
Chapter sebelumnya
Setelah acara pernikahan Galen dan Maria selesai, Charlotte kembali kerumah dan langsung masuk kekamar. Selama beberapa hari lamanya, Charlotte hanya berada dirumah dan tidak pernah keluar atau pun pergi meninggalkan kamarnya sedikit pun.
Kedua orang tuanya Charlotte sedikit cemas akan kondisi putrinya itu, yang tidak pernah ceria lagi semenjak Evans pergi meninggalkan Desa Agelios.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Kabar tentang kehamilan Maria pun tersebar cepat sampai ketelinga Charlotte, ia lalu mengunjungi temannya itu dan memberi selamat atas kehamilan tersebut.
Selama berada dirumah Maria, Charlotte kelihatan ceria seperti mana biasanya. Sambil mengobrol hal hal yang mereka sukai, Charlotte tertawa lepas dan melupakan kesedihannya. Namun setelah pulang kerumah,Charlotte kembali murung dan hanya sedih sepanjang waktu didalam kamarnya.
*****
Setelah 9 bulan berlalu, Maria pun melahirkan. Charlotte yang mendengar kabar tersebut langsung mengunjungi Maria yang baru selesai melahirkan seorang anak laki laki yang sangat tampan.
"Dia lucu sekali, matanya sangat mirip dengan mu Maria"ucap Charlotte yang melihat anak Maria yang ada disampingnya.
"Benarkah? Tapi lebih banyak mirip Galen ketimbang diriku, terlebih wajahnya"ucap Maria.
"Tentu saja, bukankah dia anak ku"ucap Galen yang berjalan masuk.
Galen langsung mengambil anaknya dari Maria lalu mengendong dalam pelukan hangat seorang ayah.
"Akan kalian beri nama apa padanya? " tanya Charlotte.
Galen dan Maria saling menatap satu sama lainnya, lalu mereka tersenyum dan Galen mengganggukkan kepala kepada Maria seolah olah telah menyepakati akan sesuatu.
"Charlotte! Bagaimana jika kau saja yang memberikan nama pada anak kami? " ucap Maria yang tersenyum.
"Eh! Apa?! Aku? "Kaget."Kenapa aku yang harus memberikan nama pada anak kalian? " tanya Charlotte yang bingung.
"Bukan apa apa, kami hanya ingin memberi kesempatan padamu sebagai bibinya saja. Apa kau tidak mau melakukannya Charlotte? " tanya Galen yang memberikan anaknya pada Charlotte.
Saat Charlotte ragu akan permintaan dari Galen dan Maria sambil menggendong putra mereka, Charlotte merasa tersentuh akan senyum manis anak kecil yang ada dipelukannya itu.
"Kalau kalian sama sekali tidak keberatan, baiklah. Aku akan memberikan nama pada putra kalian"ucap Charlotte.
"Karna kalian adalah teman ku dan juga kasih sayang yang kalian berikan yang anak ini akan ia dapatkan, maka aku akan memberikannya nama Oliver "ucap Charlotte.
"Oliver ya? Mmm nama yang bagus"ucap Galen.
"Benar. Aku juga menyukainya, terimakasih Charlotte!"ucap Maria.
__ADS_1
"Sama sama"ucap Charlotte yang tersenyum.
*****
Waktu tak terasa pun berlalu, dimana 2 tahun pun telah mencapai usia Oliver. Charlotte yang tidak lagi memikirkan akan Evans karna selalu menghabiskan waktunya bersama putra Galen dan Maria, membuatnya lupa akan penyesalan yang ia lakukan.
Namun suatu hari ketika Charlotte membawa Oliver melihat danau pelangi disore hari, Evans yang tiba-tiba muncul telihat kaget melihat Charlotte mengendong seorang anak kecil, sedangkan Charlotte sendiri juga kaget melihat Evans.
Ketika mereka saling berhadapan satu sama lainnya, Charlotte dan Evans saling menatap satu sama lainnya seperti tidak percaya akan apa yang mereka masing masing lihat.
"Evans! Apa ini benar benat kau? Kenapa kau ada disini? " tanya Charlotte yang begitu tidak percaya akan apa yang ia lihat.
"Benar Charlotte! Ini aku. Aku datang kesini hanya ingin bertemu denganmu lagi, tapi sepertinya aku sudah terlambat"ucap Evans yang merasa begitu kecewa melihat wanita yang begitu ia cintai sudah memiliki seorang anak.
"Dia sangat mirip dengan mu"ucap Evans lagi.
