertunangan agar ayahmu tidak merasa curiga, "ucap Galen.


"Baik paman, Clara akan mengikuti apa yang paman katakan. Karna Clara tau paman akan melakukan hal yang terbaik untuk Clara dan juga Oliver "ucap Clara.


"Kamu memang mirip dengan Charlotte, sangat baik. Bibi sangat malu akan perbuatan anak bibi pada mu Clara. Bibi tidak tau harus mengatakan apa nanti pada ibu mu"ucap Maria yang sedih.


"Bibi hanya perlu mengatakan bahwa Clara akan menjadi anak bibi kedepannya"ucap Clara yang menyeka air mata Maria.


Maria terkeju, "Tentu sayang itu sudah pasti, karna kamu akan menjadi anak bibi kedepannya"ucap Maria yang kembali memeluk Clara.


"Paman juga, mulai sekarang kamu akan menjadi bagian keluarga ini"ucap Galen yang mengelus kepalanya Clara.


"Terimakasih paman"tersenyum.


Oliver yang masih kesal akan perbuatan kotor yang dilakukan oleh Clara untuk mendapatkan dirinya. Lalu saat Oliver tidak sengaja bertatapan dengan Clara, Clara membalas tatapan Oliver dengan senyum puas yang terukir diwajanya. Oliver yang melihat hal tersebut dibuat geram dan makin membenci Clara.


".. (Clara! Aku bersumpah akan membalas atas perbuatan mu ini padaku) "ucap Oliver


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack. ...

__ADS_1



__ADS_2