
Hari senin bagi sebagian orang merupakan hari yang panjang karena harus melewati banyak aktifitas yang tertunda ketika weekend tiba.
Hari pertama kegiatan belajar mengajar membuatku harus menyiapkan berbagai hal,terutama bekal makan siang karena aku tidak suka antri di kantin.
"Kak, aku berangkat, assalammualaikum."
"Wa'alaikumsalam. Hati-hati de, jangan lupa makan bekalmu."
"Ya kak, dah."
Ku langkahkan kakiku dengan pasti,penuh keyakinan dan semangat. Untuk menuju ke sekolah aku harus menaiki angkot kurang lebih 15 menit. Sampai di sekolah aku langsung menscan kartu pelajarku(absen).
Kami yang duduk di kelas khusus tidak mengikuti upacara bendera setiap hari senin , kami akan langsung masuk ke kelas kami untuk belajar. Itu alasan kenapa kelas khusus terpisah jauh dari kelas lainnya. Kelas kami berada di lantai 3, berdekatan dengan ruang kepala sekolah dan beberapa laboratorium serta perpustakaan.
Aku memasuki kelas dengan santai karena masih jam 06.10 , dan ternyata belum ada yang datang hanya ada satu orang yang tampak sedang menunggu seseorang. Dia Pak Reihan, heran kan . Teladan banget deh jam segini udah di kelas saja , hehehe.
"Selamat pagi pak."
"Pagi cista." Dia berdiri dari tempat duduknya, menghampiriku di depan pintu, kakinya menutup pintu dengan sebuah tendangan kecil. Tangannya meraih tanganku yang sedang melangkah, akhirnya aku berada di dalam dekapannya. Aku mencium aroma yang sangat menenangkan, reka adegan saat dia menolongkupun terputar di otakku. Aku membalas pelukannya,tanpa sadar.
"Pak nanti ada yang lihat."
__ADS_1
"Sebentar saja, aku ingin memelukmu sebentar saja."
Ku biarkan dia memelukku, beberapa menit kemudian dia melepas pelukannya. Ia membuka pintu yang tadinya tertutup. Dia menyuruhku untuk duduk.
"Cista, kamu sudah sarapan?"
"Sudah pak, pak reihan sudah sarapan?"
"Sudah. Apa kamu sudah siap belajar?"
"Tentu, pak reihan liat, aku begitu bersemangat datang ke sekolah karena tak sabar ingin belajar. Hehehe."
"Bagus,pertahankan semangatmu itu."
"Wah wah wah, pak reihan semangat sekali mengajar ,muridnya belum datang tapi pak reihan udah datang saja." Kata Asep yang baru datang bersama beberapa teman yang lain.
"Ya ni, makanya kalian jangan kalah dong."
"Siap pak besok kami akan datang lebih pagi."
"Bagus itu baru siswa kelas khusus."
__ADS_1
"Siap,pak."
06.25 seluruh siswa kelas khususpun telah lengkap. Pak Reihan pun memberi kuliah pagi sebelum guru mata pelajaran datang.
"Pagi pak reihan, pagi anak-anak."
"Pagi bu."
"Anak-anak,selamat belajar. Semoga hari ini menyenangkan. Sampai jumpa." Kata pak reihan.
"Sampai jumpa pak reihan." Jawab kami kompak.
"Baiklah anak-anak perkenalkan saya Siska guru bahasa inggris . Apa kalian bersedia memperkenalkan diri kalian terlebih dahulu?"
"Oke miss."
"Mulai dari kamu."Bu siska menunjukku. Aku melangkah ke depan kelas memperkenalkan diriku menggunakan bahasa inggris. Begitupun dengan yang lain ,kemi secara bergilir memperkenalkan diri kami. Setelah selesai bu siska mengajak kami untuk bernyanyi beberapa lagu berbahasa inggris yang di iringi oleh Judi, salah satu teman kelasku yang pandai beberapa alat musik.
Tanpa terasa dua jam berakhir dengan cepat. Bu siskapun pamit dan berganti dengan guru yang lain. Andai saja setiap guru mengasikkan, pasti semua siswa akan dengan bahagia datang ke sekolah setiap hari ,tanpa drama.
Tapi itu hanya angan karena masih ada guru yang mengajar dengan tatapan mengintimidasi membuat kami para siswa menjadi kaku, seperti patung manekin. Pajangan yang mendengarkan orang bicara panjang lebar, tapi kadang tidak mudeng, tidak paham dengan yang orang itu katakan. (Betul tidak, hayo ngaku siapa yang pernah mengalami hal seperti itu saat di sekolah? )
__ADS_1
Jam demi jam terlewati ,sekarang waktu pulangpun tiba. Aku masih termenung di depan kelas karena angin bertiup begitu kencang. Teman-teman yang lain tampak nekad menerjang kencangnya angin demi cepat sampai ke rumah. Tapi aku dan indah masih ragu untuk berjalan ke gerbang dan menunggu sebuah angkot. Kami berdiam diri beberapa menit sambil menunggu angin itu menjadi ramah. (Takut kali, kalau sedang jalàn tiba-tiba ada pohon tumbang karena anginnya bertiup sangat kencàng).