Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia

Pacarku Beda Dimensi Pilihan Lisia
Chapter 42 Liburan


__ADS_3

Chapter sebelumnya


Oliver yang masih ragu dan juga gelisah, mencoba memberanikan diri untuk berbicara dengan Lisia. "Lisia! Apa anda juga akan memaafkan saya?" ucap Oliver.


"Mmm entahlh, coba anda pikirkan sendiri "ucap Lisia yang terseyum licik.


Oliver yang mendengar perkataan Lisia langsung shock dan terdiam lesu beberapa saat, Lisia yang melihat Oliver seperti bunga yang sudah layu hanya tertawa dan tersenyum pada Oliver. Oliver yang dibuat bingung oleh Lisia hanya bisa melihat dengan perasaannya yang tidak bisa ia pahami.


Lisia berhenti tertawa "Saya tidak lagi marah pada anda Oliver, tapi jangan ulangi lagi kedepannya,ya? "ucap Lisia tersenyum.


"Baiklah, saya tidak akan mengatakan hal hal seperti itu lagi pada anda Lisia"


"Baguslah "


Setelah mendapatkan maaf dari Lisia, Oliver tidak perlu mengkhawatirkan akan dibenci oleh Lisia karna ia yakin bahwa Lisia memiliki perasaan terhadapnya, itulah yang dipikirkan oleh Oliver.


"Lisia! Apa hari ini anda sibuk? "


"Tidak. Hari ini saya senggang, kenapa? "


"Kalau begitu jika anda tidak keberatan,Apa Lisia mau naik perahu bersama saya melihat danau pelangi sore ini? "


Lisia yang cukup terkejut akan ajakan Oliver yang begitu tiba-tiba itu hanya terdiam memikirkan apa ia akan menerima permintaan dari Oliver atau tidak, karna Lisia tau saat ini ia tidak boleh terlalu dekat dengan Oliver sebab ia merupakan tunangan temannya yaitu Clara. Lisia tidak ingin terjadi kesalahpahaman atas tindakan yang mungkin akan mengarah kesan, tapi Lisia juga tidak bisa menolak secara terang terang bahwa dirinya sedang menghindari Oliver.


Oleh karna itu Lisia menemukan sebuah ide dimana tidak akan menimbulkan kesalahpahaman dan juga tidak perlu menolak ajakan dari Oliver.


"Baiklah saya mau"ucap Lisia tersenyum.


Oliver yang mendengar perkataan Lisia merasa senang, bahwa permintaannya tidak ditolak. Dengan hal itu membuat Oliver merasa yakin bahwa Lisia memang memiliki perasaan terhadapnya.


"Kalau begitu Lisia! Saya akan menjemput anda nanti"


"Tidak perlu Oliver, kita bertemu saja ditepi danau. Bagaimana? " ucap Lisia.


Perasaan senang Oliver hancur seketika saat Lisia menolak dijemput, namun ia tetap memakluminya dan mengiyakan akan perkataan Lisia.


"Kalau itu yang anda inginkan baiklah, saya akan menunggu anda ditepi danau jam 4 nanti"ucap Oliver tersenyum.


"Ok"Lisia yang membalas dengan senyum.


"Kalau begitu Oliver! saya akan kembali Kekuil sekarang, sampai jumpa lagi nanti"


"Iy"


Begitu Lisia pergi menuju kuil, Oliver kembali kantor desa untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda.


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Istana Kerajaan Magixion


Disisi lain, Adelio yang diantar oleh Ezra dengan sihir perpindahan miliknya baru saja sampai keistana. Didalam ruang kerja Adelio, dimana Ian sedang lemas lesu karna mengerjakan begitu banyak dokumen kerajaan.


"Ah! Yang mulia! Apa anda sudah kembali? "


Ian yang kelihatan pucat dan terlihat memiliki mata panda yang seperti tidak tidur dalam waktu yang cukup lama. Adelio yang melihat Ian seperti itu merasa bersalah kepadanya.


"Kau sudah bekerja dengan baik Ian, sekarang kau bisa istirahat "


Ian yang mendengar kata istirahat dari Adelio langsung berdiri dari kursi dan berjalan kearah Adelio dengan ekspresi serius.


"Yang mulia! "Melotot. "Ya?! "Kaget.


"Saya ingin libur selama 2 minggu "


Ian yang memasang ekspresi yang begitu menyeramkan membuat Adelio sedikit kaget. "Baiklah ku izinkan"dan langsung mengizinkan Ian untuk libur selama 2 minggu.


Ian yang telah mendapatkan izin dari Adelio langsung cerah kembali dengan senyum lebar diwajahnya. "Kalau gitu yang mulia tolong jangan memanggil saya selama saya libur ya? " ucapnya yang begitu senang.


"Iya, aku tidak akan memanggil mu"Adelio yang dibuat bingung oleh Ian tidak bisa berkutik sama sekali.


"Kalau begitu, saya permisi yang mulia! "Memberi hormat.


