
Hasil seleksipun di umumkan,calli terpilih untuk mewakili Indonesia maju ke Rusia. Ia rajin berlatih di kampus dengan bimbingan dosen dan seniornya termasuk Vano.
Berawal dari situ kedekatan Calli dan Vanopun di mulai. Mereka sering menghabiskan waktu bersama terlebih selama masa latihan (karantina) peserta olimpiade di haruskan untuk tinggal di asrama.
"Hai ."
"Eh kak Vano."
"Ngapain sendirian di sini?"
"Lagi menghirup udara segar,hehehe."
"Lagi mikirin apa sih?"
"Kangen rumah."
"Sabar,tinggal dua hari lagi kalian kan akan berangkat ke Rusia, setelah pulang dari sana kan bisa pulang ke rumah."
"Ya sih, tapi kan kangen papa,mama sama kakak."
"Besok pas ke bandara kan bisa di antar keluarga."
"Mereka ngga bisa nganter kak karena sedang pulang ke kampung, nengok kakek."
"Oh, ya sudah jangan bersedih,anggap saja untuk melatih kemandirianmu."
"Hmmm,benar juga. Siapa tau jadi boleh kuliah di ouar negeri ,hehehe."
"Nah, gitu dong senyum. Kamu tambah cantik kalau tersenyum."
Calli menundukkan kepalanya karena tak ingin Vano melihat wajahnya yang tengah merona karena malu akan pujiannya tadi.
"Calli."
"Ya."
"Masuklah ke kamar,sudah larut lho."
"Ya kak. Aku ke kamar dulu ya kak."
"Hmmm,selamat malam Calli."
"Malam kak Vano."
Di Rusia Calli sedang berjuang mengharumkan nama bangsa sementara di Indonesia Vano sedang wisuda di dampingi oleh kedua orang tuanya.
"Vano setelah semua urusan di kampus selesai kamu akan pulang kan nak?"
"Tidak ibu."
__ADS_1
"Kenapa nak?"
"Vano sudah di terima kerja di salah satu perusahaan besar di sini bu,sayang kalau ngga di ambil."
"Padahal ibu ingin kamu kerja di sana biar tiap hari bisa ketemu."
"Biarkan saja bu, biarka anak kita meraih impiannya, tugas kita sebagai orang tua adalah mendoakan." Kata bapak.
"Tapi kan ."
"Bu, jangan memaksakan kehendak pada anak." Sela bapak karena sudah hafal sifat ibu yang suka memaksaku untuk mengikuti permintaannya.
"Baiklah,semoga pekerjanmu lancar ya nak,jaga kesehatan jangan lupa sering telp ibu sama bapak."
"Pasti bu, selama ini kan juga seperti itu. Sesibuk-sibuknya vano pasti tidak lupa ngabarin ibu dan bapak."
"Ya ya,maaf ya nak ibu hanya khawatir."
"Bu,vano ini kan laki-laki. Kelak Vano akan memiliki istri dan anak jadi vano mohon sama ibu izinkan vano kerja di sini, izinkan vano untuk berlatih tanggung jawab lebih besar lagi dengan bekerja di perusahaan itu. Karena kelak kalau Vano sudah menikah kan tanggung jawabnya besar bu, anak orang lho bu yang Vano minta ,hehehe."
"Ya nak,ibu restui semoga jalanmu menuju kesuksessan lancar dan kelak mendapat jodoh yang baik. "
"Amin." Kata aku dan bapak dengan kompak.
"Kalau begitu bapak sama ibu langsung pulang sore ini, kamu hati-hati di sini jangan telat makan."
"Ya pak,bapak tenang saja vano pasti baik-baik saja di sini."
Vano membuka aplikasi mobile bankingnya, ia mengecek berapa jumlah tabungan yang telah ia kumpulkan sejak 6 tahun lalu. Ia berniat membeli beberapa pakaian dan sepatu kerja, ia ingin tampil serapi mungkin saat kerja nanti. Setelah Ibu dan bapaknya berangkat ke stasiun Vanopun pergi ke mall dengan mengendarai motor kesayangannya.
(RUSIA)
"Alhamdulillah ya nak,kamu berhasil." Kata pàk Rino salah satu dosen yang mendampingiku ke Rusia.
"Ya pak, Calli ngga nyangka kalau kita yang akan jadi juara. Terimakasih ya pak,bu berkat bimbingan kalian Calli berhasil menjuarai olimpiade ini."
"Sama-sama sayang, ini juga karena otak jenius kamu." Kata bu Nisa.
"Ah ibu terlalu memuji. Kita kapan pulang bu?"
"Sabar Calli, insyaallah besok malam kita pulang."
"Calli kangen mama,hehehe."
"Dasar kamu ini."
"Hehehe, kita bisa jalan-jalan dulu ngga bu ?"
"Bisa dong, nanti setelah mandi oke."
__ADS_1
"Beneran bu?"
"Ya dong, ibu kan juga ingin beli oleh-oleh untuk putra ibu yang paling tampan."
"Memang putra ibu tampan?"
"Kamu belum pernah ketemu sama putranya bu nisa?"tanya pak rino.
"Belum pak."
"Pantes. Pasti ni ya kalau kamu ketemu sama dia kamu bakal jatuh cinta ."
"Masa si pak? Emang cakep banget ya pak?"
"11 12 sama senior kamu si Vano lah."
"Kalau begitu masih cakepan papah sama kakakku dong,hehehe."
"Dasar kamu ini. Nanti jatuh cinta beneran lho kalau ketemu sama Angga."
"Pak Calli masih kecil lho ngga boleh mikir cinta-cintaan."
"Ya ya ya bapak lupa kalau kamu masih di bawah umur,hehehe. Soalnya penggemarmu tuh banyak banget di kampus."
"Biarin aja pak,itu hak mereka yang penting Calli kan ngga PHPin anak orang."
"Bagus , bapak seneng nih punya murid yang pemikirannya seperti kamu. Kalau perlu jangan pernah pacaran,langsung nikah saja kelak ."
"Beres pak, masih lama juga nikahnya, Calli kan masih 15 tahun pak,eh tunggu-tunggu sekarang bulan apa ya pak?"
"Kenapa memangnya?"
"Astaga bu nisa."
"Kenapa Calli? bikin ibu kaget deh."
"Minggu depan Calli ulang tahun, yeeeee calli ulang tahun calli ulang tahun."
"Ulang tahun aja heboh bener anak ibu."
"hehehehe,soalnya kalau Calli udah 16 tahun Calli boleh belajar mengendarai motor sama mobil bu. Walaupun belum boleh kemana-mana sendiri."
"Betul,tunggu punya SIM ."
"Ya tapi kata papah sambil nunggu KTP sama SIM Calli harus belajar dulu sampai mahir selama setahun ke depan. "
"Semoga cepat bisa ya nak." Kata pak rino sambil mengelus rambutku.
"Ya pak, besok dateng ya ke rumah pas Calli ulang tahun. Nanti undangannya nyusul hehehe."
__ADS_1
"Beres kami pasti datang."