Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
81


__ADS_3

Malam harinya cista masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit,ia tengah tertidur setelah meminum obat. Dan kesempatan itu om herman gunakan untuk ke kantin guna mengisi perutnya yang mulai keroncongan. Iapun berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju ke kantin tanpa menengok ke belakang walau perasaannya tidak tenang meninggalkan cista sendirian tapi ia pikir cuma akan pergi sebentar jadi tidak masalah.


Tanpa ada yang tau seorang laki-laki masuk ke dalam ruang rawat cista,ia menutup hidung cista dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius, akhirnya cista benar-benar tak sadar bahwa sekarang ia berada di dalam sebuah mobil yang entah akan menuju kemana.


Tut tut tut tut suara sambungan telepon. "Hallo haris."


"Ya om."


"Cista hilang, tadi om tinggal beli makanan sebentar pas om kembali cista udah ngga ada di kamarnya."


"Om ngga bercanda kan?"


"Om serius haris,ini om juga akan segera menghubungi teman om yang bertugas di kepolisian untuk membantu mencari cista."


"ya om, aku juga akan segera mencari cista, om tolong cek cctv rumah sakit dulu."


"Ya ni om sedang jalan menuju ruang dokter yang temen kamu itu siapa tau dia bisa bantu."


"Ya sudah om aku tutup dulu ya, ngga baik nyetir sambil telp."


"Ok,hati-hati. Jangan terlalu cemas kita cari cista sama-sama."


"Insyaallah om,aku yakin cista baik-baik saja."


Sementara mereka sibuk mencari cista ,kita beralih ke sebuah mobil yang kini sudah sampai di sebuah rumah sederhana yang terletak jauh dari kota.


Cista menggerakan matanya, pandangannya buram dan berbayang karena kondisinya yang masih lemah di tambah pengaruh obat bius.


(Aku di mana? Apa aku di culik?")


Krreeett (suara pintu terbuka) , "kamu sudah bangun ternyata?"


"Kamu siapa?"


"Kamu tidak mengenaliku?"


"Tidak. Tolong lepaskan aku ! "


"Nanti setelah aku mendapatkan apa yang aku mau."


"Apa maumu?"


"Sesuatu milik calon suamimu."


"Apa salah mas haris padamu?"


"Sayang apa dia sudah terbangun?" Kata seorang perempuan .

__ADS_1


"Ya dia sudah bangun ,kemarilah lihat sendiri ternyata dia sangat cantik lho pantas saja mantan suamimu tergila-gila padanya."


"Waaaahhhh kamu memang benar-benar sangat cantik. Tenang kami tidak akan menyakitimu."


"Kalian siapa?"


"Aku mantan istrinya haris, kamu cista kan?"


"Apa mau kalian?"


"Aku hanya ingin uang dari haris tapi kalau Deni aku ngga tau."


"Aku ingin calon suamimu si haris menyerahkan sesuatu yang seharusnya menjadi milikku." Ucap deni sambil membuka maskernya.


"Kak deni? Apa masalah kak deni dengan mas haris?"


"Nanti juga kamu akan tau. Istirahatlah aku yakin sebentar lagi yang mencarimu akan sampai di sini."


Haris dan om herman sudah tau di mana cista berada setelah ia mendapat telp dari deni. Merekapun bergegas untuk membawa cista pulang.


Braaaaakkk , pintu terbanting dengan sangat keras setelah di dobrak oleh om herman.


"Cista."


"Om, aku disini."


"Apa mau kalian?"


"Kamu tidak tau mauku apa ris? Aku mau lahan yang kemarin baru kamu dapatkan. Serahkan lahan itu padaku maka calon istrimu yang cantik itu akan selamat."


"Baik, hanya karena lahan kecil itu kamu menculik calon istriku deni, memalukan."


"Memalukan kamu bilang,kalau bukan karena kamu membelinya dengan harga yang lebih mahal dariku lahan itu pasti menjadi milikku."


"Lho itu memang resiko dunia bisnis den,kamu pasti tau itu."


"Ya ya tapi aku tidak suka dikalahkan,jadi serahkan lahan itu padaku kalau mau cista selamat."


" Dan tolong mas beri aku uang yang banyak ,baru deh cista akan kami serahkan kembali padamu."


"Kalian memang manusia gila harta, demi harta kalian melakukan segala hal walau itu perbuatan yang hina. Kalian kan tau cista belum benar-benar sehat tapi kalian justru membuatnya semakin sakit seperti ini,dimana hati nurani kalian?"


"Sudahlah ,hentikan ceramahmu itu , turuti semua mau kami dengan begitu cista bisa pulang dengan selamat."


"Oh ya? Justru kalianlah yang akan masuk penjara dengan tuduhan penculikan dan percobaan pembunuhan." Sela om herman.


"Kamu siapa ,mending diem aja deh ngga usah ikut campur."

__ADS_1


"Kalian ini penculik yang bodoh rupanya, mau nyulik orang kok ngga di selidiki dulu latar belakangnya. Baiklah mari kita berkenalan. Saya herman, om kandungnya cista. Saya seorang polisi lho."


"Masa sih? saya ngga takut tuh."


"Baiklah mari kita buktikan ,apa kalian masih tidak takut setelah ini, 1 2 3 ."


"Herman, sorry ya aku lama."


"Ngga masalah, makasih ya udah mau nolongin aku dan keponakanku."


"Aman bro, kelak aku juga pasti butuh bantuanmu dan kawan-kawanmu di banyumas jika aku sedang dalam masalah di sana."


"Oke aman."


"Nih pegang buat jaga-jaga." Ucap teman om herman sambil menyerahkan sebuah pistol.


"Ngga perlu mereka cuma anak ingusan, pakai tangan kosong aja simpan kembali pistolmu. Aku ke sini untuk berlibur jadi megang pistolnya juga libur."


"Oke deh."


"Tangkap mereka berdua, jangan biarkan mereka keluar dari penjara sebelum mereka bertaubat. Aku menuntut mereka dengan pasal penculikan dan percobaan pembunuhan,karena aku yakin mereka yang jadi sutradara atas kecelakaan yang menimpa cista kemarin."


"Oke bro."


"Sayang ayo kita kembali ke rumah sakit."


"Ya om."


"Are you oke?"


"Oke om,cuma lemes aja . Kalau pulang ke rumah boleh ngga?"


"Big no, kamu harus benar-benar pulih dulu baru boleh pulang ke rumah." Sela haris.


"Huuuufftt baiklah mas. Padahal aku sudah bosan di rumah sakit, baunya ngga enak tau mas."


"Udah ngga usah berdebat, sini om gendong. Maaf ya ris kamu belum boleh menggendong cista hehehehe."


"Hehehe ya om. Aku sabar kok kan tinggal menghitung jam menuju SAH."


"Kamu ikut mereka ke kantor polisi untuk membuat laporan ya Ris."


"Siap om."


"Sayang aku pergi dulu ya,cepat sembuh. Sampai jumpa saat akad." Kata haris pada cista.


"Hati-hati mas."

__ADS_1


__ADS_2