
kriiiiing kriiiing kriiing bunyi alarm di dalam sebuah kamar mengganggu sepasang insan yang tengah melepas lelah akibat lembur menggiling adonan boneka lucu berulang kali hingga mereka lemas tak berdaya dan tertidur tiga jam yang lalu.
Namun cista tetap bangun untuk melakukan ibadah malamnya , tak lupa ia juga membangunkan sang suami .
"Mas, mas bangun."
"Hmmm,apa sayang? Mau lagi ya?"
"Ya mau lagi ,tapi mau ibadah yang lain dulu mas. Buru mas bangun."
"Ya ya sayang."
"Ihhh mas lepasin." kata cista dengan suara sedikit berteriak karena haris menindih tubuh polosnya yang tertutup selimut.
"Lho katanya mau lagi."
"Tahajud dulu mas, aku tuh ngajak tahajud mas , bikin adonannya nanti lagi ya, janji deh nanti berapa kalipun mas minta aku ladenin."
"Bener?"
"Ya mas aku janji."
"Asik."
"Udah ayo mandi dulu, tunggu sebentar ya gantian mandinya."
"Hmmm, ngga mandi berdua aja yank?"
"Ngga ah, kelamaan mas."
"Ya udah deh, tapi lain kali mandi bareng ya."
"Ngga janji,hehehehe." Jawab cista sambil berlari ke kamar mandi dengan tubuh polosnya.
Haris hanya bisa menyunggingkan senyumnya melihat kelakuan cista yang berbeda 360° dari sebelum mereka menikah. Haris merasa sangat beruntung memiliki cista sebagai istrinya karena ia bisa menjaga kehormatannya sebagai wanita ketika berada di luar rumah dan kepada selain mahromnya.
"Mas buru sana mandi, aku tunggu buat shalat berjamaah."
"Oke sayangku. Sebentar ya mas ngga lama kok mandinya."
"Hmm." Jawab cista singkat sambil mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer tak lupa ia juga memakai vitamin rambut agar rambutnya tetap sehat dan indah bercahaya.
Setelah haris selesai shalat merekapun melakukan shalat sunah tahajud bersama lalu mereka membaca alquran sambil menunggu waktu subuh tiba.
__ADS_1
Usai subuh mereka pergi ke pasar untuk berbelanja persediaan sayur dan lauk pauk seminggu ke depan.
"Mas mau sarapan di rumah atau di luar?"
"Kita makan bubur ayam saja yank."
"Boleh, udah lama juga ngga makan bubur ayam, kangen juga rasanya masih kaya bubur ayam atau ngga hehehehe."
"Beda yang rasanya yank,sekarang rasanya jadi pecel."
"Hehehehe." Mereka tertawa bersama.
"Biasanya kamu ke pasar sendirian yank?"
"Ya mas, pak nino nemenin hito di rumah jadi aku lebih sering ke mana-mana sendiri."
"Wah istriku mandiri sekali."
"Biasa aja mas, itu juga karena keadaan yang memaksa."
"Mulai sekarang kemana-mana harus sama mas ya yank,ngga boleh sendiri. Aku suka kalau kamu selalu manja karena itu membuatku merasa di butuhkan sebagai seorang suami."
"Ya mas, aku bisa melihat situasi dan kondisi kok. Aku bisa manja tapi aku juga bisa mandiri saat mas sibuk."
"I love you too mas."
"Kita sarapan di sini ya, bubur ayamnya enak disini."
"Oke aku juga sering beli di sini."
"Oh ya?"
"Ya mas,serius."
"Kok ngga pernah ketemu ya?"
"Mungkin belum waktunya ketemu mas."
"Hehehe benar juga."Haris keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk cista. " Ayo sayang." Ucap haris lalu menggandeng tangan cista.
Cista terharu dengan semua perlakuan haris, tapi dia tidak mau terlalu larut dalam keharuan itu. Karena ia tidak ingin kecewa jika suatu saat nanti perlakuan haris berubah padanya.
"Mang bubur ayamnya dua ya,yang spesial seperti biasa."
__ADS_1
"Siap mas haris,tunggu sebentar ya."
Beberapa menit kemudian pesanan merekapun tersaji di meja.
"Lho mba cista."
"Pagi mang."
"Mang jangan menatap istriku seperti itu, kami sudah menikah beberapa hari yang lalu mang."
"Oh,jadi yang menikah dengan mba cista mas haris toh, kemarin lusa ayahnya mba cista sarapan di sini beliau cerita katanya mba cista sudah menikah."
"Ya mang,alhamdulillah ketemu jodohnya."
"Semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan."
"Amin."Jawab cista dan haris serempak.
"Terima kasih ya mang doanya."
"Ya mas, semoga secepatnya di kasih momongan ya ."
"Amin."
"Ya udah atuh silahkan di makan buburnya mas,mba kalau ada yang kurang ngomong saja ke mang ya."
"Siap mang."
Haris dan cistapun memulai sarapannya. Cista menambahkan sambal serta sedikit kecap ke dalam buburnya, sebelum di aduk karena cista lebih suka makan bubur dengan di aduk.
"Sayang sambalnya banyak sekali,ini masih pagi lho."
"Hehehe."
"Lain kali jangan makan sambal banyak di waktu pagi,mas ngga mau kamu sakit,mengerti?"
"Ya ya, suamiku sayang. Maaf."
"Ya sudah kali ini aku maafin, tapi lain kali jangan di ulangi."
"Ya mas, makasih." ucap cista sebelum memberi sedikit kecupan di pipi haris. Sementara yang di kasih kecupan bengong,pikirannya jadi kemana-mana bahkan ia jadi teringat adegan demi adegan yang mereka lakukan dalam penggilingan boneka lucu. Harispun membalas mengecup pipi dan bibir cista.
Untung saja tempat duduk yang mereka pilih di pojok jadi ngga ada yang melihat adegan itu. Haris sengaja memilih tempat duduk ini agar cista bisa membuka cadarnya dan makan dengan nyaman.
__ADS_1