Begitu Ian pergi, Adelio langsung duduk dimeja kerjanya.


"Kenapa kau belum pergi juga? " ucap Adelio bersikap dingin.


"Hah"menghela nafas sambil membuang muka dan bersikap cuek. "Bayaran ku!"ucap Ezra dengan ketusnya.


"Apa! Bayaran? Apa kau minta bayaran karna telah mengantarku? " ucap Adelio.


"Tentu saja, kau pikir gratis apa? "


Dengan sikap ketus yang Ezra pasang membuat Adelio geram, "rasanya ingin sekali ku memukul wajah menyebalkannya itu" Pikir Adelio yang sempat terlintas dibenaknya.


Adelio langsung memberi Ezra sekantung koin emas padanya, begitu Ezra menerimanya ia pun langsung pergi meninggalkan ruang kerja Adelio tanpa memberi salam sedikit pun.


"Dasar! Semoga Dewi Levena membuat mu merasakan apa yang kurasakan. "


Penjelasan


Dewi Levena adalah Dewi bulan yang merupakan kepercayaan dari dikerajaan Magixion. Walau kekaisaran Dacania mencangkup desa Agelios, Taxxsia, dan Xanthi, tapi orang orang desa memiliki kepercayaan yang berbeda beda.


Desa Agelios ,Desa Taxxsia dan Desa Xanthi memiki kepercayaan kepada Dewi Hutan,sedangkan ibukota memiliki kepercayaan kepada Dewi bulan. Walau memiliki kepercayaan yang berbeda semua orang tetap menghormati kedua dewi tersebut dan saling menerima apapun kepercayaan yang dianut.


Dengan perasaan kesal Adelio hanya bisa melanjutkan pekerjaan yang masih banyak diatas meja kerjanya itu.

__ADS_1


*****


Markas bulan sabit


Ezra yang sampai dimarkas bulan sabit, disambut dengan begitu banyak surat diruang tamu. Lalu semua anggota bulan sabit lainnya tergeletak dilantai dan ada juga yang tertimbun dengan surat surat dari kliennya.


"Apa apan semua ini? "


Mendengar suara Ezra, Finn dan juga yang anggota bulan sabit lainnya langsung bangun dan mencari asal suara tersebut. Begitu mereka yakin bahwa Ezra telah kembali, mereka langsung berjalan kearah Ezra dengan ekspresi mayat hidup.


"Ketua! Terlalu banyak permintaan dari para bangsawan"


"Kami tidak sanggup melakukannya sekaligus"


"Rasanya pengen mati saja"


Ocehan dan keluhan dari Felix, Elito dan Owen membuat Ezra kesal dan ingin sekali memarahi mereka, tapi Ezra tidak melakukannya karna ia tau jika yang terjadi sekarang adalah kesalahan darinya yang terlalu lama meninggalkan markas bulan sabit dan mengabaikan pekerjaan. Ezra hanya menghela nafas panjang sambil memegang bagian belakang kepalanya.


"Baiklah. Aku akan menyelesaikan semua, jadi yang mana dulu yang harus ku kerjakan? "


Begitu mendengar Ezra akan menyelesaikan semua pekerjaannya , semua anggota bulan sabit langsung semangat dengan mata yang begitu membara sambil mengatur semua surat berdasarkan Kategori yang sangat terdesak, masih dalam pertimbangan, dan tidak penting sama sekali.


Begitu selesai menyusun suratnya, semua anggota bulan sabit melihat Ezra dengan tatapan yang begitu lekat seperti mengaharapkan sesuatu, Ezra yang sedikit terbebani mengetahui apa yang diinginkan oleh anggotanya.


Dengan menghela nafas panjang "Hah. Kalau kalian ingin liburan, pergilah!. 2 minggu cukupkan? "


"Cukup"


Semua anggota bulan sabit bersemangat dan sangat bergembira karna mendapatkan libur panjang setelah melakukan pekerjaan yang begitu banyaknya. Begitu anggota bulan sabit bersiap siap untuk berlibu, Finn yang sedikit gelisah merasa tidak ingin meninggalkan Ezra sendirian.


"Ezra! Kau tidak masalah jika kami pergi? " tanya Finn.


Ezra yang sedang memeriksa surat klienya, "Tidak masalah. Bukankah kalian sudah bekerja sangat keras selama aku tidak ada, "melihat kerah Finn.


"Setidaknya ini yang bisa kulakukan untuk kalian sebagai hadiah dari ku "ucap Ezra tersenyum.


"Hah"menghela nafas. "Baiklah. Kalau begitu kami terima"


Begitu semua anggota bulan sabit pergi, Ezra langsung membaca semua surat yang terdesak terlebih dahulu, sambil duduk dikursi.


"Rasanya aku mengalami sesuatu yang telah kukatakan tadi"ucap Ezra.


...Terus dukung Redblack....


...Jangan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya, agar redblack terus semangat....


...Salam cinta dari redblack....

__ADS_1



__ADS_2