Panggung Sandiwara

Panggung Sandiwara
92


__ADS_3

Kemanakah ku titipkan rindu di hatiku yang selama ini menyiksaku. Kadang ku akui,hampanya hati ini tanpa cinta. Hati inipun resah hidup jadi merana.


Malam-malam hanya ada aku sendiri,menanti datangnya sinar yang akan menerangi jiwa . Aku berjalan seorang diri menyusuri jalan sepi, duduk termenung sendiri, menghayati kesendirian ini.


Di sebuah rumah di kota bandung terlihat seorang pria sedang menatap kosong ke arah langit. Kehampaan yang sedang di rasakannya begitu menyiksa diri dan jiwanya. Hanya tersisa sedikit kewarasan saja, untunglah masih sisa sedikit bagaimana kalau habis? Rumah sakit jiwa tempatnya berada,hehehehe.


Dzaky masih saja merindu akan hadirnya cista di sisinya, cintanya bahkan bertambah dalam,sedalam samudra ,seluas jagat raya dan setinggi langit di angkasa. Hatinya benar-benar tertutup untuk wanita,hanya ada cista di sana. Namun ia bisa apa? Sekarang ia hanya bisa melihat sang cinta bahagia bersama yang lain. Laki-laki yang lebih baik darinya,laki-laki yang setia dan lebih bertanggung jawab daripada dirinya.


Entah apa yang membuatnya sangat yakin jika suatu hari nanti cista akan kembali menjadi miliknya, ya feelingnya begitu ambigu mengatakan kalau cista hanya sementara pergi dari kehidupannya.


Kita lihat saja takdir apa yang akan terjadi, hanya yang sang penciptalah yang tau. Siapa si sang pencipta? Authorlah, sang pencipta dunia khayal panggung sandiwara ini, jadi tunggu dan lihatlah apa yang akan terjadi dalam kehidupan cista berikutnya.


"Hito mama pulang." Kata cista sambil membuka pintu kamar hito. "Lho kok ngga ada?" Gumam cista selanjutnya.


"Kenapa sayang?"


"Hito ngga ada mas."


"Coba mas tanya pak nino dulu."


"Ayah, kapan ayah akan menikah lagi?" Tanya hito pada dzaky ,ayahnya. Ya hito sedang mengobrol bersama ayah kandungnya di halaman belakang. Dzaky sengaja datang ke bandung untuk menemui anaknya itu, selain itu ia juga ingin melihat cista. Ia sudah tidak tahan menahan rindunya pada cista. Ada maksud tersembunyi ia mengunjungi sang anak rupanya.


"Ayah tidak akan menikah lagi sayang." Jawab dzaky.


"Kenapa?"


"Mmmm kenapa ya, males aja."

__ADS_1


"Pasti karena ayah masih cinta ya sama mama cista?"


"Mmm bisa di bilang begitu. Makanya kelak hito dewasa dan punya istri hito harus setia jangan kaya ayah,oke."


"Ya ayah, hito akan selalu ingat semua nasehat ayah,mama dan papa."


"Anak pintar."


"Dzaky, kapan datang?" Tanya haris yang melihat kebersamaan anak dan ayah itu, iapun ikut bergabung.


"Papa, mama mana?" Tanya hito pada haris.


"Mama di depan sayang."


"Udah lama dzak?" Tanya haris lagi,karena pertanyaanya tadi belum sempat di jawab oleh dzaky.


"Oh, gimana kabar orang tuamu sehat?"


"Alhamdulillah sehat mas."


"Syukurlah."


"Mas,udah nanya pak nino belum?"Teriak cista sambil berjalan menghampiri auaminya itu.


"Udah sayang,hito di belakang ,kemarilah ! " Kata haris yang tidak tau kalau hito sudah berlari ke arah dapur untuk mencari mamanya.


"Apa kabar cista?" Tanya dzaky ketika melihat cista mendekat.

__ADS_1


"Eh, ada tamu. Alhamdulillah baik, mas dzaky gimana kabarnya? Mama sama papa juga gimana kabarnya?"


"Baik, semuanya baik. Gimana kandunganmu?"


"Alahamdullilah sehat mas."


"Syukurlah."


"Cista tuh suka ngeyel dzak kalau aku suruh dia untuk istirahat dan jangan makan sembarangan."


"Ngga boleh gitu dong, nurutlah sama suamimu cis."


"Ya ya ya, baiklah. Sepertinya aku ke kamar ja daripada di sini jadi bulian kalian para làki-laki."


"Eh, sayang jangan ngambek dong."


"Ngga mau, kalian jahat, ngga mau nurutin maunya bumil."


"Tuh lihat kan dzak, jadi gemes,hehehe."


"Dulu aku bahkan tidak tau kalau dia sedang hamil, semua hanya tinggal sesal yang tiada guna. Cista memang lebih pantas bersanding denganmu mas, daripada denganku yang buruk."


"Setiap orang punya plus dan minusnya sendiri dzak, lupakanlah semua yang telah berlalu, cobalah buka hatimu lagi, siapa tau sudah ada jodoh yang sedang menanti."


"Aku takut menyakiti lagi mas, jadi lebih baik sendiri saja."


"Its oke, ke dalam yu dzak, udah mulai panas di sini."

__ADS_1


"Hayu atuh, hehehe. Aku juga ingin menyusul hito, sepertinya asik nonton bareng anak itu." Hito memang sudah berpindah tempat sejak tadi untuk mencari sang mama, tapi ketika ia melihat mamanya menghampiri papa dan ayahnya ia memutuskan untuk menonton tv saja karena tidak ingin mengganggu obrolan orang dewasa.


__ADS_2