".. (Apa!) "kaget. ".. (Apa Evans mengira jika Oliver adalah putraku) "ucap Charlotte melihat Evans lalu melihat Oliver.
Charlotte pun tersenyum kecil melihat reaksi Evans yang sangat terpukul karna mengira jika dirinya telah berkeluarga, lalu Charlotte mencoba sedikit menjahili laki laki yang sudah lama tidak ia temuinya itu.
"Terimakasih, semua orang didesa juga mengatakan hal yang sama. Jika Oliver memang mirip dengan ku"ucap Charlotte yang tersenyum.
"Begitu ya, ternyata namanya adalah Oliver. Nama yang bagus, semoga ia menjadi laki laki yang hebat suatu hari nanti"ucap Evans dengan nadanya yang sedikit lesu.
Charlotte yang tidak tahan melihat ekspresi wajah Evans yang begitu sedih seperti anak kecil, membuatnya tidak tahan untuk tertawa.
"Prufff, hahaha"
Evans yng terkejut karna melihat Charlotte yang tertawa begitu lepas, membuatnya merasa bingung akan hal tersebut.
"Maaf Evans,,,.. Jika saya ,,.. Tertawa, "Charlotte yang mencoba untuk berhenti tertawa. "Saya sangat tidak tahan untuk tidak mengoda anda"ucap Charlotte.
Evans masih belum bisa memahami akan situasi yang terjadi saat itu, sampai Maria datang menghampiri Charlotte dan Evans.
"Charlotte! "Teriak Maria yang menghampiri Charlotte. "Apa Oliver menangis saat bersamamu? " tanya Maria.
"Tidak sama sekali, dia anak yang sangat tenang dan baik"ucap Charlotte yng memberikan Oliver pada Maria.
Maria yang menyadari akan keberadaan Evans. "Oh Evans, kapan datang? " tanya Maria.
"Bau saja. Bagaimana kabarmu dan Galen? " tanya Evans.
__ADS_1
"Kami sangat baik"ucap Maria.
"Syukurlah kalau begitu, lalu kudengar dari Galen bahwa kalian sudah memiliki seorang anak? Apa aku bisa bertemu dengannya? " tanya Evans.
"Apa! "Maria yang kaget lalu melihat kearah Charlotte yang tersenyum padanya. "Tentu saja. Tapi kupikir Charlotte sudah memberitahukan padamu tentang anakku"ucap Maria.
"Eh, apa maksudnya aku tidak mengerti? " ucap Evans yang kebingung.
Charlotte yang melihat ekspresi Evans yang tidak bisa menahan untuk tidak tertawa, lalu Maria dan Evans pun dibuat bingung akan sikap Charlotte tersebut.
"Begitu Evans, Oliver bukan anakku "menunjuk kearah Oliver. "Dia adalah putra dari Maria dan Galen "ucap Charlotte yang tersenyum.
"Eh! Apa?! "Galen yang kaget membuatnya terdiam membatu.
"Tunggu apa maksudnya ini Charlotte? " tanya Maria yang tidak paham akan perkataan temannya itu.
"Itu saat Evans melihatku mengendong Oliver, dia mengira jika Oliver adalah putraku. Lalu ia juga bilang kalau Oliver mirip dengan ku, jadi aku hanya diam saja sambil menjahilinya sedikit. Tapi siapa yang tau jika Evans akan benar benar tertipu akan ucapanku"ucap Charlotte yang tertawa.
"Jadi begitu. Ya ampun Charlotte , Kamu ini"ucap Maria yang juga ikut tertawa.
"Baiklah aku akan membawa Oliver pulang dulu, karna sudah waktunya ia makan. Kamu harus menjelaskan pada Evans juga sepertinya ia benar benar shock sampai gak bergerak gitu"ucap Maria.
"Tenang saja, masalah Evans serahkan saja padaku"ucap Charlotte tersenyum.
"Lalu satu lagi"berbisik ketelinga Charlotte, "Katakan sejujurnya pada Evans bagaimana perasaan mu padanya, kamu mengerti! " ucap Maria.
Charlotte menganggukan kepalanya dan tersenyum pada Maria.
"Baiklah, aku pergi dulu"ucap Maria.
Begitu Maria dan putra nya pegi, Charlotte melihat kearah Evans yang masih terdiam membisu mencoba untuk mencerna akan situasi yang ia alami, dengan wajahnya yang kebingungan Charlotte mencoba menahan tawanya dan hanya tersenyum melihat Evans. Lalu,,..
"Evans! "Panggil Charlotte.
"Ah ya?! "Kaget.
...Terus dukung Redblack....
...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack. ...
__ADS_1