
Kata orang 5 tahun pertama perjalanan berumah tangga adalah tahun-tahun rawan . Begitupun dengan rumah tanggaku. Di tahun ke dua ini aku merasa terjadi perubahan yang signifikan dalam diri mas dzaky.
Dia seakan menciptakan jarak di antara kami, dia jarang di rumah,pulang dari caffe larut malam. Dia juga jarang membalas pesan-pesanku, tak jarang pula ia menolak panggilanku.
Awalnya ku kira karena dia sedang sibuk dengan pekerjaannya, tapi semakin hari rasa curiga di dalam hatiku semakin besar, feelingku akan terjadi sesuatu di rumah tanggaku semakin kuat.
Tapi aku masih mencoba berfikir positif, ku usir segala curiga yang menghantui.
Pagi ini aku bangun jam 03.00 ku sujudkan tubuhku menghadap sang khalik, ku pinta kebaikan dalam rumah tanggaku. Ku serahkan segala takdir pada sang pembuat takdir, akan ku ikhlaskan segala yang akan terjadi. Karena ku yakin yang di atas tau mana yang baik sesuai kebutuhanku.
"Istriku." panggilnya ketika aku sedang sibuk menata sarapan pagi.
"Ya mas."
"Hari ini aku berangkat ke jakarta, ada sedikit masalah di cabang cafe sana."
"Oh begitu, berapa hari mas di sana?"
"Paling lama satu minggu, kamu ngga pa pa kan aku tinggal?"
"Ya mas, santai saja. Lagian kan ada hito yang nemenin , hehehe."
"Baiklah, tolong siapkan baju yang akan ku bawa ya!"
"Ya mas."
"I love you."
"I love you too ,suamiku."
Diapun berangkat, jam 10.00. Aku kurang yakin jika ia berangkat ke jakarta, entahlah tapi aku menangkap percikan kebohongan di matanya. Semoga saja hanya curigaku.
__ADS_1
Ting tong ting tong
"Mama." Ucapku saat melihat siapa yang datang.
"Asallammu'alaikum putriku."
"Wa'alaikumsallam. Ayo masuk ma."
"Dzaky di mana nak?" Tanya mama mertuaku.
"Mas dzaky baru saja berangkat ke jakarta."
"Oh,lalu di mana hito?"
"Hito di kamar ma, tadi aku minta dia mengerjakan PR ,soalnya nanti habis dzuhur aku mau belanja bulanan."
"Asik, mama ikut ya."
"Ngga, tapi besok nyusul sama ayahmu."
"O. Mama sudah makan?"
"Sudah di kereta."
"Ma aku njemur dulu ya."
"Ya sayang, mama istirahat dulu ya di kamar."
Akupun menyelesaikan semua pekerjaan rumahku, setelah itu aku mengecek beberapa pesan dari pelangganku yang memesan beberapa barang. Aku juga menyiapkan pesanan yang siap untuk di kirim, setelah siap aku menyebrang ke gedung di depan rumahku . Gedung jasa pengiriman, aku sudah berlangganan di sana karena pengiriminnya yang tepat waktu.
"Hito?"
__ADS_1
"Mama, PRku sudah selesai tolong di periksa dulu."
"Baru mama mau nanya, eh udah nongol."
"Ini ma, tolong di periksa ya."
Aku memeriksa PRnya, dia bukan anak yang bodoh tapi bukan pula anak yang genius. Ia anak yang sedang-sedang saja, jadi kadang ada beberapa yang salah dan perlu di perbaiki.
"Sayang, ada dua nomor yang salah . No 5 dan no 8, tolong di hitung lagi dengan teliti ya."
"Huft, ya ma." Jawabnya sembari menontonkan bibirnya yang di maju-majuin.
"Jangan cemberut dong nanti gantengnya hilang, hehehe."
Dia mulai memperbaiki PRnya. Aku memperhatikannya sambil duduk di tepi ranjangnya .
"Nah, ini baru betul semua. Pintarnya anak mama."
Ku cium kedua pipinya yang seperti bakpao. "Sekarang hito akan mendapat hadiah."
"Hadiah apa ma?"
"Sepiring salad buah,mau ngga?"
"Mau mau mau. Mama memang the best, hehehe."
"Habiskan saladnya, setelah itu cuci mukanya gantilah bajumu dengan ini( menaruh baju di atas ranjang)."
"Siap bos."
"Ya sudah, mama turun ya mau packing pesanan lagi."
__ADS_1
"Oke mamaku yang cantik."