Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
73


__ADS_3

Dua tahun berlalu, pandemi talah berakhir. Semua kembali normal seperti biasanya walaupun kitaharus tetap extra dalam menjaga kesehatan .


Dzakypun sudah bisa berjalan normal seperti sedia kala.


Kehidupan penuh drama yang cista lalui membuatnya menjadi wanita yang sabar dengan pemikiran dewasa. Wajahnya semakin bersinar ,nampak di sana ketaatan kepada sang pemilik kehidupannya. Mata indahnya membuat siapa saja jatuh hati ,mata yang penuh dengan ketulusan .


Usahanya yang ia jalani juga tetap lancar,tapi ia tidak berniat membuka cabang caffe karena ia ingin tetap bisa membagi waktunya dengan baik,terlebih hito sekarang semakin besar dan semakin kritis dalam bertanya mengenai suatu hal.


Cista membesarkan hito dengan penuh kasih sayang seperti anak kandungnya sendiri. Dzaky ,mama rita dan papa har juga sering mengunjungi hito di rumah seperti halnya hari ini.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam. Mama ,papa. " Cista menyalami mereka dengan penuh hormat. "ayo masuk ma,pa!"


"Ya nak,hito ke mana kok ngga kelihatan?"


"Hito ngaji di masjid ma."


"Pulangnya jam berapa?"


"Habis isya nanti ma."


"Cista kok aku ngga di sapa sih?"


"Hehehehe,ada mas dzaky ya."


"Masa aku segede ini ngga kelihatan si cis?"


"Sorry."


"Jangan cuek gitu sama aku cis,nanti jatuh cinta lagi lho."


"Sorry lah ya,aku mah ngga mau kembali ke masa lalu,wlleee."


"Tapi aku mau lho cis kembali sama kamu,dengan awal yang baru."


"Ngga usah ngimpi kamu dzak." Sela mama.


"Ihhh mama bukannya di dukung biar cista jadi mantu mama lagi."


"Jadi mantu atau ngga cista tetap putri mama dzak,jangan lupa itu."


"hisss,mama mah gitu."


"Mending mas dzaky cari wanita lain saja sana."


"Aku maunya kamu cista."


"Ahhh sudahlah aku mau lanjutin masak aja,males ngomong sama mas dzaky, papa istirahat dulu aja dikamar, mama juga, pasti cape."


"Ya nak,makasih ya." Jawab papa har.

__ADS_1


"Cista ke dapur ya."


"Mama ikut ke dapur sayang. Oh ya dzak ambil titipan ayahnya cista di bagasi."


"oke."


"Ayah nitip apa ma?"


"Kurang tau,nanti kita buka aja di dapur."


"Waaaaaahhh pete ma, uceng, nangka muda, pare,labu siam,wah ada kecombrang juga , ini isi kebun dibawain semua sama ayah."


"Jadi kamu bisa berhemat beberapa hari nak."


"Hehehe ya nih ma,kita masak ayam kecombrang aja ya ma, kebetulan aku punya sayap ayam di frezeer."


"Oke, mantap tuh."


"Sayang jangan lupa sambelnya ya." Kata dzaky yang tenagh duduk di ruang makan.


"Sayang sayang pala lu peyang."


"Dari dulu juga aku selalu manggil kamu sayang cis."


"Itu kan dulu sekarang ngga boleh."


"Kenapa? Kamu single aku juga single siapa yang nglarang aku manggil kamu sayang."


"Pokoknya aku akan manggil kamu sayang."


"Iiihhhhh mama mas dzaky nyebelin."


"Kalian ini kaya anak kecil deh. Mending kamu ke masjid sana susul hito sekalian shalat berjamaah bentar lagi kan udah masuk waktu maghrib."


"Mama ngusir nih."


"Lagian kamu brisik dari tadi, udah buru pergi sono."


"Ya ya ya. Dadah sayang jangan kangen ya aku mau ke masjid dulu."


Cista hanya diam sambil melanjutkan memasak.


"Nasinya udah masak belum nak?"


"Udah ma,tadi sebelum mama datang aku udah masak nasi."


"Bisi belum hehehe kaya mama suka lupa belum masak nasi."


"Itu mah kebiasan mama hehehe."


"Ya nak, maklum faktor u nak."

__ADS_1


"Mama masih muda kok,masih cantik."


"Ahh kamu ini paling bisa deh bikin mama terbang melayang."


"Masa sih ma, mana sayapnya? Kok cista ngga liat."


"Dasar kamu ini."


"😁😁😁."


"Nak,kamu belum ingin berumah tangga lagi?"


"Belum ma, masih menikmati kesendirian."


"Mama denger dari pak nino banyak yang ngapelin."


"Hahaha pak nino di dengerin. Mereka cuma main kok ma."


"Masa ngga ada satupun yang nyantol di hati kamu si nak?"


"Ada si ma, dia duda ganteng hehehe tapi cista ngga mau terlalu berharap."


"Siapa? Kenalin dong sama mama mumpung mama sama papa di sini."


"Orangnya sibuk ma,kecuali weekend."


"Nanti weekend suruh dia kesini ya."


"Nanti aku coba ngomong ke dia ya ma."


"Kenapa ngga sama yusuf aja nak?"


"Kak yusuf pindah keluar kota ma, dia dapat promosi jabatan jadi rektor di luar kota."


"Wah hebat dong."


"Ya ma,dia hebat. Bahkan dia membesarkan putrinya seorang diri, hanya di bantu bibinya sebagai pengasuh vira."


"Mama cuma bisa berdoa semoga kalian mendapat jodoh yang terbaik suatu hari nanti."


"Amin."Kata cista dan mama serempak.


"Ma aku mandi dulu ya, bau asem nih."


"Udah mau maghrib lho nak kok mandi."


"Ngga apa ma daripada risih ."


"Ya sudah, sana mandi dulu pakai air hangat ya nak."


"Oke ma."

__ADS_1


__ADS_2